Gambar 47 Matriks driver power-dependence dari elemen tolok ukur keberhasilan program pada pengembangan perikanan pantai. Keterangan:
1. meningkatnya peran kelembagaan perikanan 2. terlaksananya program pengembangan 3. pemanfaatan sumberdaya optimal 4. efisiensi pembiayaan program
5. nilai manfaat yang seimbang antar daerah 6. pendapatan usaha perikanan meningkat 7. penyerapan tenaga kerja meningkat 8. PAD/devisa meningkat
9. perekonomian daerah meningkat
6) Aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program
Gambar 48 menunjukkan model struktural dari aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program pada pengembangan perikanan pantai. Koordinasi
antar sektor yang terlibat dalam program pengembangan dan meningkatkan peran kelembagaan perikanan merupakan elemen kunci. Subelemen tersebut merupakan aktivitas yang memiliki prioritas utama untuk dilaksanakan. Koordinasi antar sektor pembangunan sangat penting untuk pengembangan perikanan, misalnya dengan sektor transportasi dan perdagangan.
Gambar 48 Diagram model struktural dari aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program pada pengembangan perikanan pantai. Matriks driver power dependence dari aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program, memplot hampir semua subelemen di sektor III. Hal ini menyatakan bahwa, subelemen dari aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program harus dapat dilaksanakan dengan baik. Tidak berjalannya aktivitas dari salah satu subelemen akan berdampak besar bagi subelemen yang lain. Subelemen yang berada di sektor III ini, juga memiliki daya dorong yang kuat untuk keberhasilan program, jika seluruh aktivitasnya dapat terlaksana dengan baik. Koordinasi antar sektor dan peningkatan peran kelembagaan perikanan berada di sektor IV, merupakan subelemen yang tidak terkait erat kedalam sistem, namun memiliki daya dorong yang kuat untuk keberhasilan program (Gambar 49).
Gambar 49 Matriks driver power dependence dari aktivitas yang diperlukan untuk terlaksananya program pengembangan perikanan pantai. Keterangan:
1. koordinasi antar sektor yang terlibat dalam pengembangan perikanan 2. meningkatkan peran kelembagaan perikanan
3. pembuatan rencana kerja untuk pengelolaan sumberdaya 4. pembuatan peraturan-peraturan pengelolaan sumberdaya 5. pendidikan dan pelatihan SDM
6. pengembangan teknologi 7. penyediaan sarana prasarana
8. penciptaan kondisi kondusif untuk berusaha 9. pengembangan akses pasar
10. peningkatan akses informasi
7) Lembaga yang terlibat untuk keberhasilan program
Diagram model struktural dari elemen lembaga yang terlibat dalam keberhasilan progam terdiri atas 6 level (Gambar 50). Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten merupakan elemen kunci dari elemen yang terlibat. Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten, akan dapat menggerakkan elemen-elemen lain di level atasnya untuk keberhasilan program pengembangan perikanan pantai. Pada level berikutnya adalah Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi serta Departemen Kelautan dan Perikanan. Berdasarkan model struktural tersebut, terlihat bahwa kelembagaan pemerintah memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan program pengembangan perikanan pantai.
Gambar 50 Diagram model struktural dari elemen lembaga yang terlibat pada program pengembangan perikanan pantai.
Sebagian besar subelemen dari lembaga yang terkait terdistribusi pada sektor III, kecuali Dinas Perhubungan Laut dan Dinas Imigrasi (Gambar 51). Hal ini dapat dikatakan bahwa, hampir semua subelemen dari lembaga yang terlibat dalam pengembangan perikanan pantai memiliki keterkaitan dan daya dorong yang kuat kedalam sistem. Semua lembaga yang terlibat akan memberikan pengaruh yang kuat terhadap keberhasilan program. Dinas Perhubungan Laut dan Dinas Imigrasi berada di sektor II, menyatakan bahwa dalam pengembangan perikanan pantai, peran dari Dinas Perhubungan Laut dan Dinas Imigrasi tidak begitu penting.
Gambar 51 Matriks driver power-dependence dari elemen lembaga yang terlibat pada program pengembangan perikanan pantai.
