• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktifitas siswa diperoleh dengan menggunakan instrumen lembar pengamatan aktifitas siswa. Dari hasil pengamatan selama tiga kali pertemuan yaitu RPP I, RPP II, dan RPP III. Persentasi aktifitas siswa dalam Kegiatan pembelajaran fisika dengan menggunakan pembelajaran multi model (numbered head togther dan problem based learning) dapat disajikan dalam bentuk diagram di bawah ini:

Gambar 4.2 Diagram Persentase Aktifitas Siswa pada pembelajaran NHT 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 1 2 3 4 5 6 7 8 Per sen tasi (% ) Aktifitas siswa

RPP I

RPP I

Gambar 4.3 Diagram Persentase Aktifitas Siswa pada pembelajaran NHT Keterangan :

RPP I :

1. Mendengarkan dan memperhatikan penyampaian informasi tentang materi energi dan perubahannya

2. Mengikuti instruksi guru untuk membentuk kelompok belajar terdiri dari 7-8 orang

3. Menerima nomor yang diberikan guru dan memperhatikan nomornya masing-masing

4. Berfikir bersama mendiskusikan dan meyakinkan setiap anggota dalam kelompoknya mengetahui jawabannya

5. Memperhatikan dan menanyakan yang kurang jelas

6. Memperhatikan dan maju di depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi/memberikan jawaban

7. Mendengarkan dan memperhatikan informasi tentang jawaban LKPD I yang disampaikan guru

8. Menyimpulkan pelajaran yang sudah dipelajari RPP II dan III :

1. Mendengarkan penyampaian topik dan tujuan pembelajaran khusus (TPK) melalui permasalahan oleh guru dan menanggapi permasalahan yang disampaikan guru

2. Mendengarkan penjelasan guru

3. Mendengarkan dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru 4. Mengikuti intruksi guru untuk membentuk kelompok

5. Memperhatikan pengarahan tata cara pelaksanaan penyelidikan dari guru 6. Menyiapkan peralatan/perangkat pembelajaran (Lembar Kerja Siswa, alat dan

bahan percobaan)

7. Bekerjasama dalam melakukan penyelidikan dengan teliti 8. Bertanya jika ada yang belum dimengerti

0 20 40 60 80 100 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Per sen tasi (% ) Aktifitas siswa

RPP II dan RPP III

RPP II RPP III

9. Menuliskan data hasil percobaan pada LKS dan mengolah data

10. Memilih 2 orang perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil penyelidikan didepan kelas

11. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas

12. Menyimak informasi sebenarnya dari guru tentang penyelidikan yang dilakukan

Pada RPP I siswa melakukan aktifitas 1, yaitu mendengarkan dan memperhatikan penyampaian informasi tentang materi energi dan perubahannya, skor yang diperoleh siswa yaitu 98,5% hal ini dikarenakan siswa sangat antusias dengan pembelajaran yang dilakukan. Siswa melakukan aktifitas 2, yaitu Mengikuti instruksi guru untuk membentuk kelompok belajar terdiri dari 7-8 orang skor yang diperoleh siswa yaitu 79,75% hal ini karena siswa mulai membentuk kelompok dan dan beradaptasi satu sama lain untuk saling kerjasama dalam berkelompok. Siswa melakukan aktifitas 3, yaitu menerima nomor yang diberikan guru dan memperhatikan nomornya masing-masing, skor yang diperoleh siswa yaitu 84,75% dikarenakan mereka sangat senang dengan pemberian nomor kepada masing-masing siswa sehingga mereka mereka memilki tanggung jawab masing-masing.

Siswa melakukan aktifitas 4, yaitu berfikir bersama mendiskusikan dan meyakinkan setiap anggota dalam kelompoknya mengetahui jawabannya, skor yang diperoleh siswa yaitu sebesar 87% karena siswa mulai bisa bertanggung jawab dengan tugas kelompoknya masing-masing. Siswa melakukan aktifitas 5, yaitu Memperhatikan dan menanyakan yang kurang jelas, skor yang diperoleh siswa yaitu 75% karena siswa mulai memahami dan mengerti materi yang sudah diajarkan. Siswa melakukan aktifitas 6, yaitu memperhatikan dan maju di depan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusi/memberikan jawaban, skor yang

diperoleh siswa yaitu 71% karena sebagian siswa masih belum terbiasa mempresentasikan hasil diskusinya didepan kelas.

