• Tidak ada hasil yang ditemukan

Agensi dan Kerja Perdamaian dalam Masyarakat Multikultural

KONFLIK DAN PERDAMAIAN DALAM MASYARAKAT URBAN-MULTIKULTURAL

E. Agensi dan Kerja Perdamaian dalam Masyarakat Multikultural

Di tengah semakin maraknya konflik yang terjadi di Indonesia, tentu saja harus adalah langkah-langkah strategis yang harus dilakukan pemerintah untuk melupakan konflik masa lalu dan berusaha untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Konflik yang terjadi pada masa lalu tidak harus diratapi sebagai sebuah pengalaman pahit dan menimbulkan gejolak bagi bangsa ini, namun harus dilihat sebagai sebuah tantangan untuk membangun bina damai yang lebih memberdayakan masyarakat secara keseluruhan.

Konflik masa lalu yang berkaitan dengan masalah politik atau kekuasaan adalah salah satu di antara faktor yang memengaruhi terciptanya relasi atau hubungan antara pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat di daerah yang kurang memiliki akses dan ruang untuk menyuarakan pentingnya perdamaian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.Sikap tertutup pemerintah terhadap segala masukan dan kritikan berkaitan dengan masa depan perdamaian akibat konflik etnis-religius yang sering terjadi menjadi menghambat utama dalam mendorong para agen atau perwakilan dari masyarakat untuk menggerakan

66 66 66 66

66 Kontestasi Agama dan Politik

semangat perdamaian sebagai cita-cita masa depan demi mengakhiri konflik dan peperangan yang melukai perasaan bangsa ini.

Konflik tidak bisa diselesaikan dengan tindakan kekerasan sebagaimana yang sering terjadi belakangan ini. Konflik yang dilanjutkan dengan kekerasan hanya akan menyuburkan api permusuhan dan dendam di antara pihak yang

berkonflik.37 Konflik dengan jalan kekerasan tentu saja bukan sekadar

bertentangan dengan ajaran agama, melainkan juga menyalahi fitrah manusia untuk hidup saling menghargai dan menolong satu sama lain dalam kondisi apa pun. Banyak pelaku konflik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa dibiarkan begitu saja karena bisa menjadi sindrom bagi tercapainya kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai.

Di berbagai banyak sekali provokator yang menjadi biang keladi dari terhambatnya misi perdamaian dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pelaku-pelaku konflik dalam masyarakat seringkali tidak jelas sosok yang sebenarnya karena bernaung atau berlindung di bawah lembaga keagamaan tertentu. Seringkali ditemukan berbagai konflik atau kekerasan missal yang tidak bisa diusut tuntas karena aktor utamanya berlindung dibalik atas nama agama atau pemerintah. Situasi tersebut menjadi sindrom yang berbahaya bagi keutuhan dan persatuan bangsa, di mana orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak bisa ditindak secara tegas. Di saat itulah dibutuhkan keberanian dari sekelompok orang untuk menyuarakan akan tindakan kekerasan dengan mengambil inisiatif rekonsiliasi sebagai jalan utama dalam mencegah terjadinya kekerasan atas nama agama sekalipun.38

Dalam kehidupan masyarakat multikultural, peran serta para tokoh masyarakat atau agamawan sangat penting untuk menyuarakan perdamaian sebagai pilar persatuan bangsa ke depan. Bagaimana pun konflik beserta kekerasan di dalamnya bertentangan dengan hak-hak asasi manusia dan bisa menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.Dalam situasi yang seperti itu, inisiatif untuk melakukan rekonsiliasi dan melakukan kerja perdamaian sangat dibutuhkan demi menekan laju kekerasan yang sering muncul.Apalagi pihak-pihak yang menjadi agen perdamaian seringkali

37 Machasin, Islam Dinamis Islam Harmonis: Lokalitas, Pluralisme, dan Terorisme, (Yogyakarta: LKiS, 2012), hlm. 264.

Dr. Muhammad Ramadhan, M.A 6767676767

mengalami kesulitan dan mendapat tantangan dari kelompok-kelompok garis keras yang menghendaki suburnya aroma konflik dalam kehidupan masyarakat. Di tengah tantangan yang menghadang dan banyaknya kelompok radikal yang menginginkan suburnya kekerasan di negeri ini, memang dibutuhkan orang-orang yang mampu melawan arus dan memiliki keberanian dalam menyuarakan kerja perdamaian dalam situasi apa pun. Maka yang dibutuhkan sekarang adalah mendorong kelompok Islam berhaluan moderat untuk tampil mengambil inisiatif demi rekonsiliasi dalam kehidupan masyarakat.Ini karena situasi damai dan rukun lebih nikmat dibandingkan dengan situasi konflik atau peperangan yang menimbulkan banyak korban jiwa. Di dalam inisiasi tersebut, perlu adanya semangat yang berlipat ganda agar para agen perdamaian bisa melaksanakan misi kebangsaan demi masyarakat secara keseluruhan.

