E. Rancangan Evaluasi Pelaksanaan Program dan Keberlanjutan Program
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
2. Tes Akhir
Kegiatan pengabdian hari kedua dilakukan pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2021.
Jeda waktu dua minggu dari hari pertama ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyiapkan materi serta merancang tahapan yang akan ditampilkan pada tiap slide pada video pembelajaran yang akan dibuat. Panduan berisi tahapan penggunaan Powtoon mulai dari registrasi pembuatan akun sampai dengan fungsi-fungsi fitur yang ada pada situs aplikasi ini diberikan pada peserta sejak kegiatan hari pertama. Selama itu juga, tanya jawab sudah dilakukan sambil menunggu kegiatan hari berikutnya.
Kegiatan pengabdian hari kedua dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2021. Kegiatan hari tersebut berisi penjelasan tahapan pembuatan video pembelajaran dan tanya jawab yang dilakukan sambil praktik secara bersamaan. Pada hari itu juga peserta ditunjukkan contoh video pembelajaran yang telah dibuat oleh tim pengabdian menggunakan Powtoon dengan tema dari K.D. 3.3/4.3 tentang situer dans le temps (dire l’heure) sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran dan memotivasi peserta. Kegiatan yang dimulai pada pukul 09:00 ini berakhir pada pukul 11:00.
Sebelum menutup kegiatan, panitia menyebarkan tes akhir dalam bentuk google form kepada peserta. Rekap data tes akhir mendapatkan hasil seperti berikut :
Tabel 7. Hasil Tes Akhir
Mengingat membuat video pembelajaran membutuhkan waktu yang tidak sebentar ditambah dengan kegiatan profesional para peserta, maka pengumpulan hasil video tersebut dapat dilakukan seminggu berikutnya. Batas akhir pengumpulan video pembelajaran hasil kreasi para guru yaitu pada tanggal 8 Agustus 2021. Setelah dievaluasi dan dinilai menggunakan tabel yang sudah disusun, didapatkan hasil berikut :
Tabel 8. Evaluasi Hasil Video Pembelajaran No. Aspek Penilaian Bobot Video
Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kemampuan peserta pelatihan relatif baik. Para guru mampu membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi Powtoon serta mampu berkreasi dengan fitur-fitur yang tersedia di dalamnya. Dari enam aspek yang menjadi parameter penilaian, aspek materi menjadi hal yang perlu lebih diperhatikan untuk kesempurnaan hasil.
B. Pembahasan
Untuk mendukung proses belajar mengajar agar dapat berlangsung dengan tepat guna dan berdaya guna, diperlukanlah media ajar. Media ajar selain sebagai alat untuk
penyampai informasi kepada siswa juga dapat berfungsi merangsang atau meningkatkan semangat belajar siswa. Oleh karena itu pemilihan jenis media serta materi apa yang akan disampaikan dalam pembelajaran perlu dipertimbangkan dengan baik agar tercapainya tujuan pembelajaran.
Media ajar yang sangat banyak macamnya ini secara garis besar dibedakan menjadi tiga yaitu media visual, media audio dan media audiovisual. Video pembelajaran termasuk ke dalam jenis media audiovisual karena tidak hanya memiliki suara tetapi juga gambar. Dari sekian banyak jenis media tersebut, bisa dikatakan video pembelajaran adalah media ajar yang sedang naik daun pada masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini juga didukung dengan tersedianya banyak aplikasi atau software di internet yang dapat digunakan untuk mengkreasi video pembelajaran baik secara gratis ataupun berbayar.
Video pembelajaran dimaknai sebagai media yang menyajikan informasi yang terdiri dari teks, suara, animasi yang dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran. Sesuai definisinya, terdapat dua aspek disini yaitu aspek teknis dan juga aspek pedagogis.
Aspek teknis terkait dengan bagaimana pemilihan teks, gambar, animasi, lagu, warna, bahasa dan intonasi yang digunakan dan sebagainya sedangkan aspek pedagogisnya berhubungan bagaimana materi tersebut disampaikan sehingga informasi serta tujuan belajar dapat terealisasi.