Siswa melakukan aktifitas 7, yaitu mendengarkan dan memperhatikan informasi tentang jawaban LKPD I yang disampaikan guru, skor yang diperoleh siswa yaitu 85,5% siswa sangat antusias mendengarkan dan memperhatikan penjelasan yang disampaikan guru. Dan siswa melakukan aktifitas 8, yaitu menyimpulkan pelajaran yang sudah dipelajari, skor yang diperoleh yaitu 80,75% siswa mulai memahami dan mengerti tentang materi yang sudah diajarkan.

Aktifitas yang sangat menonjol pada RPP I adalah siswa melakukan aktifitas 1, yaitu mendengarkan dan memperhatikan penyampaian informasi tentang materi energi dan perubahannya, skor yang diperoleh siswa yaitu 98,5% dengan kategori sangat baik. Hal ini dikarenakan siswa sangat antusias dan tertib saat memulai pembelajaran, ketika guru menjelaskan materi siswa selalu memperhatikan dan mendengarkan penjelasan guru dan bertanya jika tidak dimengerti dan siswa merasa senang dengan model pembelajaran yang dilakukan. Hal ini sejalan dengan guru sebagai perencana (planner) yang harus mempersiapkan apa yang akan dilakukan di dalam proses belajar mengajar sehingga tercipta situasi yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang dapat mengantarkan siswa mencapai tujuan yang diharapkan.6

Pada RPP II dan RPP III skor yang diperoleh siswa dalam melakukan aktifitas mengalami peningkatan. Siswa melakukan aktifitas 1, yaitu

6

Muhammad Ali, Guru Dalam Proses Belajar Mengajar, Bandung : Sinar Baru

mendengarkan penyampaian topik dan tujuan pembelajaran khusus (TPK) melalui permasalahan oleh guru dan menanggapi permasalahan yang disampaikan guru. Skor yang diperoleh siswa yaitu 85,5% dan 87% peningkatannya cukup kecil yaitu 1,5%.

Siswa melakukan aktifitas 2, yaitu mendengarkan penjelasan guru. Skor yang diperoleh siswa yaitu 83% menjadi 89,5% peningkatannya cukup besar yaitu 6,5%. Peningkatan tersebut dikarenakan mereka sangat antusias mendengarkan penjelasan yang disampaikan. Siswa melakukan aktifitas 3, yaitu mendengarkan dan menjawab pertanyaan yang diberikan guru. Skor yang diperoleh siswa yaitu 87% menjadi 85,5% mengalami sedikit penurunan sebesar 1,5%. Penurunan tersebut dikarenakan ada beberapa siswa yang kurang memperhatikan dan memahami pertanyaan yang diberikan.

Siswa melakukan aktifitas 4, yaitu mengikuti intruksi guru untuk membentuk kelompok. Skor yang diperoleh siswa yaitu 92% menjadi 95,25%. Skor yang diperoleh dalam melakukan aktifitas tersebut mengalami peningkatan sebesar 3,25%. Peningkatan tersebut dikarenakan pada RPP III kelompok belajar yang dibentuk oleh guru tetap seperti pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, sehingga siswa dapat dengan mudah membentuk kelompok belajar sesuai instruksi guru dengan tenang dan tertib.

Siswa melakukan aktifitas 5, yaitu Memperhatikan pengarahan tata cara pelaksanaan penyelidikan dari guru. Skor yang diperoleh dalam melakukan aktifitas tersebut mengalami peningkatan sebesar 2,5 yaitu dari 85,5% pada RPP II menjadi 88% pada RPP III. Peningkatan tersebut dikarenakan pada RPP III

siswa sudah mengerti dengan arahan tata cara pelaksanaan penyelidikan. RPP II siswa belum mengerti dengan arahan tata cara pelaksanaan penyelidikan sehingga siswa masih banyak bertanya.

Siswa melakukan aktifitas 6, yaitu menyiapkan peralatan/perangkat pembelajaran (Lembar Kerja Siswa, alat dan bahan percobaan). Skor yang diperoleh dalam melakukan aktifitas tersebut tidak mengalami perubahan yaitu tetap 92% pada RPP II dan RPP III. Hal ini dikarenakan siswa antusias dalam menyiapkan peralatan/perangkat pembelajaran (Lembar Kerja Siswa, alat dan bahan percobaan). Siswa melakukan aktifitas 7, yaitu bekerjasama dalam melakukan penyelidikan dengan teliti. Skor yang diperoleh dalam melakukan aktifitas tersebut mengalami sedikit peningkatan sebesar 0,75% yaitu 82,25% pada RPP II menjadi 83% pada RPP III.

