2) Air bersih
5.4 Aktivitas pemasaran/pendistribusian hasil tangkapan
PPN Palabuhanratu memiliki dua bentuk kegiatan pemasaran yaitu melalui TPI dan tidak melalui TPI. Ikan-ikan yang dipasarkan melalui TPI ini tidak dilelang sebagaimana mestinya karena pelelangan ikan di PPN Palabuhanratu tidak berjalan. TPI hanya melakukan penimbangan dan pencatatan saja, setelah itu mereka serahkan kepada bakul.
Ikan yang didaratkan langsung dijual tidak melalui TPI yaitu:
1) Ikan-ikan tuna segar yang didaratkan oleh kapal longline yang selanjutnya diurus oleh agen untuk segera diangkut menggunakan mobil cool box ke Jakarta. Sesampainya di Jakarta diproses untuk tujuan ekspor.
2) Semua ikan hasil pancingan dalam bentuk ikan segar ditampung oleh agen penjualan, kemudian dijual ke bakul/pengecer dan konsumen lokal, atau ke restoran-restoran.
3) Ikan layur segar dijual oleh penjual ke perusahaan cold storage yang ada di Palabuhanratu seperti PT. AGB. Ikan-ikan layur tersebut diproses pengepakannya dan dimasukkan kedalam cold storage, untuk kemudian diekspor ke Korea dan Cina.
Gambar 23 Pola pemasaran ikan di PPN Palabuhanratu.
Produksi ikan PPN Palabuhanratu
Ikan dari luar PPNP lewat jalan darat
Non TPI
Pengolah
Non TPI TPI
Agen longline
Agen layur Bakul
Konsumen
lokal Cold Storage
di Jakarta Cold Storage Palabuhanratu Ekspor melalui Jakarta Pengecer Konsumen lokal Pengecer
Agen ikan segar untuk konsumsi
lokal
Ke Jepang Ke Korea
Konsumen luar Palabuhanratu: Jakarta, Bandung, Sukabumi, Cianjur, Bogor Ikan didaratkan langsung
di dermaga PPNP
Pengecer
Untuk kegiatan distribusi hasil tangkapan di PPN Palabuhanratu biasanya di distribusikan ke daerah lokal Palabuhanratu maupun keluar daerah seperti Sukabumi, Cianjur, Jakarta, Bogor dan Bandung. Ikan-ikan ini di distribusikan dengan menggunakan mobil bak terbuka. Selain itu produksi ikan PPN Palabuhanratu seperti ikan layur juga telah didistribukan ke luar negeri yaitu Cina dan Korea. Ikan-ikan yang di ekspor biasanya melalui perusahaan-perusahaan swasta yang ada di sekitar PPN Palabuhanratu maupun yang diluar pelabuhan untuk dilakukan pembekuan dan pengepakan. Perusahaan yang berada di PPN Palabuhanratu adalah PT. AGB dan PT. Sari Sagara Utama, sedangkan yang berada di luar pelabuhan adalah PT. Bahari Express dan PT. URI.
Gambar 24 Distribusi ikan dari PPN Palabuhanratu tahun 2008.
Kota tujuan distribusi ikan segar yang memiliki persentase terbesar adalah Jakarta dengan nilai 65,49%. Hal ini dikarenakan umumnya ikan tuna yang didaratkan di PPN Palabuhanratu langsung distribusikan ke Jakarta untuk diolah sebab PPN Palabuhanratu belum memiliki fasilitas yang memadai.
