BAB IV UPAYA KESEHATAN
B. Akses dan Mutu Pelayanan Kesehatan
Rumah sakit, puskesmas merupakan sarana pendukung dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dirumah sakit dan puskesmas, maka diperlukan peningkatan mutu rumah sakit maupun puskesmas, peningkatan mutu tersebut dapat melalui penyediaan fasilitas pendukung pelayanan salah satunya adalah laboratorium kesehatan.
Walaupun pemerintah Kota Bima belum memiliki Rumah Sakit Umum sendiri namun pemerintah Kota Bima telah memiliki 2 Puskesmas Perawatan yang setara dengan rumah sakit tipe C yang berfungsi sebagai puskesmas rawat jalan maupun rawat inap dimana kedua puskesmas tersebut dilengkapi dengan berbagai fasilitas, baik fasilitas penunjang program pelayanan luar gedung maupun dalam gedung diantaranya laboratorium dan alat kesehatan yang cukup memadai, selain 2 puskesmas perawatan, pemerintah Kota Bima masih memiliki 3 Puskesmas non perawatan yang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti laboratorium yang cukup memadai. Dari kelima puskesmas tersebut terletak dimasing-masing lima kecamatan yang ada di Kota Bima, penyebaran dan ketersediaan fasilitas puskesmas sebagaimana tersebut di atas tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk mempermudah akses dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan masyarakat, berikut gambaran tentang
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 70 cakupan kunjungan rawat jalan dan rawat inap berdasarkan puskesmas, serta cakupan kunjungan gangguan jiwa (ringan /insomnia ) di Kota Bima Tahun 2012.
1. Ketersedian Obat Pelayanan Kesehatan Dasar di Kota Bima
Adapun hal yang sangat berpengaruh terhadap kesembuhan pasien bukan saja ketepatan diagnosa, baik diagnosa keperawatan maupun diagnosa medis tetapi juga bagaimana tingkat ketepatan pemberian obat yang dibutuhkan oleh pasien, oleh karena itu kebutuhan obat ditingkat pelayanan puskesmas harus tersedia sesuai kebutuhan. Adapun gambaran bagaimana ketersediaan obat di Kota Bima tahun 2012 berdasarkan Indikator kegiatan program penyediaan obat untuk pelayanan kesehatan dasar dengan target antara lain: jumlah item obat yang tersedia ditargetkan 100%, realisasi 98%, tersedianya obat esensial dan generic sesuai kebutuhan masyarakat ditargetkan Generik: 95% terealisasi 100%, Esensial: 95 % terealisasi 100 % . (Sumber :Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012)
2. Peserta Jaminan Prabayar Menurut Kecamatan di Kota Bima
Peserta jaminan kesehatan Pra-Bayar diwilayah Kota Bima sebanyak 59.156 Orang atau sebanyak 41.1% dari Total Jumlah Penduduk di Kota Bima sementara Peserta Askes sebanyak 18.036 Peserta atau 12.5%, peserta askeskin sebanyak 41.118 (28.6%) dengan rincian untuk Jamkesmas Pusat sebanyak 35,124, jamkesda sebanyak 5.994, Jamsostek 0, adapun gambaran peserta Jaminan Kesehatan prabayar sebagai berikut :
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 71
Gambar: 36
Jumlah Peserta ASKES Di wilayah kecamatan Kota Bima Tahun 2012
Sumber : Bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Peserta ASKES terbanyak diwilayah kerja Kecamatan Mpunda sebanyak 7.945 orang, diurutan kedua diwilayah Kecamatan Asakota sebesar 4.079 orang yang ketiga Kecamatan RasanaE Barat sebanyak 2.343 orang urutan ke empat diwilayah kerja Kecamatan Raba sebanyak 2.056 orang dan yang terakhir di Kecamatan RasanaE Timur sebanyak 1.615 orang. Berikut gambaran peserta Jamkesmas dan Jamkesda Kota Bima Tahun 2012.
