• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTANSI AKUNTANSI PERUSAHAAN PERUSAHAAN DAGANG DAGANG

Dalam dokumen Ringkasan Materi Ekonomi SBMPTN (Halaman 66-70)

Pertumbuhan dan Pembangunan EkonomiPertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi

B. AKUNTANSI AKUNTANSI PERUSAHAAN PERUSAHAAN DAGANG DAGANG

Beebbaann ++ -- ++ Untuk

Untuk mencatat mencatat transaksi transaksi yang yang terjadi terjadi setelah setelah kita kita memiliki memiliki dokumen dokumen yakni yakni buktibukti transaksi, maka kita memerlukan jurnal untuk menampung setiap akun yang harus transaksi, maka kita memerlukan jurnal untuk menampung setiap akun yang harus dicatat. Jurnal atau buku harian adalah buku untuk mencatat setiap bukti pencatatan dicatat. Jurnal atau buku harian adalah buku untuk mencatat setiap bukti pencatatan secara kronologis menurut nama a

secara kronologis menurut nama akun dan jumlah yang harus didebit dan dikkun dan jumlah yang harus didebit dan dikredit. Setelahredit. Setelah mencatat di jurnal, seluruh transaksi

di-mencatat di jurnal, seluruh transaksi di- posting posting  ke buku besar. Buku besar merupakan  ke buku besar. Buku besar merupakan suatu daftar untuk mencatat segala perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan suatu daftar untuk mencatat segala perubahan harta, utang, modal, pendapatan, dan beban.

beban.

B.

B. AKUNTANSI AKUNTANSI PERUSAHAAN PERUSAHAAN DAGANGDAGANG

Perusahaan

Perusahaan dagang dagang adalah adalah perusahaan perusahaan yang yang kegiatannya kegiatannya membeli membeli barang barang untukuntuk dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk dari barang tersebut. Dalam dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah bentuk dari barang tersebut. Dalam perusahaan dagang, terdapat karakteristik yang unik dibandingkan dengan perusahaan perusahaan dagang, terdapat karakteristik yang unik dibandingkan dengan perusahaan  jasa,

 jasa, yaitu yaitu dalam dalam perusahaan perusahaan dagang dagang terdapat terdapat akun akun Persediaan Persediaan Barang Barang Dagang Dagang (yang(yang tidak ada di perusahaan jasa). Pada prakteknya, siklus akuntansi di perusahaan dagang tidak ada di perusahaan jasa). Pada prakteknya, siklus akuntansi di perusahaan dagang tidak berbeda dengan siklus pada perusahaan jasa. Hanya saja dalam tahap pencatatan, tidak berbeda dengan siklus pada perusahaan jasa. Hanya saja dalam tahap pencatatan, di perusahaan dagang dikenal dengan adanya jurnal khusus. Adapun tahapan dalam di perusahaan dagang dikenal dengan adanya jurnal khusus. Adapun tahapan dalam perusahaan dagang yang kaitannya dengan kegiatan transaksi ialah sebagai berikut. perusahaan dagang yang kaitannya dengan kegiatan transaksi ialah sebagai berikut. a.

a. Bukti Bukti TrTransaksiansaksi Setiap

Setiap transaksi transaksi yang yang terjadi terjadi dalam dalam perusahaan perusahaan harus harus ada ada buktinya. buktinya. DalamDalam melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau melakukan transaksi jual beli, sebuah perusahaan dagang akan membuat atau memperoleh bukti transaksi. Berikut ini beberapa bentuk bukti-buk

memperoleh bukti transaksi. Berikut ini beberapa bentuk bukti-bukti transaksi padati transaksi pada perusahaan dagang.

perusahaan dagang. 1. Faktur 

1. Faktur 

Bagi penjual, faktur akan menjadi bukti penjualan yang disebut faktur Bagi penjual, faktur akan menjadi bukti penjualan yang disebut faktur penjualan. Sedangkan bagi pembeli, faktur menjadi bukti pembelian (faktur penjualan. Sedangkan bagi pembeli, faktur menjadi bukti pembelian (faktur pembelian). Jumlah yang dicatat oleh pembeli maupun penjual adalah jumlah pembelian). Jumlah yang dicatat oleh pembeli maupun penjual adalah jumlah akhir faktur.

akhir faktur. 2.