Produksi ikan PPN Palabuhanratu 8.836.943 kg
Ikan dari luar PPNP lewat jalan darat
4.256.260 kg Pal.ratu (7,91%) Sukabumi (1,27%) Bandung (2,21%) Cianjur (7,05%) Bogor (0,30%) Jakarta (65,49%) Banten (2,44%) Jawa Tengah (5,02%) Ekspor (8,31%) Ikan segar 3.169.979 kg Ikan pindang 897.484 kg Pal.ratu (9,13%) Sukabumi (14,66%) Bogor (13,19%) Cianjur (17,85%) Bandung (31,14%) Cicurug (13,19%) Pal.ratu (100%) Pal.ratu (5,04%) Sukabumi (7,33%) Bogor (11,20%) Cianjur (12,45%) Bandung (56,46%) Cicurug (7,51%) Proses lainnya 4.256.260 kg Ikan asin 513.220 kg Ikan didaratkan langsung di dermaga PPNP 4.580.683 kg
Sedangkan untuk ikan pindang, kota tujuan yang memiliki persentase terbesar adalah Bandung dengan nilai 31,14%. Hal ini dikarenakan jumlah permintaan ikan pindang di Bandung, begitu juga pada permintaan ikan asin yang lebih banyak didistribusikan ke Bandung.
Distribusi Ikan Segar
Ikan segar didistribusikan berdasarkan kualitas, permintaan pasar dan segmen pasar yaitu ikan segar tujuan ekspor dititik beratkan pada standar pasar yaitu ikan segar tujuan ekspor dititik beratkan pada standar pasar daerah/negara tujuan. Ikan layur mutu I ditujukan ke negara Korea sedangkan mutu II ke negara China dan kebutuhan Lokal. Ikan tuna mutu ditujukkan ke negara Jepang, sedangkan mutu II didistribusikan kepada kebutuhan lokal/dalam negeri.
Tabel 18 Perkembangan distribusi ikan segar di PPN Palabuhanratu, 1999-2008
Tahun Produksi ikan (kg) Pertumbuhan (%)
1999 1.187.633 - 2000 1.100.360 -7,3 2001 579.569 -47,3 2002 1.384.923 139,0 2003 1.985.877 43,4 2004 1.605.468 -19,2 2005 3.397.443 111,6 2006 2.752.693 -19,0 2007 3.311.155 20,3 2008 3.169.979 -4,3 Rata-rata 2.047.510 21,7 Kisaran - -47,3 – 139,0
Sumber: PPN Palabuhanratu, 2009a
Rata-rata disribusi ikan segar pertahunnya sebesar 2.047.510 kg, sedangkan kisaran pertumbuhannya adalah -47,3 – 139,0%. Jumlah rata-rata ini paling besar jika dibandingkan rata-rata distribusi ikan asin dan ikan pindang setiap tahunnya.
Gambar 25 Perkembangan distribusi ikan segar di PPN Palabuhanratu, 1999- 2008.
Distribusi ikan segar selama tahun 1999-2008 mengalami fluaktuasi dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 21,7%. Jumlah distribusi ikan terendah terjadi pada tahun 2001 dan jumlah distribusi tertinggi terjadi pada tahun 2005.
Gambar 26 Komposisi distribusi ikan segar di PPN Palabuhanratu, 2008.
Dari keseluruhan jumlah ikan segar yang didistribusikan pada tahun 2008 sebesar 3.169.979 kg, kota tujuan yang memiliki jumlah terbesar distribusi ikan segar dari PPN Palabuhanratu adalah Jakarta sebesar 65,5%. Sedangkan kota tujuan yang memiliki jumlah terkecil adalah Bogor sebesar 0,3%.
Distribusi ikan asin
Distribusi ikan asin dari PPN PPN Palabuhanratu pada tahun 2008 memiliki jumlah yang kecil dibandingkan pendistribusian ikan pindang dengan jumlah sebesar 513.220 kg. Hal ini diduga sebagai konsekwensi permintaan pasar untuk jenis ikan asin kurang diminati dibandingkan ikan segar dan ikan pindang.
