• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntabilitas Kinerja

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.1.1. Akuntabilitas Kinerja

Akuntabilitas kinerja P2 Kependudukan menggambarkan tolok ukur keberhasilan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, sebagaimana telah dirumuskan dalam Rencana Kegiatan Implementatif tahun 2015 - 2019. Pada tahun 2017, P2 Kependudukan menetapkan 17 Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) yang merujuk pada tujuh (7) sasaran strategis (SS) LIPI. Penetapan sasaran strategis disesuaikan dengan bentuk atau jenis keluaran (output) yang dihasilkan oleh P2Kependudukan, sebagai salah satu satuan kerja di bawah Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK)-LIPI. IKK tersebut dituangkan dalam dokumen Perjanjian Kinerja (PK) awal tahun. Dari hasil pengukuran kinerja, secara keseluruhan tingkat capaian kinerja P2 Kependudukan terhadap capaian IKK adalah sebesar 159,12 %. Nilai tersebut dihitung berdasarkan rata-rata persentase dari seluruh capaian IKU. Dari 17 IKK yang diperjanjikan, sebanyak 13 IKK dinyatakan berhasil, empat (4) IKK tidak tercapai. IKU dinyatakan berhasil jika capaiannya ≥ 100% dari

| 37 target yang telah ditetapkan. Rincian dari realisasi kinerja P2 Kependudukan berdasarkan sasaran strategis dan IKK tertera pada tabel 3.1 berikut.

Tabel 3.1: Perjanjian Kinerja (target dan realisasi) tahun 2017, P2 Kependudukan-LIPI

No Sasaran Strategis

Indikator Kinerja

Kegiatan (IKK) Target Realisasi Persentase 1 Meningkatnya

- Jumlah mahasiswa yang dibimbing S1-S3

- Jumlah posisi strategis yang dijabat dalam organisasi/pertemuan untuk internasional

1 2 200

| 38 - Jumlah posisi strategis

yang dijabat dalam scholar HI = 2 dan terindeks scopus)

Akumulasi Capaian Kinerja 159,12 %

| 39 3.1.2. Analisis dan Evaluasi Kinerja

Bahasan tentang capaian IKK P2 Kependudukan-LIPI pada tahun 2017 dimanfaatkan untuk melihat apakah strategi pencapaian yang diterapkan sudah sesuai atau perhatian khusus untuk diperbaiki di tahun-tahun mendatang. Analisis kinerja ini dievaluasi dan kemudian digunakan untuk menentukan sasaran-sasaran kerja tahun berikutnya. Berikut ini merupakan penjelasan dari setiap sasaran tersebut, yang meliputi 7 sasaran dari 9 sasaran strategis LIPI.

Sasaran Strategis 1: Meningkatnya kontribusi LIPI terhadap daya saing bangsa berbasis hasil penelitian

P2 Kependudukan LIPI mendukung sasaran strategis pertama yang ditetapkan oleh LIPI melalui kegiatan penelitian dengan menggunakan anggaran penelitian kompetensi inti, riset unggulan, dan penelitian kerjasama. Tiga (3) IKK ditetapkan untuk mencapai sasaran strategis pertama, yaitu jumlah buku yang diterbitkan dengan ISBN, jumlah mahasiswa (S1-S3) yang dibimbing, dan pengunjung perpustakaan Satker. Buku ISBN pada umumnya disusun dari hasil penelitian yang bersifat mendasar, inter dan multidisipliner serta respons terhadap permasalahan yang diajukan oleh publik. Publikasi ilmiah ini menunjukkan kualitas dan kemampuan peneliti dalam melakukan riset keilmuannya, dan dalam konteks yang luas juga termasuk hasil kajian dengan luaran buku ISBN. Kemampuan peneliti dalam bidang kepakarannya juga dapat dilihat kemampuan memberikan pelayanan pembimbingan kepada mahasiswa S2-S3 dengan capaian hingga 700%. Capaian IKK pada sasaran strategi 1 dapat dilihat pada gambar 3.1.

