ANALISIS SKIZOFRENIA PADA TOKOH UTAMA
7 Agustus – Aku tidur dengan nyenyak Dia telah mimum dari tempat airku, akan tetapi tidak mengganggu tidurku.
Tanggal 7 Agustus, berselang satu hari dari kejadian ketika dia menyaksikan halusinasi di taman bunga. Tokoh Je mulai terbiasa dengan halusinasi yang dia rasakan, dan dia mengganggapnya sebagai bentuk hal yang mulai biasa. Pada kalimat « 7 août. – J’ai dormi tranquille. Il a bu l’eau de ma carafe, mais n’a point troublé mon sommeil. » menjelaskan bahwa hal yang dialami tokoh Je ini merupakan sebuah keadaan baru bagi dirinya. Sosok halusinasi yang muncul pada dirinya biasanya membuat diri tokoh Je akan merasa terganggu, akan tetapi pada saat ini hal itu berbeda. Hal tersebut dapat kita lihat
53
pada kalimat « mais n’a point troublé mon sommeil. ». Pada penggalan kalimat tersebut kemunculan sosok misterius itu dirasakan tokoh Je bukan sebagai bentuk gangguan, hal itu terbukti bahwa dia tidak mengganggu tokoh Je.
Tokoh Je mulai bisa beradaptasi dengan halusinasi-halusinasi yang muncul pada dirinya. Sebagai sosok orang yang terpelajar, dirinya mencoba mencari sebuah jawaban dengan memunculkan berbagai macam argumentasi. Perhatikan kutipan pada halaman selanjutnya.
(29) LH/34
Certes, je me croirais fou, absolument fou, si je n’étais conscient, si je ne connaissais parfaitement mon état, si je ne le sondais en l’analysant avec une complète lucidité. Je ne serais donc, en somme, qu’un halluciné raisonnant. Un trouble inconnu se serait produit dans mon cerveau, un de ces troubles qu’essaient de noter et de préciser aujourd’hui les physiologistes ; et ce trouble aurait déterminé dans mon esprit, dans l’ordre et la logique de mes idées, une crevasse profonde.
Sementara, ku anggap diriku gila, benar-benar gila, jika aku sadar, jika aku benar-benar tahu keadaanku, jika aku menduganya dengan analisa yang tajam, aku menduga beberapa diataranya sebuah halusinasi yang beralasan. Sebuah masalah tak diketahui terjadi pada otakku. Salah satu masalah yang dicoba dijelaskan saat ini oleh bidang Psikologis : dan gangguan ini akan ditetapkan dalam pikiranku, di dalam urutan dan logika ide-ideku, yang merupakan sebuah jurang yang dalam.
Sebuah bentuk argumentasi-agumentasi dari tokoh Je mengenai keadaan dirinya saat ini. Tokoh Je mencoba menggali lebih jauh tentang keadaan dirinya saat ini. Pada kalimat «Certes, je me croirais fou, absolument fou, si je n’étais conscient, si je ne connaissais parfaitement mon état, si je ne le sondais en l’analysant avec une complète lucidité. Je ne serais donc, en somme, qu’un halluciné raisonnant » (Sementara, ku anggap diriku gila, benar-benar gila, jika aku sadar, jika aku benar-benar tahu keadaanku, jika aku menduganya
54
dengan analisa yang tajam, aku menduga beberapa diantaranya sebuah halusinasi yang beralasan.) mencoba menjelaskan keadan tokoh Je ketika pengaruh Skizofrenia sudah begitu mempengaruhi pikirannya. Dia sadar bahwa keadaannya sudah mencapai tahap yang cukup mengkhawatirkan. Pada keadaan ini tokoh Je seakan-akan merasa sadar menganggap dirinya sendiri gila. Halusinasi-halusinasi yang muncul selama ini pada dirinya merupakan sebuah halusinasi yang beralasan.
Bentuk refleksi pemikiran tokoh Je membawanya pada sebuah anggapan bahwa halusinasi-halusinasi yang muncul pada dirinya merupakan sebuah gejala- gejala aneh yang terjadi pada otaknya. Kalimat «Un trouble inconnu se serait produit dans mon cerveau, un de ces troubles qu’essaient de noter et de préciser aujourd’hui les physiologistes ; et ce trouble aurait déterminé dans mon esprit, dans l’ordre et la logique de mes idées, une crevasse profonde. »( Sebuah masalah tak diketahui terjadi pada otakku. Salah satu masalah yang dicoba dijelaskan saat ini oleh bidang Psikologis : dan gangguan ini akan ditetapkan dalam pikiranku, di dalam urutan dan logika ide-ideku, yang merupakan sebuah jurang yang dalam) memperkuat pernyataan tersebut. Ganguan- gangguan pada otak tokoh Je yang disebabkan karena penyakit Skizofrenia mengakibatkan munculnya berbagai macam halusinasi. Gejala-gejala aneh tersebut hanya dapat dijelaskan oleh bidang psikologis. Pada keadaan ini tokoh Je sudah mulai menyadarinya,walaupan dia tidak dapat berbuat banyak untuk menyembuhkan penyakit yang sudah mendekam pada dirinya ini.
55
Tokoh Je merasakan kehadiran dari halusinasi dalam pikirannya lebih sering saat ini. Gejala-gejala dari Penyakit Skizofrenia telah mulai memberikan dampak yang lebih jelas. Perhatikan kutipan berikut :
(30) LH/36
8 août. –J’ai passé hier une affreuse soirée. Il ne se manifeste plus, mais je le sens près de moi, m’épiant, me regardant, me pénétrant, me dominant et plus redoutable, en se cachant ainsi, que s’il signalait par des
phénomènes surnaturels sa présence invisible et constante.
8 Agustus- aku melewati malam kemarin dengan mengerikan. Dia belum menampakan diri lagi sampai saat ini, tapi aku bisa merasakannya dekat denganku. Menontonku, mengawasiku, merasukiku, menguasaiku dan lebih menakutkan, menyembunyikan diri, dia memberikan tanda dengan fenomena-fenomena supranatural pada kemunculannya yang tidak terlhat dan konstan.
Pada keadaan ini tokoh Je merasakan bahwa kehadiran sosok misterius tersebut berada didekatnya, melihat segala aktivitasnya, menonton dirinya, seakan-akan sosok misterius tersebut merasuk dalam tubuhnya dan mengendalikan dirinya. Pernyataan tersebut dapat kita lihat pada kutipan kalimat «Il ne se manifeste plus, mais je le sens près de moi, m’épiant, me regardant, me pénétrant, me dominant et plus redoutable ». Tahap ini merupakan sebuah bentuk dari akibat kacaunya pikiran tokoh Je.
Pada proses selanjutnya tokoh Je berada dalam keadaan ketakutan. Tokoh Je merasa menunggu sesuatu yang mengerikan. Ketakutan tersebut seperti sebuah teror yang membuat tokoh Je dalam keadaan tidak tenang. Perhatikan kalimat berikut :
(31 ) LH/37
9 août. –Rien, mais j’ai peur.
10 août. – Rien ; qu’arrivera-t-il demain ?
11 août. – Toujours rien ; je ne puis plus rester chez moi avec cette