Berdasarkan teori, terdapat beberapa unsur yang harus diperhatikan untuk membuat video pembelajaran, antara lain yang dikemukakan oleh Riyana (2007:8-11).
Menurutnya video pembelajaran yang baik harus memiliki karakteristik yaitu a) clarity of massage (kejelasan pesan), stand alone (tidak tergantung dengan bahan ajar lain), user friendly (bersahabat/akrab dengan pemakainya, representasi isi, visualisasi dengan media, kualitas resolusi tinggi dan dapat digunakan secara klasikal atau individual. Di sisi lain, Brame (2016) dalam Susanti, dkk (2018:173) mengemukakan agar video dapat berfungsi sebagai pengalaman belajar, penting bagi instruktur untuk mempertimbangkan tiga elemen untuk desain video dan implementasi yaitu 1) cognitive load, 2) student engagement, 3) active learning together. Cognitive load sendiri diuraikan menjadi beberapa bagian yaitu signaling (materi yang disajikan, penggunaan warna), segmenting (durasi video), weeding (pengunaan musik/latar
gambar) dan matching modality (penggunaan teks atau ilustrasi). Student engagement yaitu unsur-unsur yang terkait dengan keterlibatan siswa seperti durasi yang tidak lama, penggunaan bahasa percakapan, berbicara relatif secara cepat dan dengan antusias. Pengertian elemen ketiga yaitu active learning together menurut Brame (2016) yaitu menyediakan alat-alat untuk membantu siswa memproses informasi dan memantau pemahaman mereka sendiri seperti memberikan tugas melalui video.
Selain digunakan sebagai materi yang disampaikan oleh pemateri pada kegiatan ini, elemen-elemen atau kriteria video pembelajaran ini juga digunakan dasar dalam menyusun lembar penilaian kualitas video hasil kreasi para peserta yang dipersingkat menjadi 6 unsur yaitu 1) isi materi dalam video, 2) durasi, 3) penggunaan musik, warna dan latar gambar, 4) penggunaan teks dan ilustrasi, 5) penggunaan bahasa, dan 6) pemberian tugas.
Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa kegiatan pelatihan ini dilangsungkan selama dua kali pertemuan yaitu tanggal 16 dan 31 Juli 2021 secara daring melalui zoom meeting yaitu kondisi yang tidak memungkinkan terkait pandemi Covid-19 (PPKM). Peserta kegiatan ini berjumlah 10 orang terdiri dari 7 orang guru bahasa Prancis di SMA/SMK dan 3 orang guru privat bahasa Prancis di provinsi Lampung.
Agar dapat membuat video pembelajaran yang baik dibutuhkan penguasaan tentang pengertian video pembelajaran itu dan juga kriteria-kriteria video pembelajaran yang baik. Setelah pemberian materi mengenai hal tersebut di hari pertama, terlebih dahulu peserta diminta untuk mengisi tes awal dalam bentuk google form berisi 10 pertanyaan terkait materi. Teknik ini ditujukan untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta. Hasil rekapitulasi mendapatkan hasil bahwa tingkat pemahaman peserta mengenai pengertian, fungsi, kelebihan dan kelemahan video pembelajaran rata-rata sebesar 39 termasuk dalam kategori kurang, sedangkan pemahaman peserta mengenai karakteristik video pembelajaran yang baik berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 42.
Tes akhir atau post-test yang dilakukan pada hari kedua tentang materi yang sama didapatkan hasil yang berbeda yaitu pemahaman peserta mengenai pengertian, fungsi, kelebihan dan kelemahan video pembelajaran rata-rata serta karakteristik video pembelajaran yang baik mengalami peningkatan sebesar 66 dan 70 yang keduanya
berada pada kategori baik. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman peserta mengenai pengertian dan karakteristik video pembelajaran dengan signifikan.
