• Tidak ada hasil yang ditemukan

Terima kasih.

Bahwa sesuai apa yang telah saya sampaikan di depan, bahwa setiap warga negara adalah diakui sama kedudukannya di depan hukum serta berhak mengembangkan ilmu sesuai seni dan budaya untuk meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan bagi dirinya sendiri maupun lingkungannya. Tetapi dengan adanya Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003, seorang alumnus perguruan tinggi hukum atau fakultas hukum yang mempunyai gelar sarjana hukum yang oleh lingkungannya dianggap tahu dan mampu untuk memecahkan khususnya masalah hukum yang terjadi di lingkungannya. Dengan adanya undang-undang tersebut, maka mereka sudah tidak bisa melaksanakan apa yang mereka miliki dan diakui oleh masyarakat yaitu memberikan nasihat-nasihat hukum.

Terima kasih.

99. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H.

Kepada Saudara Ahli, dengan demikian Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 bertentangan dengan pasal tersebut? 100. AHLI DARI PEMOHON : HARIYADI USMAN JAKA SUTAPA, S.H.,

M.H

Sangat bertentangan.

101. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H. Terima kasih.

Kemudian yang saya tanyakan lagi bahwa Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003. Kami korelasikan dengan Pasal 28C Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 amandemen kedua, ayat (1) yang menyatakan, “setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia”. Apakah persamaan kedudukan konsultan hukum dengan advokat itu menjadi bertentangan dengan Pasal 28C Undang-Undang Dasar Negara Republik

102. AHLI DARI PEMOHON : A. DHATU HARYO YUDO, S.H. Kami jawab, bertentangan.

Jadi Pasal 28C secara tegas dinyatakan bahwa setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya. Jadi dengan adanya Undang-undang Advokat tersebut, khususnya di dalam Pasal 32 ayat (1) berarti setiap orang itu menjadi tidak lagi mampu bisa mengembangkan diri khususnya mereka yang alumni fakultas hukum untuk melakukan perbuatan yang sesuai dengan kapasitas keilmuannya. Misalnya memberikan konsultasi hukum, selama dia bukan advokat.

Jadi ini akan sangat membatasi hak-hak dari alumni fakultas hukum untuk mengembangkan diri, untuk mendapatkan pendidikan, untuk memperoleh ilmu dan manfaat, serta untuk memperoleh segala manfaat daripada seni dan budaya itu sendiri. Sebab ilmu yang dia peroleh di fakultas hukum setelah dia lulus dari fakultas hukum, maka dia tidak bisa mengaplikasikannya ke masyarakat karena dia terbatas, karena dia bukan advokat, hanya sekedar sebagai konsultan hukum. Apabila dipersamakan dengan advokat, maka dia akan mendapatkan keterbatasan-keterbatasan untuk melakukan kegiatan-kegiatan penyuluhan di bidang hukum.

Terima kasih.

103. AHLI DARI PEMOHON : HARIYADI USMAN JAKA SUTAPA, S.H., M.H

Terima kasih.

Kami hanya menambah, bahwa dengan adanya Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003, khususnya Pasal 32 ayat (1) tentang yang dianggap atau dinyatakan konsultan hukum sama dengan advokat adalah bertolak belakang dengan Pasal 28C ayat (1), dikarenakan Pasal 32 ayat (1) Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 akan membatasi gerak dan langkah daripada para alumnus sarjana hukum, alumnus fakultas hukum yang bergelar sarjana hukum untuk mengembangkan ilmunya dan mempraktikkan ilmu tersebut di lingkungan masyarakatnya, akan bertolak belakang dengan hak asasi manusia sesuai dengan yang tertuang dalam Pasal 28C ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang sudah diamandemen.

Terima kasih.

104. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Sebelum dilanjutkan, rasanya pertanyaan dan jawaban tadi hampir sama, sekitar itu-itu saja, mungkin cukup ya?

105. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih.

Bapak Ketua dan anggota Majelis Hakim yang mulia, atas kesempatan kami diberikan untuk memberikan suatu tambahan atau mempertegas apa yang telah disampaikan oleh dua orang ahli hukum tadi di forum di depan Majelis Hakim yang terhormat.

Yang terhormat, Ahli hukum keduanya.

Saya minta ketegasan Saudara-saudara semua mengenai materi yang telah disampaikan itu semua tadi, apakah Ahli Hukum keduanya itu sudah membaca permohonan dari Pemohon, saya tanya dulu, sudah paham?

