• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

3.3. AKUNTABILITAS KEUANGAN

Pencapaian kinerja akuntabilitas bidang keuangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan pada umumnya cukup berhasil dalam mencapai sasaran dengan baik. Untuk membiayai operasional Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan pada tahun 2011 mendapat anggaran sebesar Rp. 85.085.000.000,- dan setelah mengalami revisi-revisi termasuk mendapatkan tambahan

melalui APBN mengalami kenaikan menjadi Rp. Rp. 120.219.500.000,- atau mengalami kenaikan sebesar Rp. 35.000.000.000,- (41% dari anggaran semula). Alokasi anggaran Puslitbang perkebunan TA 2011 berdasarkan sasaran yang akan dicapai dapat dilihat pada Gambar 1. berikut:

Gambar 1. Alokasi Anggaran Puslitbang Perkebunan TA 2010 Berdasarkan Sasaran

Anggaran Puslitbang Perkebunan pada TA 2011, 81.87% dilalokasikan untuk gaji, operasional dan pemeliharaan dan penambahan asset perkantoran dan kegiatan manajemen, dan 18.13 % dialokasikan pada kegiatan utama yang menghasilkan sasaran yang telah ditargetkan, yang terdiri dari 6.41% untuk mencapai target varietas, 7.85% untuk target sasaran teknologi Peningkatan Produktivitas, 2.07 % untuk target sasaran Teknologi Nilai Tambah/Produk Olahan,1.40% untuk benih sumber dan

VARIETAS (6.41%) TEKN. BUDIDAYA (7.85%) PROD. OLAHAN (2.07%) BENIH (1.4%) REKOMENDASI KEBIJAKAN (0.40%) LAINNYA (81.87%)

0.4% untuk target Rekomendasi pengembangan tanaman perkebunan. Realisasi anggaran berdasarkan sasaran disajikan dalam tabel 12 berikut:

Tabel 12. Pagu dan Realisasi Anggaran Puslitbang Perkebunan TA 2010 Berdasarkan Sasaran

No. Sasaran Program/Kegiatan/Sub Kegiatan Anggaran Realisasi

Rp %

Program : Penciptaan Tekn. dan Var.Unggul

Berdaya Saing

1 Inovasi Tan. Perkebunan Kegiatan : Litbang Perkebunan

- Varietas 1 Sub kegiatan : Varietas unggul baru 3,423,800,000 3,207,091,000 93.67

- Teknologi Peningkatan

Produktivitas 2 Sub kegiatan : Teknologi budidaya 10,955,284,000 10,019,221,000 91.46

- Teknologi Peningk. Nlilai 3 Sub kegiatan : Produk olahan/Tekn. 2,051,817,000 1,884,186,000 91.83

Tambah/Produk Olahan Nilai Tambah

- Benih Sumber 4 Sub kegiatan : Benih sumber 1,680,738,000 1,522,688,000 90.60

- Plasma Nutfah 5 Sub kegiatan : Plasma Nutfah 3,214,869,000 3,102,175,000 96.49

2 Rekomendasi Kebijakan 6 Sub kegiatan : Sintesa Kebijakan 580,000,000 523,227,000 90.21

3 Diseminasi Inovasi 7 Sub kegiatan : Diseminasi 3,692,031,000 3,535,107,000 95.75

4

Penunjang 8 Sub Kegiatan : Lainnya (Keg. Manajemen 94,620,961,000 91,692,207,000 96.90

Gaji, operasional, aset)

Total 120,219,500,000 115,485,902,000 96.06

Anggaran Puslitbang Perkebunan TA 2011 tersebut diatas telah direalisasikan sebesar Rp. 115.485.902.000,- atau sebesar 96.06 %. Tidak terserapnya seluruh anggaran di Puslitbang Perkebunan terutama disebabkan karena kendala pencairan anggaran dan tidak tercapainya target PNBP. Beradasarkan jenis sasarannya, hampir seluruh sasaran utama mempunyai realisasi diatas 100%,

keterbatasan SDM dan sarana penunjang (AC pada ruangan pembibitan) di laboratorium kultur jaringan, mengingat laboratorium ini baru satu tahun ini mulai beroperasi.