Gambar: 37
Jumlah Peserta JAMKESMAS DAN JAMKESDA Di wilayah kecamatan Kota Bima Tahun 2012
Sumber : Bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Dikes Kota Bima 2012 0 10000 20000 30000 40000 50000
MASYARAKAT MISKIN JUMLAH YANG ADA
7864 10308 6315 10374 6257 41118
MASYARAKAT MISKIN DICAKUP JAMKEMAS JUMLAH
6860 8688 5390 8874 5312 35124
MASYARAKAT MISKIN DICAKUP JAMKESDA JUMLAH 1004 1620 925 1500 945 5994 PARUG A ASAK OTA MPUND A PENAN AE RASA NAE TIMUR KOTA
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 72 Peserta Jamkesmas terbanyak terletak diwilayah kecamatan Raba sebanyak 8.874 orang diikuti kecamatan Asakota sebanyak 8,688 orang, selanjutnya kecamatan Rasanae Barat 6,860 orang,selanjutnya kecamatan mpunda sebanyak 5, 390 orang dan terakhir pada wilayah kecamatan Rasanae Timur sebanyak 5,312 orang.
Selanjutnya masyarakat miskin yang dicakup oleh pelayanan sebanyak 41.118 orang dan yang mendapatkan pelayanan rawat jalan sebanyak 24.776 orang atau 60,3%.
Kontribusi terbanyak yang mendapatkan pelayanan kesehatan rawat jalan sebanyak 6.607 orang pada Kecamatan RasanaE Barat selanjutnya yang mendapatkan pelayanan rawat jalan urutan kedua terletak pada wilayah kecamatan Raba sebesar 6.142 orang ,diurutan ketiga terdapat pada kecamatan RasanaE Timur sebesar 6.067 orang. Diurutan keempat pada kecamatan Mpunda sebesar 3.219 orang dan terakhir pada kecamatan Asakota sebesar 2.741 orang.
Untuk pelayanan rawat jalan gakin rujukan pada sarana kesehatan strata 2 dan strata 3 tidak ada, mengingat di Kota Bima belum terdapat Rumah Sakit. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Gambar XXXI. Jumlah Peserta JAMKESMAS
Yang Mendapat Pelayanan Rawat Jalan Kota Bima Tahun 2012
No Kecamatan
Masyarakat Miskin (Dan Hampir Miskin)
Yang Ada
Dicakup ASKESKIN/ JAMKESMAS
Mendapat Yankes Rawat Jalan
Pelayanan Kesehatan Dasar (Pasien Maskin Di Sarkes Strata 1) Pelayanan Kesehatan Rujukan (Pasien Maskin Di Sarkes Strata 2 Dan Strata 3) 1 RasanaE Barat 7.851 7.851 6.607 0 2 Mpunda 6.339 6.339 3.219 0 3 RasanaE Timur 6.245 6.245 6.067 0 4 Raba 10.374 10.374 6.142 0 5 Asakota 10.309 10.309 2.741 0
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 73
Kota Bima 41.118 41.118 24.776 0
Sumber : Bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Selanjutnya pelayanan kesehatan Rawat Inap bagi Masyarakat Miskin pada sarana kesehatan dengan Strata 1 di Kota Bima yaitu sebanyak 716 Orang dengan rincian 352 orang di rawat di Puskesmas Paruga dan 364 orang di rawat di Puskesmas Asakota. sedangkan pasien Rawat inap yang dirujuk pada sarana Kesehatan dengan strata 2 dan 3 adalah sebanyak 632 orang dengan rincian sebanyak 189 orang yang dirujuk oleh Puskesmas Paruga, sebanyak 15 orang yang dirujuk oleh Puskesmas Mpunda, sebanyak 276 orang yang dirujuk oleh Puskesmas Raba dan 152 orang yang dirujuk oleh Puskesmas Asakota.
