• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ajaran Ketiga :

Dalam dokumen CARA MENGUBAH TAKDIR HIDUP (Halaman 22-44)

Cara–Cara Mengembangkan Kebajikan

Narator : Pada bab sebelumnya telah dibicarakan tentang banyak cara memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dalam kehidupan sekarang ini, memastikan bahwa hidup yang baik tidak akan menjadi hidup yang tidak baik.

Namun, kita masih belum mampu mengubah sebuah kehidupan yang buruk menjadi kehidupan yang baik. Walaupun menjadi orang baik dan melakukan kebajikan dikehidupan sekarang ini, kita tidak tahu pelanggaran apa yang telah kita lakukan di kehidupan sebelumnya.

Hukuman yang harus kita terima akibat perbuatan salah dimasa lampau masih harus kita jalani. Oleh karena itu, untuk dapat merobah kehidupan yang buruk menjadi kehidupan yang baik, kita tidak hanya harus mereformasi kesalahan kita, tetapi juga harus mempraktekkan segala bentuk kebajikan dan membangun jasa-jasa baik.

Hanya dengan cara ini kita dapat membebaskan diri dari karma yang diciptakan dimasa lampau.Sekali perbuatan-perbuatan baik kita terkumpul, kehidupan kita yang buruk dengan sendirinya akan berubah menjadi sebuah kehidupan yang baik; dengan demikian praktek mengubah takdir dapat dibuktikan.

Liao-Fan: IChing, Kitab tentang perubahan mengatakan...

Narator : “Keluarga yang melakukan perbuatan-perbuatan baik akan mengumpulkan nasib baik, yang dapat bertahan hingga banyak generasi.”

Liao-Fan : Mari saya berikan sebuah contoh. Pernah ada sebuah kelaurga bermarga Yen. Sebelum setuju menikahkan anak perempuan mereka kepada seorang laki-laki yang kemudian menjadi ayah dari Confucius, mereka terlebih dahulu memeriksa perbuatan-perbuatan masa lampau dari keluarga laki-laki itu.

Setelah mengetahui keluarga tersbut adalah keluarga yang banyak melakukan perbuatan baik dan mengumpulkan kebajikan, keluarga Yen merasa yakin bahwa anak perempuan mereka akan menikah ke dalam keluarga yang makmur dengan keturunan yang hebat. Memang benar,anak mereka kemudian melahirkan Confucius.

Liao-Fan : Confucius pernah memuji Shwun, seorang kaisar Cina, atas baktinya kepada orang tua,dengan mengatakan...

Confucius : Karena baktinya yang luar biasa kepada orang tua, Shwun dan leluhurnya akan dikenal dan dihormati orang lain.Keturunannya akan terkenal hingga banyak generasi.

Liao-Fan : Perkataan Confucius terbukti kebenarannya oleh sejarah. Sekarang saya akan memperlihatkan beberapa kisah nyata bahwa jasa-jasa baik dapat dicapai dengan melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Di propinsi Fukien, ada seorang laki-laki terkenal bernama Rong-Yang yang menjabat sebagai guru kaisar dalam istana. Leluhurnya adalah tukang perahu yang menghidupi keluarganya dengan menolong orang-orang menyeberangi sungai.

Suatu hari, terjadi badai yang terjadi cukup lama sehingga banjir besar menyapu habis rumah-rumah penduduk. Orang-orang, hewan-hewan dan barang-barang dibawa arus air ke dalam sungai. Tukang perahu yang lain menarik keuntungan dari situasi ini dan berusaha keras mengumpulkan barang-barang yang terapung.

Hanya kakek dan kakek buyut Rong-Yang yang tergerak untuk menolong orang-orang hanyut. Mereka sama sekali tidak mengambil barang-barang yang terapung melewati mereka. Tukang-tukang perahu lain semuanya tertawa dan menganggap mereka sangat bodoh. Di

kemudian hari, ketika ayah Rong-Yang lahir, keluarga Yang secara perlahan-lahan menjadi makmur.

Suatu hari seorang suci menyamar sebagai pendeta Tao berkunjung ke keluarga Yang. Pendeta Tao : Leluhurmu telah mengumpulkan banyak jasa baik; keturunanmu akan menikmati kemakmuran dan ketenaran. Ada suatu tempat istimewa dimana engkau dapat membangun makam leluhurmu.

