• Tidak ada hasil yang ditemukan

mengajar yang telah dilakukan. Adapun data hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 4.3 hasil tes formatif pembelajaran siklus I .

No Nama Siswa

Nilai tes

formatif Ket

1 Ina Nadia 9 Tuntas

2 Sri Astuti 6 Belum Tuntas

3 Beni 7 Tuntas

4 Romandon 8 Tuntas

5 Un Setiaji 7 Tuntas

6 Muhamad Arifin 5 Belum Tuntas

7 Afan Afendi 6 Belum Tuntas

8 Ulfa Yasin Wibowo 7 Tuntas

9 Andriyanto 6 Belum Tuntas

10 Dani Triwibowo 7 Tuntas

11 Riyan Prastito 7 Tuntas

12 Supriyono 6 Belum Tuntas

13 Argo 6 Belum Tuntas

14 Candra Sulistiyo 7 Tuntas

15 Sofiyanti 6 Belum Tuntas

16 Triwulan 7 Tuntas

17 Erika Agustin 7 Tuntas

19 Eva Firdaniyah 7 Tuntas

20 Gus Hasan A rif 6 Belum Tuntas

Rata rata 6,7

Dari tabel di atas dapat direkapitulasi nilai rata-rata hasil tes formatif I dengan table dibawah i n i .

Tabel 4.4 rekapitulasi hasil tes form atif siswa pada siklus I

No Uraian Hasil Siklus I

1 Nilai rata-rata tes formatif 6,7 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 11 3 Persentase ketuntasan belajar 5 5 %

Data tersebut diatas diolah untuk mencari persentase hasil kegiatan dengan rumus: (Syaiful Bahri, 2000:226)

P = F X 100% N

Dimana P = Prosentase hasil

F = Siswa yang menguasai atau tuntas N = Jumlah siswa seluruhnya

Suatu pokok bahasan atau sub pokok bahasan dianggap tuntas secara klasikal jika siswa yang mendapat nilai 65 lebih dari atau sama dengan 85%, sedangkan seorang siswa dinyatakan tuntas belajar pada pokok bahasan atau sub pokok bahasan tertentu jika mendapat nilai minimal 65.

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif Role Play diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 6,7 dan ketuntasan belajar mencapai 55 % atau ada 11 siswa dari 20 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 6,5 hanya sebesar 55 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif

Role Play tersebut, b. Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus I diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

Keberhasilan dari siklus I adalah :

1) Dengan penerapan metode baru yaitu model pembelajaran aktif Role Play

tersebut mulai muncul keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran walaupun belum maksimal terbukti nilai rerata hasil pengamatan tentang siswa yaitu 5,7 tapi setidaknya siswa mulai pengenal pembelajaran aktif. 2) Siswa mulai bisa berfikir dan menyimpulkan materi pembelajaran secara

cepat walaupun belum sesuai yang diharapkan.

3) Guru mulai terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

4) Guru berusaha mendistribusikan waktu secara baik.

Kegagalan dari siklus I dan selanjutnya sebagai bahan revisi untuk pelaksanaan siklus I I .

1) Guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa sehingga reaksi siswa terhadap pembelajaran kurang cepat , maka untuk pembelajaran siklus selanjutnya guru perlu lebih terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran. Dimana siswa lebih dijelaskan dalam bermain peran dalam kegiatan yang akan dilakukan sehingga reaksi siswa terhadap pembelajaran akan antusias dan lebih peka. 2) Guru kurang maksimal dalam pengelolaan waktu sehingga daya tangkap

siswa terhadap materi pembelajaran kurang maka untuk pembelajaran siklus selanjutnya guru perlu mendistribusikan waktu secara baik dengan menambahkan informasi-informasi yang dirasa perlu .

3) Siswa masih belum menghayati peran selama pembelajaran berlangsung untuk pembelajaran siklus selanjutnya guru perlu mengoptimalkan penerapan pembelajaran model Role Play agar siswa lebih aktif.

2. Deskripsi hasil pelaksanaan pembelajaran siklus II a. Data hasil pengamatan

Data hasil dari pengamatan pada pelaksanaan siklus II yaitu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2010 di Kelas V dengan jumlah siswa 20 siswa. Dalam hal ini pelaksanaan pengamatan dilakukan bersamaan dengan proses kegiatan belajar mengajar dengan

menggunakan format instrumen lembar pengamatan pengelolaan model pembelajaran aktif pada pelaksanaan siklus 1 yaitu metode Role Play.

Selanjutnya hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus II yaitu : Tabel 4.5 data pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus II.

