C. Akun Toko Marketplace Sebagai Benda
1. Akun Toko Marketplace Sebagai Virtual Property
Seperti uraian pada bagian sebelumnya salah satu contoh virtual property yang akan penulis bahas dalam penelitian ini adalah akun toko marketplace.
Konsep dari Marketplace memiliki kesamaa dengan pasar tradisional namun pada marketplace, saja pasar yang dimaksud berbentuk virtual. Sebagai pengelola marketplace, mereka bertugas memberi tempat untuk mempertemukan penjual dan pembeli di website mereka. Marketplace dirancang untuk meminimalisir proses bisnis yang kompleks sehingga tercipta efisiensi dan efektifitas. 80
Sistem penjualan berbasis marketplace merupakan kegiatan transaksi bisnis yang dilakukan secara online dengan cukup praktis tanpa harus berkoban lebih dan cukup melakukan transaksi bisnis melaui hp, laptop, atau alat telekomunikasi lainnya.81
Marketplace tidak dapat berfungsi tanpa adanya internet, hal ini sesuai dengan karakteristik virtual property yang hanya terdapat pada dunia maya dan hanya dapat difungsikan dengan adanya sambungan internet.
Dari penjelasan marketplace pada sub bab sebelumnya, dapat dikatakan yang dimaksud akun toko marketplace merupakan seseorang yang memiliki akun toko pada website marketplace. Sebagai contoh, pada marketplace shopee dengan toko Ghealsyshoes Official Shop82 yang menjual produk sepatu, tas, dan pakaian.
80 Rini Yustiani, Rio Yunanto, Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika (KOMPUTA), Vol. 6, No. 2, Oktober 2017, hlm. 44
81 Ibid.
82 https://shopee.co.id/ghealsyshoes diakses 24 Februari 2020, pukul 15.05
Pemiliknya bernama Putri Ayu Febriyanti. Hal ini menunjukan Putri Ayu Febriyanti sebagai pemilik akun toko marketplace merupakan pemilik virtual property. Akun toko marketplace dapat dikategorikan sebagai virtual property.
Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya, virtual property memiliki berbagai macam karakteristik yang terdapat didalamnya.
Karakteristik yang pertama, sebagai intangible atau benda yang tidak berwujud. virtual property yang merupakan kode yang dibuat dengan menggunakan sistem komputer dan internet yang hanya terdapat pada dunia siber sehingga tidak bisa dilihat secara nyata wujudnya. Begitu pula dengan kepemilikan akun toko marketplace bersifat virtual. Toko yang dimiliki terdapat pada dunia siber yang hanya dapat diakses menggunakan internet sehinga tidak ada benda berwujudnya.
Karakteristik selanjutnya, pada virtual property terdapat orang yang memilikinya sehingga ada subjek sebagai pemilik, dan objek yang berupa virtual property itu sendiri. Hal ini pula ditemukan dalam marketplace dimana pemilik akun toko marketplace merupakan subjek yang memiliki dan berkuasa atas objek yang berupa toko virtual yang terdapat pada website marketplace.
Virtual property yang memiliki sifat ekslusif sebagai karakteristik ketiga diartikan bahwa hanya pemilik password yang dapat mengakses dan mengendalikan seuatu akun. Itu artinya, tidak semua orang dapat menggunakan akun tersebut begitu saja. Sama halnya dengan marketplace dimana hanya pemilik alamat e-mail dan password saja yang dapat mengendalikan toko yang terdapat pada website marketplace.
Karakteristik lain yang dimiliki oleh virtual property adalah tidak akan berubah dan tetap ada. Ketika seorang pemilik virtual property membuka virtual propertynya yang terdapat pada dunia siber kemudian menutupnya, virtual property tersebut segala informasi dan hal-hal yang terdapat didalamnya tidak akan hilang.
Pemilik tetap dapat membukanya walau dilain waktu, tempat dan perangkat. Virtual property tidak terbatas hanya pada satu perangkat saja, dan tidak akan merubah isi yang terdapat didalamnya. Begitu pula pada marketplace, walaupun pemilik membuka akun disatu perangkat dan melakukan perubahan atas toko virtualnya, selama ia menyimpan hasil perubahannya dan menutup website tersebut, pemilik tetap akan dapat membuka akun tokonya di temapat atau perangkat lain dan segala perubahan yang telah disimpan tidak akan hilang.
