• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKSES TRANSPORTASI

Kesimpulan dan Rekomendasi

C. AKSES TRANSPORTASI

C. AKSES TRANSPORTASI

10. Bagaimana akses transportasi ke kecamatan dan Ibukota Provinsi?

Mudah Sulit Tidak Tentu

Melalui? (Jawaban Boleh Lebih Dari Satu) Darat

Sungai Laut Udara

11. Jenis alat transportasi apa saja yang dapat digunakan untuk mencapai tiap kecamatan? (Jawaban boleh lebih dari satu)

Mobil

Sepeda Motor Perahu Kapal Laut Pesawat

Lain-lain, Sebutkan

12. Jenis alat transportasi apa saja yang dapat digunakan untuk mencapai Ibukota Provinsi? (Jawaban boleh lebih dari satu)

Mobil

Sepeda Motor Perahu Kapal Laut Pesawat

Lain-lain, Sebutkan

13. Waktu tempuh dari Ibukota kabupaten/kota Ibu Kota Provinsi (Jam) : 1 jam

14. Jarak yang ditempuh dari ibu kota kabupaten/kota ke ibu kota provinsi : (Dalam km) 40 km 15. Berapa jarak dan waktu tempuh dari Ibukota kabupaten ke Rumah Sakit Rujukan terdekat (Dalam

km dan Menit)? Jarak : 2 km, Waktu Tempuh : 10 menit III. KRISIS KESEHATAN (16)

10. Jenis ancaman bencana di wilayah ini? (Jawaban boleh lebih dari satu) Banjir

Letusan Gunung Api Gempa Bumi

Gempa Bumi dan Tsunami Tanah Longsor

Banjir Bandang Kekeringan

Angin Puting Beliung Gelombang Pasang/Badai Banjir dan Tanah Longsor Kebakaran

Kebakaran Hutan dan Lahan Kecelakaan Transportasi Kecelakaan Industri

Kejadian Luar Biasa (KLB) - Penyakit Gagal Teknologi

Kejadian Luar Biasa (KLB) - Keracunan Wabah Penyakit (Epidemi - Pandemi) Konflik Sosial atau Kerusuhan Sosial Aksi Teror dan Sabotase

Lain-lain, Sebutkan

IV. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN (17-18)

17. Nama dan Jumlah Fasilitas Pelayanan Kesehatan?

No Jenis Fasilitas Pelayanan Kesehatan Jumlah

1 Rumah Sakit 2

2 Puskesmas Perawatan 28

3 Puskesmas Non Perawatan 0

4 Klinik Swasta 19

Jumlah 49

18. Nama RS, jumlah Tempat Tidur dan BOR di tiap Rumah Sakit?

Kode RS Nama RS Tipe RS

Kapa-sitas Tempat

Tidur

Apakah Sudah Memiliki Hospital Disaster Plan/

Perencanaan Penang-gulangan Bencana?

BOR

Apakah Memiliki Tim

Penang-gulangan Bencana?

Apakah memiliki Emergency

Medical Team?

5202011 RSUD Praya C 213 Ya 83,5

% Ya Ya

5202022 RS Islam Yatofa D 112 Tidak 66,2

% Ya Tidak

RS Ibu dan Anak Bumi Bunda

C 87 Tidak 72,6 Tidak Tidak

RS Cahaya Medika

D 65 Tidak 53,7 Tidak Tidak

V. SUMBER DAYA MANUSIA KESEHATAN (19-20)

19. Data ketenagaan pada unit yang mengkoordinir upaya penanggulangan krisis kesehatan di Dinas Kesehatan :

No Tingkat Pendidikan Jumlah

(1) (2) (3)

1 S2 Kesehatan 0

2 S2 Non Kesehatan 1

3 S1/D4 Kesehatan 1

4 S1/D4 Non Kesehatan 1

5 D3 Kesehatan 1

6 D3 Non Kesehatan 0

7 SLTA Kesehatan 0

8 SLTA Umum 1

No Tingkat Pendidikan Jumlah

9 SLTP 0

10 SD 0

20. Data jumlah tenaga Kesehatan di seluruh fasyankes di Kabupaten/Kota :

No Jenis SDM Kesehatan Jumlah

1 Dokter Spesialis 13

2 Dokter Umum 67

3 Perawat 582

4 Bidan 242

Jumlah 904

VI. KERANGKA HUKUM, MEKANISME KOORDINASI DAN STRUKTUR ORGANISASI TERKAIT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (21-26)

A. Kebijakan/Peraturan Terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan

21. a. Apakah Pemerintah Daerah pernah membuat Perda/SK Bupati terkait penanggulangan bencana/krisis kesehatan?