Liao-Fan : Jadi mereka menuruti saran dari rahib Tao tersebut dan tak lama kemudian Rong-Yang lahir. Rong-Yang lulus ujian kekaisaran saat baru berumur 20 tahun dan kemudian menerima pengangkatan kekaisaran.

Narator : Kaisar bahkan menganugerahi kakek dan kakek buyutnya dengan kehormatan kekaisaran yangsama.Keturunannya masih sangat terkenal hingga hari ini.

Liao-Fan : Yang Zi-Cheng asal Ninpo, propinsi Chehkiang adalah contoh lainnya. Zi-Chen bekerja sebagai salah seorang pegawai di pengadilan propinsi. Dia adalah seorang yang baik hati, ramah dan patuh pada hukum.

Suatu kali, hakim tingkat propinsi menghukum seorang penjahat dengan memukulnya hingga muntah darah ke tanah. Kemarahan hakim belum reda dan dia baru saja akan melanjutkan hukuman bagi penjahat itu, ketika Zi-Cheng berlutut dan memohon hakim berhenti memukul penjahat itu.Hakim berkata...

Hakim : Tidak masalah jika engkau memohon, tetapi bagaimana saya tidak marah mengetahui orang ini melanggar hukum!

Zi-Cheng : Ketika orang-orang dalam pemerintahan dengan jabatan yang terhormat dan berkuasa pun melakukan korupsi, dan tidak mengikuti Jalan Benar, bagaimana orang dapat mengharapkan rakyat biasa mematuhi hukum dan perundang-undangan? Di samping itu pukulan yang berlebihan dapat memaksa tersangka yang tidak bersalah mengaku bersalah. Oleh karena itu dalam kasus seperti ini kita harusnya lebih memiliki pengertian.

Liao-Fan : Hakim tersentuh oleh perkataan Zi-Cheng dan menghentikan hukuman pukulan tersebut. Walaupun berasal dari keluarga miskin, Zi-Cheng tidak pernah menerima suap. Jika tahanan kekurangan makanan, dia selalu mengambil makanan dari rumahnya walaupun itu berarti lapar bagi dirinya sendiri. Perbuatan welas asihnya ini tidak pernah berhenti dan akhirnya Zi-Cheng mempunyai dua orang anak laki-laki.

Narator : Anaknya yang sulung bernama Chen dan anak bungsunya bernama Shou-Zi. Kedua anaknya menjadi sangat terkenal dan memegang jabatan yang penting di pemerintahan. Keturunan dari keluarga Yang ini tetap terkenal untuk jangka waktu yang lama.

Liao-Fan : Ini cerita nyata lainnya yang terjadi pada masa Dinasti Ming. Suatu kali, sebuah gerombolan penjahat muncul dipropinsi Fukien. Kaisar menunjuk Jenderal Hsieh memimpin tentara kekaisaran pergi menaklukkan mereka.

Jenderal Hsieh ingin memastikan bahwa orang yang tidak bersalah tidak terbunuh dalam perburuan para penjahat itu. Karena itu, dia berhasil mendapatkan daftar mereka yang menjadi anggota gerombolan dan memerintahkan bendera warna putih secara diam-diam dibagikan kepada penduduk yang bukan anggota gerombolan penjahat.

Mereka diminta menempatkan bendera itu di depan pintu ketika pasukan kerajaan tiba dikota, dan para prajurit telah diperintahkan untuk tidak melukai orang tak bersalah. Dengan pikiran yang bajik ini,Jenderal Hsieh telah menyelamatkan puluhan ribu nyawa orang.

Narator : Di kemudian hari, anaknya Hsieh-Chian meraih peringkat pertama dalam ujian kekaisaran dan kemudian menjadi seorang penasehat kaisar. Cucunya Hsieh-Pei juga meraih jabatan yang tinggi dalam ujian.

Liao-Fan : Contoh lainnya adalah keluarga Lin dari Propinsi Fukien. Di antara leluhur mereka terdapat seorang perempuan tua yang sangat dermawan. Setiap hari dia membuat bola nasi untuk diberikan kepada fakir-miskin dan selalu memberikan sebanyak yang mereka minta.

Ada seorang pendeta Tao yang datang setiap hari selama tiga tahun berturut-turut dan setiap kalinya ia selalu meminta enam atau tujuh bola nasi. Perempuan tua tersebut selalu memenuhi permintaannya dan tidak pernah memperlihatkan perasaan tidak senang.