Dari semua karakteristik yang sudah dijelaskan diatas dan dijabarkan lebih jelas pada sub bab sebelumnya, marketplace memenuhi karakteristik sebagai virtual property. Selanjutnya kaan dibahas, bahwa marketplace yang adalah virtual property memenuhi kriteria sebagai benda dalam hukum perdata.
2. Akun Toko Marketplace Sebagai Benda
Pada bagian sebelumnya telah dijelaskan bahwa akun toko marketplace merupakan virtual property. Marketplace sendiri memiliki ciri sebagai sebuah pasar virtual dimana didalamnya terdapat berbagai macam toko virtual yang dimiliki oleh banyak orang. Model toko virtual ini terdapat pada situs website yang hanya bisa diakses dengan menggunakan jaringan komputer. Hal ini sejalan dengan yang dimaksud sebagai virtual property. Karena sebelumnya telah dibuktikan
virtual property sebagai benda maka secara otomatis, akun toko marketplace yang merupakan salah satu bentuk dari virtual property adalah benda.
Dalam membuktikan bahwa akun toko marketplace adalah benda, penulis akan meilihat dari aspek penguasaan terhadap benda, cara mendapatkan benda, peralihan benda, dan hak kebendaan yang akan dijelaskan lebih lanjut.
a. Penguasaan Terhadap Benda
Seperti halnya benda, diketahui bahwa benda dapat dikuasai. Dikuasai dalam hal ini akan diuraikan berdasarkan penguasaan benda dalam hukum perdata yaitu dengan bezit dan eigendom. Dalam penelitian ini, terkait dengan pernguasaan akun toko marketplace, penguasaan terhadap benda dilakukan dengan cara eigendom.
Eigendom dalam hukum kebendaan perdata Barat, hak milik lebih dikenal dengan sebutan hak eigendom dan lazim disebut eigendom saja. Eigendom berasal dari kata eigen, yang artinya "diri sendiri" atau "pribadi", dan dom berasal dari kata domaniaal, yang artinya milik, dan istilah domein yang diartikan daerah atau wilayah atau milik negara.83 Berdasarkan penjabaran dalam Pasal 570 KUHPerdata, Eigendom adalah hak yang paling sempuma atas suatu benda. Seorang yang mempunyai hak eigendom (milik) atas suatu benda dapat berbuat apa saja dengan benda itu (menjual, menggadaikan, memberikan bahkan merusak), asal saja ia tidak melanggar undang-undang atau hak orang lain.84 Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa eigendom adalah hak yang paling sempurna atas suatu
83 Rachmadi Usman, Op.Cit.,hlm. 183
84 Subekti, Op. Cit., hal. 69.
benda. Hak Eigendom memberikan konsekuensi bagi pemiliknya untuk menikmati kegunaan sesuatu kebendaan dengan leluasa dan untuk berbuat bebas terhadap kebendaan itu dengan kedaulatan sepenuhnya. Berbuat bebas terhadap kebendaan itu dengan kedaulatan sepenuhnya menimbulkan dua konsekuensi, yaitu atas bendanya pemilik dapat melakukan:
a. Tindakan materil, berupa menggunakan, memungut hasil, membongkar, membuang, merusak dan
b. Perbuatan hukum, berupa menjual, meminjamkan, mempersewakan, menghibahkan, atau menggadaikan benda tersebut.
Dalam akun toko marketplace, pemilik akun dapat memiliki kebebasan baik melalui tindakan materil seperti menggunakan akun toko marketplace sebagai tempat untuk berjualan apapun, mendapatkan hasil dari barang yang dijual di akun toko marketplace tersebut, atau menutup akun toko tersebut. Pemilik akun toko marketplace juga dapat melakukan perbuatan hukum seperti menjual akun tokonya pada orang lain, atau sekedar memberikannya pada orang lain untuk mengurus dan mengelola akun toko marketplace tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa akun toko marketplace dapat dikuasai melalui eigendom dan segala konsekuensi yang selayaknya didapatkan dari pengusaan sempurna eigendom seperti yang ada pada benda pada umumnya juga dapat diterapkan dalam akun toko marketplace.
b. Cara Mendapatkan Benda
Ada beberapa macam cara memperoleh hak kebendaan seperti yang ditentukan dalam KUHPerdata. Beberapa cara tersebut diuraikan sebagai berikut:85
(1) Pengakuan
Pengakuan adalah ketika suatu benda yang tidak memiliki pemilik lalu orag lain menemukan dan mengakui sebagai miliknya. Orang yang mengakui tersebut memperoleh hak milik atas benda tersebut.
