• Tidak ada hasil yang ditemukan

2011 2010 Akun ini terdiri dari:

Dalam dokumen SMRA Interim Acc - Q1 2011 Idn (Halaman 39-52)

PT Bank Central Asia Tbk 351.999.607 536.103.872

PT Bank Mandiri 51.400.000 0

PT Bank Mega Tbk 0 5.000.000

PT Bank Dipo Internasional 152.912 1.008.434

PT Bank Resona Perdania 30.000.000 0

Dolar Amerika Serikat

PT Bank Resona Perdania 29.680.272. 46.085.440

Hutang lembaga pembiayaan- Rupiah

PT Dipo Star Finance 0 293.954

PT BCA Finance 11.208.200 8.841.834

Jumlah hutang bank dan lembaga pembiayaan 474.440.991 597.333.534

Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, rincian angsuran di masa mendatang atas hutang bank dan lembaga pembiayaan adalah sebagai berikut:

2011 2010

Tahun Jatuh Tempo

2010 0 172.595.711 2011 169.359.070 154.420.891 2012 169.398.366 159.986.441 2013 59.080.610 49.808.646 2014 38.568.439 30.021.845 2015 38.034.506 30.500.000

Jumlah angsuran pembayaran 474.440.991 597.333.534

PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas dari BCA sebagai berikut:

a. Fasilitas kredit investasi I dengan pagu kredit sebesar Rp80.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2006 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tanggal 28 September 2007 sampai dengan tanggal 28 Juni 2011. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp5.000.000 dan Rp25.000.000.

b. Fasilitas kredit investasi II dengan pagu kredit sebesar Rp150.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2007 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2007 sampai dengan 2012. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp45.000.000 dan Rp75.000.000.

c. Fasilitas kredit investasi “Installment Loan II” dengan pagu kredit Rp150.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2008 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2015. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp120.000.000 dan Rp134.625.000.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA)

Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas dari BCA sebagai berikut:

d. Fasilitas kredit investasi I dengan pagu kredit sebesar Rp80.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2006 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tanggal 28 September 2007 sampai dengan tanggal 28 Juni 2011. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp5.000.000 dan Rp25.000.000.

e. Fasilitas kredit investasi II dengan pagu kredit sebesar Rp150.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2007 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2007 sampai dengan 2012. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp45.000.000 dan Rp75.000.000.

f. Fasilitas kredit investasi “Installment Loan II” dengan pagu kredit Rp150.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2008 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2008 sampai dengan tahun 2015. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp120.000.000 dan Rp134.625.000.

g. Fasilitas cerukan dengan pagu kredit sebesar Rp80.000.000 dan jangka waktu kredit selama satu tahun. Saldo terhutang dari pinjaman tersebut pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 adalah sebesar nildan Rp65.729.265

Pinjaman dari BCA tersebut dijamin dengan piutang usaha, properti investasi, rekening penampungan dan deposito berjangka (Catatan 5, 12 dan 13). Pembayaran bunga atas pinjaman dari BCA dijamin dengan deposito berjangka di BCA (Catatan 13). Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,75% sampai dengan 11% pada tahun 2010 dan antara 11,00% sampai dengan 13,50% pada tahun 2009.

Pada tanggal 15 September 2006, LMD memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan pagu kredit Rp160.000.000, yang telah digunakan seluruhnya pada tahun 2007 dan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2007 sampai dengan tahun 2012. Pinjaman LMD dari BCA tersebut dijamin oleh LMD dengan piutang usaha, properti investasi, rekening penampungan dan deposito berjangka (Catatan 5, 12 dan 13). Pembayaran bunga pinjaman dijamin dengan deposito berjangka di BCA (Catatan 13). Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp100.749.607 dan Rp121.999.607, dan dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,75% sampai dengan 11,00% pada tahun 2010 dan antara 11,00% sampai dengan 13,50% pada tahun 2009.