Terkait permasalahan mitra yang ketiga, berdasarkan informasi yang juga ditanyakan pada google form tentang pengalaman peserta dalam pembuatan video diketahui bahwa dari 10 peserta hanya satu orang yang pernah membuat video pembelajaran menggunakan aplikasi Kinemaster. Sedangkan yang lain belum pernah melakukan sebelumnya. Terkait materi ketiga, penjelasan sekilas tentang aplikasi Powtoon disampaikan pada hari pertama yang kemudian dilanjutkan dengan pembagian materi yang ada pada silabus bahasa Prancis kelas X. Pada pertemuan ini pemateri memberikan contoh video pembelajaran yang dibuat oleh tim pengabdian untuk memberikan gambaran dan memotivasi peserta. Video tersebut dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=Oond8S1XmvM&t=24s.
Gambar 3. Contoh video pembelajaran menggunakan Powtoon
Membuat video pembelajaran bukanlah pekerjaan yang singkat. Dibutuhkan persiapan yang matang serta kemampuan teknis yang cukup agar tercipta tampilan video yang menarik. Tujuan pelatihan ini adalah agar peserta/guru bahasa Prancis mampu membuat video pembelajaran menggunakan Powtoon yang tentu saja lebih ditekankan pada pengemasan materi dalam bentuk video. Kesempurnaan dari segi teknis seperti animasi, pemilihan warna dan lain-lain bukan menjadi target utama, karena hal ini
sangat terkait dengan seringnya seseorang menggunakan aplikasi ini serta daya kreatifitas dan jiwa seni seseorang.
Powtoon sendiri memiliki batasan waktu dalam pembuatan video yaitu 3 menit maksimal. Menurut Susanti dkk (2018) durasi video pembelajaran yang baik tidak terlalu lama dengan mengatakan bahwa rata-rata keterlibatan siswa untuk video adalah 6 menit. Untuk mengefektifkan waktu dan memudahkan peserta untuk memahami pembuatan video, digunakan teknik penugasan. Atas dasar alasan-alasan tersebut di atas, penugasan pembuatan video ini dilakukan secara kelompok. Kesepuluh peserta tersebut dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok ditugasi untuk membuat video pembelajaran tentang tema atau bahasan pada silabus bahasa Prancis kelas X seperti yang telah ditentukan bersama yaitu salutation, dire l’heure, les prepositions de lieu, les jours de la semaine, les panneaux et instructions, inviter quelqu’un, refuser ou accepter une invitation.
Semua peserta berhasil mengumpulkan tugas video pada tanggal 7 Agustus 2021.
Beberapa diantara 5 video tersebut ada yang berhasil diunggah sendiri ke Youtube dan ada yang dibantu oleh tim pengabdian. Tim pengabdian juga membantu beberapa peserta untuk menggabungkan dua video Powtoon tersebut dengan menggunakan aplikasi lain sepert Inshot.
Kelima video tersebut kemudian dievaluasi berdasarkan kisi-kisi penilaian video yang telah disusun berdasar acuan teori yang digunakan. Berikut adalah pembahasan tentang video pembelajaran hasil kreasi peserta yang disajikan satu persatu :
VIDEO 1
Video ini dapat diunduh di https://www.youtube.com/watch?v=NAooelQMHg4. Tema yang dibahas adalah mengenai hari-hari dalam seminggu (les jours de la semaine) yang termasuk dalam K.D. 3.4/4.4 Se situer dans le temps. Berikut gambar video tersebut :
Gambar 4. Video tentang les jours de la semaine
Video ini berdurasi 4’48”, kurang 1 menit dari durasi rata-rata yaitu 6 menit. Video ini dimulai dengan lagu yang dapat menggugah semangat belajar siswa. Penggunaan warna, musik serta tampilan dengan teknik yang menarik. Materi dijelaskan dengan cukup baik dengan beberapa bagian yang agak menyimpang dari tujuan pembelajaran.
Terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan misal transkripsi fonetis serta penggunaan tata bahasa yang tidak tepat. Latihan yang memungkinkan siswa belajar secara aktif kurang mendapat perhatian di video ini. Nilai total berdasarkan kisi-kisi penilaian adalah 73.