Untuk menggambarkan kinerja keuangan UK/UPT lingkup Puslitbang Perkebunan pada Gambar 2 disajikan Realisasi anggaran berdasarkan UK/UPT, berdasarkan jenis belanja dan realisasi PNBPlingkup Puslitbang Perkebunan.

Gambar 2. Realisasi Anggaran (a) Berdasarkan UK/UPT; (b) Berdasarkan Jenis Belanja 0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000 60,000,000 70,000,000

P-bun Balittro Balittri Balittas Balitka Pagu 62,764,434 21,026,851 10,044,720 15,876,400 10,507,095 Realisasi 59,815,288 20,220,690 9,530,404 15,530,324 10,389,226 % Realisasi 95.30 96.17 94.88 97.82 98.88 0 10,000,000 20,000,000 30,000,000 40,000,000 50,000,000

Pegawai Barang Modal Pagu 39,830,025 41,657,934 38,731,541 Realisasi 39,165,146 39,471,682 36,849,104 % Realisasi 98.33 94.75 95.14

Gambar 3. Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Berdasarkan UK/UPT

Gambar 2. Realisasi anggaran berdasarkan UK/UPT menunjukkan capaian realisasi berkisar antara 94.88 % - 98.88 %. Realisasi terendah terjadi pada Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri), yang disebabkan karena rendahnya capaian PNBP sehingga anggaran yang bersumber dari PNBP tidak dapat direalisasikan.

Dalam hal akuntabilitas keuangan, LAKIP ini baru dapat menginformasikan realisasi penyerapan anggaran dan belum menginformasikan adanya efisiensi penggunaan sumberdaya. Hal ini karena adanya kendala sampai saat ini sistem penganggaran yang ada belum sepenuhnya berbasis kinerja, sehingga salah satu komponen untuk mengukur efisiensi, yaitu standar analisis biaya belum ditetapkan oleh instansi yang berwenang.

0 200,000,000 400,000,000 600,000,000 800,000,000

PUSLIT BALITTRI BALITTRO BALITKA BALITTAS Target PNBP 10,000,000 675,853,000 532,000,000 291,314,500 380,000,000 Realisasi PNBP 6,600,000 146,629,000 532,047,350 293,500,000 564,891,300 % Realisasi 66.00 21.70 100.01 100.75 148.66

BAB IV

PENUTUP

Peran Puslitbang Perkebunan sebagai lembaga penelitian dan pengembangan di bidang perkebunan menjadi semakin strategis, karena sampai saat ini sistem usahatani berbasis perkebunan masih dianggap belum mampu memberikan kesejahteraan bagi petani. Kondisi ini terjadi karena masih ditemukannya berbagai permasalahan, diantaranya adalah rendahnya produktivitas dan mutu produk yang dihasilkan di tingkat petani, kehilangan hasil yang disebabkan oleh hama dan penyakit, serta mutu bahan tanaman yang kurang baik. Permasalahan ini terus berlangsung walaupun Puslitbang Perkebunan telah memberikan kontribusi bagi pengembangan Perkebunan Rakyat melalui hasil-hasil litbang di bidang penyediaan bahan tanaman, komponen teknologi budidaya, dan teknologi pengolahan hasil. Salah satu upaya Puslitbang Perkebunan beserta ke empat UPT di bawahnya untuk meningkatkan daya saing produk Perkebunan adalah dengan memperbaiki dan meningkatkan kinerja kegiatan yang masih kurang dan mempertahankan kinerja kegiatan yang sudah bagus.