Pendeta Tao itu sebenarnya seorang dewa yang datang untuk menguji sejauh mana kebaikan hati perempuan tua tadi. Menyadari betapa tulus dan baiknya hati perempuan tua itu, ia lalu berkata...

Pendeta Tao : Saya memakan bola nasimu selama tiga tahun tanpa menunjukkan rasa terima kasih apa-apa. Barangkali saya dapat menolong engkau dengan cara ini; di tanah belakang rumahmu,terdapat tempat yang baik dimana engkau dapat membangun makam leluhur. Jika engkau ditempatkan di sana di masa yang akan datang , jumlah keturunanmu yang akan mendapat pengangkatan dari kaisar akan sama dengan jumlah satu pon biji wijen.

Liao-Fan : Ketika wanita tua itu meninggal dunia, keluarga Lin mengikuti saran dari dewa dan menguburkannya di tempat yang ditunjuk. Generasi pertama setelah itu , sembilan orang pria keturunanya lulus ujian kekaisaran, dan hal itu terus berlanjut pada setiap generasi berikutnya.

Contoh lain datang dari ayah seorang ahli sejarah kekaisaran bernama Chi-Feng. Suatu hari di musim dingin bertahun-tahun yang lalu ayah Chi-Feng sedang dalam perjalanan ke sekolah ketika dia bertemu dengan seseorang yang membeku oleh salju. Mendapatkan laki-laki itu masih bernafas, dia cepat-cepat menanggalkan mantelnya untuk menutup tubuh laki-laki-laki-laki yang membeku itu. Dia membawa pulang dan menjadikannya sadar. Malam itu dia bermimpi dewa datang dan berkata padanya...

Dewa : Engkau menolong orang yang hampir mati dengan penuh ketulusan, ini merupakan kebajikan yang luar biasa. Saya akan menjadikan Jenderal Han-Chi yang terkenal dari Dinasti Sung untuk dilahirkan sebagai anak laki-lakimu.

Liao-Fan : Kemudian lahirlah anak tersebut dengan nama julukan Chi. Contoh lain adalah Ying Ta-Jo,sekretaris kekaisaran yang tinggal di Taichou. Ketika masih muda, dia suka belajar di daerah pegunungan yang terpencil.

Pada malam hari, dia sering mendengar suara hantu dan mahluk halus tetapi dia tidak pernah merasa takut pada mereka. Suatu hari dia mendengar satu hantu berkata dengan gembira pada hantu lainnya...

Hantu pertama : Ha...Ha...! Ada seorang wanita desa yang suaminya telah meninggalkan rumahu ntuk waktu yang lama dan belum kembali. Sanak keluarga suaminya berpikir anak mereka telah mati dan memaksanya untuk menikah lagi. Besok malam dia akan bunuh diri di sini dan akan menggantikan tempatku sehingga aku dapat dilahirkan kembali.Ha...Ha...!

Narator : Roh dari mereka yang melakukan bunuh diri harus menunggu orang lain meninggal ditempat mereka bunuh diri supaya mereka bisa meninggalkan alam hantu dan mencapai kelahiran kembali pada derajat yang lebih tinggi.

Liao-Fan : Tuan Ying mendengar ini dan segera pergi menjual tanahnya. Dia memperoleh empat keping uang perak, mengarang sepucuk surat seolah-olah dari suami wanita desa tersebut dan mengirimkannya ke rumah wanita desa bersama dengan uang perak itu. Ayah mertua wanita tahu bahwa surat itu bukanlah tulisan tangan anaknya,tetapi ia memeriksa uang perak dan berkata...

Ayah mertua : Suratnya mungkin palsu, tetapi uang peraknya tidak. Siapa yang akan mengirimkan kepada kita uang sebanyak ini? Mungkin anak laki-laki kita benar-benar masih

hidup dan dalam keadaan baik;kita tidak seharusnya memaksa menantu kita menikah lagi. Liao-Fan : Karena itu menantu wanita tidak jadi bunuh diri dan suaminya pada akhirnya kembali juga kerumah.TuanYing mendengar hantu-hantu kembali bercakap-cakap...

Hantu pertama : Huh! Semula saya dapat meninggalkan tempat ini untuk dilahirkan kembali, tetapi Tuan Ying mengacaukan kesempatan itu!