Keterangan:
1. Departemen Kelautan dan Perikanan 2. Dinas perikanan dan kelautan provinsi 3. Dinas perikanan dan kelautan kabupaten/kota 4. Dinas perhubungan laut
5. Dinas imigrasi 6. Dinas perdagangan
7. Pengelola pelabuhan perikanan 8. Kelompok Nelayan
9. Lembaga permodalan 10. LSM
11. Akademisi/peneliti 12. POKWASMAS
13. Lembaga penegak hukum 14. KUD
15. HNSI
Elemen kunci dan elemen yang berada di sektor III dan IV dari ketujuh elemen sistem pada pengembangan perikanan pantai, secara lengkap dapat dilihat pada Tabel 36. Elemen-elemen tersebut, merupakan elemen-elemen yang penting untuk diperhatikan dalam keberhasilan program pengembangan perikanan pantai di Selatan Jawa.
Tabel 36 Elemen, elemen kunci, subelemen pada sektor III dan sektor IV strategi implementasi pengembangan perikanan pantai di Selatan Jawa
No. Elemen sistem
Elemen kunci
Elemen pada sektor III
Elemen Pada sektor IV
1 Sektor masyarakat yang terpengaruh
nelayan penyedia perbekalan, pengusaha
transportasi, buruh pelabuhan dan masyarakat sekitar Nelayan, Pengusaha/pemilik kapal, industri pengolah ikan, pedagang pengumpul dan eksportir 2 Kebutuhan untuk terlaksananya program ketersediaan sumberdaya ikan, ketersediaan data dan informasi
Ketersediaan SDI, keberpihakan pemerintah pusat, keberpihakan pemerintah provinsi, peran serta tokoh masyarakat, kerjasama antar wilayah, koordinasi antar sektor, ketersediaan anggaran pengembangan, dukungan kebijakan, dukungan kelembagaan, , teknologi, data dan informasi, penegakan hukum
Tidak ada
3 Kendala utama Harga BBM yang
tinggi, prioritas dana pembangunan yang rendah
kualitas SDM, teknologi penangkapan ikan terbatas, pemahaman mutu ikan rendah, akses dan informasi pasar terbatas, kemampuan permodalan nelayan rendah, kualitas dan kuantitas pengelola perikanan terbatas, konflik kepentingan antar pemerintah daerah, prioritas dana pembangunan rendah
Harga BBM yang tinggi, konflik kepentingan antar sektor 4 Perubahan yang dimungkinkan atau tujuan dari program optimalisasi pemanfaatan SDI, peningkatan pendapatan nelayan, peningkatan penyerapan kerja
Peningkatan keuntungan usaha, peningkatan kesempatan kerja, peningkatan fungsionalitas pelabuhan, peningkatan aksesibilitas pelabuhan, peningkatan PAD/devisa dan perekonomian daerah optimalisasi pemanfaatan SDI, peningkatan pendapatan nelayan, peningkatan penyerapan kerja 5 Tolok ukur keberhasilan program meningkatnya peran kelembagaan perikanan terlaksananya program pengembangan, pemanfaatan sumberdaya optimal, efisiensi pembiayaan program, nilai manfaat yang seimbang antar daerah, pendapatan usaha perikanan meningkat, penyerapan tenaga kerja meningkat, PAD/devisa meningkat, perekonomian daerah meningkat
meningkatnya peran kelembagaan perikanan 6 Aktivitas yang diperlukan Koordinasi antar sektor yang terlibat dalam
pengembangan, meningkatkan peran kelembagaan perikanan
pembuatan rencana kerja untuk pengelolaan sumberdaya, pembuatan peraturan-peraturan pengelolaan sumberdaya, pendidikan dan pelatihan SDM, pengembangan teknologi, penyediaan sarana prasarana, penciptaan kondisi kondusif untuk berusaha di bidang perikanan, pengembangan akses pasar, peningkatan akses informasi
Koordinasi antar sektor yang terlibat dalam pengembangan, meningkatkan peran kelembagaan perikanan, peningkatan akses informasi 7 Lembaga yang terlibat
Diskanlut Kabupaten Dinas Perikanan Kabupaten, Dinas Perhubungan Laut, Dinas
Perdagangan, Pengelola Pelabuhan, Kelompok Nelayan, Kelompok nelayan, Lembaga Permodalan, POKWASMAS, KUD, HNSI, dan Lembaga Penegak Hukum
Tidak ada