TINJAUAN TEORETIS
B. Akhlak anak sejak usia dini
1. Pengertian ahklak
Menurut pendekatan etimologi, perkataan “akhlak” berasal dari Bahasa Arab jama‟ dari bentuk mufradnya “Khuluqun” yang berarti: budi pekerti, perangai, tingkah laku atau tabiat. Kalimat tersebut mengandung segi segi persesuaian dengan perkataan “Khalqun” yang berarti: kejadian, serta erat hubungannya dengan
“Khaliq” yang berarti: pencipta, dan “Makhluq” yang berarti: yang diciptakan.
Pola bentukan defenisi “akhlak” di atas muncul sebagai mediator yang menjembatani komunikasi antara khaliq (Pencipta) dan makhluq (yang diciptakan) secara timbal balik, yang kemudian disebut sebagai hablum minallah. Kemudian lahirlah pola hubungan antar sesama manusia yang disebut dengan hablum minannas (pola hubungan antar sesama makhluk.20
Sikap yang melahirkan perbuatan dan tingkah laku manusia yang baik atau yang buruk merupakan gambaran akhlak manusia itu sendiri. Perbuatan manusia tersebut
19H.A. Mustofa, Akhlak Tasawuf (Bandung: Pustaka Setia, 1995), h.11.
20Santalia, Akhlak Tasawuf (Cet. I; Makassar: Alauddin Press, 2011), h. 1.
tidak lagi melalui pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu, karena sudah menjadi kebiasaan dalam hidupnya
Akhlak Islami menurut M. Quraish Shihab adalah akhlak yang mencakup beberapa hal yang tidak merupakan sifat lahiriah, misalnya yang berkaitan dengan sikap batin maupun pikiran. Jadi akhlak Islami dapat diartikan sebagai akhlak yang menggunakan tolok ukur ketentuan Allah.
Tolak ukur kelakuan baik mestilah merujuk kepada ketentuan Allah. Rumusan akhlak Islami yang demikian ini kata Quraish Shihab adalah rumusan yang diberikan oleh kebanyakan ulama. Perlu ditambahkan, bahwa apa yang dinilai baik oleh Allah, pasti baik dalam esensinya. Demikian pula sebaliknya, tidak mungkin dia menilai kebohongan sebagai kelakuan baik, karena kebohongan esensinya buruk.21
Beberapa pengertian akhlak di atas, dapat diketahui bahwa akhlak ialah sifat sifat yang dibawa manusia sejak lahir yang tertanam dalam jiwanya dan selalu ada padanya. Sifat itu lahir berupa perbuatan baik yang di sebut akhlak mulia, atau perbuatan buruk, disebut akhlak yang tercela sesuai dengan pembinaannya.
Sementara itu, Departemen agama RI mendefinisikan akhlak adalah sikap hati yang mudah mendorong anggota tubuh untuk berbuat sesuatu. Pengertian akhlak seperti dikemukakan di atas,sebagaimana di sebutkan dalam Q.S Al-Qalam/68: 4
Terjemahnya:
“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang baik (agung).”22
21M. Quraish Shihab, WawasanAl-Qur'an (Cet. III; Bandung: Mizan, 1996), h. 261.
22Kementerian Agama RI, Al-Qur’an Dan h.564
17
Dalam ayat tersebut di atas, pengertian akhlak adalah berkonotasi memuji, sebagai ukuran bagi perilaku yang patut diperbuat oleh Rasulullah saw.
Berdasarkan uraian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa akhlak itu pada hakikatnya adalah kehendak jiwa manusia, yang menimbulkan perbuatan dengan mudah, maka tidak lagi memerlukan pemikiran dan pertimbangan sebelum mengerjakan perbuatan itu.
2. Pengertian anak usia dini
Anak usia dini adalah anak kecil yang memiliki potensi yang masih harus dikembangkan. Anak yang memiliki karakteristik tertentu, yang khas dengan orang dewasa, mereka selalu aktif, dinamis, antusias dan ingin tahu terhadap apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan mereka seolah-olah tak pernah berhenti bereksplorasi dan belajar.
Anak bersifat egosentris, memiliki rasa ingin tahu secara alamiah, merupakan makhluk social, unik, kaya dengan fantasi, memiliki daya perhatian yang pendek dan merupakan masa yang paling potensial untuk belajar.23Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia “Anak” diartikan sebagai orang yang masih kecil atau belum dewasa. Usia diartikan sebagai umur.Dini diartikan sebagai jenjang atau tingkat sekolah sebelum
sekolah dasar (Taman Kanak-kanak).Dengan demikian secara etimologi “Anak Usia Dini”
dapat diartikan sebagai usia anak yang belum dewasa yang berada pada jenjang atau tingkat Taman Kanak-kanak.24
Masa usia dini (0-6) merupakan masa keemasan (golden age) di mana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan
23Yuliani Nurani Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini cet,VI (Jakarta: Indeks Permata Puri Media, 2013), h. 6
24Depdikbud, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Cet. I; Jakarta: Balai Pustaka, 1990), h. 600
selanjutnya. Masa awal kehidupan anak merupakan masa terpenting dalam rentang kehidupan seseorang anak. Pada masa ini pertumbuhan otak sedang mengalami perkembangan yang sangat pesat (eksplosif), begitu pula dengan perkembangan fisiknya.25
3. Hakikat anak usia dini
Pada hakikatnya anak adalah makhluk individu yang membangun sendiri pengetahuannya. Itu artinya bahwa guru dan pendidik anak usia dini lainnya tidaklah dapat menuangkan air begitu saja ke dalam gelas yang seolah-olah kosong melompong. Anak lahir dengan membawa sejumlah potensi yang siap untuk ditumbuh kembangkan asalkan lingkungan menyiapkan situasi dan kondisi yang dapat merangsang kemunculan dari potensi yang tersembunyi tersebut.