Gambar 3.1: IKK pada sasaran strategis 1, P2 Kependudukan, tahun 2017

6 5 120

10 35 153

4 30 33

B U K U I S S B N J M L M H S D I B I M B I N G P E N G U N J U N G P E R P 1 2 0 U S T A K A A 1 5 3 N Target

Realisasi Selisih

| 40 Semua IKK pada SS1 tercapai dengan baik, bahkan melebihi target. Kelebihan target terbesar hingga mencapai tujuh kali lipat adalah pada indikator “jumlah mahasiswa dibimbing S1-S3”, yang terjadi karena ada tambahan jenis indikator dari PME Kedeputian Bidang IPSK untuk memasukkan bimbingan penulisan ilmiah pada pelatihan jabatan fungsional peneliti yang mencapai 25 tulisan ilmiah bagi calon peneliti. Jika tidak memasukkan jenis bimbingan ini, maka realisasi kinerja tepat 100 persen. Jumlah mahasiswa yang dibimbing terdiri dari 3 orang mahasiswa S3 dan 2 orang mahasiswa S2. Sementara jumlah bimbingan mahasiswa magang sebanyak 4 orang tidak dimasukkan dalam perhitungan indikator ini.

Untuk IKK dalam bentuk buku ISBN, P2 Kependudukan-LIPI pada tahun 2017 telah mempublikasikan sebanyak 10 buah publikasi ilmiah melebihi yang ditargetkan (6 buah publikasi). Kelebihan ini berasal dari publikasi buku hasil kegiatan unggulan sebanyak empat (4) buah buku yang pada awalnya tidak direncanakan untuk terbit, karena riset unggulan yang berakhir pada tahun 2017 ditetapkan untuk menghasilkan paper kebijakan. Kesepuluh buku ISBN tersebut adalah:

1. Migrasi, Perubahan Lingkungan dan Adaptasi: Kasus Delta Mahakam, Kalimantan Timur, Penulis: Ade Latifa, Laksmi Rachmawati dan Fitranita, Penerbit Pustaka Sinar Harapan, 2017. ISBN: 978-979-416-988-9

2. Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Mengantisipasi Kebakaran dan Banjir di Jakarta Barat, Penulis: Deny Hidayati, Widayatun, Intan Adhi Perdana Putri, Penerbit: Mahara Publishing, ISBN: 978-602-6914-24-3

3. Belajar ke Negeri Jepang: Membangun Sinergi Untuk Memodemkan dan Meningkatkan Daya Saing Petani Indonesia. Penulis: Gusnelly, Devi Riskianingrum, Bayu A. Yulianto, Muzzar Kresna.

4. Ketahanan Sosial Masyarakat Pulau Pulau Kecil Terluar: Studi Kepulauan Marore dan Pulau Sebatik,

5. Rekonsiliasi dan Ketahanan Sosila: Studi Pengungsi Syiah Sampag dan Ahmadiyah Mataram, Orbit Yayasan Obor.

6. Kedaulatan Indonesia di Wilayah Perbatasan Perspektif Multidimensi, Editor: Mita Noveria, Penerbit: Yayasan Pustaka Obor, ISBN: 978-602-433-423-9

7. Mobilitas Penduduk Indonesia Dalam Situasi Dunia Global. Penulis:

Meirina Ayumi Malamassam, Haning Romdiati, Mita Noveria, Bayu Setiawan. Penerbit PT. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta (Anggota IKAPI), 2017. ISBN: 978-979-416-987-2

8. Isu Terkini & Tantangan Mobilitas Penduduk Indonesia. Editor: Haning Romdiati. Penerbit: Pustaka Sinar Harapan, 2017. ISBN: 978-979-416-985-8

| 41 9. Keluarga dan Globalisasi di Indonesia: Pemetaan Data Terkait Remaja, Ibu dan Anak, serta Penduduk Lanjut Usia (Lansia). Penulis: Zainal Fatoni dkk.; Editor: R. Sonny Laksono Yusman. Penerbit: Pustaka Sinar Harapan, 2017. ISBN: 978-979-416-989-6

10. Pemuda dan Pertanian Berkelanjutan: Dependensi, Strategi dan Otonomi.

Penulis: Vanda Ningrum, Amorisa Wiratri dan R. Sonny Laksono Yusman. ISBN: 978-979-416-990-2.

