• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Data Penelitian

3. Aktivitas PT.PLN (Persero) Cabang Nias

Aktivitas PLN untuk wilayah Nias adalah menyiapkan tenaga listrik untuk pulau Nias semaksimal mungkin untuk menerangi wilayah Nias, dan itulah tujuan utama yaitu menerangi seluruh rumah penduduk di Pulau Nias sejalan dengan perkembangan penduduk maka semakin banyak pula kebutuhan listrik yang dibutuhkan yaitu selain penerangan rumah sebagai pengganti lampu Tradisi dengan perkembangan kemajuan pada saat ini, maka seluruh kebutuhan Rumah digerakkan oleh listrik atau PLN yaitu:

1. Hiburan Rumah, Radio, Tv, dll

2. Kebutuhan Rumah yaitu Kulkas, Kompor, Listrik, dll. 3. Kebutuhan Pendidikan yaitu Komputer, Internet dll. 4. Kipas Angin, Ac dll.

5. Industri Rumah Tangga. 6. Industri Besar

7. Dan semua ini digerakkan oleh PLN

Dengan demikian masyarakat membutuhkan listrik yang semakin lama semakin banyak, dengan kata lain masyarakat tidak lagi bisa bergerak tanpa listrik. Untuk itulah sejak terjadinya Gempa dipulau Nias, PLN Nias berdiri sendiri tidak lagi cabang Sibolga, karena semakin lama kebutuhan PLN semakin

bermasyarakat. Dengan demikian PLN Nias menyiapkan tenaga listrik 24 jam dengan sebuah berbagai mesin baru yang berupa bantuan dari Gempa ± 2 tahun yang lalu.

4. Kebijaksanaan aktiva tetap yang ditetapkan PT.PLN Nias a. Perolehan Aktiva Tetap

Aktiva tetap memiliki PLN. Nias seluruhnya merupakan aktiva tetap PLN. Sibolga dan sebagaian lagi merupakan hibah dari Luar Negeri pada saat terjadi Gempa di Nias dan sebagian dibangunkan Pemko Nias melalui APBN Nias dan berlangsung dua tahun, delapan aktiva tetap milik PLN Nias adalah sebagai berikut: a. Tanah b. Bangunan c. Tiang Listrik d. Jaringan e. Trapo f. Meteran g. Gardu h. Generator i. Lampu jalan j. Dan lain-lain

Seluruh aktiva tetap milik PLN Nias terbagi 3, yaitu sebagai berikut :

a) Merupakan penyerahan dari Sibolga karena PLN ini berdiri sendiri, dan adapun aktiva yang diserahkan oleh PLN Sibolga adalah seluruh harta PLN Cabang Nias diserahkan 100 % ke PLN Nias baik, kantor jaringan, Generator dan lain-lain.

b)Bantuan dari negara asing pada saat terjadinya Gempa berupa: -Generator -Lampu -Jaringan -Terapo -Meteran -Dan lain-lain

c) Merupakan aktiva tetap PLN Nias yang dibangun sendiri atau melalui APBD Nias seperti:

- Menambah Jaringan - Menambah Tiang baru - Menambah Trapo baru - Menambah meteran baru - Menambah Genarator baru - Menambah lampu-lampu baru - Dan lain-lain.

b. Penilaian Kembali Aktiva tetap

Untuk penilaian kembali aktiva tetap atau disingkat Revaluasi sebenarnya tidak diizinkan oleh standar akuntansi yang berlaku di Indonesia akan tetapi sepanjang ada peraturan dari Menteri Keuangan maka standard Akuntansi tunduk pada peraturan tersebut. Untuk hal-hal tersebut diatas tidak berlaku bagi aktiva tidak berwujud dan aktiva yang tujuannya untuk dijual. Untuk penilaian aktiva tetap ini bukan setiap saat bisa diterapkan begitu saja melainkan sesuai dengan peraturan dari pemerintah. SK mengenai revaluasi yang pernah ada adalah sebagai berikut :

- Kep. Menkeu RI No. 838 /KMK 04/1986 - Kep. Menkeu RI No. 830/KMK 04/ 1986 - Kep. Pres RI No. 84/1982

- Undang-undang RI No.13 /1983

Dari peraturan diatas tentu ada pedoman yang harus diikuti yaitu tabel yang ditetapkan sebagai berikut:

Tabel 4.1

Angka perkalian revaluasi

Tahun Perolehan Faktor Penyesuaian

1970 dan sebelumnya 7,6159 1971 7,0779 1972 7,0181 1973 5,8106 1974 3,9454 1975 3,2879 1976 2,7379 1977 2,4389 1978 2,2238 1979 1,9847 1980 1,6618 1981 1,4347 1982 1,3152 1983 1,2553 1984 1,1956 1985 1,1513

1986 Tanggal 12 September dan sebelumnya 1.1070 Tanggal 13 September dan sebelumnya 1.0000

Untuk Revaluasi seperti diatas PLN Nias belum pernah melakukannya karena baru berdiri berkisar dua tahun. Akan tetapi pembukuan pada saat PLN Nias merupakan cabang Sibolga dan sudah pasti PLN Sibolga pernah melakukan hal diatas tetapi tetap pada pembukuan Sibolga. Karena PLN Nias saat itu hanya cabang.