Ya Tidak

b. Bila ada, mohon disebutkan nomor, tahun dan judul Peraturan Daerah tersebut

22. a. Apakah Dinas Kesehatan pernah membuat kebijakan/peraturan terkait penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

b. Bila ada, mohon disebutkan nomor, tahun dan judul Peraturan Dinkes tersebut B. STRUKTUR ORGANISASI PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN

23. a. Apakah Dinas Kesehatan memiliki unit kerja yang memiliki tupoksi sebagai koordinator dalam penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

b. Bila tidak terletak di struktur siapakah pelaksana koordinator penanggulangan krisis kesehatan?

24. Apakah Dinas Kesehatan kabupaten/kota telah membentuk klaster kesehatan di wilayahnya?

Ya Tidak

Bila “YA” agar melakukan scan SK Klaster Kesehatan.

-

Bila “TIDAK/BELUM”, Mengapa? karena belum memahami tentang susunan organisasi klaster kesehatan dan bagaimana kedudukan organisasi klaster kesehatan ke dalam dinas kesehatan C. MEKANISME KOORDINASI PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN

25. Pelaksanaan pertemuan koordinasi dalam mobilisasi sumber daya kesehatan : Rutin, tidak hanya kalau terjadi bencana

Sewaktu-waktu saja, bila terjadi bencana/ada hal yang penting Tidak pernah

26. Unit apa saja yang terlibat dalam pertemuan koordinasi tersebut? (Jawaban boleh lebih dari satu)

BPBD Dinas Sosial

Dinas Pekerjaan Umum LSM

Perguruan Tinggi Masyarakat Lembaga Usaha Lain-lain, Sebutkan PMI

VII. KEPEMILIKAN TIM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (27-32)

27. Apakah kabupaten/kota telah memiliki tim penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Jika Tidak, Mengapa? sudah ada tim yang dibentuk oleh kepala dinas kesehatan tetapi belum di SK tim tersebut melibatkan semua puskesmas yang ada dalam wilayah kerja dinas kesehatan kabupaten lombok tengah.

28. Bila memiliki, Tim apa sajakah yang tersedia : (Jawaban boleh lebih dari satu) Tim RHA

Tim Penyelidikan Epidemiologi

Tim Gerak Cepat (TGC) / Emergency Medical Team (EMT) dan Public Health Rapid Response Team (PHRRT)

29. Apakah pembentukan tim tersebut telah ditetapkan dengan SK Kadinkes/Direktur RS/Bupati?

Ya Tidak Bila Ya, Mohon Scan SK -

30. Apakah tersedia SOP mekanisme mobilisasi Tim Gerak Cepat, Tim RHA dan Tim Bantuan Kesehatan?

Ya Tidak Bila YA, Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis Tenaga Tiap Tim

Waktu Mobilisasi Setelah Bencana

1-24 jam 1-72 jam Lain-lain, Sebutkan Lain-lain, Sebutkan!

Mekanisme Mobilisasi Lain-lain, Sebutkan!

Jika Tidak, Mengapa?

31. Apakah setiap Puskesmas telah memiliki tim medis untuk kedaruratan (Emergency Medical Team)?

Ya Tidak

Bila ya, mohon disampaikan SK pembentukan Tim tapi belum di SK kan (SK dalam Proses) karena baru di bentuk

32. Apakah Dinkes kabupaten/kota telah memetakan/mengidentifikasi ketersediaan tenaga-tenaga kesehatan yang siap untuk dimobilisasi pada saat bencana?

Ya, sudah ada data di seluruh fasyankes di wilayah kabupaten/kota

Ya, sudah ada data di sebagian fasyankes, karena setiap puskesmas berangggotakan 2 orang secara bergantian tiap hari.

Belum sama sekali, karena

VIII. RENCANA PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (33-38)

33. Apakah Dinas Kesehatan telah menyusun Rencana Kontinjensi Bidang Kesehatan?

Ya Tidak

Bila TIDAK, Mengapa?

Bila jawaban “TIDAK”, maka Pengisian Kuisioner Dilanjutkan pada pertanyaan No. 38. Bila jawaban “YA”, Pengisian Kuisioner Dilanjutkan pada pertanyaan No. 33-37

34. Apa judul, tahun pembuatan dan sumber pembiayaannya?

35. Apakah rencana ini menjadi bagian dari perencanaan BPBD Kab/Kota?

Ya Tidak

36. Apakah Rencana Kontinjensi yang telah disusun : Sudah Ditandatangani Bupati

Sudah Ditandatangani Kepala Dinas Kesehatan Masih Sebatas Draft

Scan Dokumen Rencana Kontinjensi.