Gambar 3.2 : Contoh buku ISBN terbit tahun 2017, P2 Kependudukan

Pencapaian yang melebihi target ini menunjukkan bahwa hasil penelitian maupun SDM P2 Kependudukan telah memberikan kontribusi yang nyata terhadap masyarakat secara langsung, yaitu berupa jasa ilmiah.

Sasaran Strategis 3: Meningkatnya rekomendasi kebijakan berbasis hasil penelitian

Sebagai bagian dari LIPI, P2 Kependudukan ikut peran aktif untuk meningkatkan peran LIPI dalam pergaulan nasional maupun internasional. Kegiatan yang dilakukan adalah menyusun paper kebijakan (policy paper) yang diharapakan dapat membantu memecahkan persoalan bangsa, dengan capaian yang sudah baik, yaitu mencapai 108%, yaitu sebanyak 13 buah policy paper dari 12 yang ditargetkan.

Sebagian besar (10 policy paper) berasal dari hasil penelitian unggulan, yang merupakan program LIPI dengan anggaran yang dikelola oleh P2 Kependudukan.

Secara lebih detail, relaisasi IKK dalam bentuk policy paper dapat dicermati pada Tabel 3.2.

| 42 Tabel 3.2: Policy paper yang dihasilkan P2 Kependudukan, tahun 2017

No Judul Policy Paper

Sumber Anggaran Penelitian 1 Tanah Objek Reforma Agraria dan Pembangunan di Kawasan

Hutan Kabupaten Kepulauan Mentawai

Penelitian Kerjasama 2 Implementasi Program Wajib Belajar 12 Tahun di Era

Perubahan Tatakelola Pendidikan: Kasus Provinsi Jawa Barat.

Kompetensi Inti

3 Tenaga Kerja Asing (TKA) Ilegal di Indonesia: Permasalahan dan Upaya Penyelesaian. Penulis: Devi Asiati, dkk. ISBN:

978-602-60846-1-3

Kompetensi Inti

4 Meningkatkan Ketahanan Sosial Budaya dan/atau Kesejahteraan Orang Rimba, Penulis: Dedi S Adhuri, Riwanto Tirtosudarmo, Ali Yansyah Abdurrahim, Syaiful Hakam, Triyono.

Unggulan

5 Peningkatan Efektivitas Perdagangan Lintas Batas Indonesia-Filipina: Upaya Mendukung Ketahanan Sosial Masyarakat Pulau Pulau Kecil Terluar. Peneliti: Sandy Nur Ikfal Raharjo, Bayu Setiawan, Muhammad Fakhry Ghafur, Esty Ekawati.

Unggulan

6 Perlindungan Pengungsi Minoritas Agama: Komunitas Syiah Sampang dan Ahmadiyah Mataram. Penulis: Amin Mudzakir, Cahyo Pamungkas, Emi Budiwati, Nostalgiawan Wahyudi, Wahyudi Akmaliah.

Unggulan

7 Strategi Peningkatan Kerjasama Lintas Batas (Border Crossing Agreement) Indonesia-Malaysia Upaya Mendukung Ketahanan Sosial Masyarakat PPKT. Penulis: Sandy Nur Ikfal Raharjo, Bayu Setiawan, Muhammad Fakhry Ghafur, Esty Ekawati.

Unggulan

8 Strategi Meningkatkan Peran Pemuda Desa Dalam Kebijakan Regenerasi Petani. Penulis: Vanda Ningrum, Gutomo Bayu Aji, Dewi Harfina, Amorisa Wiratri, Puguh Prasetyoputra.

