Transaksi Pendapatan Berbentuk Barang Dan Jasa
J. AKUNTANSI BELANJA
52. Belanja daerah diklasifikasikan menurut:
(a) urusan pemerintahan daerah;
(b) organisasi;
(c) program dan kegiatan; dan (d) kelompok.
53. Klasifikasi kelompok akun keuangan dirinci menurut :
(a) jenis;
(b) obyek; dan
(c) rincian obyek belanja.
Lampiran III - LRA Berbasis Kas 18
54. Klasifikasi belanja menurut urusan pemerintahan daerah terdiri dari belanja urusan wajib dan belanja urusan pilihan.
55. Klasifikasi belanja menurut urusan wajib mencakup :
(a) pendidikan;
(b) kesehatan;
(c) pekerjaan umum;
(d) perumahan rakyat;
(e) penataan ruang;
(f) perencanaan pembangunan;
(g) perhubungan;
(h) lingkungan hidup;
(i) pertahanan;
(j) kependudukan dan catatan sipil;
(k) pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak;
(l) keluarga berencana dan keluarga sejahtera;
(m) sosial;
(n) ketenagakerjaan;
(o) koperasi dan usaha kecil dan menengah;
(p) penanaman modal;
(q) kebudayaan;
(r) kepemudaan dan olahraga;
(s) kesatuan bangsa dan politik dalam negeri;
(t) otonomi daerah, pemerintahan umum, administrasi keuangan daerah, perangkat daerah, kepegawaian dan persandian;
(u) ketahanan pangan;
(v) pemberdayaan masyarakat dan desa;
(w) statistik;
(x) kearsipan;
(y) komunikasi dan informatika; dan (z) perpustakaan.
56. Klasifikasi belanja menurut urusan pilihan mencakup :
(a) pertanian;
(b) kehutanan;
(c) energi dan sumber daya mineral;
(d) pariwisata;
(e) kelautan dan perikanan;
(f) perdagangan;
(g) industri; dan (h) ketransmigrasian.
57. Belanja menurut urusan pemerintahan yang penanganannya dalam bagian atau bidang tertentu yang dapat dilaksanakan bersama antara pemerintah dan pemerintah daerah yang ditetapkan dengan ketentuan perundang-undangan dijabarkan dalam bentuk program dan kegiatan yang diklasifikasikan menurut urusan wajib dan urusan pilihan.
Lampiran III - LRA Berbasis Kas 20
58. Klasifikasi belanja menurut organisasi yaitu klasifikasi berdasarkan unit organisasi pengguna anggaran/kuasa pengguna anggaran.
59. Klasifikasi belanja menurut program dan kegiatan disesuaikan dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
60. Klasifikasi belanja menurut kelompok terdiri dari belanja tidak langsung dan belanja langsung.
61. Kelompok belanja tidak langsung merupakan belanja yang dianggarkan tidak terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.
62. Kelompok belanja langsung merupakan belanja yang dianggarkan terkait secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.
63. Kelompok belanja tidak langsung dibagi menurut jenis belanja terdiri dari :
(a) belanja pegawai;
(b) belanja bunga;
(c) belanja subsidi;
(d) belanja hibah;
(e) belanja bantuan sosial;
(f) belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa;
(g) belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa; dan
(h) belanja tidak terduga.
64. Kelompok belanja langsung dibagi menurut jenis belanja yang terdiri dari :
(a) belanja pegawai;
(b) belanja barang dan jasa;
(c) belanja modal;
65. Belanja barang dan jasa adalah pengeluaran anggaran untuk pengadaan barang dan jasa yang nilai manfaatnya kurang dari 12 (dua belas) bulan dalam melaksanakan program dan kegiatan pemerintah daerah.
66. Belanja barang dan jasa dapat berupa belanja barang pakai habis, bahan/material, jasa kantor, premi asuransi, perawatan kendaraan bermotor,
cetak/penggandaan, sewa
rumah/gedung/gudang/parkir, sewa sarana mobilitas, sewa alat berat, sewa perlengkapan dan peralatan kantor, makanan dan minuman, pakaian dinas dan atributnya, pakaian kerja, pakaian khusus dan hari-hari tertentu, perjalanan dinas, perjalanan dinas pindah tugas dan pemulangan pegawai, pemeliharaan, jasa konsultasi, dan lain-lain pengadaan barang/jasa, dan belanja lainnya yang sejenis.
67. Karena adanya perbedaan klasifikasi belanja menurut Permendagri No. 13 tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah yang terlah dirubah beberapa kali dan terakhir dengan Permendagri No. 21 tahun 2011 dengan yang diatur dalam PP No. 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, maka
Lampiran III - LRA Berbasis Kas 22
entitas akuntansi/pelaporan harus membuat konversi untuk klasifikasi belanja yang akan dilaporkan dalam laporan muka laporan realisasi anggaran (LRA).
68. Setelah dilakukan konversi maka Belanja diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja), organisasi, dan fungsi.
69. Klasifikasi ekonomi untuk pemerintah daerah meliputi belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial, dan belanja tak terduga.
70. Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari pemerintah daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja operasi antara lain meliputi belanja pegawai, belanja barang, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial.
71. Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja modal meliputi antara lain belanja modal untuk perolehan tanah, gedung dan bangunan, peralatan, aset tak berwujud.
72. Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah.
73. Klasifikasi belanja menurut ekonomi (jenis belanja) adalah sebagai berikut:
Belanja Operasi:
- Belanja Pegawai
xxx - Belanja Barang
xxx - Bunga
xxx - Subsidi
xxx - Hibah
xxx - Bantuan Sosial
xxx Belanja Modal
- Belanja Aset Tetap
xxx - Belanja Aset Lainnya
xxx Belanja Lain-lain/Tak Terduga
xxx Transfer
xxx
74. Transfer keluar adalah pengeluaran uang dari
Lampiran III - LRA Berbasis Kas 24
seperti pengeluaran dana perimbangan oleh pemerintah pusat dan dana bagi hasil oleh pemerintah daerah.
75. Klasifikasi menurut organisasi yaitu klasifikasi berdasarkan unit organisasi pengguna anggaran. Klasifikasi belanja menurut organisasi di pemerintah daerah antara lain belanja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Sekretariat Daerah pemerintah kabupaten, dinas pemerintah kabupaten dan lembaga teknis daerah kabupaten.
76. Klasifikasi menurut fungsi adalah klasifikasi yang didasarkan pada fungsi-fungsi utama pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
77. Contoh klasifikasi belanja menurut fungsi adalah sebagai berikut:
Belanja :
- Pelayanan Umum xxx
- Pertahanan xxx
- Ketertiban dan Keamanan xxx
- Ekonomi xxx
- Perlindungan Lingkungan Hidup xxx - Perumahan dan Permukiman xxx
- Kesehatan xxx
- Pariwisata dan Budaya xxx
- Agama xxx
- Pendidikan xxx
- Perlindungan sosial xxx
Pengakuan
78. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum Daerah.
79. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
80. Realisasi anggaran belanja dilaporkan sesuai dengan klasifikasi yang ditetapkan dalam dokumen anggaran.
81. Koreksi atas pengeluaran belanja (penerimaan kembali belanja) yang terjadi pada periode pengeluaran belanja dibukukan sebagai pengurang belanja pada periode yang sama.
Apabila diterima pada periode berikutnya, koreksi atas pengeluaran belanja dibukukan dalam pendapatan-LRA dalam pos pendapatan lain-lain-LRA.