No ELEMEN penilaian

Nilai

5 6 7 8 9

1 Persiapan (secara keseluruhan) V 2 Mengundang orang lain untuk

berbicara

V

3 Presentasi dilengkapi dengan gambar,foto dan lainya

V

4 Mengambil giliran dan berbagi tugas

V

5 Kecepatan volume dan artikulasi

V

6 Menggunakan gerakan tubuh V

7 Kelancaran Percakapan V

8 Kata yang digunakan sesuai topik

V

9 Motivasi terhadap peran V

Dari data tersebut didapat nilai hasil yang diamati adalah: Tabel 4.6 hasil nilai pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus II.

Nomor Elemen Nilai

1 Persiapan (secara keseluruhan) 6 2 Mengundang orang lain untuk berbicara 7

3 Presentasi dilengkapi dengan gambar,foto dan lainya

6

4 Mengambil giliran dan berbagi tugas 7 5 Kecepatan volume dan artikulasi 6

6 Menggunakan gerakan tubuh 7

7 Kelancaran Percakapan 7

8 Kata yang digunakan sesuai topik 6

9 Motivasi terhadap peran 6

Rata Rata 6,4

Dari hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus II teijadi peningkatan terhadap indikator yang di tekankan, dilihat dari hasil rekapitulasi nilai pengamatan yaitu dari 5,7 di siklus I pada siklus II menjadi 6,4. hal ini berpengaruh pula terhadap hasil tes formatif II yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif II dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan terutama dalam hal penerapan metode pembelajaran yang dimaksud, adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah sebagai berikut.

Tabel 4.7 hasil tes form atif pembelajaran siklus I I .

No Nama Siswa

Nilai tes

formatif Ket

1 Ina Nadia 9 Tuntas

2 Sri Astuti 6 Tidak Tuntas

3 Beni 7 Tuntas

4 Romandon 8 Tuntas

5 Un Setiaji 7 Tuntas

6 Muhamad Arifin 6 Tidak Tuntas

7 Afan Afendi 7 Tuntas

8 Ulfa Yasin Wibowo 7 Tuntas

9 Andriyanto 6 Tidak Tuntas

10 Dani Tri wibowo 8 Tuntas

11 Riyan Prastito 8 Tuntas

12 Supriyono 6 Tidak Tuntas

13 Argo 8 Tuntas

14 Candra Sulistiyo 7 Tuntas

15 Sofiyanti 7 Tuntas

16 Triwulan 7 Tuntas

17 Erika Agustin 8 Tuntas

18 Nurul Fatimah 6 Tidak Tuntas

19 Eva Firdaniyah 8 Tuntas

20 Gus Hasan A rif 6 Tidak Tuntas

Dari tabel di atas dapat direkapitulasi nilai rata-rata hasil tes formatif II dengan table dibawah i n i :

Tabel 4.8 rekapitulasi hasil tes formatif siswa pada siklus II

No Uraian Hasil Siklus II

1 Nilai rata-rata tes formatif 7,1 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 14 3 Persentase ketuntasan belajar 70%

Data tersebut diatas diolah untuk mencari persentase hasil kegiatan dengan rumus:

P = F X 100% N

Di mana P = Prosentase hasil

F = Siswa yang menguasai atau tuntas N = Jumlah siswa seluruhnya

Dari tabel di atas dapat dijelaskan adanya peningkatan prestasi belajar siswa antara pelaksanaan siklus I dengan pelaksanaan siklus II yang keduanya menggunakan satu metode pembelajaran yaitu dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif Role Play. Pada pelaksanaan siklus I diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 6,7 maka pada siklus II teijadi peningkatan prestasi yaitu dengan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 7,1 dan ketuntasan belajar pada siklus I 55 % maka pada

sikius II mencapai 70 % dan pada siklus I ada 11 siswa dari 20 siswa yang tuntas belajar maka pada siklus II siswa yang tuntas mencapai 14 siswa dari 20 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus kedua secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 6,5 hanya sebesar 70 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%, tetapi pada siklus II sudah mengalami peningkatan walaupun belum sesuai dengan persentase ketuntasan pembelajaran yaitu 85 % hal tersebut teijadi karena siswa sudah mengerti terhadap apa yang diharapkan oleh guru serta mulai mengenal terhadap pembelajaran aktif model Role Play. Dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar. Selain itu siswa juga sudah mulai mengerti apa yang dimaksudkan dan diinginkan guru dengan menerapkan pembelajaran aktif model Role Play.

b.Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus II diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

Keberhasilan dari siklus II adalah :

1) Guru mulai lebih dekat dengan siswa sehingga tidak ada perasaan takut dalam diri siswa serta rasa canggung dalam memerankan tokoh mulai bias diatasi.