Contohnya, menangkap ikan di sungai atau di laut, berburu rusa di hutan bebas, memperoleh intan dari tempat penggalian bebas, atau mendapat barang antik (kuno) dari penggalian tanah pekaranagn milik sendiri.
(2) Penemuan
Benda milik orang lain yang lepas dari penguasaannya, misalnya, karena jatuh dijalan atau hilang akibat banjir kemudian ditemukan oleh seseorang, sedangkan dia tidak mengetahui siapa pemiliknya. Menurut Pasal 1977 ayat (1) KUH Perdata, penemu benda dianggap sebagai pemilik dan oleh karena itu dia menguasai benda itu. Dia mempunyai hak meguasai (bezit) atas benda itu dan bezit tersebut dianggap sebagai eigendom.
(3) Penyerahan
Dengan penyerahan, cara mendapatkan benda diperoleh ketika terjadi penyerahan berdasar pada alas hak tertentu, misalnya, jual-beli, hibah,
85 Abdulkadir Muhammad, Op. Cit, hlm.142
dan pewarisan. Dengan penyerahan itu, maka hak kebendaan berpindah kepada pihak penerima hak.
(4) Daluarsa
Hak kebendaan diperoleh karena daluarsa (lampau waktu). Daluarsa pada benda bergerak dan tidak bergerak tidaklah sama. Menurut Pasal 1977 ayat (2) KUH Perdata, setiap orang yang menguasai benda bergerak, misalnya, karena penemuan di jalan, hak milik diperoleh setelah lampau waktu 3 (tiga) tahun sejak dia menguasai benda bergerak itu. Sedangkan untuk benda yang tidak bergerak, menurut Pasal 1996 KUH Perdata daluarsanya pada 20 tahun dalam hal ada alas hak dan 30 tahun dalam hal tidak ada alas hak. Setelah itu, orang yang menguasai benda tidak bergerak tersebut memperoleh hak milik.
(5) Pewarisan
Untuk memperoleh benda dengan pewarisan hak kebendaan diperoleh karena pewarisan menurut hukum waris yang berlaku. Ada tiga macam hukum waris, yaitu hukum waris adat, hukum waris islam, dan hukum waris KUHPerdata. Pewarisan diberikan pada ahli waris untuk memperoleh hak waris sejak almarhum pemilik harta warisan itu meninggal dunia.
(6) Penciptaan
Cara mendapatkan benda dengan penciptaan adalah ketika orang menciptakan benda baru maka ia memperoleh hak milik atas benda ciptaannya itu. Penciptaan ini meliputi menciptakan benda baru dari benda-benda yang sudah ada atau menciptakan benda baru yang sama
sekali tadinya belum ada. Contohnya, menciptakan peralatan rumah.
Peralatan rumah seperti meja, kursi ini benda baru, tetapi tercipta dari benda-benda yang sudah ada yaitu kayu, palu, karet, dan amplas.
Berlaku pula pada Hak paten atas penemuan televisi, hak cipta atas suatu lagu, atau buku sebagai benda baru sama sekali.
(7) Ikutan atau Turunan
Mendapatkan benda dengan ikutan atau turunan seperti contohnya ketika seseorang membeli seekor kambing yang sedang hamil kemudian kambing itu melahirkan anak. Pemilik kambing tersebut memperoleh hak milik atas anak kambing yang baru lahir itu.
Sedangkan untuk ikutan, contohnya seperti tumbuhan yang ada di atas tanah pekarangan sebagai benda ikutan. Orang yang membeli pekarangan tersebut berhak pula atas tanaman di atas pekarangan itu karena ikutan.
Dari berbagai cara mendapatkan benda diatas, cara mendapatkan akun toko marketplace adalah dengan penciptaan dan penyerahan. Pemilik akun toko marketplace akan menciptakan toko virtual mereka sendiri dan memperoleh hak milik atas benda berupa toko yang ia ciptakan.
Pencipakan dilakukan dengancara seseorang membuka website marketplace, seperti tokopedia.com kemudian pilih menu mulai berjualan.