Pembangian pelayanan masyarakat miskin yang mendapatkan Pelayanan Rawat Inap berdasarkan Kecamatan atau Puskesmas dapat dilihat pada tabel berikut ini :
Gambar XXXII. Jumlah Peserta JAMKESMAS
Yang Mendapat Pelayanan Rawat Inab Kota Bima Tahun 2012
NO Kecamatan Puskesmas
Masyarakat Miskin (Dan Hampir Miskin)
Yang Ada
Mendapat Yankes Rawat Inab Yankes Dasara (Pasien Maskin di Sarkes Strata1) Yankes Rujukan (Pasien Maskin di Sarkes Strata 2 dan Strata 3)
1 RasanaE Barat Paruga 7.851 352 189
2 Mpunda Mpunda 6.339 - 15
3 RasanaE Timur RasanaE Timur 6.245 - -
4 Raba PenanaE 10.374 - 276
5 Asakota Asakota 10.309 364 152
Kota Bima 41.118 716 632
Sumber : Bidang pelayanan kesehatan masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 74
3. Kunjungan Rawat Jalan
Kunjungan rawat jalan adalah pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa tinggal di ruang rawat inab pada sarana kesehatan.
Berikut ini data kunjungan rawat jalan di Kota Bima mualai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 sebagai berikut:
Gambar: 38
Cakupan Kunjungan Rawat Jalan di Kota Bima Tahun 2008 s/d 2012
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa rata-rata cakupan kunjungan rawat jalan yang ada di Kota Bima mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di atas 100%. Untuk cakupan rawat jalan tertinggi terjadi pada tahun 2009 sebesar 118,81% atau sebanyak 157.175 orang, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2011 sebesar 97,49% atau sebanyak 139.007 orang. Tingginya cakupan rawat jalan yang ada di Kota Bima setiap tahunnya disebabkan antara lain adanya kunjungan pasien dari luan Kota Bima dan juga adanya pasien yang melakukan kunjungan ke sarana kesehatan lebih dari satu kali.
Adapun penyebaran jumlah kunjungan rawat jalan di sarana kesehatan yang ada di Kota Bima pada tahun 2012 dapat di lihat pada tabel berikut ini:
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 75
Gambar XXXIII. Jumlah Kunjungan Rawat Jalan Di Puskesmas Kota Bima Tahun 2012
No Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Kunjunganrawat Jalan
1 Puskesmas Paruga 34.341
2 Puskesmas Mpunda 40.228
3 Puskesmas RasanaE Timur 31.103
4 Puskesmas PenanaE 18.585
5 Puskesmas Asakota 28.581
Jumlah (Kab/Kota) 152.838
Jumlah Penduduk Kab/Kota 150.954
Cakupan Kunjungan (%) 101,25
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa kunjungan rawat jalan terbanyak berada di Puskesmas Mpunda wilayah kerja Kecamatan Mpunda sebanyak 40.228 pasien sementara yang terkecil kunjungan berada diwilayah kerja puskesmas Penanae sebanyak 18.585 pasien. Komulatif dari kunjungan pasien di Kota Bima sebanyak 152.838 pasien atau sebesar 101,25 % dari total jumlah penduduk Kota Bima. Dimana penduduk Kota Bima Sebanyak 150.954 jiwa. (BPS 2012)\
4. Cakupan Kunjungan Rawat Inap
Kunjungan rawat inab adalah pelayanan keperawatan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik dan harus tinggal di ruang rawat inab pada sarana kesehatan.
Berikut ini data kunjungan rawat inab di Kota Bima mualai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 sebagai berikut:
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 76
Gambar: 39
Cakupan Kunjungan Rawat Inab di Kota Bima Tahun 2008 s/d 2012
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa cakupan kunjungan rawat inab yang ada di Kota Bima mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 mengalami fluktuatif. Untuk cakupan rawat inab tertinggi terjadi pada tahun 2010 sebesar 1,70% atau sebanyak 2.414 orang, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 1,13% atau sebanyak 1.491 orang. Rendahnya cakupan rawat inab yang ada di Kota Bima setiap tahunnya disebabkan antara lain belum adanya Rumah Sakit, untuk Puskesmas Perawatan di Kota Bima baru memiliki 2 unit dari 5 unit puskesmas yang ada, sisanya adalah Puskesamas Non Perawatan.