Pada 23 September 2008, SH memperoleh fasilitas kredit investasi dari BCA dengan jumlah maksimum sebesar Rp150.000.000 yang jatuh tempo pada tanggal 31 Maret 2010 tetapi tanggal ini diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2011. Berdasarkan perjanjian fasilitas kredit, fasilitas pinjaman ini terhutang dalam cicilan triwulan mulai dari tahun 2012 sampai dengan 2018 dan dijamin dengan bangunan hotel dan surat usaha, rekening penampungan dan arus kas SH (Catatan 11 dan 13). Pada tanggal 31 Desember 2010, tidak ada saldo pinjaman dari fasilitas ini.

SCK memperoleh beberapa fasilitas kredit dari BCA sebagai berikut:

a. Fasilitas kredit modal kerja dengan pagu kredit sebesar Rp30.000.000 dan jangka waktu kredit selama satu tahun. Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, tidak terdapat saldo pinjaman dari fasilitas ini.

b. Fasilitas kredit investasi II dengan pagu kredit sebesar Rp20.000.000 dan jangka waktu kredit selama satu tahun. Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, tidak terdapat saldo pinjaman dari fasilitas ini.

c. Fasilitas kredit investasi III dengan pagu kredit sebesar Rp130.000.000 yang telah digunakan seluruhnya pada bulan Agustus 2008 dan akan diangsur setiap tiga bulan mulai tahun 2009 sampai dengan tahun 2013. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar Rp81.250.000 dan Rp113.750.000

Pinjaman tersebut dijamin dengan tanah yang belum dikembangkan yang berada di bawah pengelolaan KSO Summarecon Serpong (Catatan 10) dan rekening penampungan milik KSO Summarecon Serpong (Catatan 13). Pinjaman ini dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan berkisar antara 9,75% sampai dengan 11,31% pada tahun 2011 dan antara 12,25% sampai dengan 13,00% pada tahun 2010.

PT Bank Resona Perdania (Resona)

SCK memperoleh fasilitas pinjaman sebagai berikut dari Resona:

a. Fasilitas kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp30.000.000 dan jangka waktu kredit selama satu tahun. Tidak ada penarikan saldo dari fasilitas pada tanggal 31 Maret 2011. b. Fasilitas kredit investasi dengan jumlah maksimum sebesar Rp58.000.000 dan jangka waktu

kredit selama lima tahun dimulai sejak 4 Juni 2010 sampai dengan 19 Agustus 2015. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 adalah sebesar Rp30.000.000.

Pinjaman ini dijamin dengan tanah yang belum dikembangkan (Catatan 10). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 10,50% sampai 10,60% pada tahun 2010.

Pada bulan Juli 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit non revolving dari Resona dengan pagu kredit sebesar US$7.000.000 yang telah ditarik sepenuhnya pada tanggal 31 Desember 2006. Pinjaman ini diangsur setiap tiga bulan mulai tanggal 30 Juni 2007 sampai dengan 30 Juni 2011 dan dijamin dengan properti investasi (Catatan 12). Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing adalah sebesar US$408.000 dan US$2.056.000 dan dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar 2,30% di atas Singapore Interbank Offered Rate (SIBOR) pada tahun 2007 dan diubah menjadi 2,30% di atas Cost of Loanable Fund (COLF) mulai Oktober 2008.