2) Siswa mulai bisa berflkir dan menyimpulkan materi pembelajaran secara cepat walaupun belum sesuai yang diharapkan .

3) Guru mulai lebih sabar dalam membimbing siswa merumuskan kesimpulan/menemukan konsep.

Kegagalan dari siklus II dan selanjutnya sebagai bahan revisi untuk pelaksanaan siklus III

1) Guru belum optimal dalam mendistribusikan waktu secara baik sehingga kegiatan pembelajaran dapat beijalan belum sesuai dengan yang diharapkan.

3. Deskripsi hasil pelaksanaan pembelajaran siklus III a. Data hasil pengamatan

Data hasil dari pengamatan pada pelaksanaan siklus III yaitu pelaksanaan kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan pada tanggal 15 April 2010 di Kelas V dengan jumlah siswa 20 siswa. Dalam hal ini pelaksanaan pengamatan dilakukan bersamaan dengan proses kegiatan belajar mengajar. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran dengan memperhatikan refisisi pada siklus II, sehingga kesalahan atau kekurangan pada siklus II tidak terulang lagi pada siklus III, format instrumen lembar pengamatan pada siklus III ini menggunakan format pengelolaan model pembelajaran aktif role play.

Tabd 4.9 data hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus III.

No ELEMEN penilaian

Nilai

5 6 7 8 9

1 Persiapan (secara keseluruhan) V 2 Mengundang orang lain untuk

berbicara

V

3 Presentasi dilengkapi dengan gambar,foto dan lainya

V

4 Mengambil giliran dan berbagi tugas

V

5 Kecepatan volume dan artikulasi

V

6 Menggunakan gerakan tubuh V

7 Kelancaran Percakapan V

8 Kata yang digunakan sesuai topik

V

9 Motivasi terhadap peran V

Dari data tersebut didapat nilai yang diamati adalah:

Tabel 4.10 nilai hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus III.

Nomor Elemen Nilai

1 Persiapan (secara keseluruhan) 7 2 Mengundang orang lain untuk berbicara 7 3 Presentasi dilengkapi dengan gambar,foto dan

lainya

8

5 Kecepatan volume dan artikulasi 7

6 Menggunakan gerakan tubuh 7

7 Kelancaran Percakapan 7

8 Kata yang digunakan sesuai topik 8

9 Motivasi terhadap peran 7

Rata Rata 7,3

Dari hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus III teijadi peningkatan terhadap indikator yang di tekankan, dilihat dari hasil rekapitulasi nilai pengamatan yaitu dari 5,7 di siklus I pada siklus II menjadi 6,4 , pada siklus III menjadi 7,3, hal ini terjadi karena siswa sudah mengerti terhadap apa yang diharapkan oleh guru serta mulai mengenal terhadap pembelajaran aktif dan tidak canggung dalam memerankan tokoh hal ini pula berpengaruh terhadap hasil tes formatif III yang dilaksanakan pada akhir pembelajaran.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif III dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan terutama dalam hal penerapan metode pembelajaran yang dimaksud, adapun data hasil penelitian pada siklus III adalah sebagai berikut.

Tabel 4.11 hasil tes formatif pembelajaran siklus III.

No Nama Siswa

Nilai tes

formatif Ket

2 Sri Astuti 7 Tuntas

3 Beni 8 Tuntas

4 Romandon 8 Tuntas

5 Un Setiaji 7 Tuntas

6 Muhamad Arifin 6 Tidak Tuntas

7 Afan Afendi 7 Tuntas

8 Ulfa Yasin Wibowo 7 Tuntas

9 Andriyanto 6 Tidak Tuntas

10 Dani Triwibowo 9 Tuntas

11 Riyan Prastito 8 Tuntas

12 Supriyono 7 Tuntas

13 Argo 9 Tuntas

14 Candra Sulistiyo 7 Tuntas

15 Sofiyanti 7 T untas

16 Triwulan 8 Tuntas

17 Erika Agustin 7 Tuntas

18 Nurul Fatimah 9 Tuntas

19 Eva Firdaniyah 8 Tuntas

20 Gus flasan A rif 7 Tuntas

R ^ r a t a 7,6

Dari tabel di atas dapat direkapitulasi nifajrata-rata hasil tes formatif III dengan tabel dibawah i n i :

TabeJ 4.12 rekapitulasi hasil tes formatif siswa pada siklus III

No Uraian Hasil Siklus III

1 Nilai rata-rata tes formatif 7,6 2 Jumlah siswa yang tuntas belajar 18 3 Persentase ketuntasan belajar 9 0 %

Data tersebut diatas diolah untuk mencari persentase hasil kegiatan dengan rumus:

P = F X 100% N

Dimana P = Persentase hasil

F = Siswa yang menguasai atau tuntas N = Jumlah siswa seluruhnya

Dari tabel di atas dapat dijelaskan adanya peningkatan prestasi belajar siswa antara pelaksanaan siklus I, pelaksanaan siklus II, dengan pelaksanaan siklus III yang semuanya menggunakan satu metode pembelajaran yaitu dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif Role Play, siklus I diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 6,7 pada siklus II adalah 7,1 terjadi peningkatan prestasi yaitu dengan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar siswa pada siklus III yaitu 7,6 dan ketuntasan belajar pada siklus I 55% pada siklus II 70 % pada siklus III mencapai 90 % dan sudah melampaui batas minimal ketuntasan belajar klasikal, dan pada siklus I ada 11 siswa dari 20 siswa yang tuntas belajar pada siklus II siswa yang tuntas

mencapai 14 siswa dari 20 siswa pada siklus III siswa yang tuntas mencapai 18 siswa dari 20 siswa.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 6,5 hanya sebesar 56,3 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif Role Play

tersebut, pada siklus II sudah mengalami peningkatan walaupun belum sesuai dengan persentase ketuntasan pembelajaran yaitu 85 % hal tersebut terjadi karena siswa sudah mulai mengerti terhadap apa yang diharapkan oleh guru serta mulai mengenal terhadap pembelajaran aktif model Role Play. Dan juga adanya peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar pada siklus III ketuntasan mencapai 90 % dan pembelajaran sudah bisa dianggap tuntas karena sudah melebihi batas minimum ketuntasan pembelajaran.

b.Refleksi

Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran siklus III diperoleh informasi dari hasil pengamatan sebagai berikut:

Keberhasilan dari siklus III adalah :

1) Dengan penerapan metode baru yaitu model pembelajaran aktif role p la y

keaktifan siswa dalam pelaksanaan pembelajaran bisa maksimal

2) Siswa sudah bisa berfikir dan menyimpulkan materi pembelajaran secara cepat

3) Guru sudah terampil dalam memotivasi siswa dan lebih jelas dalam menyampaikan tujuan pembelajaran, dimana siswa selalu diajak untuk terlibat langsung dalam setiap kegiatan yang akan dilakukan.

4) Kekurangan pada siklus-siklus sebelumnya sudah mengalami perbaikan dan peningkatan sehingga menjadi lebih baik.

5) Hasil belajar siswa pada siklus III mencapai ketuntasan. Kegagalan dari siklus III

Kegagalan pada siklus ini tidak begitu tampak hanya beberapa yang bisa dipakai untuk refisisi yang akan datang..

Pada siklus III guru telah menerapkan pembelajaran model role p la y

dengan baik dan dilihat dari aktifitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah berjalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang telah ada dengan tujuan agar pada pelaksanaan proses belajar mengajar selanjutnya penerapan model role p la y dapat meningkatkan proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai terutama penguasaan materi.

B. PEMBAHASAN

1. Pembahasan siklus I

Pada pelaksanaan siklus I dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif Role Play diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 6,7 dan ketuntasan belajar mencapai 55 % atau ada 11 siswa dari 20 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 6,5 hanya sebesar 55 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. Hal ini disebabkan karena siswa masih merasa baru dan belum mengerti apa yang dimaksudkan dan digunakan guru dengan menerapkan pembelajaran model pembelajaran aktif

Role Play tersebut dan guru kurang maksimal dalam memotivasi siswa sehingga reaksi siswa terhadap pembelajaran kurang cepat , maka untuk pembelajaran siklus

2. Pembahasan siklus II

Dari hasil pengamatan pelaksanaan pembelajaran siklus II teijadi peningkatan terhadap indikator yang di tekankan, Pada pelaksanaan pembelajaran teijadi peningkatan prestasi dilihat dari hasil tes formatif I, pada siklus I diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 6,7 maka pada siklus II teijadi peningkatan prestasi yaitu dengan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 7,1 dan ketuntasan belajar pada siklus I 55 % maka pada siklus II mencapai 70 % dan pada siklus I ada 11 siswa dari 20 siswa ^ang tuntas h p a p p l s f t p \\ W fWIfaS IW W itp Iff

siswa dari 20 siswa. Hasil tersebut menunjukkan bahwa adanya peningkatan prestasi belajar siswa walaupun secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 6,5 hanya sebesar 70 % lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%, tetapi pada siklus II sudah mengalami peningkatan walaupun belum sesuai dengan persentase ketuntasan pembelajaran yaitu 85 % hal tersebut teijadi karena siswa sudah mengerti terhadap apa yang diharapkan oleh guru serta mulai mengenal terhadap pembelajaran aktif model Role Play.