-

37. Apakah Dinas Kesehatan telah melakukan TTX, Simulasi, Gladi Bencana Bidang Kesehatan berdasarkan rencana kontinjensi yang disusun?

Ya Tidak

38. Apakah dilakukan evaluasi setelah pelaksanaan gladi?

Ya Tidak

Bila Ya, Apakah dilakukan revisi rencana kontinjensi setelah dievaluasi?

Ya Tidak

Bila TIDAK, Mengapa?

IX. STANDARD OPERATING PROCEDURE (SOP) TERKAIT PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (39-46)

39. Apakah tersedia SOP mekanisme koordinasi terkait penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila ya, Apakah SOP tersebut memuat :(Jawaban boleh lebih dari satu) Mekanisme Koordinasi Pra Krisis Kesehatan

Mekanisme Koordinasi Saat Krisis

Mekanisme Koordinasi Pasca Krisis Kesehatan

Bila TIDAK, bagaimana pelaksanaan koordinasi dalam penanggulangan krisis kesehatan yang pernah dilakukan selama ini? belum dibuat, koordinasi selama ini dilakukan berdasarkan kebutuhan dan kasus yang akan di selesaikan dalam rangka penanggulangan krisis kesehatan.

40. Apakah tersedia SOP Penanganan Korban Bencana di Lapangan?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis Tenaga

Kompetensi Tenaga

Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Tata Laksana Penanganan Korban Lain-lain, Sebutkan

Bila TIDAK, bagaimana mekanisme penanganan korban bencana di lapangan yang dilakukan selama ini tidak ada SOP dalam penanganan korban bencana di lapangan, prosedur penanggulangan bencana di lapangan menggunakan standar SPGDT dimana sebagaian petugas puskesmas sudah pendapat pelatihan tentang kegawat daruratan umum.

41. Apakah tersedia SOP pengelolaan obat dan logistik kesehatan?

Ya Tidak

Bila Ya, Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis Tenaga

Kompetensi Tenaga

Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Jenis Obat dan Logistik Kesehatan Mekanisme Mobilisasi

Alur Permintaan Kebutuhan Lain-lain, Sebutkan

Bila TIDAK, bagaimana mekanisme penanganan korban bencana di lapangan yang dilakukan selama ini tidak ada SOP pengelolaan obat dan logistik di lapangan apabila terjadi krisis kesehatan, selama ini mekanisme pengelolaan obat berdasarkan kebutuhan menggunakan 42. Apakah tersedia SOP pengelolaan bantuan relawan?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Jenis Relawan

Kompetensi Relawan Jumlah Relawan

Cp Yang Harus Dihubungi Lain-lain, Sebutkan

Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme mobilisasi bantuan relawan yang dilakukan selama ini?

dinas kesehatan tidak pernah memobilisasi tenaga relawan ke lokasi terjadinya krisis kesehatan akibat bencana, kalaupun ada relawan yang datang itu dari inisiatif sendiri.

43. Apakah tersedia SOP pemantauan kejadian krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Pelaksanaan Pemantauan 24 Jam

Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Jenis dan Kompetensi Petugas

Alat Komunikasi Yang Digunakan Lain-lain, Sebutkan

Bila TIDAK, bagaimana mekanisme pelaksanaan pemantauan kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? selama ini dinas kesehatan kabupaten lombok tengan melakukan pemantauan berdasarkan situasi yang terjadi, apabila timbul situasi krisis kesehatan puskesmas memberikan laporan ke dinas kesehatan kabupaten, kalau tidak ada kejadian berarti tidak ada laporan.

44. Apakah tersedia SOP Pelaporan Kejadian Krisis Kesehatan?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu)

Alur pelaporan berjenjang dari Dinkes Kab - Dinkes Prov - Kemenkes sesuai Permenkes 77 Format Pelaporan sesuai Permenkes 77

Struktur Organisasi (Penanggung Jawab) Alat Pengolah Data Yang Digunakan Lain-lain, Sebutkan

Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme pelaporan kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? Tidak ada SOP pelaporan, pernah dinas kesehatan provinsi memberikan format pelaporan krisis kesehatan tetapi tidak di gunakan karena tidak semua puskesmas bisa meggunakan format tersebut dan tidak ada pelatihan tentang sistim pelaporan bencana.