Peningkatan ini dikarenakan beberapa siswa antusias dan fokus bekerjasama dalam melakukan penyelidikan dengan teliti. Siswa melakukan aktifitas 8, yaitu bertanya jika ada yang belum dimengerti. Skor yang diperoleh mengalami penurunan sebesar 13% yaitu dari 90,25% pada RPP II menjadi 77,25% pada RPP III. Penurunan ini dikarenakan siswa mulai mengerti dan memahami materi yang diajarkan sehingga mereka tidak banyak bertanya. Siswa melakukan aktifitas 9, yaitu menuliskan data hasil percobaan pada LKS dan mengolah data. Skor yang diperoleh mengalami sedikit peningkatan sebesar 1% yaitu dari 94,25% pada RPP II menjadi 95,25% pada RPP III. Peningkatan ini dikarenakan siswa mulai mengerti dan memahami dalam menuliskan hasil percobaan pada LKS dan mengolah data.

Siswa melakukan aktifitas 10, yaitu memilih 2 orang perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil penyelidikan didepan kelas. Skor yang diperoleh mengalami peningkatan sebesar 15,5% yaitu dari 72,5% pada RPP II menjadi 88% pada RPP III. Peningkatan ini dikarenakan siswa sangat antusias dalam memilih 2 orang perwakilan kelompok untuk mempresentasikan hasil penyelidikan didepan kelas. Siswa melakukan aktifitas 11, yaitu mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Skor yang diperoleh mengalami peningkatan sebesar 19,5% yaitu dari 75,75% pada RPP II menjadi 95,25% pada RPP III. Peningkatan ini dikarenakan siswa sudah terbiasa dan sudah mulai percaya diri dalam mempersentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas.

Siswa melakukan aktifitas 12, yaitu menyimak informasi sebenarnya dari guru tentang penyelidikan yang dilakukan. Skor yang diperoleh siswa mengalami penurunan sebesar 8,25% yaitu dari 95,25% pada RPP II menjadi 87% pada RPP III. Penurunan ini dikarenakan ada beberapa siswa yang ribut dalam menyimak informasi sebenarnya tentang penyelidikan yang dilakukan sehingga mereka tidak begitu serius dan memperhatikan penjelasan yang disampaikan.

Aktifitas yang paling dominan pada RPP II dan RPP III adalah siswa melakukan aktifitas 11, yaitu mempresentasikan hasil diskusi kelompok di depan kelas. Skor yang diperoleh mengalami peningkatan sebesar 19,5% yaitu dari 75,75% pada RPP II menjadi 95,25% pada RPP III. Peningkatan ini dikarenakan siswa sudah terbiasa dan sudah mulai percaya diri dalam mempersentasikan

hasil diskusi kelompok di depan kelas. Aktifitas belajar yang dirancang dengan proses pemecahan masalah dalam pembelajaran problem based learning memungkinkan siswa dapat belajar bereksperimen dan dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, dan keterlibatan belajar.7 3. Hasil Belajar Fisika Siswa setelah pembelajaran multi model

(Numbered Head Together dan Problem Based Learning) a) Ketuntasan Individu

Hasil analisis tes hasil belajar siswa secara kognitif yang diukur sebanyak satu kali. Berdasarkan tabel 4.2 yaitu tes hasil belajar siswa dari 30 orang siswa yang mengikuti ujian tes hasil belajar, 28 siswa yang berhasil memperoleh nilai melebihi standar ketuntasan hasil belajar IPA yang telah ditetapkan sekolah sebesar ≥75%.

Gambar 4.4. Persentase Ketuntasan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan gambar 4.2 diatas menunjukkan bahwa THB pada soal tes akhir pertemuan sebanyak 28 (93,3%) siswa tuntas dan 2 (6,67%) siswa

7

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Jakarta: Kencana, 2009, H.220. 93,3% 28 orang 6,67% 2 orang

Persentase Ketuntasan

Dokumen terkait