Hantu kedua : Mengapakamu tidak menyakitinya saja?

Hantu pertama : Tidak, saya tidak mampu. Para dewa telah mengetahui kebajikan dan jasa-jasa baiknya, dan dia akan menerima jabatan yang penting dimasa mendatang. Bagaimana saya dapat menyakitinya?

Liao-Fan : Tuan Ying mendengar hal itu dan menjadi lebih rajin lagi melakukan kebajikan dan mengumpulkan jasa-jasa baik. Kapan saja terjadi kelaparan, dia akan mempergunakan uangnya sendiri untuk membeli makanan untuk orang-orang miskin dan yang membutuhkan, serta selalu bersemangat menolong orang yang sedang kesusahan.

Tatkala keadaan tidak menjadi sesuai dengan harapan, dia akan merenung dengan sepenuh hati dan sama sekali tidak menyalahkan lingkungan disekelilingnya. Hingga hari ini pun, keturunannya masih sangat terkenal. Orang lainnya, Hsu Feng-Chu, tinggal di Changso, propinsi Chiangsu; ayahnya adalah orang sangat kaya.

Kapan saja terjadi kelaparan, ayahnya akan menyumbangkan persediaan padinya dan semua sewa atas ladangnya kepada orang miskin. Suatu malam dia mendengar hantu-hantu bernyanyi diluar rumahnya...

Hantu-hantu : Bukan main-main! Bukan main-main! Seorang anggota keluarga Hsu akan lulusujian kekaisaran!

Liao-Fan : Kejadian ini berlangsung selama beberapa hari dan memang benar, tahun itu anaknya Feng-Chu lulus ujian kekaisaran,. Sejak itu, dia makin rajin berbuat baik dan mengumpulkan jasa-jasa baik. Dia sering memperbaiki jembatan dan memperhatikan orang yang mengadakan perjalanan jauh dan para bhiksu. Suatu hari dia mendengar hantu-hantu kembali beryanyi...

Hantu-hantu : ... bukan lelucon! Bukan lelucon! Seorang keluarga Hsu akan lulus ke tingkatyanglebih tinggi lagi padaujian kekaisaran!

Narator : Dan memang benar, Feng-Chu lulus pada ujian tingkat yang lebih tinggi dan mejadi gubernur didua propinsi!

Liao-Fan: Contoh lain adalah Tu Kung-Shi yang tinggal di Chiashing, propinsi Chehkiang. Tuan Tu bekerja di pengadilan dan di malam hari suka menghabiskan waktu di penjara.

Berbicara dengan para narapidana. Setiap hari dia mengetahui ada orang yang tidak bersalah, dia akan menulis laporan rahasia kepada hakim, memberitahukan temuannya. Berdasarkan laporan rahasia itu hakim kemudian akan menanyai narapidana bersangkutan dan menyelesaikan kasusnya.

Narator: Berkat usaha Tuan Tu, sepuluh orang yang tidak bersalah telah dibebaskan dan mereka semua sangat berterima kasih kepada hakim, memuji keputusannya yang bijaksana. Tak lama sesudah itu Tuan Tu yang dengan diam-diam membiarkan hakim mendapat pujian, juga membuat laporan kepada hakim agung dikekaisaran,dengan mengatakan...

Tuan Tu : ...Jika di ibukota saja ada banyak orang tak bersalah dihukum, pasti lebih banyak lagi ditempat lain dalam kekaisaran ini. Saya menyarankan agar hakim agung kekaisaran setiap lima tahun sekali mengirim penyelidik untuk memeriksa penjara dan membebaskan mereka yang tidak bersalah. Hukuman yang telah diputuskan oleh hakim dapatdikurangiatau dibatalkan guna mencegah orang tidak bersalah mendekam dipenjara.

Liao-Fan : Hakim agung melanjutkan permohonan Tuan Tu kepada kaisar, yang setuju atas saranTuan Tu. Tuan Tu terpilih sebagai salah satu agen khusus kekaisaran yang bertanggung jawab mengurangi hukuman para tahanan yang mungkin tidak bersalah. Suatu malam dia bermimpi dewa datang padanya dan berkata...

Dewa : Seharusnya engkau tidak memiliki anak dalam kehidupan ini, tetapi perbuatanmu mengurangi hukuman atas orang tidak bersalah sesuai dengan kehendak langit. Engkau akan dianugerahi tiga orang anak laki-laki dan mereka akan mendapatkan jabatan yang tinggi.