Pihak tokopedia akan memberikan langkah langkah untuk dapat membuka toko dengan cepat dan gratis. Hanya dnegan memilih menu Buka Toko Gratis, kemudian calon pemilik akun toko akan menentukan nama dan link toko. Nama dan link toko harus dipastikan belum dipakai orang lain.
Selanjutnya calon pemilik akun toko akan melengkapi informasi toko, dan deskripsi toko, Pemilik toko juga dapat mengunggah logo terbaik sebagai identitas toko. Kemudian, mengisi informasi pengiriman dengan masukkan alamat toko dan menandai lokasinya di peta. Pemilik toko juga menentukan layanan kurir yang digunakan. Semakin banyak pilihan kurir akan semakin menambah potensi penjualan. Setelah semua langkah tersebut maka akun toko marketplace sudah selesai diciptakan dan dapat digunakan dan dimanfaatkan. Sedangkan dalam hal penyerahan, melalui jual beli biasanya pemilik akun toko marketplace yang lama akan menaruh iklan pada forum jual beli agar dapat dilihat oleh calon pembeli. Pemilik akun toko marketplace tersebut akan memberikan deskripsi mengenai keterangan penting toko seperti berapa lama toko berjalan, reputasi toko, penjualan produk, pelanggan serta harga toko yang ditawarkan. Seperti contoh pada forum jual beli kaskus, dijual akun toko tokopedia. Toko tersebut telah mendapatkan reputasi Silver 1 dengan 458 point. Selama toko itu beroperasi sejak Oktober 2016, toko tersebut telah menjual 496 produk, dan difavoritkan oleh 75 pelanggan. Toko tersebut dijual dengan harga Rp. 1.000.000.86 Jika terjadi pembelian, maka pemilik akun toko marketplace tersebut akan menerima pembayaran yang telah disepakati, dan memberikan alamat email serta password akun tokonya pada pemilik akun toko yang baru. Pada saat itulah terjadi penyerahan melalui jual beli ditandai dengan penyerahan email dan password akun toko tersebut.
c. Peralihan Benda
86 https://fjb.kaskus.co.id/product/59bb264da2c06e09458b456c/wts-jual-akun-tokopedia-serious-only-cod-boleeeh/, ibid.
Dalam KUHPerdata mengatur tiga cara penyerahan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 612, Pasal 613,Pasal 616, dan Pasal 620 KUHPerdata.
Pada benda berwujud yang tergolong sebagai benda tidak bergerak, penyerahannya dilakukan dengan penyerahan nyata, yaitu adanya suatu peralihan secara fisik dari benda tersebut atau penyerahan kunci apabila benda tersebut berada di dalam suatu gudang. Adapun untuk benda-benda tidak berwujud yang tergolong sebagai benda-benda bergerak yang merupakan piutang atas nama dan benda-benda lain yang tak bertubuh penyerahannya dilakukan dengan pembuatan suatu akta, baik berupa akta otentik maupun berupa akta di bawah tangan kemudian memberitahukan penyerahan tersebut kepada debitur (pihak yang berhutang) yang bersangkutan.
Perbedaan cara penyerahan atas benda berwujud dan tidak berwujud dilakukan karena hakikat dari benda tidak berwujud adalah tidak memiliki wujud tertentu dan penyerahannya juga tidak dapat dilakukan dengan cara yang sama sebagaimana terhadap benda yang bewujud dan benda tak bergerak. Untuk adanya peralihan atas suatu benda yang tidak ada wujudnya, tentunya perlu suatu tanda, yang dapat tampak keluar bahwa di sana ada tindakan penyerahan.
Pada saat ini belum ada pengaturan yang jelas mengenai permasalah virtual property, namun ada dua aturan hukum yang dapat digunakan untuk mengkaji mengenai permasalahan ini, yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata sebagai benda dan UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dimana ketentuan mengenai program komputer sebagai ciptaan yang
dilindungi oleh undnag-undang telah mendapat pengaturan dalam Pasal 40 ayat (1) Undang Undang Hak Cipta dan disesuaikan dengan ketentuan Agreement On Trade-Related Aspects Of Intellectual Property Rights Annex 1C Pasal 10 mengenai Computer Programs and Compilations of Data.87 Namun baik keduanya belum ditemukan pengaturan yang jelas mengenai virtual property. Dalam pasal 16 ayat (1) Undang – Undang Hak Cipta dikatakan bahwa Hak Cipta adalah benda bergerak tidak berwujud.