Tabel 19 Perkembangan distribusi ikan asin di PPN Palabuhanratu. 1999-2008
Tahun Produksi ikan (kg) Pertumbuhan (%)
1999 175.866 - 2000 156.064 -11,3 2001 364.193 133,4 2002 352.550 -3,2 2003 894.054 153,6 2004 707.385 -20,9 2005 1.452.585 105,3 2006 889.366 -38,8 2007 1.124.232 26,4 2008 513.220 -54,3 Rata-rata 662.952 29,0 Kisaran - -54,3 – 153,6
Sumber: PPN Palabuhanratu, 2009a
Pada tahun 2008, distribusi ikan asin mengalami penurunan dibandingkan tahun 2007 yaitu sebanyak 54,3%. Penurunan ini merupakan penurunan yang paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut seiring dengan penurunan produksi ikan di PPN Palabuhanratu. Untuk rata-rata disribusi ikan asin pertahunnya sebesar 662.952 kg dengan kisaran pertumbuhan sebesar -54,3 – 153,6%.
Gambar 27 Perkembangan distribusi ikan asin di PPN Palabuhanratu, 1999- 2008.
Distribusi ikan asin selama 10 tahun (1999-2008) mengalami fluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan yang lebih besar dibanding distribusi ikan segar yaitu sebesar 29,0%. Jumlah distribusi terendah terjadi pada tahun 2000 dan jumlah distribusi tertinggi terjadi pada tahun 2005. Penurunan dan peningkatan jumlah distribusi ini terjadi seiring dengan penurunan dan peningkatan jumlah produksi ikan di PPN Palabuhanratu.
Gambar 28 Komposisi distribusi ikan asin di PPN Palabuhanratu, 2008. Dari jumlah ikan asin yang didistribusikan pada tahun 2008 sebesar 513.220 kg. kota tujuan yang memiliki jumlah terbesar distribusi ikan asin dari PPN Palabuhanratu adalah Bandung sebesar 56,5%. Sedangkan kota tujuan yang memiliki jumlah terkecil adalah daerah Palabuhanratu sebesar 5,0%.
Distribusi ikan pindang
Pada Gambar 24 menunjukkan bahwa jumlah distribusi ikan pindang di PPN Palabuhanratu pada tahun 2008 memiliki jumlah yang lebih besar yaitu 897.484 kg dibandingkan distribusi ikan asin yang sebesar 513.220 Kg. Untuk perkembangan jumlah distribusi ikan dapat dilihat pada Tabel 20.
Tabel 20 Perkembangan distribusi ikan pindang di PPN Palabuhanratu, 1999- 2008
Tahun Produksi ikan (kg) Pertumbuhan (%)
1999 844.678 - 2000 870.348 3,0 2001 777.062 -10,7 2002 771.770 -0,7 2003 1.221.139 58,2 2004 1.053.441 -13,7 2005 1.747.187 65,9 2006 1.819.502 4,1 2007 1.620.869 -10,9 2008 897.484 -44,6 Rata-rata 1.162.348 5,1 Kisaran - -44,6 – 65,9
Sumber: PPN Palabuhanratu, 2009a
Pada tahun 2008, distribusi ikan pindang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2007 yaitu sebanyak 44,6%. Penurunan ini merupakan penurunan yang paling besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sedangkan untuk rata-rata disribusi ikan pindang pertahunnya sebesar 1.162.348 kg dengan kisaran pertumbuhan sebesar -44,6 – 65,9%.
Gambar 29 Perkembangan distribusi ikan pindang di PPN Palabuhanratu, 1999-2008.
Distribusi ikan pindang selama 10 tahun (1999-2008) mengalami fluktuasi dengan rata-rata pertumbuhan yang lebih kecil dibanding distribusi ikan segar dan ikan asin yaitu sebesar 5,1%. Jumlah distribusi terendah terjadi pada tahun 2002 dan jumlah distribusi tertinggi terjadi pada tahun 2006.
Gambar 30 Komposisi distribusi ikan pindang di PPN Palabuhanratu tahun 2008.
Dari jumlah ikan pindang yang didistribusikan pada tahun 2008 sebesar 897.484 kg, kota tujuan yang memiliki jumlah terbesar distribusi ikan pindang dari PPN Palabuhanratu adalah Bandung sebesar 31,1%, sedangkan kota tujuan yang memiliki jumlah terkecil adalah daerah Palabuhanratu sebesar 9,1%.