106. AHLI DARI PEMOHON : HARIYADI JAKA SUTAPA, S.H., M.H. Sudah.

107. KUASA HUKUM PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Sudah, baik terima kasih. Kalau sudah paham isi semua permohonan dari Pemohon, termasuk dengan alasan-alasan semuanya itu, apakah permohonan itu betul bertentangan bahwa Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, khususnya di Pasal 32 ayat (1) itu bertentangan dengan ketentuan pasal-pasal Undang-Undang Dasar 1945 yang ditetapkan, yang dicantumkan dalam di dalam gagatan tersebut, dalam permohonan itu. Itu sudah betul atau tidak?

108. AHLI DARI PEMOHON : HARIYADI JAKA SUTAPA, S.H., M.H. Sudah betul.

109. KUASA HUKUM PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H Sudah betul, terima kasih.

110. HAKIM: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S. Tadi sudah sama ya.

111. KUASA HUKUM PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H Lalu, yang kedua, sebelum lahirnya Undang-undang No. 18 Tahun

konsultan hukum dan advokat itu dibedakan. Menurut pandangan Ahli Hukum, Saudara sebagai Ahli Hukum, sangat rancu sekali apa tidak kalau konsultan hukum itu dijadikan satu fungsinya dengan advokat? sedangkan Saudara tadi mengatakan fungsi konsultan hukum dengan advokat itu jelas berbeda. Kerancuan itu menurut Saudara apakah tepat kerancuan ini supaya Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 18 Tahun 2003 di drop atau dibatalkan saja, benar tidak seperti itu?

112. AHLI DARI PEMOHON : HARIYADI JAKA SUTAPA, S.H., M.H. Betul dan alasan sudah saya uraikan di depan, terima kasih. 113. KUASA HUKUM PEMOHON : WAHYU PURWANA, S.H., M.M

Baik, Anda sudah mempertegas persoalan ini, jadi majelis hakim sudah jelas persoalannya, memudahkan untuk mengambil suatu keputusan lebih lanjut, terima kasih.

114. HAKIM: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Sekaligus Saudara Pemohon ditanyakan ke saksi yang Saudara ajukan.

115. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Terima kasih Majelis Hakim, kami selaku Pemohon I juga akan menanyakan kepada saksi. Pertama yang akan saya tanyakan kepada Saudara Ahli Oktavianto, S.H., pertanyaan saya adalah, Saudara sudah mempunyai ijin advokat?

116. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Ya sudah.

117. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Sudah, kemudian Saudara pernah melakukan persidangan secara litigasi?

118. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Betul.

119. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Betul, Saudara pada saat waktu ikut berpraktek pertama kali, itu benar Saudara ikut saya di kantor A. Wahyu Purnama, S.H., M.H. di kantor tersebut?

120. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Ya betul.

121. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Jadi Saudara tahu persis kantor saya ya? Apakah Saudara mengetahui bahwa di samping orang yang sudah mempunyai ijin advokat seperti Saudara, saya mohon untuk diperlihatkan ijin Saudara dibawa?

122. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Saya bawa.

123. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Coba diperlihatkan kepada Hakim izin yang merah itu. 124. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H.

Kami perlihatkan Majelis Hakim ijin kami selaku advokat yang pernah berasosiasi dengan Saudara Pemohon, jadi kami pernah

ber-associate dengan Saudara Pemohon ini sejak tahun 2002 sampai 2004. 125. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Terima kasih Saudara Saksi.

Saudara Saksi, pada saat Saudara ikut melakukan tindakan-tindakan litigasi di pengadilan bersama-sama dengan saya di pengadilan, apakah di kantor saya masih ada orang-orang yang membantu saya, tetapi belum mempunyai ijin?

126. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H.

Betul, jadi dalam kantor Law Office Wahyu Purwana dan

Associate-nya, memang di sana ada bagian-bagian yang di dalamnya termasuk saya, itu untuk menangani masalah-masalah yang litigasi, di samping juga pekerjaan-pekerjaan memberikan konsultasi secara hukum

kantor Wahyu Purwana. Kemudian di sana juga ada, di samping yang berijin, itu juga ada staf-staf hukum yang belum mempunyai ijin, tetapi bertugas juga memberikan penerangan secara non litigasi, kemudian penyelesaian-penyelesaian permasalahan mungkin yang bisa diselesaikan tidak melalui persidangan, ada beberapa staf di sana yang memang semuanya memberikan konsultasi hukum kepada klien dan semuanya memang latar belakangnya adalah seorang sarjana hukum. 127. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Minta tolong untuk disebutkan kira-kira siapa saja yang mereka sudah sarjana hukum, kemudian mereka bertugas melakukan jasa,

128. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Saudara Pemohon, jadi mohon coba pertanyaannya yang relevan dengan pokok permohonannya.

129. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S Terima kasih Pak.

Jadi kami di sini akan menerangkan kepada Majelis Hakim, memberikan gambaran bahwa di kantor kami itu ada beberapa orang yang mereka sudah sarjana hukum tetapi belum mempunyai ijin. Jadi tidak ada artinya kami ajukan judicial review di sini, kalau di tempat kami semuanya sudah punya ijin, jadi banyak yang punya ijin, tetapi mereka melakukan pekerjaan-pekerjaan non litigasi atau pekerjaan-pekerjaan konsultasi hukum, konsultasi kepada seluruh klien kami apabila kami berada di luar kota atau kami tidak bisa menjalankan tugas itu. jadi mereka tanya kepada kami, ke kantor kami melalui handphone,

kemudian dia akan datang ke kantor kami, kemudian diterangkan sama asisten dan staf kami di sana. Jadi kami hanya akan memperjelas supaya bahwa di kantor kami ada staf atau asisten yang mereka belum mempunyai ijin, tapi sudah sarjana hukum. Bisa saya lanjutkan?

130. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi adanya staf-staf itu kan sudah ada di lampiran bukti-bukti tertulis ya.

131. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S Ya, terima kasih.

132. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi sekarang apa kesaksian apa yang diharapkan untuk Pemohon.

133. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Terima kasih, Saudara Saksi ya, apakah Saudara pernah melihat asisten saya atau saya sendiri dipanggil oleh polisi, karena saya memberikan status pekerjaan itu adalah konsultan hukum?

134. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Benar pernah melihat.

135. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S Di Kepolisian mana itu?

136. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Di Kepolisian Resort Sukoharjo.

137. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Polres Sukoharjo. Apakah pekerjaan yang saya berikan kepada staf saya tersebut, juga, kebetulan anak saya itu mereka juga belum mempunyai ijin advokat, tetapi mereka sudah ikut ujian advokat dan lulus?

138. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H. Benar.

139. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Apakah itu Pemohon II, Saudara Wididato Wicaksono. 140. SAKSI DARI PEMOHON : HANI OKTAVIANTO, S.H.

Betul.

141. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

kantor, di Solo, kemudian apakah Saudara sudah mempunyai ijin advokat?

142. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Belum.

143. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Belum ya, jadi apakah Saudara sudah sarjana hukum? 144. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Sudah sarjana hukum.

145. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Kira-kira Saudara bisa menerangkan tidak pekerjaan Saudara? 146. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Di dalam kantor kami? Ya pekerjaan saya menerima klien dan memberikan keterangan-keterangan atau konsultan-konsultan kepada klien baru yang belum Bapak tangani.

Terima kasih.

147. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Begitu ya, saya akan melanjutkan, pada Saudara Saksi, apakah Anda tahu tentang Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat?

148. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Ya tahu.

149. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Yang saya tanyakan, apakah Saudara sebagai asisten atau staf di kantor advokat A. Wahyu Purwana, S.H., M.H. and Associate merasa khawatir dengan adanya Pasal 32 ayat (1) Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat terhadap kedudukan Saudara sekarang?

Karena satu di antara kawan sudah terbentur dengan tuntutan dari Polresta Sukoharjo itu, jadi saya merasa khawatir sekali, tidak menutup kemungkinan andaikata saya nanti akan melayani klien baru akan mendapatkan dampak seperti teman saya tersebut.

Terima kasih.

151. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Saya lanjutkan Saudara Pitoyo, dengan kondisi yang demikian, Saudara tadi ada kekhawatiran bahwa pekerjaan Saudara akan terhambat, apakah kekhawatiran Saudara juga kemungkinan bisa menimpa Saudara begitu yang dimaksud?

152. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Betul.

153. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Betul ya, jadi Saudara tidak bisa melakukan aktivitasnya? 154. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Betul.

155. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S

Di dalam tidak melakukan aktivitasnya, apakah Saudara akan terganggu dengan pekerjaan tersebut?

156. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Otomatis saya kemungkinan ya bisa kehilangan pekerjaan tersebut.

157. PEMOHON : A. WAHYU PURWANA, S.H., M.S Kehilangan pekerjaan ya, terima kasih.

158. KUASA HUKUM PEMOHON : WAHYU PURWANA, S.H., M.M Terima kasih waktu yang diberikan kepada saya.

Saudara Saksi, khusus untuk Saksi yang kedua, Saudara tadi menerangkan sudah sebagai sarjana hukum. Di dalam ijazah Saudara, apakah benar Saudara melihat ada suatu tulisan sebagai seorang sarjana

hukum, Saudara bisa melakukan konsultasi hukum dalam ijazah Saudara, coba tolong jelaskan?

159. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Betul, waktu saya menerima, waktu saya diwisuda dan menerima ijazah sarjana hukum itu dengan bangga saya baca, bahwa yang bersangkutan, yaitu nama saya sudah lulus S1 sarjana hukum berhak untuk memberikan konsultasi hukum. Jadi setelah itu saya dengan bangganya membuat kartu nama, nama saya dengan gelar sarjana hukum dan profesi saya sebagai konsultan hukum.

Terima kasih.

160. KUASA HUKUM PEMOHON : WAHYU PURWANA, S.H., M.M

Terima kasih dengan jawaban dari Saksi, lalu pertanyaan saya yang kedua, dengan fakta hukum seperti lalu dihubungkan dengan berlakunya Undang-undang No. 18 Tahun 2003 tentang Advokat, khususnya di Pasal 32 ayat (1), itu menimbulkan kerancuan dan dapat menimbulkan kerugian Saudara, juga dihubungkan dengan ketentuan pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum dalam permohonan itu, tolong jelaskan.

161. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Terima kasih.

Jadi,

162. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Sebentar ya, tadi Saksi ini untuk meluruskan, karena ini sidang didengar banyak orang, jadi ijazah sarjana hukum tidak pernah menyebutkan seseorang itu berhak menjadi konsultan hukum, itu tidak ada, termasuk ijazah yang Saudara lampirkan ya, termasuk saya punya ijazah, semuanya kan punya sarjana hukum. Jadi Saudara Saksi, saya ingatkan, Anda sudah di sumpah.

163. KUASA HUKUM PEMOHON : WAHYU PURWANA, S.H., M.M

Terima kasih, maaf saya lupa, mungkin di PKPA itu Pak, ijazahnya mungkin ijazah PKPA.

164. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Pertanyaan Saudara Kuasa Pemohon yang benar ini, tidak ada ijazah sarjana hukum itu memuat seperti itu ya.

165. KUASA HUKUM PEMOHON : WAHYU PURWANA, S.H., M.M

Justru karena itu saya tanyakan yang sebenarnya, apakah ada di dalam suatu ijazah atau pun keterangan dari perguruan tinggi setelah Saudara lulus sarjana hukum, itu diberi hak untuk memberikan keterangan hukum, penjelasan hukum kepada masyarakat dalam rangka implementasi ilmu hukumnya itu kepada masyarakat. Itu yang saya minta untuk penjelasannya, dengan ijazah sarjana hukum Saudara itu, lalu Saudara apakah terbentur tidak bisa memberikan konsultasi hukum dengan adanya Undang-undang No. 18 Tahun 2003, khususnya Pasal 32 ayat (1), terbentur dengan itu apa tidak? Dan merugikan Saudara apa tidak? Kalau merugikan itu, bertentangan dengan ketentuan pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar 1945 yang tercantum dalam permohonan ini apa tidak? Tolong Saudara jelaskan.

166. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Terima kasih, terus terang saya terbentur dengan sudah adanya Undang-undang Advokat No. 18 tersebut.

167. KETUA: Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi saya ingatkan lagi Saudara Saksi, sudah disumpah, jadi apa yang betul ambil, Anda pernah di panggil atau tidak dengan,

168. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Belum.

169. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Belum ya, jadi belum mengalami, jadi jangan pendapat, ini Saudara Pemohon cara menanyakan juga yang benar ini.

170. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Baik saya luruskan,

Saudara pernah, tadi menerangkan sudah pernah ikut associate di kantor Advokat Bapak Antonius Wahyu Purnomo, S.H., MH. Itu betul? 171. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

172. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Di situ ada advokat ataupun ada stafnya yang sarjana hukum? 173. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Betul.

174. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Ada yang dulu sarjana hukum, tapi dia berurusan dengan pihak kepolisian?

175. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Betul.

176. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Karena memberikan keterangan hukum dengan masyarakat. 177. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Dalam surat keterangan profesinya sebagai konsultan. 178. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Padahal Saudara menyaksikan itu, padahal dia itu sudah sarjana hukum?

179. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Sudah.

180. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Itu tolong dijelaskan yang bisa merugikan itu dan Saudara mengalami dan melihat sendiri kejadian itu, terima kasih.

181. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Jadi teman saya yang stafnya Pak Wahyu yang kebetulan juga putranya, itu memberikan konsultan hukum kepada klien dengan membawa lampiran surat keterangan profesinya sebagai konsultan hukum yang berakibat jatuh, yaitu asistennya Bapak Wahyu, terus dipanggil oleh kepolisian Polres Sukohardjo untuk

mempertanggungjawabkan profesinya sebagai konsultan hukum yang tidak sesuai dengan Undang-undang Advokat.