45. Apakah tersedia SOP sistem rujukan (pra RS-RS) apabila terjadi bencana dengan korban massal?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Daftar RS Rujukan

Sarana Prasarana / Ambulans Jenis dan Kompetensi SDM Waktu Tiba di Lokasi Kejadian Waktu Rujukan

Jejaring Antar RS Call Center

Lain-lain, Sebutkan

Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme sistem rujukan pada kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? rujukan pada pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan pada tingkat lanjut dilakukan dengan prosedur layaknya pasien umum

46. Apakah tersedia SOP Pelayanan Kesehatan untuk penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila YA : Apakah SOP tersebut memuat : (Jawaban boleh lebih dari satu) Pelayanan Kesehatan Dasar

Pelayanan Gizi

Kesehatan Reproduksi Kesehatan Jiwa Kesehatan Lingkungan Promosi Kesehatan Surveilans

Lain-lain, Sebutkan

Bila “TIDAK”, bagaimana mekanisme pelayanan kesehatan pada kejadian krisis kesehatan yang dilakukan selama ini? pelayanan kesehatan dilakukan di puskesmas apabila terjkadi krisis kesehatan, dan apabila dibutuhkan mendirikan pos kesehatan di tempat kejadian maka dinas kesehatan memberikan instruksi ke puskesmas untuk mendirikan pos kesehatan di tempat tersebut dan dilakukan secara bergantian antara PKM yang terdekat meskipun PKM tersebut bukan pada wilayah kerja mereka.

X. PEMBIAYAAN PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (47-49) A. Anggaran Pengurangan Risiko Krisis Kesehatan

47. Apakah Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran untuk Penanggulangan Krisis Kesehatan?

Ya Tidak

Bila “YA”, untuk program/kegiatan pengurangan risiko kesehatan apa saja anggaran tersebut digunakan? (Jawaban boleh lebih dari satu)

Peningkatan Kapasitas Petugas Sosialiasasi dan Advokasi Kebijakan Penyusunan SOP/Pedoman/Juklak Gladi/Simulasi

Pengadaan Sarana Prasarana Pengadaan Alat Kesehatan Pengadaan Obat

Lain-lain, Sebutkan Bila TIDAK, Mengapa?

B. Anggaran Saat Tanggap Darurat 48. Apakah Dinkes menerima DAK?

Ya Tidak

Bila “ YA”, apakah digunakan untuk upaya pengurangan risiko krisis kesehatan?

Ya Tidak

49. Apakah Dinas Kesehatan telah mengetahui adanya Dana Siap Pakai di BNPB dan Biaya Tak Terduga (BTT) di provinsi/kabupaten/kota yang dapat digunakan untuk penanganan masa tanggap darurat?

Paham DSP Paham BTT Tidak Paham DSP Maupun BTT

XI. KETERLIBATAN INSTITUSI/LEMBAGA NON PEMERINTAHAN DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (50-51)

50. Apakah Dinas Kesehatan telah mengidentifikasi institusi/lembaga non pemerintahan yang dilibatkan dalam penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

51. Apakah Dinas Kesehatan pernah mengadakan MoU dengan LSM/Intansi/lembaga non pemerintah dalam penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila Ya, Institusi/lembaga apa dan terkait kegiatan apa?

XII. PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (52)

52. Apakah Dinas Kesehatan/Puskesmas telah melakukan fasilitasi kepada masyarakat dalam rangka pemberdayaan masyarakat terkait penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila Ya. Dalam bentuk apakah kegiatan fasilitasi pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan?

(Jawaban boleh lebih dari satu )

Analisa Risiko krisis kesehatan akibat Bencana Penyusunan Perencanaan Masyarakat dalam PKK

Sosialisasi Penanggulangan Krisis Kesehatan Pelatihan/Peningkatan Kapasitas terkait PKK Table Top Exercise (TTX)

Simulasi/Gladi Penanggulangan Krisis Kesehatan Lain-lain, Sebutkan

Bila Ya, Unsur/elemen masyarakat apa saja yang dilibatkan? (Jawaban boleh lebih dari satu) Karangtaruna

Pramuka Pelajar Mahasiswa Ibu-ibu PKK Kader Posyandu Lain-lain, Sebutkan Bila TIDAK, Mengapa?

XIII. PENINGKATAN KAPASITAS PETUGAS PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (53-54)

53. Apakah Dinas Kesehatan memiliki petugas yang terlatih terkait penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila TIDAK, Mengapa?

Tambah

Unit Jumlah Tenaga Kesehatan Yang Pernah Dilatih

Jumlah Manajemen PKK Teknis Medis Teknis Non Medis

- 1 0 0 1

54. Apakah Dinkes memiliki perencanaan peningkatan kapasitas SDM terkait PKK yang rutin dan berkesinambungan?

Ya Tidak

Bila Ya. Apa saja programnya?