2. Nota Nota Kredit Kredit 

Kadang-kadang barang yang diperjualbelikan harus dikembalikan dengan Kadang-kadang barang yang diperjualbelikan harus dikembalikan dengan alasan karena rusak, tidak sesuai dengan yang dipesan, dan lain-lain. Oleh alasan karena rusak, tidak sesuai dengan yang dipesan, dan lain-lain. Oleh

3

3

karena itu penjual akan membuat suatu bukti transaksi yang merupakan karena itu penjual akan membuat suatu bukti transaksi yang merupakan kebalikan dari faktur penjualan, yaitu nota kredit. Bagi penjual, nota kredit akan kebalikan dari faktur penjualan, yaitu nota kredit. Bagi penjual, nota kredit akan menjadi bukti penerimaan kembali (retur penjualan). Sedangk

menjadi bukti penerimaan kembali (retur penjualan). Sedangkan bagi pembeli,an bagi pembeli, nota kredit akan menjadi bukti penerimaan kembali (retur pembelian).

nota kredit akan menjadi bukti penerimaan kembali (retur pembelian). 3.

3. Kuitansi Kuitansi 

Setiap pengeluaran oleh perusahaan perlu dibuatkan kuitansi yang Setiap pengeluaran oleh perusahaan perlu dibuatkan kuitansi yang ditandatangani oleh si penerima pembayaran. Bagian perusahaan, kuitansi ditandatangani oleh si penerima pembayaran. Bagian perusahaan, kuitansi ini akan menjadi bukti pembayaran (pengeluaran uang). Sedangkan bagi ini akan menjadi bukti pembayaran (pengeluaran uang). Sedangkan bagi penerima, kuitansi ini akan menjadi bukti penerimaan uang.

penerima, kuitansi ini akan menjadi bukti penerimaan uang. b.

b. Pencatatan Pencatatan TrTransaksi ansaksi dalam dalam Jurnal Jurnal UmumUmum

Secara umum akuntansi perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan akuntansi Secara umum akuntansi perusahaan dagang tidak jauh berbeda dengan akuntansi perusahaan jasa. Perbedaannya terletak pada kegiatan (proses akuntansi) yang perusahaan jasa. Perbedaannya terletak pada kegiatan (proses akuntansi) yang dilakukan kedua perusahaan tersebut. Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dilakukan kedua perusahaan tersebut. Perlu diketahui bahwa dalam perusahaan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dagang terdapat akun barang dagang dan akun-akun lain yang berhubungan dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa. Untuk dengan barang dagang. Hal ini yang membedakan dengan perusahaan jasa. Untuk menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bersifat prinsip antara proses menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang bersifat prinsip antara proses pencatatan (jurnal) transaksi pada perusahaan jasa dengan perusahaan dagang, pencatatan (jurnal) transaksi pada perusahaan jasa dengan perusahaan dagang, berikut ini disajikan contoh pencatatan transaksi perusahaan dagang yang telah berikut ini disajikan contoh pencatatan transaksi perusahaan dagang yang telah berjalan.

berjalan.