Pasal 16 ayat (2) Undang – Undang Hak Cipta mengatakan bahwa Hak Cipta dapat beralih atau dialihkan, baik seluruhnya maupun sebagian karena: Pewarisan, Hibah, Wasiat, Perjanjian tertulis, atau Sebab-sebab lain yang dibenarkan oleh peraturan perundang-undangan. Berdasarkan ketentuan Pasal 16 ini dapat ditarik suatu kesimpulan, bahwa Hak Cipta itu adalah suatu benda bergerak dan karena merupakan suatu benda, maka di atasnya dapat dilekati hak kepemilikan. Mengacu pada ketentuan Pasal 16 Undang – Undang Hak Cipta tersebut, semua yang termasuk ke dalam Hak Cipta adalah benda bergerak. Termasuk di dalamnya adalah akun toko marketplace yang merupakan program komputer. Mengacu pada hal ini, dapat diasumsikan bahwa virtual property dalam wujud akun toko marketplace juga merupakan benda bergerak. Dasar pemikirannya adalah, virtual property merupakan program komputer yang diakui dan dilindungi oleh Undang –Undang Hak Cipta dan salah satu bentuk dari virtual property adalah akun toko marketplace.
87 Menurut pendapat Mahendra Adhi Purwanta dalam Tesis dengan judul “Analisa Hukum Terhadap Transaksi Atas Kebendaan Virtual Pada Penyelenggaraan Permainan Online”
Universitas Indonesia.
Jika dilihat dari jenis bendanya, akun toko marketplace sebagai benda bergerak tidak berwujud peralihan dan peneyerahan menurut Pasal 612 KUHPer, penyerahan benda bergerak dapat dilakukan dengan penyerahan nyata (feitelijke levering). Hal itupun membuatnya sekaligus juga disebut penyerahan yuridis (juridische levering). Oleh sebab itu, penyerahan pada akun toko marketplace dilakukan dengan penyerahan secara nyata dan sebagai benda tidak berwujud perlu adanya suatu tanda bahwa telah terjadi penyerahan. Tanda ini didapat ketika pemilik akun toko marketplace yang lama menyerahkan alamat email dan password kepada pemilik akun toko marketplace yang baru agar dapat menguasai akun toko marketplace tersebut.
d. Hak Kebendaan
Hak kebendaan merupakan hak yang memberikan kekuasaan secara langsung atas benda dan dapat dipertahankan terhadap siapapun dan setiap orang harus menghormati hak tersebut.88 Sedangkan menurut KUH Perdata dapat dibedakan: pertama, hak kebendaan yang memberikan kenikmatan atau zakelijk genotsrecht, contoh: hak milik, bezit. Kedua, hak kebendaan yang memberikan jaminan atau zakelijk zekenheidsrecht, contoh: gadai, hipotek, hak tanggungan, fidusia.89
(1) Memberi Kenikmatan
Berkaitan dengan benda, muncul pula hak-hak kebendaan. Hak kebendaan yang bersifat memberi kenikmatan, dimana artinya pemilik
88 Abdulkadir Muhammad, Loc. Cit, hlm. 136
89 Djaja S. Meliala, Perkembangan Hukum Perdata Tentang Benda dan Hukum Perikatan, Bandung: Penerbit Nuansa Aulia, 2015, hal. 8
hak tersebut dapat menikmati, mengambil manfaatnya, menggunakan dan mengambil buahnya. Pada marketplace tentu dapat memeberikan kenikmatan bagi pemiliknya, dengan memiliki akun toko pada marketplace pemilik dapat menghasilkan uang atas barang yang yang ia jual di toko tersebut. Pemilik dapat melakukan apapun pada tokonya, seperti menutup sementara apabila ia tidak ingin berjualan, memberikan potongan harga, memberikan kompensasi ongkos kirim, dan sebagainya. Segala hasil penjualan pun dapat ia cairkan ke rekening pribadinya dan dapat dinikmati hasilnya oleh pemilik akun tersebut.