Liao-Fan : Tak lama setelah itu, isterinya melahirkan tiga anak laki-laki yang semuanya menjadi orang terkenal di masyarakat. Contoh lain orang yang mendapatkan hasil yang baik dari berbuat kebaikan adalah Ping-Bao yang tinggal di Chiashing.

Ping adalah anak bungsu dari tujuh anak hakim di Chichou, propinsi Anhui. Dia diminta untuk menikahi anak perempuan dari keluarga Yuan dari propinsi Pinghu yang merupakan teman baik dari ayah saya. Ping-Bao mempunyai pengetahuan yang luas dan berbakat, tetapi dia tidak pernah sanggup lulus ujian kekaisaran.

Narator:Dia akhirnya menghabiskan waktunya mempelajari ajaran Buddha dan Tao.

Liao-Fan : Suatu hari, ketika sedang bepergian ke Danau Liu, dia tiba di sebuah desa dan melihat sebuah Vihara dalam keadaan yang sangat memerlukan perbaikan.

Dia melihat patung Bodhisattva Kwan Im berada dalam keadaan basah akibat hujan yang menetes dari atap bocor. Ping mengeluarkan semua uang yang ia miliki dan memberikannya kepada kepala bhiksu dari vihara tersebut, memintanya mempergunakan uang itu untuk memperbaiki vihara. Kepala bhiksu menjawab...

Kepala bhiksu : perbaikan vihara ini merupakan pekerjaan yang besar, saya takut jumlah uang ini tidak cukup untuk memenuhi keinginanmu.

Liao-Fan : Ping-Bao kemudian mengeluarkan semua barang-barangnya yang berharga dan memberikan semua kepada kepala bhiksu. Pembantu-pembantunya berusaha membujuknya untuk menyimpan baju-baju terbaiknya, tetapi dia menolak dan berkata...

Ping-Bao : Bukan masalah bagiku. Sepanjang patung Bodhisattva Kwan Im tidak rusak, saya tidak perduli jika harus bepergian tanpa pakaian.

Liao-Fan : Kepala bhiksu dengan berlinang air mata berkata:

KepalaBhiksu :Memberikan uang dan pakaian bukanlah perbuatan yang susah untuk dilakukan,tapi ketulusan hatimu yang dalam sungguh langkah dan tak ternilai harganya!

Liao-Fan : Setelah Vihara diperbaiki, Ping-Bao membawa ayahnya ke vihara itu sekaligus menginap disana. Malam itu, Ping bermimpi pelidung dari vihara, Chie-Lan datang berterima kasih kepadanya dan berkata...

Chie-Lan : Berhubung engkau telah mengumpulkan jasa-jasa baik dan kebajikan seperti ini,anak-anak dan keturunanmu aka nmemiliki jabatan diistana untuk waktu yang lama.

Liao-Fan : Di kemudian hari, anak laki-laki dan cucunya, keduanya lulus ujian tingkat tinggi dan ditunjuk sebagai pejabat kerajaan. Contoh lain adalah orang bernama Li-Zhi dari propinsi Jiashan. Ayahnya bekerja sebagai juru tulis di pengadilan propinsi.

Suatu hari, ayah Li-Zhi mengetahui seorang laki-laki yang tidak bersalah dijatuhisanksi hukuman mati. Dia berusaha memberikan pembelaan atas kasus ini kepada atasannya. Ketika laki-laki yang ditahan tersebut mendengar hal ini,dia memberitahu isterinya...

Tahanan : saya sangat berhutang budi pada juru tulis yang telah berbicara untuk diriku, akan tetapi saya tidak tahu bagaimana harus berterima kasih padanya. Maukah kamu

mengundangnya ke rumah kita dan menawarkan dirimu menjadi isterinya? Mungkin ini akan dapat menyenangkan hatinya, dan menambah kemungkinan saya untuk tetap hidup.

Liao-Fan : Isterinya menangis sewaktu mendengar permintaan suaminya, karena sebenarnya dia tidak mau melakukan hal itu. Akan tetapi, hanya itu jalan satu-satunya yang dapat ia lakukan untuk menolong suaminya pada saat itu.