 Jurnal Umum  Jurnal Umum  Transaksi

 Transaksi JurnalJurnal

 Transaksi

 Transaksi penyerahan modalpenyerahan modal Kas Kas Rp Rp xxxxxx M

Mooddaall RRppxxxxxx  Transaksi pembelian perlengkapan

 Transaksi pembelian perlengkapan kantor, perlengkapan toko dan kantor, perlengkapan toko dan peralatan toko

peralatan toko

Perlengkapan

Perlengkapan kantor kantor Rp Rp xxxxxx Peralatan

Peralatan toko toko Rp Rp xxxxxx Kas

Kas Rp Rp xxxxxx

 Transaksi P

 Transaksi Pembayaran sewaembayaran sewa

Beban

Beban sewa sewa toko toko Rp Rp xxxxxx Kas

Kas Rp Rp xxxxxx  Transaksi

 Transaksi pembelian barang dagangpembelian barang dagang secara kredit

secara kredit

Pembelian

Pembelian Rp Rp xxxxxx Utang

Utang dagang dagang Rp Rp xxxxxx

 Transaksi pembayaran bi

 Transaksi pembayaran biaya/Bebanaya/Beban Biaya/BebanBiaya/Beban

Rp xxx Rp xxx K

4

4

 Transaksi r

 Transaksi retur pembelian &etur pembelian & pengurangan harga pengurangan harga

Utang

Utang dagang dagang Rp Rp xxxxxx Retur pembelian

Retur pembelian & Ph

& Ph Rp xxxRp xxx

 Transaksi yang mengakibatkan  Transaksi yang mengakibatkan

potongan pembelian potongan pembelian

Utang

Utang Dagang Dagang Rp Rp xxxxxx Kas Kas Rp Rp xxxxxx Potongan Potongan Pembelian Pembelian Rp xxxRp xxx  Transaksi

 Transaksi pembelian barang dagangpembelian barang dagang secara tunai secara tunai Pembelian Pembelian Rp Rp xxxxxx Kas Kas Rp Rp xxxxxx  Transaksi penjualan barang dagang

 Transaksi penjualan barang dagang secara kredit

secara kredit

Piutang

Piutang dagang dagang Rp Rp xxxxxx Penjualaan

Penjualaan Rp Rp xxxxxx  Transaksi r

 Transaksi retur penjualan & potonganetur penjualan & potongan harga

harga

Retur

Retur penjualan penjualan & & Ph Ph Rp Rp xxxxxx Piutang

Piutang Dagang Dagang Rp Rp xxxxxx

 Transaksi pen

 Transaksi penerimaan piutang ataserimaan piutang atas penjualan barang penjualan barang Kas Kas Rp Rp xxxxxx Potongan Potongan penjualan penjualan Rp xxxRp xxx Piutang

Piutang dagang dagang Rp Rp xxxxxx  Transaksi pembayar

 Transaksi pembayaran premi asuransian premi asuransi Asuransi dibayar di mukaAsuransi dibayar di muka

Rp xxx Rp xxx Kas

Kas Rp Rp xxxxxx  Transaksi penjualan barang dagang

 Transaksi penjualan barang dagang secara tunai secara tunai Kas Kas Rp Rp xxxxxx Penjualan Penjualan Rp Rp xxxxxx c.

c. Jurnal Jurnal KhususKhusus 1.

1. Pengertian Pengertian Jurnal Jurnal KhususKhusus

Buku harian atau jurnal yang selama ini dipelajari adalah jurnal umum. Setiap Buku harian atau jurnal yang selama ini dipelajari adalah jurnal umum. Setiap terjadi transaksi maka harus dicatat dalam jurnal umum

terjadi transaksi maka harus dicatat dalam jurnal umum dan diposting ke bukudan diposting ke buku besar. Hal tersebut akan mudah dilakukan bila transaksi yang terjadi jumlahnya besar. Hal tersebut akan mudah dilakukan bila transaksi yang terjadi jumlahnya sedikit. Namun apabila jumlah transaksinya banyak, penggunaan ju

sedikit. Namun apabila jumlah transaksinya banyak, penggunaan jurnal umumrnal umum menjadi tidak efisien. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan jurnal menjadi tidak efisien. Untuk mengatasi hal tersebut maka digunakan jurnal khusus (buku harian khusus). Penggunaan jurnal khusus dapat menghemat khusus (buku harian khusus). Penggunaan jurnal khusus dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Berikut ini beberapa manfaat jurnal khusus.

waktu, tenaga, dan biaya. Berikut ini beberapa manfaat jurnal khusus.