Unggulan

9 Konservasi Untuk Mendukung Ketersediaan Sumberdaya Air Daerah Aliran Sungai Belimbing Kabupaten Lombok Timur.

Peneliti: Eka Prihatinningtyas, Himmah Rustiami, Ignatius DA Sutapa, Ali Hamedi, Guruh Satria Ajie, Ivana Yuniarti.

Unggulan

10 Ketahanan Sosial Dalam Kota Tangguh Bencana Semarang, Peneliti: Henny Warsilah, Dede Wahdiat, Kurnia Novianti, Choerunnisa Noor Syahid, Syarfina Mahya Nadila, Laely Nurhidayat.

Unggulan

11 Mewujudkan Listrik Berkeadilan di Era (De)sentralisasi. Unggulan

| 43 Penulis: Maxensius Tri Sambodo, Ahmad Helmy Fuady,

Lamijo, Dini Suryani, Rio Novandra.

12 Paradigma Baru Pengentasan Kemiskinan Berbasis Ruang.

Peneliti: Thung Ju Lan, Soewarsono, Aulia Hadi, Wasisto Raharjo Jati, Irene M. Nadhiroh, Mia Amelia, Azzahra Ulya.

Unggulan

13 Transformasi Pengetahuan Alumni Magang Pertanian di Jepang: Sebuah Strategi Membangun Daya Saing Petani Muda dan Mendorong Terciptanya Wirausaha Pertanian di Pedesaan.

Penulis: Gusnelly, Devi iskianingrum, Umi Karomah Yaumiddin, Muzzar Kresna, Bayu A. Yulianto.

Unggulan

Dari policy paper yang dihasilkan oleh riset unggulan, ada tiga (3) buah yang telah dipakai sebagai bahan penyusunan kebijakan, sedang tiga (3) lainnya sedang dalam proses pembicaraan dengan institusi/lembaga yang membutuhkan untuk bahan penyususnan kebijakan (lihat gambar 3.3). Dimanfaatkannya policy paper sebagai output penelitian unggulan tersebut memang telah ditetapkan oleh LIPI bahwa penelitian unggulan seharusnya dapat mengatasi problem/masalah bangsa.

Gambar 3.3: Paper kebijakan kegiatan unggulan, P2 Kependudukan, tahun 2017

Sasaran Strategis 6: Meningkatnya jejaring dan kerjasama ilmiah nasional dan internasional yang berkualitas dan saling menguntungkan P2 Kependudukan-LIPI terus memperkuat jejaring dengan sejumlah pemangku kepentingan, baik dari kementerian/lembaga maupun akademisi dan kelompok masyarakat/asosiasi lainnya yang diukur dari jumlah kerja sama yang

| 44 dilakukan dibawah naungan MoU dengan LIPI maupun kerjasama tanpa berdasar pada MoU. Pada tahun 2017, P2 Kependudukan menargetkan 3 kerjasama riset tanpa MoU dan 1 kerjasama berdasar MoU. Gambar 3.4 memperlihatkan semua jenis kerjasama yang dilakukan P2 Kepenudukan-LIPI sepanjang tahun 2017.

Gambar 3.4: Kerjasama penelitian dan kegiatan ilmiah lainnya, P2 Kependudukan, Tahun 2017

Pencapaian kerjasama berdasarkan MoU adalah 100%, yaitu kerjasama penelitian antara P2 Kependudukan LIPI dan Pusat Penelitian Pengembangan Kependudukan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan menggunakan sistem swakelola. Judul penelitian kerjasama adalah “Isu terkait dengan Melahirkan/Menikah Pertama Umur 15-19 Tahun”. Kerjasama ini melibatkan tiga (3) orang peneliti P2 Kependudukan. Sementara itu, kerjasama yang tidak berdasarkan MOU terealisasi sebanyak 6 kerjasama dari 3 kerjasama yang ditargetkan. Kelebihan ini terjadi karena ada 3 tawaran:

1. Diskusi tentang “Waste Prevention and Green Building Program” dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang bekerjasama denganCity of Eugene, Origon)

2. Academic English Writing Course kerjasama antara P2 Kependudukan LIPI dan Institute of Continuing & TESOL Education University of Queensland tanggal 5-16 Juni 2017.

