Kelas kemiringan lereng agak curam merupakan medan dengan kemiringan lereng 14 – 20% atau atau memiliki beda tinggi 75 - 200 meter. Kelas kemiringan lereng ini menempati 9,24% dari total luas wilayah. Medan dengan kelas kemiringan lereng agak curam di Kecamatan Kawunganten ditempati bentuklahan perbukitan sinklinal dan dimanfaatkan untuk perkebunan dan hutan. Secara administratif, desa yang berada pada kelas kemiringan lereng ini yaitu Desa Sarwadadi, Mentasan dan Kalijeruk.
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disajikan luasan atau sebaran bentuklahan utama di Kecamatan Kawunganten pada Tabel 4.10 dan Peta7.
Tabel 4.10. Persentase Luasan Kelas Kemiringan Lereng di Kecamatan Kawunganten Tahun 2013
No. Kelas Kemiringan Lereng Luas
Ha %
1 Datar atau Hampir Datar 6.972,64 54,26
2 Landai 3.917,52 30,49
3 Miring 772,25 6,01
4 Agak Curam 1.187,58 9 24
Jumlah 12.849,99 100,00
(Sumber: Interpretasi data garis kontur dan Peta Rupa Bumi Indonesia lembar 1308-244 dan 1308-242, Pengolahah Digital Analisis Model [DEM] dan Perhitungan dalam Software Arc View Tahun 2013)
c. Satuan Medan (Terrain unit)
Van Zuidam (1979: 3) menjelaskan bahwa medan merupakan suatu bidang lahan yang berhubungan dengan sifat-sifat fisik permukaan dan dekat permukaan yang kompleks dan penting bagi manusia. Medan erat kaitannya dengan proses geomorfologi yang terjadi di medan tersebut dan proses geomorfologi yang terjadi dapat dilihat dari bentuklahan yang terbentuk. Way (1973) dalam Van Zuidam (1979: 3) menjelaskan bahwa fitur medan yang terbentuk oleh proses alami yang memiliki komposisi khusus dan berbagai karakteristik fisik dan visual yang terjadi dimanapun bentuklahan ditemukan. Lebih lanjut Van Zuidam (1979: 3) mengemukaan bahwa satuan medan merupakan kelas medan yang menunjukan suatu bentuklahan atau kompleks betuklahan yang sejenis dalam hubungannya dengan karakteristik medan dan komponen-komponen medan yang utama. Oleh karena itu, satuan medan di Kecamatan Kawunganten ditentukan oleh bentuklahan yang terbentuk.
Berdasarkan hal tersebut, maka di Kecamatan Kawunganten terdapat tujuh satuan medan (terrain unit) yaitu, rataan pasang surut bervegetasi (M.9), dataran alluvial (F.1), rawa (F.4), dataran banjir (F.7), perbukitan sinklinal (S.7) dan lembah sinklinal (S.17). Khusus untuk bentuklahan asal proses fluvial, seperti dataran banjir, saluran atau sungai mati, gosong sungai lengkung dalam dan gosong sungai tidak dimasukan dalam terrain unit, hal ini dikarenakan luasan bentuklahan tersebut yang sangat kecil. Selain itu, bentuklahan tersebut sering tergenang banjir dan seringkali mengalami pergantian material penyusun, sehingga dikelompokan dalam bentuklahan dataran banjir.
Analisis dan klasifikasi satuan medan melibatkan relief, proses geomorfologi yang terjadi di masa lampau dan sekarang, jenis batuan dan strukturnya, tanah, hidrologi, vegetasi dan penggunaan lahan (Van Zuidam, 1979: 7). Selain itu, dalam analisis dan klasifikasi medan terdapat evaluasi medan, yaitu proses pelaksanaan penilaian medan untuk keperluan tertentu
meliputi interpretasi hasil survey dan studi mengenai relief, tanah, batuan, proses geomorfologi, hidrologi, vegetasi, dan penggunaan lahan dalam rangka mengidentifikasi dan membandingkan kemungkinan penggunaan lahan yang sesuai dengan tujuan evaluasi (Van Zuidam, 1979: 7). Oleh sebab itu, analisis, klasifikasi dan evalusai satuan medan di Kecamatan Kawunganten melibatkan beberapa kondisi fisik medan yang disesuiakan dengan tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui tingkat kerentanan banjir tiap medan di Kecamatan Kawunganten. Berdasarkan penjelasan tersebut, maka analisis, klasifikasi dan evaluasi satuan medan (terrain unit) di Kecamatan Kawunganten dapat disajikan pada Tabel 4.11.
115
Tabel 4.11. Karakteristik Fisik Tiap Satuan Medan (Terrain Unit) Di Kecamatan Kawunganten Tahun 2013.
Code Nama Karakteristik Terrain
Relief - Morfologi Proses Tipe Batuan Tanah Kondisi Hidrologi Vegetasi/Land Use
M.9 Rataan pasang surut bervegetasi
- Medan dengan relief datar dengan ketinggian 0 - 1 meter dpl.
- Berada di muara sungai, sehingga pada medan ini biasanya terbentuk bentuklahan fluvio-marin.
Terbentuk akibat sedimentasi material yang diangkut air sungai dari hulu dan bercampur dengan hasil sedimentasi material yang terangkut atau terbawa ombak air laut.
- Tersusun atau terbentuk akibat hasil proses sedimentasi.