Pencapaian kinerja Puslitbang Perkebunan pada TA 2011, secara umum dapat dikatagorikan baik ditinjau dari hasil pencapaian kinerja sasarannya. Jika dibandingkan antar target dan capaian Indikator utamanya, seluruh sasaran dapat tercapai dengan kategori sangat berhasil. Sasaran varietas mencapai 133 % dari targetnya, sasaran teknologi produktivitas mencapai 147%, sasaran teknologi peningkatan nilai tambah mencapai 283% dari targetnya, sasaran benih sumber mencapai 122% dari targetnya, sasaran plasma nutfah mencapai 108% dari tergetnya dan sasaran rekomendasi kebijakan mencapai 120% dari targetnya.

Beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam pencapaian kinerja diantaranya adalah : 1) Ketersediaan Sumberdaya Manusia, baik tenaga fungsional peneliti, teknisi Litkayasa dan tenaga administrasi yang memadai; 2) Perencanaan kegiatan yang memadai; 3) Monitoring dan evaluasi yang intensif; 4) Pengelolaan keuangan yang handal ; dan 5) Sarana dan prasarana penelitian yang memadai;

Sedangkan kegagalan pencapaian kinerja keluaran pada kegiatan-kegiatan tertentu disebabkan karena beberapa hal di antaranya adalah : 1) Hambatan pencairan anggaran, (karena revisi, pelaksanaan lelang dan swa kelola); 2) Keterbatasan dana pada kegiatan-kegiatan tertentu; dan 3) Target output terlalu tinggi.dan 4) Kendala alam (hujan sepanjang tahun)

Hambatan/kendala dan permasalahan yang dihadapi dalam pencapaian kinerja Puslitbang Perkebunan pada TA 2011 adalah: 1) Kinerja pengelolaan keuangan dan sarana dan prasarana; 2) Perencanaan dan persiapan pelaksanaan kegiatan; 3) Penentuan target output dan sasaran kegiatan; 4) Faktor hambatan alam;

Langkah – langkah alternatif yang harus dilakukan dalam menanggulangi hambatan dan permasalahan yang dihadapi adalah dimasa yang akan datang adalah: 1) Perencanaan kegiatan secara cermat dan realistis, 2) Persiapan pelaksanaan kegiatan secara matang; 3) Penentuan target output dan sasaran secara realistis; 4) Merevisi dokumen perencanaannya jika menemui perubahan pelaksanaan kegiatan dari yang sudah direncanakan; 5) Meningkatkan kapasitas SDM, Aset dan SD Finansiial;

Lampiran 1.

Struktur Organisasi Puslitbang Perkebunan

BAG. TATA USAHA BIDANG PROGDAN EVALUASI

BIDANG KERJASAMA DAN PHP PUSLITBANG PERKEBUNAN

SUB BID PROGRAMSU

SUB BID EVALUASIS

SUBBAG. KEU

SUB BAG KEPEG SUB BID PHP

SUB BID KERJASAMA

KELOMPOK FUNGSIONAL BALITRI

No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA % 1 Tersedianya Varietas Unggul Tanaman

Perkebunan Yang Berdaya saing

jumlah varietas unggul 10 varietas 13 varietas 130 2 Tersedianya Inovasi Teknologi Budidaya Jumlah teknologi yg dihasilkan 25 teknologi 26 teknologi 104 3 Tersedianya Teknologi Diversifikasi dan

Peningkatan Nilai Tambah

Jumlah teknologi olahan yg dihasilkan

13 Produk 18 Produk 138.462 4 Tersedianya Rekomendasi Kebijakan Jumlah kebijakan 6 kebijakan 10 kebijakan 166.667 5 Tersedianya Sumberdaya Genetik Tanaman

Perkebunan Jumlah Plasma Nutfah 4,370 aksesi 8,862 aksesi

202.792 6 Tersedianya Benih Sumber Jumlah Benih 263 ton 371 ton 141.065

760,000 setek/rhizom setek/rhizo m

300,000 plantlet tebu 100.000 plantlet tebu

0.033 7 Terselenggaranya Diseminasi Jumlah jurnal/publikasi 8 terbitan 17terbitan 212.5 8 Terwujudnya kerjasama penelitian Tanaman

Perkebunan jumlah MOU Kerjasama

20 MOU 22MOU 110

TARGET REALISASI

Dokumen terkait