Bila Tidak. Mengapa?

XIV. MANAJEMEN DATA DAN INFORMASI PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (PRA, SAAT DAN PASCA) (55-60)

55. Apakah tersedia data kejadian krisis kesehatan 5 tahun terakhir?

Ya Tidak

56. Data yang tersedia disimpan dalam bentuk apa? (Jawaban bisa lebih dari satu) Hardcopy

Softcopy Cloud

57. Apakah tersedia daftar kontak person lintas program dan lintas sektor terkait Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencanabaik di tingkat kabupaten/kota maupun Provinsi?

Ya

Bila Ya, Lampirkan File Data Kontak Personnya -

Tidak

Bila Tidak, Apa alasannya?

58. Apakah tersedia media informasi yang dapat diakses oleh seluruh masyarakat untuk untuk meningkatkan kesadaran dalam kesiapsiagaan bencana?

Ya Tidak

Bila Ya, dalam bentuk apa? (Jawaban boleh lebih dari satu) Website

Buletin Buku Poster Leaflet

Lain-lain, Sebutkan

59. Apakah tersedia sarana pengumpulan, pengolahan data dan penyampaian informasi terkait penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Berupa apa? (Jawaban boleh lebih dari satu)

Telepon Fax HP

Telepon Satelit Radio Komunikasi Laptop

Komputer Internet

Lain-lain, Sebutkan

60. Apakah Dinkes kabupaten/kota sudah memiliki Sistem Pemantauan Krisis Kesehatan 24 jam?

Ya Tidak

XV. KAPASITAS UNTUK MEMETAKAN RISIKO KRISIS KESEHATAN (61-63)

61. Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kapasitas atau data kapasitas sumber daya yang dapat digunakan untuk penanggulangan krisis kesehatan? (SDM, Sarana Prasarana)

Ya Tidak

62. Apakah Dinas Kesehatan memiliki peta kelompok rentan per kecamatan di kabupaten/kota?

Ya Tidak

63. Apakah tersedia peta jenis ancaman bencana per kecamatan di kabupaten/kota?

Ya Tidak

XVI. FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN YANG AMAN TERHADAP BENCANA (64-66)

64. Apakah telah dilakukan penilaian risiko fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten/kota terhadap berbagai ancaman bencana yang terjadi di wilayah tersebut?

Ya, sebagian/seluruh fasyankes telah dilakukan penilaian risiko

Ya, namun hanya sebagian kecil fasyankes yang telah dilakukan penilaian risiko Belum ada sama sekali

65. Bila Jawaban No 64 Ya. Apakah telah dilakukan mitigasi menindaklanjuti hasil penilaian risiko tersebut?

Ya Tidak

Bila Belum Ada, Mengapa? belum ada perencanaan dan penilaian risiko pernah dilakukan oleh BPBD setempat akan tetapi tidak disosialisasikan ke dinas lain sehingga dinas lain tidak mengetahui sejauh mana program tersebut telah berjalan.

66. Apakah Dinkes memiliki program yang berkesinambungan untuk implementasi fasyankes yang aman terhadap bencana?

Ya Tidak Bila “YA”, apa saja?

Bila Belum Ada, Mengapa? belum direncakan sehingga tidak ada program XVII. SISTEM PERINGATAN DINI DAN SURVEILANS PENYAKIT (67)

67. Apakah telah tersedia sistem peringatan dini untuk seluruh ancaman kejadian bencana di wilayahnya

Ya, sebagian/seluruh ancaman bencana sudah ada sistem peringatan dininya

Ya, namun hanya sebagian kecil ancaman bencana yang sudah ada sistem peringatan dininya Belum ada sama sekali

XVIII. SARANA DAN PRASARANA PENANGGULANGAN KRISIS KESEHATAN (68-71)

68. Apakah tersedia sarana prasarana khusus untuk penanggulangan krisis kesehatan?

Ya Tidak

Bila jawaban nomor 68 YA :

69. Apakah penyediaan sarana prasarana penanggulangan krisis kesehatan telah menyesuaikan dengan jenis ancaman bencana di wilayah kabupaten/kota?

Ya Tidak

70. Apakah dilakukan pemeliharaan sarana prasarana tersebut secara berkala/rutin?

Ya Tidak

71. Apakah sarana prasarana tersebut sudah tersedia cukup sesuai dengan kebutuhan?

Ya Tidak

XIX. PUBLIC SAFETY CENTER (PSC) (72)

72. Apakah Pemerintah kabupaten/kota sudah memiliki PSC 24 Jam untuk pelayanan kegawatdaruratan terpadu?

Ya Tidak

Dokumen terkait