Memudahkan Memudahkan pemindahbukuan pemindahbukuan ke ke buku buku besar. besar. Pada Pada jurnal jurnal khususkhusus disediakan kolom-kolom khusus untuk beberapa jenis transaksi tertentu. disediakan kolom-kolom khusus untuk beberapa jenis transaksi tertentu. Dengan cara ini penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal Dengan cara ini penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal tidak perlu dilakukan tiap transaksi. Posting transaksi dari jurnal ke buku tidak perlu dilakukan tiap transaksi. Posting transaksi dari jurnal ke buku

5

5

besar dilakukan sekaligus untuk transaksi-transaksi yang terjadi selama besar dilakukan sekaligus untuk transaksi-transaksi yang terjadi selama satu periode.

satu periode.

Memungkinkan Memungkinkan pembagian pembagian pekerjaan. pekerjaan. Setiap Setiap jurnal jurnal khusus khusus dapatdapat digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi saja, sehingga digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi saja, sehingga memungkinkan pembagian tugas pencatatan kepada beberapa orang. memungkinkan pembagian tugas pencatatan kepada beberapa orang. 2.

2. Macam-macam Macam-macam Jurnal Jurnal KhususKhusus

Jurnal khusus yang dibuat oleh perusahaan dagang disesuaikan dengan Jurnal khusus yang dibuat oleh perusahaan dagang disesuaikan dengan kebutuhan. Jika suatu transaksi terjadi berulang-ulang dan sama, maka kebutuhan. Jika suatu transaksi terjadi berulang-ulang dan sama, maka dikelompokan pada satu jurnal khusus. Sesuai dengan kegiatan perusahaan dikelompokan pada satu jurnal khusus. Sesuai dengan kegiatan perusahaan dagang maka jurnal khusus yang sering digunakan adalah jurnal pembelian, dagang maka jurnal khusus yang sering digunakan adalah jurnal pembelian,  jurnal

 jurnal pengeluaran kpengeluaran kas, jurnal as, jurnal penjualan, penjualan, dan judan jurnal penerimaan rnal penerimaan kas. kas. ApabilaApabila terdapat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus terdapat transaksi yang tidak dapat dicatat dalam keempat jurnal khusus tersebut maka pencatatannya dilakukan pada jurnal umum.

tersebut maka pencatatannya dilakukan pada jurnal umum.

Jurnal Jurnal PembelianPembelian

Jurnal pembelian adalah jurnal untuk mencatat pembelian barang Jurnal pembelian adalah jurnal untuk mencatat pembelian barang dagangan dan harta lainnya secara kredit. Sedangkan pembelian dagangan dan harta lainnya secara kredit. Sedangkan pembelian barang dagangan dan harta lainnya secara tunai dicatat dalam jurnal barang dagangan dan harta lainnya secara tunai dicatat dalam jurnal pengeluaran kas.

pengeluaran kas.

Jurnal Jurnal Pengeluaran Pengeluaran KasKas

Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat pengeluaran uang, Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat pengeluaran uang, termasuk pembelian barang dagangan secara tunai dan pembayaran termasuk pembelian barang dagangan secara tunai dan pembayaran utang. Pada jurnal ini kolom utang dagang dan pembelian dibuatkan utang. Pada jurnal ini kolom utang dagang dan pembelian dibuatkan kolom khusus. Sedangkan untuk transaksi yang jarang terjadi dicatat kolom khusus. Sedangkan untuk transaksi yang jarang terjadi dicatat pada kolom “Serba-serbi”. Untuk kolom kredit terdiri atas kolom kas dan pada kolom “Serba-serbi”. Untuk kolom kredit terdiri atas kolom kas dan potongan pembelian. Bila tidak ada potongan pembelian maka jumlah potongan pembelian. Bila tidak ada potongan pembelian maka jumlah yang dicatat dalam kolom kas akan sama dengan debit pada kolom yang dicatat dalam kolom kas akan sama dengan debit pada kolom utang dagang. Namun bila terdapat potongan pembelian maka jumlah utang dagang. Namun bila terdapat potongan pembelian maka jumlah kredit pada kolom kas akan lebih kecil. Sedangkan jumlah potongan kredit pada kolom kas akan lebih kecil. Sedangkan jumlah potongan pembelian akan dicatat pada kolom potongan pembelian.