- Masih terpengaruh pasang surut air laut, sehingga lapisan atas sering mengalami pergantian material penyusun.
- Terdiri dari lempung, pasir dan lumpur.
- Tekstur agak halus.
- Drainase sangat buruk. - Permeabilitas lambat. - Berada di muara sungai, sehingga medan ini memiliki sifat air payau. - Kedalam air tanah freatik sangat dangkal yaitu < 3 meter. - Tanaman mangrove atau bakau. - Dimanfaatkan untuk penggunaan lahan tambak udang dan ikan.
F.1 Dataran alluvial Medan dengan relief landai dengan ketinggian 5 - 25 meter dpl. Terbentuk akibat hasil endapan material-material yang diangkut oleh sungai yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama dan sangat sedikit mengalami
pergantian material penyusun.
Gabungan material klastik yang telah tersedimentasi dalam kurun waktu yang cukup lama.
- Terdiri dari lempung dan pasir.
- Tekstur sedang.
- Drainase buruk.
- Permeabilitas lambat.
Kedalam air tanah freatik agak dangkal yaitu 5 - 7 meter. Dimanfaatkan untuk penggunaan lahan permukiman, sawah irigasi dan tegalan.
116
F.4 Rawa Medan dengan relief datar atau hampir datar dengan ketinggian 1 - 2 meter dpl.
Terbentuk akibat adanya aktifitas sungai, yaitu terjadi cekungan atau pada daerah bekas aliran yang terpotong akibat proses meandering sungai yang kemudian diisi oleh air hujan.
Gabungan material klastik yang telah tersedimentasi dalam kurun waktu yang cukup lama.
- Terdiri dari lempung dan lumpur.
- Tekstur agak halus.
- Drainase sangat buruk.
- Permeabilitas lambat.
Kedalam air tanah freatik sangat dangkal yaitu < 1 meter. - Saat musim kemarau digunakan untuk lahan pertanian tanaman palawija dan sawah. - Saat musim penghujan hampir seluruh tubuh sungai tergenang air.
F.7 Dataran banjir Medan dengan relief datar atau hampir datar dengan ketinggian < 5 meter dpl. Terbentuk akibat hasil endapan material-material yang diangkut oleh sungai yang terjadi dalam kurun waktu yang cukup
singkat dan sangat sering mengalami pergantian
material penyusun.
Pada dasarnya, lapisan atas tersusun atas material pasir dan lumpur. Karena sering tergenang banjir maka saluran yang
ditinggalkan akan diisi lempung dan lumpur tersebut. Intinya merupakan gabungan material klastis namun sering mengalami pergantian material penyusun.
- Terdiri dari lempung, pasir dan lumpur.
- Tekstur agak halus.
- Drainase buruk.
- Permeabilitas lambat.
Kedalam air tanah freatik dangkal yaitu 1 - 3 meter.
Seharusnya medan ini bebas dari segala aktifitas manusia, namun seringkali medan ini digunakan untuk lahan
pertanian sawah, tegalan dan permukiman.
117
S.7 Perbukitan sinklinal
Medan dengan relief miring hingga agak curam dengan ketinggian 75 - 200 meter dpl. Terjadi akibat adanya tenaga tektonik yang menyebabkan terbentuknya lipatan. Lipatan tersebut membentuk topografi negatif. yaitu kemiringan dua sisi atau sayapnya membentuk cekungan (concave) dan mengarah keatas. - Tersusun dari batuan plastis yang terdiri atas lembah-lembah lipatan. - Kemiringan lapisan batuan mengarah meuju pusat bentuklahan. - Tekstur sedang. - Drainase agak buruk. - Permeabilitas sedang – lambat. - Kedalam air tanah freatik agak dalam yaitu > 10 meter. - Pola aliran sungai dendritik Dimanfaatkan untuk penggunaan lahan perkebunan dan hutan alami. S.17 Lembah sinklinal
Medan dengan relief landai hingga miring dengan ketinggian 25 - 75 meter dpl. - Tekstur sedang. - Drainase agak buruk. - Permeabilitas sedang – lambat. - Kedalam air tanah freatik sedang yaitu 8 - 10 meter. - Pola aliran sungai dendritik Dimanfaatkan untuk penggunaan lahan sawan, permukiman, tegalan dan perkebunan .
commit to user
Berdasarkan penjelasan tersebut maka dapat disajikan luasan atau sebaran satuan medan di Kecamatan Kawunganten pada Tabel 4.12, gambar 3D pada Gambar 4.11 dan Peta 8.
Tabel 4.12. Persentase Luasan Satuan Medan (Terrain unit) di Kecamatan Kawunganten Tahun 2013
Code Terrain unit Luas
Ha %
M.9 Rataan Pasang Surut Bervegetasi 481,74 3,75
F.1 Dataran Alluvial 5.547,77 43,17 F.4 Rawa 472,12 3,67 F.7 Dataran Banjir 1.265,18 9,85 S.7 Perbukitan Sinklinal 2.569,71 20,00 S.17 Lembah Sinklinal 2.513,47 19,56 Jumlah 12.849,99 100,00
119
Gambar 4.11. Kenampakan Satuan Medan (Unit Terrain) di Kecamatan Kawunganten Tahun 2013 dalam Bentuk 3D (Sumber: Hasil Pengolahan Data Titik Tinggi)
S.7 S.7 S.7 S.17 S.17 S.17 F.1 F.1 F.1 F.4 F.7 F.7 M.9