3. Kerjasama penelitian tentang Kebijakan Pertanian Organik di Indonesiadengan Aliansi Organis Indonesia dan Universitas Bakri.

Kerjasama

Kerjasama P2 Kependudukan LIPI dengan PKS

Peluncuran buku

KEBENCANAAN DAN RESILIENSI PENDUDUK: Alat ukur untuk mengetahui ngkat kesiapsiagaan masyarakat dalam mengan sipasi banjir dan kebakaran (BPBD DKI Jakarta)

PEMUDA DAN PETANI: Kerjasama peneli an AOI, Univ.

Bakrie, dan P2 Kependudukan

| 45 Pada tahun 2017 P2 Kependudukan juga menyelenggarakan peluncuran buku

“Kesiapsiagaan Masyarakat dalam Mengantisipasi Kebakaran dan Banjir di Jakarta Barat”. Buku ini merupakan hasil riset kerjasama antara P2 Kependudukan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Plan Internasional Indonesia, dan didanai oleh Australian AID tahun 2015.

Gambar 3.5 : Pelatihan penulisan artikel dalam Bahasa Inggris (kiri) dan peluncuran buku hasil kerjasama dengan BPBD dan Plan Internasional Indonesia.

Kelebihan capaian ini menggambarkan bahwa kinerja P2 Kependudukan dalam menjalin kerjasama penelitian dan kegiatan ilmiah sudah cukup baik. Namun, bentuk kerjasama yang sifatnya masih swakelola tidak dapat memberikan manfaat untuk menarik dana /anggaran penelitian ke P2 Kependudukan. Peluang memanfaatkan skema pengelolaan anggaran yang lebih menguntungkan bagi Satker perlu diupayakan, sehingga kegiatan kerjasama dapat membantu dalam mengatasi kekurangan dana penelitian dari APBN yang rentan terhadap pemotongan.

Indikator lain untuk mengukur capaian kinerja “peningkatan jejaring dan kerjasama ilmiah” adalah keikut-sertaan peneliti dalam menduduki posisi strategis dalam organisasi/pertemuan ilmiah di tingkat nasional maupun internasional. Tahun 2017, P2 Kependudukan hanya menargetkan masing-masing 1 orang untuk duduk dalam posisi strategis di kancah internasional dan nasional. Capaian di akhir 2017, terdapat dua orang yang berhasil menduduki posisi strategis di organisasi internasional, yaitu sebagai committee member ICSU Regional Committee for Asia Pasific dan Diputi Bidang Sosial Budaya dan Public Awareness, APCE-UNESCO.

Sementara di tingkat nasional adalah satu orang peneliti sebagai anggota Dewan Pengupahan Propinsi DKI Jakarta.

Sasaran Strategis 7: Meningkatnya rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat

P2 kependudukan-LIPI terus berupaya melakukan peningkatan aksesibilitas informasi ilmu pengetahuan (iptek) melalui penyelenggaraan kegiatan pertemuan ilmiah nasional (workshop, pameran, seminar, diseminasi), menerbitkan buku nasional dari hasil penelitian DIPA kompetensi inti dan unggulan, mengirim artikel

| 46 untuk penerbitan jurnal nasional terakreditasi maupun jurnal internasional, serta artikel sebagai bagian bunga rampai atau prosiding nasional dan internasional terakreditasi. Melalui berbagai kegiatan ini, diharapkan lebih mempermudah penyebarluasan dan akses memperoleh informasi terkini secara dinamis untuk mendukung pelaksanaan tugas P2 Kependudukan-LIPI dalam mendukung upaya pencapaian sasaran strategis LIPI.