3. pembahasan siklus III

Pelaksanaan siklus ke III menggunakan metode yang sama dengan siklus sebelumnya dan teijadi peningkatan prestasi yaitu dengan perolehan nilai rata- rata prestasi belajar siswa pada siklus III yaitu 7,6 dan ketuntasan belajar pada siklus III mencapai 90 % dan sudah melampaui batas minimal ketuntasan belajar klasikal, peningkatan hasil belajar siswa ini karena setelah guru menginformasikan bahwa setiap akhir pelajaran akan selalu diadakan tes sehingga pada pertemuan berikutnya siswa lebih termotivasi untuk belajar pada siklus III ketuntasan mencapai 90 % dan pembelajaran sudah bisa dianggap tuntas karena sudah melebihi batas minimum ketuntasan pembelajaran.

Pada siklus III guru menerapkan pembelajaran model role p la y dengan baik dan dilihat dari aktivitas siswa serta hasil belajar siswa pelaksanaan proses belajar mengajar sudah beijalan dengan baik. Maka tidak diperlukan revisisi terlalu banyak, tetapi yang perlu diperhatikan untuk tindakan selanjutnya adalah memaksimalkan dan mempertahankan apa yang Islah ada dengan tujuan agar

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus, hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pelaksanaan M etode Role P lay di kelas V SDN Wonosari Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung 2009 /2 0 1 0 pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) cukup baik.

2. Penerapan metode M etode Role Play dapat meningkatkan motivasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V di SDN Wonosari Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung 2009 / 2010 yang ditandai dengan peningkatan rata rata indikator perhatian siswa dalam setiap siklus, yaitu mendengarkan aktif siklus I 5,9 pada siklus II 6,9 siklus III 7,2 .

3. Penerapan metode M etode Role Play dapat meningkatkan prestasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) kelas V di SDN Wonosari Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung 2009 / 2010 yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I 55 % pada siklus II 70 % siklus I I I 90 % .

B. S aran

Dari hasil penelitian yang diperoleh dari uraian sebelumnya agar proses belajar mengajar lebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan saran sebagai berikut:

1. Untuk melaksanakan Model pembelajaran aktif Role Play memerlukan persiapan yang cukup matang, sehingga guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan pembelajaran Model pembelajaran aktif

Role Play dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil yang optimal. 2. Dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa, guru hendaknya lebih sering

melatih siswa dengan berbagai metode pengajaran, walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru, memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

3. Perlu adanya penelitian yang lebih lanjut, karena hasil penelitian ini hanya dilakukan di SDN Wonosari Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung tahun pelajaran 2009 / 2010.

4. Untuk penelitian yang serupa hendaknya dilakukan perbaikan-perbaikan agar diperoleh hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, Drs, Pendidikan Agama Islam SD, Cempaka Putih, Bandung, 2007

Ahmadi, Abu, Strategi Belajar M engajar, CV Pustaka Setia, Bandung, 1997. Arikunto, Suharsimi, et.al., Penelitian Tindakan K elas, PT Bumi Aksara,

Jakarta, 2010.

Arikunto, Suharsimi, P rosedu r Penelitian, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2002. Asnawir. H, M edia pem belajaran, Ciputat Pers, Jakarta, 2002.

Bahri, Syaiful, Guru dan Anak D idik dalam Interaksi Edukatif, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2000.

Departemen Agama al Quran dan terjem a h. Jakarta .2000.

Faududin, M.Ed, Pengembangan dan Inovasi Kurikulum , Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 1995.

Mansur, Strategi Belajar M engajar, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 1995.

Mei Silberman, Active Learning (101 pembelajaran aktif), Yappendis, Yogyakarta, 2001.

Noebi Nasution., Evaluasi Pengajaran, Ditjen Pembinaan Kelembagaan Agama Islam, Jakarta, 1993.

Sabri, Ahmad. Drs. Strategi Belajar M engajar dan M ikro Teaching. Jakarta. Quantum teaching, 2005.

Syah, Muhibin, Psikologi Pendidikan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2007.

Sudjana, Nana, Dasar Dasar Proses Belajar M engajar, PT Sinar Baru Algensindo, Bandung, 1998.

Slameto, Belajar dan fa kto r fa kto r yang mempengaruhinya, Rineka cipta, Jakarta, 1995.

Zaini, Hisyam et..al, Strategi pembelajaran aktif, CTSD, Yogyakarta, 2 0 0 2.

UNIT PELAKSANA TEKNIS KECAMATAN BULU

Dokumen terkait