VIDEO 2
Tema video ini mengenai preposisi penunjuk tempat (les prepositions de lieu) yang termasuk pada KD 3.5/4.5 Les endroits publics. Video ini dapat diunduh https://youtu.be/jT_rLj6ydJM. Berikut adalah gambar dari video tersebut :
Gambar 5. Video tentang les prépositions de lieu
Video ini berdurasi mendekati 6 yaitu 5’35”. Meskipun secara teknik terkesan cukup serderhana tapi video ini dilengkapi dengan penjelasan yang lengkap dimulai dengan contoh-contoh kalimat menggunakan preposisi. Setelah itu beralih ke penjelasan tentang masing-masing kosakata preposisi tempat, penjelasan gramatikal yang digunakan untuk menunjuk posisi benda serta latihan. Pengemasan materi ini runut dan mudah dipahami khususnya siswa SMA dengan menggunakan gambar-gambar yang sesuai dengan tema. Latihan kedua pada video ini sayangnya kurang lengkap.
Sebaiknya penjelasan dalam bahasa Indonesia tidak perlu dituliskan karena sudah disampaikan oleh narrator. Nilai total dari video ini adalah 79.
VIDEO 3
Video yang berdurasi 5’ 34” ini menggunakan tema yang ada pada KD 3/7/4.7 tentang les panneaux et instructions. Video ini dapat diunduh di https://youtu.be/kPceiCL_0Zg. Berikut gambar pada video ini :
Gambar 6. Video tentang les panneaux et instructions
Video ini bertemakan tentang tanda-tanda yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari khususnya di jalan raya. Narator menjelaskan tentang macam-macam warna dari papan petunjuk atau tanda /rambu di jalan. Penyampaian materi dalam video ini disajikan dengan runut dan menarik. Tiap penjelasan diberikan contoh. Latihan pada akhir video ini pun sesuai dengan tujuan pembelajaran. Suara narrator dalam menyampaikan pun sangat jelas. Namun terdapat beberapa kesalahan dalam penulisan.
Nilai rata-rata untuk video ini adalah 88.
VIDEO 4
Video ini berdurasi 4’26” menggunakan tema pada KD 3.3/3.4 Inviter quelqu’un dan dapat diunduh pada tautan https : //youtu.be/Acb3v76DaX8.
Gambar 7. Video tentan inviter quelqu’un
Video ini berisi tentang bagaimana mengundang atau mengajak seseorang dalam bahasa Prancis (inviter quelqu’un). Dalam video dijelaskan ungkapan untuk mengajak dan juga menerima ajakan/undangan. Dalam menjelaskan narrator secara umum masih menggunakan bahasa Indonesia jadi dapat dimengerti untuk pembelajar pemula.
Animasi yang digunakan dalam video ini sangat baik dengan kombinasi warna yang menarik. Musik yang digunakan sangat sesuai dengan anak muda dan dengan volume yang tidak mengganggu untuk disimak. Sayangnya pada video ini tidak disertai latihan yang dapat menstimulasi pembelajar untuk berlatih. Selain itu durasi juga kurang dari 5 menit. Nilai rata-rata untuk video ini adalah 73.
VIDEO 5
Video yang bertemakan tentang bertegur sapa mengucap salam yang merupakan tema pertama dan paling dasar pada silabus bahasa Prancis kelas X. Tema KD 3.1/4.1 Salutation, prendre congé dan remercier ini berdurasi 5’57”. Durasi video yang sesuai dengan durasi rata-rata memungkinkan pembelajar mendapatkan informasi yang cukup untuk materi yang dibahas. Video ini menggunakan animasi dan paduan warna yang baik dan memberikan situasi seperti di kelas. Video ini juga dilengkapi dengan latihan sehingga membuat siswa dapat terlibat aktif dalam pembelajaran. Dari kisi-kisi penilaian, nilai rata-rata untuk video ini adalah 91. Berikut potongan gambar dari video tersebut :
Gambar 7. Video tentang salutation, prendre congé et remercier
Dengan mengacu pada kisi-kisi penilaian sebuah video pembelajaran yang telah ditetapkan, dari kelima video tersebut didapatkan nilai rata-rata 80,8. Nilai tersebut menunjukkan bahwa keterampilan membuat video para peserta ada pada kategori amat baik.