(2) Memberikan Jaminan
Hak bendaan lainnya, yang bersifat memberikan jaminan, dimana benda disimpan dan dirawat sedemikian rupa untuk dijadikan jaminan suatu utang. Ketika yang berhutang wanprestasi, maka pemberi piutang diberi hak untuk menjual benda tersebut untuk mengambil pelunasan piutangnya. Pada akun toko marketplace jika nilai tokonya sudah tinggi dilihat dari reputasi toko, jumlah transaksi, penilaian pembeli, dan pendapatan yang diperoleh oleh toko selama ini maka toko tersebut memiliki nilai ekonomis dan memiliki harga pasar yang dapat dijual belikan. Sehingga dengan adanya nilai ekonomis maka akun toko marketplace tersebut dapat digunakan sebagai jaminan dalam pembayaran utang.
Dari penjelasan diatas, toko yang terdapat pada marketplace dapat dikatakan sebagai sebuah objek yang dapat dilekatkan dengan penguasaan terhadap benda baik bezit maupun eigendom sesuai dengan penguasaan yang dikenal dalam
KUHPerdata. Begitupula dengan konsekuensi dilekatinya penguasaan bezit maupun eigendom melalui tindakan materil seperti menggunakan akun toko marketplace sebagai tempat untuk berjualan apapun, mendapatkan hasil dari barang yang dijual di akun toko marketplace tersebut, atau menutup akun toko tersebut.
Maupun melalui perbuatan hukum seperti menjual akun tokonya pada orang lain, atau sekedar memberikannya pada orang lain untuk mengurus dan mengelola akun toko marketplace tersebut.
Selain itu, cara mendapatkannyapun termasuk dalam cara mendapatkan benda yang dikenal dalam KUH Perdata yaitu dengan cara penciptaan maupun penyerahan. Dari penyerahan yang dilakukan, peralihan akan benda ditunjukkan dengan penyerahan email dan password untuk dapat mengakses akun toko marketplace tersebut. Sedangkan dari penciptaan, pemilik akun toko marketplace ditunjukkan langkah langkah dari mendaftarkan diri hingga toko siap digunakan.
Sebagai benda bergerak tidak berwujud, akun toko marketplace menggunakan penyerahan nyata sesuai dengan Pasal 612 KUH Perdata dan ditandai dengan penyerahan email dan password akun toko marketplace.
Untuk hak kebendaan yang dikenal dalam KUH Perdata yang muncul baik memberi kenikmatan dan jaminian dapat dipenuhi oleh akun toko marketplace.
Karakteristik lain, diluar karakteristik diatas seperti transaksi jual beli akun toko marketplace dengan sejumlah uang mengartikan bahwa akun toko marketplace merupakan sumber kekayaan. Hal ini sejalan pula dengan konsep benda dimana dalam KUH Perdata, benda diartikan dalam 2 arti. Pertama dalam arti barang yang berwujud, kedua dalam arti bagian daripada harta kekayaan. Dalam
arti kedua ini (yaitu sebagai bagian dari harta kekayaan) yang termasuk zaak ialah selain daripada barang yang berwujud, juga beberapa hak tertentu sebagai barang yang tak berwujud.90 Abdulkadir Muhammad dalam bukunya menjelaskan harta kekayaan meliputi barang, hak, dan hubungan hukum mengenai barang dan hak, diatur dalam buku II dan buku III KUHPerdata. Sedangkan zaak meliputi barang dan hak diatur dalam buku II KUHPerdata.91
Pada akun toko marketplace adalah hanya pemilik akun yang mempunyai alamat e-mail dan kata sandilah yang dapat memiliki dan mengakses kegiatan pada toko marketplace tersebut. Sehingga marketplace memiliki karakteristik dapat dimiliki yang sesuai dengan benda sebagai segala sesuatu yang dapat menjadi obyek hukum dan barang-barang yang dapat menjadi milik serta hak setiap orang yang dilindungi oleh hukum.92
Sehingga dari uraian diatas marketplace dengan ciri-ciri dapat dilekatkan penguasaan terhadap benda, cara mendapatkan benda, peralihan benda, dan hak-hak kebandaan didalamnya memiliki ciri yang sama dengan ciri-ciri benda.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa akun toko marketplace yang terdapat pada website marketplace merupakan benda.
90 Sri Soedewi Mascjhoen Sofwan, Loc. Cit, hlm. 14.
91 Abdulkadir Muhammad, Loc. Cit, hlm. 126-127.
92 P.N.H. Simanjuntak, Loc. Cit, hlm. 203.