• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN TEORITIS

A. Peranan Masyarakat

1. Akhlak tidak baik

Akhlak tidak baik (akhlakul mudzmumah) adalah perangai yang tercermin dari tutur kata, tingkah laku, dan yang tidak baik. Di dalam Alquran memberi

40 Kementrian Agama RI, op.cit. h. 420

peringatan tentang akhlak-akhlak buruk atau tercela yang dapat merusak imanseseorang dan pada akhirnya akan merusak dirinya serta kehidupan masyarakat. Akhlak tidak baik akan menghasilkan pekerjaan buruk dan tingkah laku yang tidak baik, akhlak yang tidak baik dapat dilihat dari tingkah laku perbuatan yang tidak elok, tidak sopan dan gerak gerik yang tidak menyenangkan.

Sifat terpuji dan tercela yang tertanam dalam diri manusia selalu berdampingan dan terlihat dalam perilaku hari. Dalam kehidupan sehari-hari perbuatan akhlak dapat dilihat dari sifat-sifat yang tergambar dari perilaku yang dilakukan oleh manusia, seperti perbuatan yang tidak sopan, kurang ajar, jahat, tidak menyenangkan, perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama, adat istiadat dan bahkan sifat-sifat buruk secara umum (dengki, sifat iri hati, sifat angkuh/sombong, sifat riya dan lain-lain).

Maka dari itu Allah memerintahkan kepada kita untuk bersikap baik kepada semua hal, Allah berfirman dalam Q. S Al-Baqarah (2): 83

اٗو ۡسُح ِساَّولِل ْاوُلوُقَو ...

...

Terjemahnya:

“Serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia”.41

41 Kementrian Agama RI, op.cit. h. 12

Berdasarkan ayat di atas peneliti menyimpulkan bahwa ketika berbicara dengan seseorang atau sesama manusia hendaknya berkata lembut dan baik.

a. Bentuk-bentuk akhlak

Di bawah ini terdapat beberapa bentuk-bentuk akhlak baik dan akhlak tidak baik, diantaranya yaitu:

1) Bersifat sabar

Memiliki banyak kategori, yaitu sabar dalam menjalankan kewajiban, seperti sabar menanggung beratnya melaksanakan sholat lima waktu, sabar menanggung musibah, atau cobaan, sabar menahan penganiayaan dari orang lain.

2) Memerlihara amanah

Merupakan kestiaan, ketulusan hati, percaya dan jujur. Orang yang memelihara amanah pastinya sudah pasti dipercaya, karena amanah merupakan sesuatu hal yang sangat sulit sangat berat untuk dilakukan.

3) Bersifat adil

Memiliki beberapa kategori yaitu, adil dengan perseorangan, kemasyarakatan, dan pemerintahan. Maksudnya dari bersifat adil ialah memberikan hak kepada yang mempunyai haknya, itulah yang dinamakan tindakan adil.

4) Bersifat malu

Malu ialah malu kepada Allah dan malu kepada diri sendiri dikala melanggar peraturan-peraturan Allah. Jadi dengan sifat ini maka dapat

dijadikan bimbingan bagi umat muslim menuju jalan keselamatan dan mencegah dari perbuatan tidak baik.

5) Menepati janji

Janji ialah suatau ketetapan yang dibuat dan disepakati oleh seseorang untuk orang lain atau diri sendiri yang dilaksanakan sesuai dengan ketetapannya.

Jadi dengan cara menepati janji maka sama saja dengan mekaksanakan perintah Allah.42

6) Bersifat denngki

Menurut bahasa dengki ialah menaruh perasaan marah karena sesuatu yang amat sangat kepada keberuntungan orang lain. Jadi bahwasanya dengki lebih sering disebut dengan benci didalam hati kepada orang yang selalu mendapatkan kenikmatan yang lebih.

7) Iri hati

Iri hati merupakan sifat yang tercela, yang menurut bahasa itu ialah merasa kurang senang melihat kelebihan orang lain.

8) Sombong

Sombong ialah menggap dirinya lebih dari yang lain sehingga ia berusaha menutupi dan tidak mau mengakui kekurangannya, dirinya selalu merasa lebih besar, lebih pintar dan masih banyak lainnya.

Berdasarkan siifat-sifat di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwasanya setiap manusia itu memiliki sifat-sifat tersebut, akan tetapi seseorang dapat berbuat baik jika ia diajarkan akhlak yang baik oleh orangtuanya, dan bergaul

42 Yatimin Abdullah, op.cit. h. 38

dengan akhlaqul karimmah di lingkungan sekitar, dan apabila seseorang tidak pernah diajarkan akhlaqul karimah maka ia juga dapat berperilaku buruk dengan masyarakat sekitar. Oleh karena itu tindak tunduk batin manusia itu pun dapat berbolak balik.