pembelian akan dicatat pada kolom potongan pembelian.

Jurnal Jurnal PenjualanPenjualan

Penjualan barang dagangan oleh perusahaan dagang biasanya disebut Penjualan barang dagangan oleh perusahaan dagang biasanya disebut penjualan. Penjualan barang dagangan secara tunai dicatat sebagai penjualan. Penjualan barang dagangan secara tunai dicatat sebagai debit pada akun Kas dan kredit pada akun Penjualan. Biasanya dalam debit pada akun Kas dan kredit pada akun Penjualan. Biasanya dalam praktik, penjualan secara tunai dicatat dalam jurnal penerimaan kas praktik, penjualan secara tunai dicatat dalam jurnal penerimaan kas sedangkan penjualan secara kredit dicatat dalam jurnal penjualan. sedangkan penjualan secara kredit dicatat dalam jurnal penjualan. Jadi, jurnal penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat Jadi, jurnal penjualan adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit. Penjualan penjualan barang dagangan yang dilakukan secara kredit. Penjualan barang dagangan secara kredit dicatat sebagai debit pada akun Piutang barang dagangan secara kredit dicatat sebagai debit pada akun Piutang Dagang dan kredit pada akun Penjualan.

6

6

Jurnal Jurnal Penerimaan Penerimaan KasKas

Semua transaksi yang menambah jumlah uang kas dicatat dalam Semua transaksi yang menambah jumlah uang kas dicatat dalam buku penerimaan kas (

buku penerimaan kas (cash receipt journal cash receipt journal ). Uang kas dapat diterima). Uang kas dapat diterima dari berbagai sumber, misalnya setoran modal dari pemilik, pencairan dari berbagai sumber, misalnya setoran modal dari pemilik, pencairan kredit bank, penjualan tunai, penagihan piutang, dan penagihan wesel kredit bank, penjualan tunai, penagihan piutang, dan penagihan wesel tagih serta bunganya. Dalam perusahaan dagang, sumber penerimaan tagih serta bunganya. Dalam perusahaan dagang, sumber penerimaan kas yang paling sering terjadi adalah penjualan tunai dan penagihan kas yang paling sering terjadi adalah penjualan tunai dan penagihan piutang dagang. Jurnal penerimaan kas dibuat untuk mencatat semua piutang dagang. Jurnal penerimaan kas dibuat untuk mencatat semua penerimaan uang. Dengan demikian jurnal penerimaan kas dibuat penerimaan uang. Dengan demikian jurnal penerimaan kas dibuat kolom khusus. Banyaknya kolom dan judul akun ditentukan oleh sering kolom khusus. Banyaknya kolom dan judul akun ditentukan oleh sering tidaknya suatu transaksi terjadi.

tidaknya suatu transaksi terjadi.

Jurnal Jurnal UmumUmum

Selain keempat jurnal khusus tersebut di atas, perusahaan harus tetap Selain keempat jurnal khusus tersebut di atas, perusahaan harus tetap membuat jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak membuat jurnal umum untuk mencatat transaksi-transaksi yang tidak dapat dicatat dalam jurnal khusus

dapat dicatat dalam jurnal khusus yang tersedia, seperti retur pembelianyang tersedia, seperti retur pembelian dan retur penjualan.

dan retur penjualan.

Dalam dokumen Ringkasan Materi Ekonomi SBMPTN (Halaman 66-70)