Pada bulan Juli 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit revolving dari Resona dengan pagu kredit sebesar US$3.000.000. Pinjaman ini akan jatuh tempo pada tanggal 17 Desember 2011 dan dijamin dengan properti investasi (Catatan 12). Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret dan 2011 dan 31 Maret 2010 masing-masing adalah sebesar US$3.000.000 dan dikenakan bunga dengan tingkat bunga tahunan sebesar 2,25% di atas SIBOR pada tahun 2007 dan diubah menjadi 2,25% di atas COLF mulai Oktober 2008.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Mandiri)

Pada tahun 2010, Perusahaan memperoleh beberapa fasilitas dari Mandiri sebagai berikut:

a. Tujuan khusus fasilitas kredit dengan jumlah maksimum sebesar Rp200.000.000 yang sebagian diambil di tahun 2010 dan akan dibayar dalam angsuran triwulanan mulai 23 September 2011 sampai dengan tanggal 23 Desember 2015. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 adalah sebesar Rp11.500.000.

b. Fasilitas cerukan dengan jumlah maksimum sebesar Rp50.000.000 dengan jangka waktu kredit selama satu tahun. Tidak ada penarikan saldo dari fasilitas pada tanggal 31 Maret 2011.

Pinjaman dari Mandiri dijamin dengan tanah yang belum dikembangkan (Catatan 10). Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan sebesar 10,5% pada tahun 2010.

PT Bank Dipo Internasional (Dipo)

Pinjaman dari Dipo merupakan pencairan dari fasilitas kredit angsuran yang diperoleh Perusahaan yang digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan. Pinjaman ini diangsur setiap bulan mulai tanggal 15 Juli 2003 sampai 26 Mei 2011 dan dijamin dengan kendaraan yang dibeli (Catatan 11). Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp152.912 dan Rp1.008.434 dan dikenakan suku bunga tahunan berkisar antara 6,00% sampai dengan 16,76% pada tahun 2011 dan 2010

PT Bank Mega Tbk (Mega)

Pada tahun 2006, Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari Mega dengan jumlah maksimum sebesar Rp100.000.000 yang meningkat menjadi Rp150.000.000 pada tahun 2007. Saldo pinjaman pada tanggal 31 Maret 2010 sebesar Rp5.000.000 telah dilunasi pada tanggal 21 Desember 2010 dan tidak diperpanjang lagi. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 13,00% sampai 14,00% pada tahun 2010 dan dari 14,00% menjadi 16,00% pada tahun 2009. Pinjaman ini dijamin dengan tanah yang belum dikembangkan Anak Perusahaan dan aset tetap Perusahaan (Catatan 10 dan 11).

PT BCA Finance

Pinjaman dari BCA Finance merupakan pencairan dari berbagai fasilitas kredit pembiayaan konsumen yang diperoleh Perusahaan, SPM, SCK, SH, dan LMD, yang digunakan untuk membiayai pembelian kendaraan. Pinjaman ini diangsur setiap bulan pada tanggal berbeda mulai 4 Januari 2008 sampai dengan 27 Agustus 2014 dan dijamin dengan kendaraan yang dibeli (Catatan 11).

Saldo pinjaman per tanggal 31 Maret 2011 dan 2010 masing-masing sebesar Rp11.208.200 dan Rp8.841.834 dan dikenakan tingkat bunga tahunan berkisar antara 5,50% menjadi 17,27% pada tahun 2011 dan antara 5,50% menjadi 9,25% pada tahun 2010.

Berdasarkan perjanjian kredit dengan semua pemberi kredit tersebut di atas, Perusahaan umumnya harus memenuhi beberapa ketentuan, termasuk yang berikut:

a. Menjaga rasio keuangan tertentu sebagai berikut:

(1) Utang dengan bunga terhadap ekuitas tidak lebih dari 3:1 pada tahun 2010 dan 2009. (2) EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 2,5:1 pada tahun 2010 dan 2009. Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan di atas rasio keuangan.

b. Perusahaan wajib memperoleh persetujuan tertulis dari kreditur sebelum melakukan kegiatan berikut, antara lain:

(1) Menerima dari atau memberikan pinjaman kepada pihak lain, kecuali dalam kegiatan usaha normal

(2) Undang-undang sebagai pemberi gadai atau menjaminkan aset Perusahaan kepada pihak lain

(3) Melakukan transaksi merger atau akuisisi

(4) Mengubah anggaran dasar dan perubahan atas Dewan Direksi dan Komisaris (5) Melakukan investasi atau bisnis baru terbuka.