Terima kasih.

182. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Ini Saudara Saksi, Anda sudah melihat sendiri surat panggilan Pak Polisi itu?

183. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Siap, sudah Pak.

184. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S. Pasal apa yang dipakai untuk itu?

185. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Pasalnya dari kepolisian, Pak.

186. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Apa itu, terutama dari Undang-undang Advokat apa yang dijadikan dasar untuk pemanggilan?

187. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Saya tidak membaca jelas, tapi di situ ada dipanggil untuk diminta keterangannya.

188. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih, Pak.

Jadi akan saya (...)

189. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S. Ya, ini begini, jadi sana bukan Anda.

190. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih Majelis hakim,

191. HAKIM : MARUARAR SIAHAAN ,S.H.

Ya, dia yang menjawab dulu Pak, dia yang ditanya hakim. Bapak jangan dulu. Matikan mic-nya?

192. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Saya akan ke sana, Pak.

193. HAKIM : MARUARAR SIAHAAN ,S.H. Pak Hakim yang nanya sekarang.

194. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih, Pak.

195. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Ya, ini Saudara Saksi tahu tidak pasal berapa Undang-undang Advokat yang dipakai dasar Pak Polisi Resor Sukohardjo ini?

196. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Pasal 32 ayat (1).

197. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S. Anda berarti belum pernah baca berarti ya?

198. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Belum.

199. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Jadi saya baca ini, jadi dasar yang dipakai ini adalah Pasal 31 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003, ini kebetulan Pak Polisi Sukohardjo ini sudah kirim surat juga ke Mahkamah Konstitusi dan sudah dijawab dan sudah dihapuskan Pasal 31 itu sudah dibatalkan, jadi tidak ada kaitannya Pasal 32 itu.

200. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih Majelis Hakim,

Jadi pada saat kami disidik, dasar penyidikannya adalah sebetulnya keterangan dari PERDADI Pak, PERDADI pada saat itu dalam perkara yang lain itu mereka menginginkan menanyakan tentang Pasal 31. Kemudian oleh PERDADI diterangkan kalau ini dasarnya bahwa surat keterangan yang saya pakai bukti di situ ada tulisan konsultan hukum adalah surat Pemerintah Kota Surakarta ini Pak, itu di situ pekerjaan adalah konsultan hukum.

Dari tulisan pekerjaan konsultan hukum ini oleh polisi, PERDADI mengatakan bahwa menurut Pasal 32 ayat (1) itu karena yang dianggap konsultan hukum itu harus sudah mempunyai izin advokat. Jadi di sana faktanya uraian Pasal 32 ayat (1), kemudian pada saat terakhir kami diperiksa, bahwa kami memberhentikan karena ada Pasal 55 yang ada di Undang-undang Mahkamah Konstitusi, itu harus berhenti dulu pada saat Pasal 32 ayat (1) itu sedang diuji materil. Sebetulnya, di sini polisi sudah main akal-akalan, Pak.

201. KETUA : Prof. ABDUL MUKHTIE FADJAR, S.H., M.S.

Begini, jadi Saudara sekarang itu kesaksian jadi dengarkan saja dari Saksi.

202. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Jadi yang jelas Saudara melihat bahwa surat keterangan itu, pekerjaan Widi Datuk Wicaksono itu di situ disebutkan konsultan hukum? 203. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Betul.

204. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Betul ya?

Saudara melihat ya? Suratnya ini, ya! Bukti ini, ya! Dengan tulisan pekerjaan konsultan hukum, berakibat Saudara Widi Datuk Wicaksono sekarang diperiksa di kantor Polres Sukohardjo.

205. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Polres Sukohardjo, betul.

206. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Betul ya?

207. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Sama.

208. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Sama, sebagai staf?

209. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Sebagai staf kantor advokat.

210. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Jadi Saudara kuatir karena kedudukannya Saudara sama? 211. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H.

Sama.

212. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Kemudian kedudukan Widi Datu Wicaksono di dalam kantor saya dan Datuk Haryo Yudho, S.H. juga apakah sama kedudukannya dengan Widi Datuk?

213. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Sama.

214. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H

Sama, jadi semuanya staf advokat yang semuanya sudah mempunyai gelar sarjana hukum?

215. SAKSI DARI PEMOHON : KRT. H. PITOYO RUDIYANTO, S.H. Betul.

216. PEMOHON : ARIF WAHYU PURWANA, S.H., M.H Terima kasih.

Saya persilakan sekarang kalau Bapak Hakim Roestandi.

Dokumen terkait