b. Tujuan Pembinaan Akhlak

Tujuan merupakan standar usaha yang dapat ditentukan, serta mengarahkan usaha yang akan dilalui dan merupakan titik pangkal untuk mencapai tujuan-tujuan lain. Di samping itu, tujuan dapat membatasi ruang gerak usaha, agar kelihatan dapat terfokus, pada apa yang dicita-citakan, dan yang penting lagi adalah dapat memberikan penilaian atau evaluasi pada usaha-usaha pendidikan. Tujuan pendidikan Islam merupakan komponen pendidikan yang harus dirumuskan terlebih dahulu sebelum merumuskan komponen-komponen pendidikan yang lain.43

c. Ruang Lingkup Akhlak

Berdasarkan berbagai macam definisi akhlak, maka akhlak tidak memiliki pembatasannya, ia melingkupi dan mencakup semua kegiatan, usaha dan upaya manusia, yaitu dengan nilai-nilai perbuatan. Dalam perspektif islam, akhlak itu konprehensif dan holistik, di mana dan kapan saja mesti berakhlak. Oleh sebab itulah merupakan tingkah laku manusia dan tidak akan pernah berpisah dengan aktivitas manusia. Jadi, ruang lingkup akhlak Islam adalah seluas kehidupan

43Abdul Mujib, Jusuf Mudzakir, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006), h. 71.

manusia itu sendiri yang mesti diaplikasikan fi kulli al-makan wa fi kulli al zaman.

Akhlak Islam meliputi:

1) Hubungan manusia dengan Allah sebagai penciptanya. Bersyukur kepada Allah. Titik tolak akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan melainkan Allah. Adapun akhlak kepada Allah meliputi selalu menjaga tubuh dan pikiran dalam keadaan bersih, menjauhkan diri dari perbuatan keji dan munkar, dan menyadari bahwa semua manusia sederajat.44 2) Akhlak terhadap sesama manusia. Banyak sekali rincian tentang perlakuan

terhadap sesama manusia. Petunjuk mengenai hal itu tidak hanya berbentuk larangan melakukan hal-hal yang negatif seperti membunuh, menyakiti badan, atau mengambil harta tanpa alasan yang benar, melainkan juga menyakiti hati dengan jalan menceritakan aib sesama. Akan tetapi akhlak kepada sesama manusia meliputi menjaga kenormalan pikiran orang lain, menjaga kehormatannya, bertenggang rasa dengan keyakinan yang dianutnya, saling tolong menolong dan lain-lain.Manusia adalah makhluk sosial yang kelanjutan eksistensinya secara fungsional dan optimal banyak bergantung pada orang lain, untuk itu ia perlu bekerja sama dan saling tolong menolong dengan orang lain. Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada saudara, karena ia berjasa dalam ikut serta mendewasaan kita, dan merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Caranya dapat dilakukan dengan memuliakannya, memberi bantuan, pertolongan dan menghargainya.45

44Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Raja Grafindo, 2011), h. 356.

45 Moh Ardani, Akhlak Tasawuf, (PT Mitra Cahaya Utama, 2005), h. 49

3) Akhlak terhadap lingkungan, yaitu lingkungan alam dan lingkungan makhluk hidup lainnya, termasuk air, udara, tanah, tumbuh-tumbuhan, dan hewan.

Jangan membuat kerusakan di muka bumi ini.

Berdasarkan penjelasan di atas maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa ruang lingkup akhlak mempunyai cakupan yang luas yang terdiri dari akhlak terhadap Allah Swt, akhlak terhadap sesama manusia, dan akhlak terhadap lingkungan.

d. Sumber dan kedudukan akhlak

Akhlak menempati posisi yang sangat penting dalam agama Islam.

Pentingnya kedudukan akhlak dapat dilihat dari berbagai sunnah qouliyah (sunnah dalam bentuk perkataan) sebagaimana berikut:

1) Rasulullah Saw, menempatkan penyempurnaan akhlak yang mulia sebagai misi dalam sejarah penyampaian Islam di muka bumi ini. Seperti yang terdapat dalam hadis yaitu:

ُالله ًَ ِض َرَة َزٌْ َزٌُ ًِبَأ ْهَع َمَلَس ََ ًٍَِْلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُل ُُْس َر َلبَق

ُتْثِعُببَمَو ﺇ َحِلبَص َمِّمَتُ ِلِ

ِق َلَْخَ ْلِا

Artinya:

“Dari Abu Hurairah ra ia berkata Rasulullah Saw, bersabda sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.(HR. Bukhari. No 273).46

46 Imam Al Bukhari, Al-adab Al-mufrad, (Al Jazairi: Griya Ilmu, 2007), h. 218

Berdasarkan hadis di atas peneliti dapat menyimpulkan bahwa Rasulullah Saw telah menyempurnakan akhlak yang baik, seorang mukmin yang baik akhlaknya menunjukkan kesempurnaan imannya. Dan mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.

2) Akhlak merupakan salah satu ajaran pokok agama Islam, sehingga Rasulullah Saw pernah mendefinisikan agama itu dengan akhlak yang baik (husn-al-kluluk)

3) Akhlak yang baik akan memberatkan timbangan kebaikan seseorang nanti pada hari kiamat.47

Sumber akhlak adalah yang menjadi ukuran baik dan buruk atau mulia dan tercela. Sebagaimana keseluruhan ajaran agama Islam, sumber akhlak adalah Alquran dan sunnah, bukan akal pikiran atau pandangan masyarakat sebagaimana pada pandangan konsep etika dan moral. Dan bukan pula karena baik atau buruk dengan sendirinya sebagaimana pandangan Mu’tazilah.

Dokumen terkait