Capaian peserta pemasyarakatn iptek hanya sebesar 83,6%, nampaknya karena pengaruh peserta desiminasi atau seminar yang hanya hadir ketika hari diselenggarannya isu/topik seminar yang sesuai dengan kebutuhan atau kompetensi mereka. Pada umumnya peserta tidak hadir penuh selama dua hari (misalnya dalam penyelenggaraan desiminasi dan hasil penelitian). Pada tahun 2017, diseminasi hasil penelitian P2 Kependudukan-LIPI dilaksanakan di Jakarta maupun di lokasi penelitian. Diseminasi di Jakarta dilakukan secara bersamaan oleh semua kelompok penelitian (kluster), sedang diseminasi di lokasi studi dilakukan oleh kluster yang melakukan studi di daerah tertentu. Baru satu (1) dari empat (4) kluster yang melakukan diseminasi di lokasi penelitian, yaitu Medan dan Jambi sevagai lokasi penelitian Kluster Ekologi Manusia. Selain seminar dari hasil kegiatan DIPA kompetensi inti dan unggulan, pada tahun 2017, P2 Kependudukan-LIPI juga melaksanakan seminar nasional tentang Dialog Kebangsaan ke 2 dengan mengambil tema “Pendidikan Memperkuat Kebangsaan”.

Gambar 3.6: Kegiatan Seminar Dialog Kebangsaan dan diseminasi hasil penelitian, P2 Kependudukan, tahun 2017

Berdasarkan PK 2017, peneliti di P2Kependudukan berjanji untk mencapai target dalam hal penulisan artikel baik di skala nasional maupun internasional. Untuk capaian internasional, target tercapai, tetapi untuk capaian jurnal nasional tidak tercapai. Pada PK tahun 2017, P2 Kepedendudukan menargetkan 20 jurnal maupun prosiding nasional. Namun, hanya ada 16 artikel yang tercapai (12 artikel di jurnal nasional dan 4 prosiding nasional). Capaian peningkatan rujukan ilmiah dan informasi iptek yang diakses masyarakat (kecuali jumlah peserta pemasyarakatan Iptek) pada

| 47 tahun 2016 dapat dilihat pada Gambar 3.7. Pada gambar ini terlihat bahwa rujukan ilmiah dan informasi iptek yang dapat diakses masyarakat dalam bentuk artikel secara umum dapat dikatakan tidak bisa memenuhi taget. Hanya indikator capaian dalam bentuk buku nasional yang diterbitkan (monograf/laporan penelitian) dan artikel di jurnal internasional yang dapat tercapai. Sebaliknya, untuk artikel jurnal nasional hanya mencapai 50%. Hal ini tidak semata-mata karena kegagalan peneliti P2 Kependudukan LIPI dalam menghasilkan artikel, tetapi lebih disebabkan bahwa pihak jurnal yang tidak bisa terbit tepat waktu, terutama jurnal-jurnal nasional teraktrediatasi yang semestinya terbit pada triwulan di akhir tahun.

Gambar 3.7: Capaian rujukan ilmiah dan informasi yang diakses masyarakat, P2 kependudukan-LIPI, tahun 2017

Capaian yang rendah dalam konteks rujukan ilmiah dan informasi iptek juga terjadi pada artikel atau bagian buku bunga rampai atau prosiding nasional maupun internasional terakreditasi. Kondisi ini nampaknya dipengaruhi oleh status akreditasi prosiding untuk ilmu sosial yang masih terbatas. Secara garis besar dapat dikemukakan, tiga (3) alasan utama tidak tercapainya IKK rujukan ilmiah dari sisi penerbitan artikel jurnal nasional, yaitu:

• Artikel di jurnal nasional yang disubmit oleh peneliti masih berada dalam proses peer-review sehingga belum bisa dipublikasi

• Seminar atau konferensi yang diikuti para peneliti P2Kependudukan tidak semuanya menerbitkan prosiding.