Menurut penulis PLN Nias diatas ada akibat Gempa 2 tahun yang lalu maka PLN.Nias Rusak Total mulai dari :

- Gedung Kantor - Jaringan Kabel - Tiang Listrik - Trapo - Gardu Induk - Generator

Setelah hancur total PLN. Cabang Nias tersebut dibantu oleh Negara asing dan saat itu pula PLN. Nias berdiri sendiri. Dari seluruh pembukuan dan lain-lain ditata kembali sesuai aturan pemda diatas

c. Pengeluaran selama Penggunaan Aktiva Tetap.

Sebenarnya pengeluaran selama penggunaan akiva tetap tidak begitu banyak pada saat belum terjadi Gempa karena biaya yang dikeluarkan hanya biaya pemeliharaan saja yang artinya jumlahnya kecil dan tidak menambah urusan maka hal ini sama dengan Revenue expenditure. Akan tetapi faktor

setelah gempa sudah terbalik biaya perbaikan cukup besar malah melebihi biaya saat pendirian karena rusak total. Perbaikan yang akan besar ini seharusnya Capital expenditure sesuai dengan standar Akuntansi yang berlaku, akan tetapi yang memperbaiki PLN ini bukan hanya dari PLN saja melainkan bantuan atau hibah dari Luar negeri. Maka hal ini merupakan modal Donasi atau Donacted Capital. Sedangkan bantuan pemda melalui bantuan APBN bisa masuk dan menambah Asset PLN. Setelah terjadi gempa di Nias maka bantuan terus berdatangan dari berbagai penjuru dunia dan untuk jangka waktu yang lumayan lama agar Nias seperti Aceh bisa normal kembali tetapi memakan waktu yang cukup panjang. Pada saat penulis meneliti di PLN Nias tersebut semuanya masih jauh dari sempurna karena semua data dan jurnal masih sulit ditemuka akibat banyak hilang data akibat banyak gempa.

d. Penyusutan Aktiva Tetap

Seluruh aktiva tetap PLN Nias ini diterapkan metode penyusutan dengan metode garis lurus yaitu mengikuti peraturan PLN yang ada di Indonesia. Cuma saja tanah milik PLN tidak disusutkan sebagian Gedung PLN untuk kantor masih menyewa kepada Pemda akibat gedung yang ada runtuh akibat gempa. Kecuali Gudang untuk menyiapkan peralatan adalah milik PLN. Contoh Gudang PLN ditaksir berumur 20 tahun yang dibayar lewat bantuan senilai Rp.600.000.000 dengan nilai sisa 10 %.

Rp. 600.000.000 – 60.000.000 20

Gudang ini dimulai disusutkan 2009, demikian juga aset-aset lainnya disusutkan mulai tahun 2009, kecuali aset-aset yang sedang dibangun tidak disusutkan yang jelas siap disusutkan selain Gudang adalah Generator listrik senilai Rp.5.000.000.000 yang mampu beroperasi 10 tahun dengan nilai sisa 10 %

10

Rp. 5.000.000.000 – Rp 500.000.000

= Rp 450.000.000 / tahun

Peralatan kantor berupa komputer, meja, kursi, filling cabinet dll senilai Rp. 1.000.000.000 ditaksir dari sisa 0 dengan umur 5 tahun.

Rp. 1.000.000.000 – 0 5

= 200.000.000/ tahun

Pada saat penulis survei ke Nias makin banyak Aset PLN Nias yang belum siap diperbaiki, masih peroses perbaikan.

e. Pelepasan Aktiva Tetap

Judul yang paling menarik pada skripsi penulis adalah ini karena aktiva tetap dilepas akibat berbagai masalah, misalnya:

a. Sudah Usang/tua/tidak bermanfaat atau full Defreciation b. Rusak akibat suatu hal

c. Diganti karena ada yang lebih baik. d.Dan lain-lain

Pada PLN wilayah Nias ini dilepas akibat bencana alam yaitu jaringan hancur akibat gempa, tiang hancur, travo hancur, Gedung hancur, Filling cabinet

hancur, computer hancur, komputer hancur dan sebagainya. Melihat kondisi seperti ini PLN bertindak sesuai arahan pimpinan pusat maka untuk aktiva yang hancur yang dan tidak bisa diperbaiki dan dipakai maka dijual, dan yang tidak bisa dijual dibuang begitu saja untuk aktiva tertentu. Aktiva seperti ini pembukuannya harus jelas akan tetapi dengan adanya bencana ini maka hal-hal yang bisa dibuatkan atau dibukukan dan ada juga yang hilangidokumennya akan diperbaiki perlahan-lahan.

Contoh aktiva yang dijual atau dilelang sebagai berikut :

Debet : Kas Rp XXX Akumulasi Penyusutan Rp XXX

Kredit Aktiva Rp XX Laba Pelepasan Rp.XX

Atau jika terjadi rugi

Debet Kas Rp XX Akumulasi Penyusutan Rp.XX Rugi Rp.XX

Kredit Aktiva Rp.XX

Jika dibuang begitu saja

Debet Rugi akibat pembuangan Rp XX Akumulasi Penyusutan Rp XX

f. Penyajian Aktiva Tetap di Neraca

Karena banyak sekali bantuan luar negri untuk infrastruktur di Nias, salah satunya PLN, maka jelas neraca pada bagian aktiva tertumpuk bantuan, sedangkan pada bagian passiva tertumpuk modal donasi.

Tabel 4.2 PLN Nias NERACA 2009 Aktiva Lancar Kas Utang Persediaan Piutang Aktiva tetap Tanah ... Rp Model ... Model

Gedung ... Rp Model Donasi a/p Gedung Rp

Gedung (Sedang dibangun) Aktiva Lain

B. Analisis Hasil Penelitian

Dokumen terkait