Menurut Montessori sebagaimana yang dikutip oleh Yuliani, bahwa anak usia dini berada dalam masa keemasan di sepanjang rentang usia perkembangan manusia.
Masa ini merupakan periode sensitive (sensitive periods), selama masa inilah anak secara khusus mudah menerima stimulus-stimulus dari lingkungannya. Pada masa ini pula anak siap melakukan berbagai kegiatan dalam rangka memahami dan menguasai lingkungannya. 26
Pada masa keemasan merupakan masa di mana anak mulai peka untuk menerima berbagai stimulasi dan berbagai upaya pendidikan dari lingkungannya baik disengaja maupun tidak disengaja. Pada masa peka inilah terjadi pematangan
25Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA & Anak Usia Kelas Awal SD/MI cet, I(Jakarta: Kencana, 2011), h. 14
26Trianto, Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini TK/RA & Anak Usia Kelas Awal SD/MI 2011, h.14-15
19
fungsi fisik dan psikis sehingga anak siap merespon dan mewujudkan semua tugas-tugas perkembangan yang diharapkan muncul pada pola perilakunya sehari-hari.27
4. Karakteristis anak usia dini
Anak usia dini memiliki karakteristik yang unik karena mereka berada pada proses tumbuh kembang yang sangat pesat dan fundamental bagi kehidupan berikutnya. Secara psikologis anak usia dini memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan anak yang usianya di atas delapan tahun. Anak usia dini yang unik memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Anak Bersifat Egosentris
Pada umumnya anak masih bersifat egosentris, ia melihat dunia dari sudut pandang dan kepentingannya sendiri. Hal itu bisa diamati ketika anak saling berebut mainan, atau menangis ketika menginginkan sesuatu namun tidak dipenuhi oleh orang tuanya. Karakteristik ini terkait dengan perkembangan kognitif anak.
b. Anak Memiliki Rasa Ingin Tahu (Curiosity)
Anak berpandangan bahwa dunia ini dipenuhi hal-hal yang menarik dan menakjubkan. Hal ini mendorong rasa ingin tahu (curiosity)yang tinggi. Rasa ingin tahu anak sangat bervariasi, tergantung apa yang menarik perhatiannya.
Sebagai contoh, anak akan tertarik dengan warna, perubahan yang terjadi dalam benda itu sendiri. Bola yang berbentuk bulat dapat digelindingkan dengan warna-warni serta kontur bola yang baru dikenal oleh anak sehingga anak suka dengan bola. Rasa ingin tahu ini sangat baik dikembangkan untuk memberikan pengetahuan yang baru bagi anak dalam rangka mengembangkan kognitifnya.
27Yuliani Nurani Sujiono, Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini h. 54-55
Semakin banyak pengetahuan yang didapat berdasar kepada rasa ingin tahu anak yang tinggi, semakin kaya daya piker anak.
c. Anak Bersifat Unik
Menurut Bredekamp (1987), anak memiliki keunikan sendiri seperti dalam gaya belajar, minat, dan latar belakang keluarga. Keunikan dimiliki oleh masing-masing anak sesuai dengan bawaan, minat, kemampuan dan latar belakang budaya serta kehidupan yang berbeda satu sama lain. Meskipun terdapat pola urutan umum dalam perkembangan anak yang dapat diprediksi, namun pola perkembangan dan belajarnya tetap memiliki perbedaan satu sama lain.
d. Anak Memiliki Imajinasi dan Fantasi
Anak memiliki dunia sendiri, berbeda dengan orang di atas usianya. Mereka tertarik dengan hal-hal yang bersifat imajinatif sehingga mereka kaya dengan fantasi.
Terkadang mereka bertanya tentang sesuatu yang tidak dapat ditebak oleh orang dewasa, hal itu disebabkan mereka memiliki fantasi yang luar biasa dan berkembang melebihi dari apa yang dilihatnya. Untuk memperkaya imajinasi dan fantasi anak, perlu diberikan pengalamanpengalaman yang merangsang kemampuannya untuk berkembang.
e. Anak Memiliki Daya Konsentrasi Pendek
Pada umumnya anak sulit untuk berkonsentrasi pada suatu kegiatan dalam jangka waktu yang lama. Ia selalu cepat mengalihkan perhatian pada kegiatan lain, kecuali memang kegiatan tersebut, selain menyenangkan juga bervariasi dan tidak membosankan. Rentang konsentrasi anak usia lima tahun umumnya adalah sepuluh menit untuk dapat duduk dan memperhatikan sesuatu secara nyaman.
21
Daya perhatian yang pendek membuat ia masih sangat sulit untuk duduk dan memperhatikan sesuatu untuk jangka waktu yang lama, kecuali terhadap hal-hal yang menarik dan menyenangkan bagi mereka. Pembelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang bervariasi dan menyenangkan, sehingga tidak membuat anak terpaku di tempat dan menyimak dalam jangka waktu lama.28