Tidak ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi dalam perjanjian hutang Anak Perusahaan. Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan tidak dalam kondisi gagal dalam memenuhi persyaratan pinjaman yang dinyatakan di atas.

Berdasarkan perjanjian kredit dengan para kreditur tersebut di atas, pada umumnya Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa ketentuan dan kewajiban, antara lain:

a. Menjaga rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

(1) Perbandingan antara pinjaman berbunga terhadap ekuitas tidak lebih dari 3:1 pada tahun 2011 dan 2010

(2) Perbandingan antara laba sebelum beban bunga, pajak, penyusutan dan amortisasi (EBITDA) terhadap beban bungatidak kurang dari 2,5:1 pada tahun 2011 dan 2010.

Perusahaan telah memenuhi semua rasio keuangan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut.

b. Perusahaan wajib memperoleh persetujuan tertulis dari kreditur sebelum melakukan transaksi-transaksi, antara lain:

(1) Memperoleh dari atau memberikan pinjaman kepada pihak lain, kecuali dalam rangka kegiatan usaha normal

(2) Mengikatkan diri sebagai penjamin atau menjaminkan aset Perusahaan kepada pihak lain (3) Melakukan transaksi merger atau akuisisi

(4) Mengubah anggaran dasar dan susunan Dewan Direksi dan Komisaris (5) Melakukan investasi atau memulai usaha baru.

Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, Perusahaan dan Anak Perusahaan tidak sedang dalam kondisi gagal dalam memenuhi ketentuan dan kewajiban yang ada pada perjanjian hutang tersebut diatas

15. HUTANG OBLIGASI DAN SUKUK IJARAH – BERSIH

Rincian obligasi yang diterbitkan adalah sebagai berikut: 2011 2010

Nilai Nominal

Obligasi Rupiah II 100.000.000 100.000.000

Sukuk Ijarah I 200.000.000 200.000.000

Jumlah nilai nominal 300.000.000 300.000.000

Pembayaran - Obligasi Rupiah I 0 0

Nilai terhutang bersih 300.000.000 300.000.000

Dikurangi beban emisi ditangguhkan ( setelah dikurangi akumulasi sebesar Rp1.572.712 tahun 2011 dan Rp811.243

tahun 2010) (2.147.627) (2.909.096)

Bersih 297.852.373 297.090.904

Rincian beban emisi ditangguhkan dan akumulasi amortisasi terkait tersebut diatas adalah sebagai berikut:

2011 2010

Obligasi Rupiah II 1.276.099 1.276.099

Sukuk Ijarah I 2.444.240 2.444.240

Jumlah 3.720.339 3.720.339

Dikurangi akumulasi amortisasi beban emisi ditangguhkan (termasuk amortisasi tahun berjalan sebesar Rp210.258 pada

tahun 2011 dan Rp173.784 pada tahun 2010 1.572.712 811.243

Obligasi Rupiah II

Pada tanggal 25 Juni 2008 , Perusahaan menerbitkan obligasi dengan nilai nominal sebesar Rp 100.000.000.- dengan tingkat bunga tetap sebesar 14,10% per tahun. Pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan dibelakang. Obligasi akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2013

Obligasi dijamin dengan tanah yang belum dikembangkan dan properti investasi (Catatan 10 dan 12). Pada tahun 2010, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), agen pemeringkat efek di Indonesia, memberikan peringkat id A- (single A minus, stable outlook) atas obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut.

Sukuk Ijarah I

Pada tanggal 25 Juni 2008, Perusahaan menerbitkan Sukuk Ijarah dengan nilai nominal sebesar Rp200.000.000, dengan pembayaran cicilan imbalan ijarah sebesar Rp28.200.000 terhutang untuk 5 tahun. Pembayaran cicilan dilakukan setiap tiga bulan di belakang. Sukuk Ijarah akan jatuh tempo pada tanggal 25 Juni 2013.