• Belum semua peneliti muda dan madya yang masing-masing jumlahnya 18 dan 12 orang memenuhi perjanjian kinerjanya untuk menghasilkan jurnal dan prosiding nasional.

| 48 Gambar 3.8: Beberapa buku laporan penelitian yang dihasilkan P2 Kependudukan,

tahun 2017

Sasaran Strategis 8: Meningkatnya pengembangan kompetensi SDM penelitian Indonesia

Salah satu ukuran keberhasilan suatu lembaga penelitian, seperti P2 Kependudukan-LIPI adalah melalui peningkatan jumlah sitasi dari publikasi ilmiah yang dihasilkan oleh para penelitinya. Sitasi yang menunjukkan asal-usul atau sumber suatu kutipan dan kemudian dicantumkan dalam karya tulis ilmiah orang lain. Oleh karena itu, jumlah sitasi atas publikasi peneliti menjadi bukti kinerja seorang peneliti. Cara pengukuran banyaknya jumlah sitasi dilakukan dengan menggunakan bantuan Google Scholar. Di Kedeputian Bidang IPSK disepakati bahwa untuk perhitungan kinerja

| 49 lembaga adalah peneliti yang memiliki google scholar dengan h-index 2). Merujuk pada kesepakatan ini maka terjadi kelebihan target sebanyak 9 orang dari yang ditargetkan hanya 6 orang. Namun, kelebihan ini karena pada saat penyusunan PK awal tahun 2017, h-index yang ditentukan adalah minimal tiga (3), tetapi pada saat perhitungan kinerja di akhir tahun diturunkan menjadi hindekx minimal 2. Dengan demikian capaian kinerja untuk h-index google scholar sebesar 250%. Peningkatan capaian jumlah peneliti dengan h-index minimal 2, merupakan bukti bahwa tulisan ilmiah dan penelitian para peneliti P2 Kependudukan-LIPI telah diakui oleh peneliti lain baik dari dalam dan luar negeri. Bagi peneliti yang belum memiliki akun Google Scholar, P2 Kependudukan harus terus mendorong para penelitinya untuk mempunyai akun di Google Scholar dan mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal atau prosiding yang terindeks global sehingga diharapkan indikator jumlah sitasi selalu meningkat setiap tahunnya.

Gambar 3.9: Peneliti menurut kepemilikan akun google scholar, P2 Kependudukan, Tahun 2017

Selain kemilikan google scholar, dua indikator lain untuk menggambarkan capaian kinerja dalam pengembangan kompetensi SDM adala jumlah institusi yang menggunakan jasa narasumber dan peneliti yang menjadi editorial board dalam jurnal. Pemanfaatan jasa narasumber meliputi narasumber, pengajar, maupun konsultan ke berbagai stakeholders di luar LIPI. Dari 15 institusi yang ditargetkan menggunakan jasa narasumber, pada akhir tahun 2017 dapat direalisasikan sebanyak 23 institusi, baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah kementerian/lembaga pemerintah dan non pemerintah yang memanfaatkan jasa kepakaran SDM peneliti P2 Kependudukan adalah:

1. Kementerian Kehutanan (Direktorat Konflik Tenural dan Hutan Adat, Direktorat Pengendalian Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Pusat Penelitian dan Pengembangan, Perubahan Iklim dan Kebijakan),

2. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,

| 50 3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Pusat Kurikulum dan Perbukuan,

Pusat Penelitian Arkeologi Nasional), 4. Kementerian Dalam Negeri,

5. Kementerian Pekerjaan Umum,

6. Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), 7. Kejaksaan Agung (Pusat Penelitian dan Pengembangan),

8. Pemerintah Provinsi Banten (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan), serta

9. Pemerintah Kabupaten Ketapang (Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah).

10. Forum Komunikasi Staf Ahli Menteri (Forkosam),

11. Kantor Staf Presiden RI bekerja sama dengan Koalisi Masyarakat Sipill untuk Keadilan Tenure

Selain Kementerian/lembaga, beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Indonesia, Universitas Negeri Makassar, Universitas Gadjah Mada (Eco DRR), dan PPM School of Management juga menggunakan jasa kepakaran peneliti P2 Kependudukan. Lingkungan akademisi lain adalah Puslitbang DPR. Beberapa perguruan tinggi dan akademisi luar negeri yang menggunakan jasa kepakaran peneliti P2 Kependudukan adalah Institute of Hazard, Risk, and Resillience (IHRR) Durham University dan ICSU Regional Committee for Asia Pasific.