Adapun penyebaran jumlah kunjungan rawat inab di sarana kesehatan yang ada di Kota Bima pada tahun 2012 dapat di lihat pada tabel berikut ini:
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 77
Gambar XXXIV. Jumlah Kunjungan Rawat Inab Di Puskesmas Kota Bima Tahun 2012
No Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Kunjungan Rawat Inab
1 Puskesmas Paruga 957
2 Puskesmas Mpunda -
3 Puskesmas RasanaE Timur -
4 Puskesmas PenanaE -
5 Puskesmas Asakota 1.107
Jumlah (Kab/Kota) 2.064
Jumlah Penduduk Kab/Kota 150.954
Cakupan Kunjungan (%) 1, 37
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa kunjungan rawat inab terbanyak berada di Puskesmas Mpunda wilayah kerja Kecamatan Asakota sebanyak 1.107 pasien, Puskesmas Paruga sebanyak 18.585 pasien. Untuk Puskesmas Mpunda, Puskesmas Rasanae Timur dan Puskesmas Raba tidak terdapat kunjungan rawat inab kerena merupakan Puskesmas Non Perawatan. Adapun komulatif dari kunjungan pasien rawat inab di Kota Bima tahun 2012 sebanyak 2.064 pasien atau sebesar 1,37% dari total jumlah penduduk Kota Bima.
5. Kunjungan Gangguan Jiwa
Kunjungan gangguan jiwa adalah kunjungan pasien yang mengalami gangguan kejiwaa, yang meliputi gangguan pada prasaan, proses piker dan perilaku, yang menimbulkan penderitaan pada idividu dan atau hambatan dalam melaksanakan peran sosialnya.
Berikut ini data kunjungan gangguan jiwa di Kota Bima mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 sebagai berikut:
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 78
Gambar: 40
Cakupan Kunjungan Gangguan Jiwa di Kota Bima Tahun 2008 s/d 2012
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa cakupan kunjungan gangguan jiwa yang ada di Kota Bima mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 mengalami fluktuatif. Untuk kunjungan gangguan jiwa tertinggi terjadi pada tahun 2008 sebanyak 745 kasus, sedangkan yang terendah terjadi pada tahun 2011 sebanyak 76 kasus, untuk tahun 2012 kembali mengalami peningkatan sebanyak 324 kasus dari tahun sebelumnya.
Adapun penyebaran jumlah kunjungan gangguan jiwa di sarana kesehatan yang ada di Kota Bima pada tahun 2012 dapat di lihat pada tabel berikut ini:
Gambar XXXV. Jumlah Kunjungan Gangguan Jiwa Di Puskesmas Kota Bima Tahun 2012
No Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah Kunjungan rawat Jalan
1 Puskesmas Paruga 64
2 Puskesmas Mpunda 156
3 Puskesmas RasanaE Timur 95
4 Puskesmas PenanaE 0
5 Puskesmas Asakota 9
Jumlah (Kab/Kota) 324
Sumber : Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat, Dikes Kota Bima 2012
Dari gambar di atas diketahui bahwa kunjungan gangguan jiwa terbanyak berada di Puskesmas Mpunda wilayah kerja Kecamatan Mpunda sebanyak 156 pasien, Puskesmas Rasanae Timur sebanyak
Profil Pembangunan Kesehatan Kota Bima 2012 (Subag Program dan Pelaporan) 79 95 pasien, Puskesmas Paruga sebanyak 64 pasien, Puskesmas Asakota banyak 9 pasien dan untuk Puskesmas Penanae tidak terdapat kunjungan pasien gangguan jiwa.