Sukuk Ijarah dijamin dengan properti investasi milik PT Lestari Mahadibya, Anak Perusahaan (Catatan 12).

Pada tahun 2010, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), agen pemeringkat efek di Indonesia, memberikan peringkat id A-sy (single A minus, stable outlook) atas obligasi dan Sukuk Ijarah tersebut. Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Obligasi dan Sukuk Ijarah pada tanggal 5 Agustus 2008, para pemegang obligasi dan Sukuk Ijarah menyetujui 70% dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi dan Sukuk Ijarah akan digunakan untuk memperoleh tanah dengan cara mengakuisisi GO (Catatan 1c) dan sekitar 30% digunakan untuk modal kerja.

Berdasarkan perjanjian perwaliamanatan dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi beberapa ketentuan, antara lain:

a. Menjaga rasio-rasio keuangan sebagai berikut:

(1) perbandingan antara hutang berbunga terhadap ekuitas tidak lebih dari 3:1 (2) perbandingan antara EBITDA terhadap beban bunga tidak kurang dari 2,5:1

(3) perbandingan antara nilai jaminan yang telah dinilai setiap tahun oleh perusahaan penilai yang terdaftar di BAPEPAM dan LK dengan hutang obligasi tidak kurang dari 1:1.

Perusahaan telah memenuhi semua rasio keuangan yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut. b. Perusahaan tidak diperbolehkan untuk:

(1) Melakukan transaksi merger atau akuisisi

(2) Mengurangi modal dasar, ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan (3) Menjaminkan aset dan pendapatan Perusahaan

(4) Mengalihkan aset Perusahaan yang nilainya melebihi 15% dari seluruh aset (5) Memberikan kepada atau menerima pinjaman dari pihak lain

(6) Memberikan jaminan perusahaan kepada pihak lain (7) Mengubah kegiatan usaha utama Perusahaan

(8) Melakukan kegiatan usaha yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Syariah (khusus untuk Sukuk Ijarah).

Pada tanggal 31 Desember 2010 dan 2009, Perusahaan tidak sedang dalam kondisi gagal dalam memenuhi ketentuan dan kewajiban yang ada pada perjanjian obligasi dan Sukuk Ijarah.

Berdasarkan notulen rapat pemegang obligasi yang diselenggarakan pada tanggal 10 Juni 2010, yang ditutup dengan akta notaris No. 22 dan No. 19 dari Fathiah Helmi, S.H., pemegang obligasi menyetujui penggantian Mandiri yang sebelumnya bertindak sebagai wali amanat (trustee) untuk obligasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI). Hal ini karena Perusahaan memperoleh fasilitas kredit baru sebesar Rp250.000.000 dari Bank Mandiri pada tahun 2010.

16. HUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA Hutang usaha kepada pihak ketiga terdiri dari:

2011 2010

Pemborong pembangunan apartemen 2.379.234 352.728

Pemborong pembangunan infrastruktur 148.359.830 4.485.359

Pemborong pembangunan rumah 19.909.358 3.530.184

Pemborong pembangunan rukan 1.029.998 270.576

Pemasok lain-lain 86.304.097 31.445.815

Jumlah hutang usaha kepada pihak ketiga 257.982.517 40.084.662

Hutang usaha kepada pihak ketiga menurut jenis mata uang (Catatan 32) adalah sebagai berikut:

2011 2010

Rupiah 257.924.394 39.953.723

Euro 24.757 88.338

Dolar Amerika 7.074 7.226

Dolar Singapura 26.292 35.375

Jumlah hutang usaha kepada pihak ketiga 257.982.517 40.084.662

17. HUTANG LAIN LAIN

Rincian akun ini adalah sebagai berikut :