Di antara tokoh-tokoh masyarakat yang bisa menjadi agen perdamaian adalah kiai atau ulama yang menjadi pemimpin lembaga pendidikan non-formal dalam kehidupan masyarakat.Mengapa kiai bisa menjadi agen perdamaian dalam setiap konflik yang terjadi di masyarakat?Ini karena, seorang kiai merupakan tokoh panutan dalam kehidupan masyarakat yang memiliki pengaruh besar terhadap segala tindakan dan perilaku yang terjadi dalam dinamika di lingkungannya. Kiai memiliki otoritas keagamaan yang mampu mengubah cara pandang masyarakat dalam menyikapi setiap persoalan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat secara luas.

Dalam kehidupan masyarakat, posisi kiai lebih tinggi status sosialnya dibandingkan dengan pejabat pemerintahan, karena selain memiliki ilmu agama yang memadai, seorang kiai bisa menjadi contoh atau teladan dalam setiap tindakan atau perilaku yang berkaitan dengan kepentingan orang banyak.Kiai sebagai pemimpin pendidikan non-formal di pesantren dianggap sebagai pemimpin spiritual atau pemimpin dalam bidang keagamaan secara lebih luas. Jika terdapat permasalahan yang dialami oleh masyarakat, kiai menempati posisi utama sebagai tempat untuk meminta pertimbangan dalam menyelesaikan setiap permasalahan. Sosok kiai dalam kehidupan masyarakat tradisional sangat diperhitungkan dan dihormati karena kedalaman ilmu dan kebaikan perilakunya.39

39Robby Darwis Nasution, “Kyai sebagai Agen Perubahan Sosial dan Perdamaian dalam Masyarakat Tradisional,” Sosiohumaniora, Volume 19, Nomor 2(Juli 2017), 182.

68 68 68 68

68 Kontestasi Agama dan Politik

Sosok kiai dalam kehidupan masyarakat memiliki pengaruh yang sangat luar biasa dalam menata hidup masyarakat secara lebih luas. Setiap permasalahan yang terjadi masyarakat, posisi kiai tetap menjadi figur yang dihormati untuk dimintai nasehat dan pertimbangannya. Dalam diri seorang kiai, sudah terdapat wibawa atau charisma yang memengaruhi cara pandang orang dalam menempatkan posisi kiai di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Setidaknya ada dua faktor yang memengaruhi kedudukan kiai tetap sebagai figur yang dihormati dalam pandangan masyarakat. Pertama, kiai adalah seorang yang berpengetahuan luas dalam ilmu agama. Kedua, kiai biasanya berasal dari kalangan bangsawan atau setidaknya memiliki kekayaan yang lebih dibandingkan dengan orang biasa.40

Sosok kiai sebagai agen perdamaian tentu saja tidak bisa diragukan karena setiap terjadi konflik di masyarakat, sosok yang dihormati ini terlibat dalam proses rekonsiliasi di antara pihak-pihak yang terlibat konflik. Seorang kiai dianggap mampu memberikan pesan tentang rasa damai dan rukun yang menjadi senjata ampuh dalam membangun suasana kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Pesan spiritual dengan nasehat yang menggugah, membuat masyarakat menerima dengan suka rela apa yang menjadi titah sang kiai dengan segala pertimbangan yang sangat matang. Kiai dalam kehidupan masyarakat terlibat dalam proses penyelesaian sekaligus menjadi juru damai dari setiap konflik yang terjadi sehingga suasana kehidupan yang awalnya tegang bisa menjadi lebih normal seperti sediakala. Hal ini tentu saja tidak lepas dari kontribusi seorang kiai sebagai agen perdamaian dalam dimensi kehidupan masyarakat secara luas.

Selain sosok kiai yang menjadi agen perdamaian, kaum muda juga mempunya potensi untuk membendung gerakan radikalisme dan konflik dalam dirinya sendiri maupun orang lain. Kaum memiliki masa depan yang cerah untuk menyuarakan kebenaran sesuai dengan keyakinan dan pandangannya dalam rangka memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Tidak heran bila peran dan kontribusi kaum muda menjadi sangat penting dalam mempromosikan dialog lintas agama ke arah yang lebih inklusif dan mengkampanyekan gerakan kerukunan secara luas di masyarakat. Salah satunya karena kaum muda sering terjebak dengan gerakan

Dr. Muhammad Ramadhan, M.A 6969696969

radikal dan ideologi teroris yang melahirkan sikap eksklusif dan intoleran terhadap umat agama lain sehingga kaum muda perlu dibina dan diberdayakan untuk kemudian menjadi agen perdamaian yang progresif dan inovatif dalam melakukan perubahan secara maksimal. Sementara kerja-kerja perdamaian perlu dilakukan berbagai kajian secara mendalam berkaitan dengan riset mutakhir yang bisa menjadi rujukan dalam upaya pembangunan perdamaian antarumat manusia.

F. Simbiosis Mutualisme Masyarakat Urban dalam Membangun