Pencapaian editorial board juga melebihi target (150%), tetapi ke semuanya masih berada pada ketua dan anggota di jurnal internal IPSK. Hal menjadi pekerjaan rumah di tahun-tahun mendapatang untuk memperluas jasa kepakaran di bidang jurnal nasional dan bahkan interasional.

| 51

BAB IV PENUTUP

4.1. KESIMPULAN

Laporan Kinerja lembaga P2 Kependudukan tahun 2017 menyajikan berbagai capaian strategis lembaga, baik yang telah sesuai dengan target maupun yang belum memenuhi target. Semua capaian strategis tersebut terdapat pada Perjanjian Kinerja (PK) yang kemudian dianalisis selama periode 2017. Kegiatan evaluasi atas kinerja lembaga dilakukan berdasarkan Rencana Kegiatan yang telah dibuat pada awal 2017.

Pada tahun 2017, P2 Kependudukan telah mampu memenuhi capaian strategis.

Hal ini dapat terlihat dari indicator kinerja sebesar 159,12 persen yang berarti bahwa P2 Kependudukan telah mampu memenuhi target yang telah direncanakan. Meskipun masih ada beberapa target yang belum dapat terpenuhi, tapi ini akan menjadi bahan perbaikan dan peningkatan kinerja untuk tahun berikutnya. Beberapa sasaran yang tidak tercapai, terjadi karena faktor eksternal seperti pemotongan anggaran penelitian di pertengahan tahun. Akan tetapi, pemotongan anggaran yang berimbas pada pelaksanaan kegiatan tersebut dapat diatasi dengan baik melalui beberapa penyesuain di tingkat satker P2 Kepndudukan.

Berikut beberapa pencapaian serta kendala dalam capaian kinerja P2 Kependudukan tahun 2017, baik yang berhubungan dengan kegiatan penelitian maupun dengan pelayanan kelembagaan:

1. Pencapaian dan kendala dalam kegiatan penelitian

Kebijakan Deputi Bidang IPSk yang tidak memotong anggaran penelitian kompetensi inti berkontribusi cukup baik dalam pencapaian target yang terkait dengan kegiatan penelitian dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari jumah publikasi ilmiah yang melampaui (166,7 persen). Tetapi terkait dengan hasil penelitian, terdapat dua indikator kinerja yang belum terpenuhi, yaitu:

a. Jumlah artikel di jurnal nasional belum memenuhi target. Dari 20 target yang direncanakan, hanya 10 artikel di jurnal nasional yang tercapai. Ini artinya hanya terjadi capaian sebear 50 persen. Masih rendahnya capaian jumlah artikel di jurnal nasional disebabkan karena sebagian besar artikel yang disubmit para peneliti ke jurnal nasioanl terakreditasi mengalami proses peer-review yang cukup lama oleh Redaksi Jurnal. Hal ini menyebabkan para penulis artikel harus menunggu artikel tersebut diterbitkan dan belum bia dimasukkan pada capaian 2017.

| 52 b. Jumlah artikel sebagai bagian dari buku bunga rampai atau prosiding internasional yang terakreditasi juga belum memenuhi target, karena hanya tercapai sebesar 50 persen. Hal ini disebabkan karena banyak seminar/temu ilmiah internasional yang dihadiri oleh para peneliti, tetapi seminar/temu ilmiah tersebut tidak memfasilitasi/menyediakan prosiding terakreditasi. Hal ini

| 52 b. Jumlah artikel sebagai bagian dari buku bunga rampai atau prosiding internasional yang terakreditasi juga belum memenuhi target, karena hanya tercapai sebesar 50 persen. Hal ini disebabkan karena banyak seminar/temu ilmiah internasional yang dihadiri oleh para peneliti, tetapi seminar/temu ilmiah tersebut tidak memfasilitasi/menyediakan prosiding terakreditasi. Hal ini

Dokumen terkait