2011 2010

Kontraktor 18.829.212 4.171.893

Selisih lebih bagian aset bersih Anak Perusahaan atas biaya

perolehan - bersih (Catatan 1c) 1.002.549 1.077.392

Iuran dana simpanan 1.798.400

Lain-lain 56.766.358 14.655.537

Akun ini terdiri dari akrual untuk:

2011 2010

Listrik, air dan telepon 9.399.387 7.892.806

Perbaikan dan pemeliharaan 634.371 799.779

Promosi 870.658 132.608

Beban bunga 1.147.995 529.871

Jasa profesional 606.425 342.592

Prasarana, fasilitas sosial dan umum 0 41.526.045

Lain-lain 128.610.628 11.730.631

Jumlah biaya masih harus dibayar 141.269.464 62.954.332

Pada tahun 2010 dan 2009, Perusahaan dan GO mengakui akrual prasarana dan sarana sosial dan publik untuk Grand Residence Orchard. Jumlah penyisihan tersebut dihitung berdasarkan biaya per meter persegi (m²) yang akan dikeluarkan pada area yang akan dikembangkan sebagai sarana dan prasarana sosial dan umum.

19. PERPAJAKAN

2011 2010

a Pajak dibayar di muka terdiri dari:

Pajak penghasilan final 127.007.829 79.384.892

Pajak pertambahan nilai 16.126.605 -

Pajak penghasilan ps 22 431.597 2.989.302

Pajak penghasilan ps 23 472.021 153.963

Pajak penghasilan ps 25 53.166 7.731.421

Taksiran restitusi penghasilan pajak 4.540.074 4.891.845

Jumlah pajak dibayar di muka 148.631.292 95.151.423

b Hutang pajak terdiri dari:

2011 2010 Pajak penghasilan Pasal 21 1.725.573 919.535 Pasal 23 3.517.199 760.868 Pasal 25 427.082 5.569 Pasal 26 120.903 95.516 Pasal 29 1.422.948 3.811.930

PPh final sewa & jasa & penjualan 10.882.498 13.365.783

Pajak pembangunan 1.038.415 419.494

Pajak Pertambahan nilai - 2.575.614

Perusahaan dan Anak Perusahaan menyelenggarakan program pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan yang memenuhi persyaratan. Sampai dengan bulan Januari 2006, iuran Perusahaan untuk dana pensiun dihitung sebesar 1% dari penghasilan dasar pensiun karyawan, sementara itu iuran bulanan karyawan besarnya sama dengan 2,5% dari penghasilan dasar pensiun karyawan. Perusahaan juga mendaftarkan karyawan yang memenuhi persyaratan pada Program Pensiun Manulife (MPP) sebagai tambahan program pensiun. Program pensiun tersebut dikelola oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan Manulife Indonesia (DPLK), yang pendiriannya telah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan pada tanggal 17 Juni 2002. Mulai bulan Februari 2006, Perusahaan telah memberhentikan sementara iurannya kepada DPLK dan MPP karena kecukupan dana untuk membayar penarikan dalam jumlah besar. Perusahaan dan Anak Perusahaan memberikan tambahan minimal imbalan kerja sesuai dengan Undang-undang Tenaga Kerja No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU Tenaga Kerja No. 13). Tambahan manfaat imbalan kerja sesuai UU Tenaga Kerja No. 13 tidak didanai.

21. UANG MUKA YANG DITERIMA Akun ini terdiri dari:

2011 2009

Uang muka yang diterima dari penjualan : Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Rumah 1.810.062 3.789.124 Pihak ketiga Rumah 1.406.820.712 906.827.979 Rukan 389.447.242 179.468.320 Kapling 533.932.258 146.810.811 Apartemen 30.000 1.603.059 Lain-lain 93.464.293 12.819.718

Jumlah Pihak Ketiga 2.423.694.505 1.247.529.887

Jumlah uang muka yang diterima dari Penjualan 2.452.504.567 1.251.319.011

Uang jaminan pelanggan atas:

Pihak ketiga

Sewa 55.930.398 60.510.040

Keanggotaan 1.642.628 1.712.372

Telepon 521.516 592.763

Lain-lain 2.448.833 2.174.051

Jumlah uang jaminan pelanggan 60.543.375 64.989.226

Jumlah uang muka yang diterima 2.486.047.942 1.316.308.237

Rincian uang muka yang diterima dari penjualan berdasarkan persentase dari harga jual adalah sebagai berikut :

2011 2010 100% 1.576.951.156 774.575.791 50% - 99% 556.337.308 288.150.301 20% - 49% 165.886.860 129.759.175 < 20% 126.329.243 58.833.744 Jumlah 2.425.504.567 1.251.319.011

22. PENDAPATAN DITERIMA DIMUKA Akun ini terdiri :

2011 2010

Pendapatan sewa diterima di muka:

Retail 161.988.408 144.709.810

Komersial 5.885.376 5.855.166

Hunian - -

Perkantoran 10.472.719 5.598.100

Jumlah pendapatan diterima di muka 178.346.503 156.163.076

Iuran keanggotaan 3.939.018 4.121.774

Jumlah pendapatan diterima di muka 182.285.521 160.284.850

23. HAK MINORITAS ATAS ASET BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN Rincian hak minoritas atas aset Anak Perusahaan yang dikonsolidasi adalah sebagai berikut :

2011 2010

PT Bhakti Karya Vita 10.167.492 4.226.284

PT Serpong Cipta Kreasi 2.931.058 2.302.872

PT Bahagia Makmursejati 277.557 289.539

PT Citra Damai Agung 124.585 124.882

PT Jaya Bangun Abadi 118.897 117.716

PT Lestari Mahadibya 182.816 128.583

PT Eskage Tatanan Kota (414) 0

PT Makmur Orient Jaya 984 990

PT Summarecon Hotelindo 453 256

PT Orient City 961 959

PT Gading Orchard (7.942) (9.221)

PT Summerville Property Management (46.894) (1.814)

PT Summarecon Bali Indah 1 0

PT Bali Indah Property 6.441 0

PT Bali Indah Development 988 0

PT Mahkota Permata Perdana 1 0

PT Mahkota Intan Cemerlang 1 0

PT Summarecon Investment Property 1 0

PT Summarecon Property Development 1 0

PT Inovasi Jaya Property 611 0

Jumlah hak minoritas atas aset bersih 13.757.598 7.181.046

Hak minoritas atas (laba)/rugi bersih Anak Perusahaan yang dikonsolidasikan adalah sebesar Rp(148.114) pada periode yang berakhir tanggal 31 Maret 2011 dan Rp (159.920) pada 2010.

Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2011 adalah sebagai berikut : 2011 Pemegang Saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Persentase Kepemilikan Jumlah Manajemen

Harto Djojo Nagaria (Komisaris) 20.365.332 0.30% 2.036.533

Non-manajemen

PT Semarop Agung 1.722.205.502 25,06% 172.220.550

PT Sinarmegah Jayasentosa 475.788.112 6,92% 47.578.811

Bank Mellon NA S/A BNY Melon

Asset Servicing BV 405.000.000 5.89% 40.500.000

Lain lain (masing masing dengan pemilikan

kurang dari 5%) 4.249.781.894 61,83% 424.978.190

Jumlah 6.873.140.840 100.00% 687.314.084

Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2010 adalah sebagai berikut : 2010 Pemegang Saham Jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh Persentase Kepemilikan Jumlah Manajemen

Harto Djojo Nagaria (Komisaris) 20.366.236 0.31% 2.036.624

Non-manajemen

PT Semarop Agung 1.609.230.594 24.73% 160.923.059

PT Sinarmegah Jayasentosa 475.788.112 7,31% 47.578.811

Lain lain (masing masing dengan pemilikan

kurang dari 5%) 4.402.937.730 67,65% 440.293.773

Jumlah 6.508.322.672 100.00% 650.832.267

Transaksi-transaksi yang mempengaruhi modal saham Perusahaan dari 1 Januari 2007 sampai dengan 31 Maret 2011 adalah sebagai berikut:

(a) Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan tanggal 28 Agustus 2007 yang diaktakan dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., sebagai notaris pengganti dari Sutjipto, S.H., No. 265, para pemegang saham menyetujui penerbitan saham baru melalui penawaran umum terbatas I kepada para pemegang saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 459.014.453 (Rp900 per saham) (satuan penuh) saham baru dan Waran Seri I dengan jumlah maksimum 229.507.226 lembar yang diberikan secara cuma-cuma sebagai insentif bagi para pemegang saham yang melaksanakan HMETD. Setiap 2 (dua) saham baru yang dibeli dari penawaran umum terbatas I akan mendapat satu (1) Waran Seri I yang dapat digunakan untuk membeli saham baru dengan harga Rp1.100 (satuan penuh) per saham. Waran tersebut bisa ditukar sejak tanggal 26 Desember 2007 sampai dengan tanggal 21 Juni 2010. Pada tanggal 31 Desember 2007, tidak ada waran yang dilaksanakan. Saham baru tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.

(b) Berdasarkan berita acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 25 April 2008 yang diaktakan dengan akta notaris Fathiah Helmi, S.H., No. 44, para Pemegang Saham menyetujui pembagian saham bonus melalui kapitalisasi tambahan modal disetor sebesar Rp321.789.380 (Catatan 25), dengan ketentuan untuk setiap saham yang ada akan mendapatkan 1 (satu) saham bonus. Sehubungan dengan pembagian saham bonus tersebut maka harga pelaksanaan Waran Seri I disesuaikan dari Rp1.100 (satuan penuh) per saham menjadi Rp550 (satuan penuh) per saham dan jumlah sisa Waran Seri I dari 224.714.603 lembar menjadi 449.429.206 lembar. Dengan demikian, modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari Rp321.789.380 (setelah memperhitungkan waran yang dilaksanakan sebagaimana dijelaskan di butir “c” di bawah) menjadi Rp643.578.759.

(c) Pada bulan Jan s/d Maret 2010, terdapat Waran Seri I yang telah dilaksanakan sebanyak 71.522.034 lembar sehingga meningkatkan jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dari 6.435.787.592 lembar menjadi sebanyak 6.508.322.672 lembar pada tahun 2010.

25. TAMBAHAN MODAL DISETOR – BERSIH

Pada tanggal 31 Maret 2011 dan 2010, akun ini berasal dari:

2011 2010

Penawaran umum perdana pada tahun 1990 38.668.600 38.668.600

Kapitalisasi tambahan modal disetor menjadi modal saham pada

tahun 1994 (33.333.000) (33.333.000)

Dividen saham pada tahun 1996 1.908.000 1.908.000

Dividen saham pada tahun 1997 9.177.480 9.177.480

Dividen saham pada tahun 2002 5.961.228 5.961.228

Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh pada tahun 2005 - setelah dikurangi biaya emisi saham

sebesar Rp814.720 62.416.580 62.416.580

Saham bonus melalui kapitalisasi dari tambahan

modal disetor menjadi modal saham pada tahun 2006 (78.688.192) (78.688.192) Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh th 2007 setelah

dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp7.628.909 359.582.653 359.582.653

Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh th 2008 melalui pelaksanaan waran - setelah dikurangi biaya emisi waran

sebesar Rp150.000 4.642.623 4.642.623

Saham bonus melalui kapitalisasi dari tambahan modal disetor

menjadi modal saham pada tahun 2008 (Catatan 24) (321.789.380) (321.789.380)

Dalam dokumen SMRA Interim Acc - Q1 2011 Idn (Halaman 39-52)

Dokumen terkait