Oleh karenanya, keesokan harinya ketika juru tulis itu datang ke rumahnya, dia menawarkan arak dan memberitahukan keinginan suaminya. Juru tulis itu menolak tawaran pernikahan, tetapi tetap berusaha sekuat tenaga menjernihkan kasus tersebut. Ketika laki-laki itu dibebaskan, dia dan isterinya pergi kerumah juru tulis untuk berterima kasih. Laki-laki itu berkata...

Laki-laki : Orang dengan kebajikan seperti yang Tuan miliki sungguh sukar dijumpai pada masa sekarang, bagaimana saya dapat menunjukan rasa terima kasih saya? Tuan tidak mempunyai anak laki-laki, harap izinkan saya menawarkan anak perempuan saya untuk menikah denganmu, ini merupakan satu-satunya cara untuk membalas budi Tuan. HarapTuan bersedia menerimanya.

Liao-Fan : Juru tulis itu menerima tawaran tersebut, dan tak lama setelah itu, dia melahirkan anak laki-laki baginya, yang diberi nama Li-Zhi, Li-Zhi lulus ujian kekaisaran tingkat tinggi ketika dia baru berumur 20 tahun.

Narator : Anak dari Li-Zhi, Gao, cucunya Lu, dan cucu buyutnya Da-Lwun, semuanya lulus ujian kekaisaran tingkat tinggi dan menerima pengangkatan.

Liao-Fan : Kesepuluh contoh tersebut di atas semua menceritakan perbuatan yang berbeda yangdilakukan orang yang berbeda. Walaupun perbuatan mereka berbeda-beda, tujuan mereka sama;yaitu untuk berbuat baik. Jika kita mempelajari kebaikan dengan seksama,kita akan mendapatkan bahwa ada banyak jenis perbuatan baik.

Narator : Ada kebaikan sejati dan adan kebaikan yang semu, kebaikan yang jujur dan kebaikan bengkok, tersembunyi dan tampak jelas, palsu dan asli, tepat dan tidak tepat, sepenuh hati dan setengah hati, besar dan kecil, dan akhirnya, sulit dan mudah.

Liao-Fan : Kesemua jenis perbuatan baik yang berbeda-beda ini masing-masing mempunyai alasan sendiri, yang mana harus dengan hati-hati dipelajari dan dimengerti.

Jika kita melakukan perbuatan baik tetapi tidak tahu cara membedakan yang benar dan salah, pada akhirnya kita mungkin membawa kerusakan bukannya kebaikan. Sekarang saya akan menerangkan perbedaan dari jenis perbuatan baik satu persatu.

Apakah yang dimaksud dengan “ kebaikan sejati dan kebaikan semu?” Di masa Dinasti Yuan, sekelompok pelajar pergi memberi hormat kepada Guru Jung-Feng di pegunungan Tianmu. Mereka bertanya...

Pelajar pertama : Ajaran agama Buddha sering menbicarakan ganjaran karma untuk yang baik dan buruk, mengatakan “karma itu seperti bayangan, mengikuti tubuh kita ke mana kita pergi.”

Narator : Ini menyatakan bahwa kebaikan akan selalu membawa imbalan dan kejahatan akan selalu mendapatkan hukuman.

Pelajar pertama : Lalu mengapa ada orang yang berbuat baik, tetapi keluarganya dan keturunannya tidak makmur dan tidak sukses? Di lain pihak, ada orang jahat dan keji yang melakukan hal-hal tidak terpuji, tetapi keluarga dan keturunannya hidup dengan layak. Kemana perginya hukum sebab akibat? Apakah tidak ada standar dalam ajaran agama Buddha?

Liao-Fan: Guru Jung-Feng menjawab pertanyaan itu dengan berkata...

pikiran mereka belum membersihkan pikiran mereka dari hal-hal yang kotor dan tidak mampu melihat dengan persepsi yang benar.

Karena itu, mereka menganggap kebaikan sejati sebagi perbuatan yang salah, dan keliru menganggap perbuatan salah sebagai kebaikan. Hal ini sangat lazim terjadi dewasa ini!Lebih-lebih lagi, mereka-mereka ini tidak mengoreksi diri atau pandangan mereka sendiri yang salah, tetapi malah menyalahkan langit atas nasib jelek mereka!

Pelajar kedua : Baik adalah baik, jahat adalah jahat. Bagaimana mungkin orang keliru

Dalam dokumen CARA MENGUBAH TAKDIR HIDUP (Halaman 22-44)

Dokumen terkait