Aplikasi pembuatan video berbasis Powtoon secara teknis memang tidak susah karena fitur-fitur yang ada di dalamnya cukup mudah untuk digunakan. Kelayakan video animasi berbasis Powtoon telah dibuktikan oleh beberapa penelitian. Powtoon dikatakan layak sebagai media pembelajaran karena telah memenuhi keempat aspek media pembelajaran, yaitu; (1) aspek perancangan, (2) aspek pedagogik, (3) aspek isi, dan (4) aspek kemudahan penggunaan (Deliviana, 2017).
Pembuatan video secara teknis dengan aplikasi Powtoon nampaknya mudah dikuasai oleh para peserta dengan cepat. Bahkan beberapa peserta mampu berimprovisasi lebih baik dari segi teknis dan animasi. Dari segi teknis, pembuatan video membutuhkan waktu yang tidak singkat karena creator video harus memikirkan konsep terlebih dahulu, memperkirakan kesesuaian materi dan durasi waktu, menyiapkan materi serta latihan, memilih animasi, gambar dan musik yang membuat video menarik dan juga harus merekam suara berulang-ulang untuk kemudian dimasukkan ke dalam video.
Setelah itu penyesuaian rekaman suara dengan urutan gambar yang muncul juga tidak sebentar. Karena batas waktu untuk membuat satu video dengan aplikasi yang tidak
berbayar dibatasi hanya 3 menit, maka untuk memenuhi durasi video rata-rata yaitu 6 menit diperlukan dua video yang kemudian digabungkan dengan aplikasi misal Inshot.
Setelah video siap langkah terakhir adalah dengan mengunggahnya ke Youtube.
Selain aspek teknis, membuat video pembelajaran juga perlu memperhatikan aspek pedagogik. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan dalam pengelolaan peserta didik, yaitu mampu melaksanakan pembelajaran yang mendidik dengan suasana dialogis dan interaktif, sehingga pembelajaran menjadi aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (Sagala 2009: 32). Dalam hal ini, video pembelajaran yang dibuat diharapkan dapat merepresentasikan hal tersebut. Analisis video yang dihasilkan peserta pada pelatihan ini sedikit kurang memperhatikan aspek ini. Agar dapat digunakan untuk menunjang pembelajaran bahasa Prancis dengan baik, aspek pedagogik dapat lebih ditingkatkan misal urutan materi yang disampaikan, penjelasan yang baik, penulisan teks pada video yang benar karena sistem ortografi terdapat tanda-tanda yang berbeda seperti diakritik, aksen dsb.
Penguasaan guru atas kemajuan teknologi untuk memfasilitasi pengajaran adalah keharusan, terlebih di masa pembelajaran daring seperti sekarang. Menteri Pendidikan Kebudayaan RI Nomor 81A Tahun 2013 menyatakan bahwa prinsip pengembangan rencana pelaksanan pembelajaran dalam Kurikulum 2013 harus menerapkan teknologi, informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran. Pernyataan yang memperkuat hal ini disampaikan oleh Barnawi (2012) dalam Awalia dkk (2019) menegaskan bahwa penggunaan teknologi di sekolah merupakan hal yang harus dilakukan oleh guru.
Meski terdapat hal-hal yang mesti ditingkatkan, secara umum kegiatan pengabdian ini berhasil karena para peserta menguasai konsep dasar dalam membuat video pembelajaran. Penyempurnaan isi video dapat dicapai dengan persiapan yang lebih matang dan banyak latihan. Pengetahuan dan keterampilan ini diharapkan dapat memotivasi guru untuk membuat video-video pembelajaran yang lain dengan menggunakan aplikasi Powtoon.