• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISIS AYAT TENTANG AL-KALB

B. Al-Kalb dan Derivasinya

Kata kalb dalam al-Qur’an telah disebutkan empat kali dalam QS.

al-Kahf / 18:18 dan 22. Kata kelima kalb disebutkan dalam QS. al-A'ra>f / 7: 176 digunakan sebagai alegori bagi orang yang tersesat, tidak mau menerima kitab suci. Ayat ini juga memberikan informasi tentang salah satu ciri anjing. Yakni lidahnya yang selalu menjulur, tidak peduli dia kenyang atau diam. Hal inilah yang dibandingkan dengan mereka yang

7 Kadar M. Yusuf, Studi al-Qur’an, (Jakarta: Amzah, 2010), 35.

8 M. Quraish Shihab, al-Luba>b: Makna,Tujuan dan Pelajaran dari Surah-Surah al-Qur’an (Tangerang: Lentera Hati, 2012), 252

berada dalam kesesatannya. Bersamaan dengan itu, kata Mukallibi>n di Q.S. al-Ma>idah adalah kata yang berarti penangkap atau pemburu.

Misalnya anjing, elang, serigala dan hewan lain yang dididik untuk berburu mangsa.9

Secara etimologis, kata kalb berasal dari kata kalaba yang aslinya berarti tergantung kuat. Artinya, sesuatu sangat bergantung pada hal-hal lain sehingga sulit untuk memisahkan maknanya tergantung konteks penggunaannya. Anjing disebut “kalb” karena setiap kali dilepaskan untuk menangkap mangsanya, ia akan menukik dengan taring dan kukunya, lalu menggantung mangsanya pada taringnya.10

Kata Kalb adalah isim fa’il dengan timbangan s}ulasi mazid bi harfin yaitu: 11

ب لكم وهف , بلكي , ب لكي , ب لك

Kata Mukallibi>n dalam Q.S. al-Ma>idah /5: 4 berarti pemburu atau penangkap.12

Kata al-Mukallibi>n berasal dari بلك (kalb) berarti anjing. Lebih jelasnya Mukallibi>n ini adalah anjing yang terlatih, tetapi di sini berarti semua hewan pemburu yang terlatih disebut Mukallibi>n. Pemilihan kata tersebut diambil karena anjing merupakan hewan pekerja populer yang telah dilatih.13

Pada surah al-A'ra>f ayat 176 kata al-Kalb disebutkan dalam bentuk isim ma’rifat, dengan ciri alif lam. Berdasarkan ilmu nahwu, isim ma’rifat menandakan kata tersebut telah diketahui atau khusus, dengan

9 Muhammad Fua>d ‘abdul ba>qi>, Mu’jam al-Mufahras Li al-fa>z} al-Qur’anul Karim (Al-Qa>hirah: Dar al-Hadis, 2007), 716.

10 M. Quraish Shihab, Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian KosaKata, Jilid II, (Jakarta: Lentera Hati, 2007), 423.

11 Ahmad Mukhta>r Umar, Mu’jam al-Lugah al-‘Arabiyyah al-Mu’a>sirah, Juz 3, Cet. I, (Kairo Mesir:’alamul kutub,2008)

12 M. Quraish Shihab, Ensiklopedia Al-Qur’an: Kajian KosaKata, Jilid II, (Jakarta: Lentera Hati, 2007), 423.

13 M. Quraish Shihab, Tafsir Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Vol. 3 (Tangerang: Lentera Hati, 2017), 26.

29 ciri-ciri yang disebutkan pada kalimat selanjutnya dalam ayat tersebut.

Pada surah al-Kahf, kata kalb disandarkan kepada d}omir hum yang mengandung makna kepemilikan, yakni yang berarti anjing mereka (Ashabul Kahfi ).

Sedangkan pada surah al-Ma>idah ayat 4 menyebutkan kata Mukallibi>n. Berdasarkan ilmu S}orof, kata Mukallibi>n merupakan bentuk jamak dari kata mukallib dengan asal kata kallaba-yukallibu yang berarti menganjing. Kata kallaba-yukallibu merupakan perubahan bentuk (wazan) dari kata kalb yang berarti anjing, dengan maksud littikhozil fi’li minal ismi yaitu menjadikan kata kerja dari kata benda.

M. Quraish Shihab mengartikan kata al- Mukallibi>n terambil dari kata بلك kalb, yaitu anjing.14 Menurutnya Mukallibi>n adalah anjing yang terlatih. Pemilihan kata tersebut diambil dari kata tersebut karena anjing merupakan hewan penangkap mangsa populer yang telah dilatih.

14 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, 26.

30 BAB IV

ANALISIS MAKNA PENYEBUTAN AL-KALB A. Al-Kalb sebagai Hewan yang Bermanfaat bagi Manusia

Proses domestika atau penjinakan berlangsung sejak 10.000-15.000 tahun silam. Awalnya, manusia memanfaatkan salah satu jenis anjing mirip serigala yang liar. Anjing tersebut perlahan-lahan jinak, bahkan beberapa di antaranya menjadi hewan peliharaan manusia.

Binatang ini dapat membantu berburu mangsa karena mampu bergerak dan penglihatannya yang tajam. Kehadirannya ternyata bisa diandalkan untuk menjaga harta milik majikan. Anjing tidak lagi kelaparan karena mendapat cukup makanan, tempat tinggal yang hangat, dan curahan kasih sayang. Anjingpun senantiasa pergi mengikuti ke mana tuannya pergi.1

Waktu silih berganti, anjing liar menyadari bahwa mereka hanya dapat mengandalkan sisa-sisa makanan manusia, oleh karena itu anjing senantiasa mengikuti setiap pergerakan manusia. Sejak saat itu, anjing dan manusia mulai berinteraksi, hingga akhirnya mereka menjalin hubungan yang baik.2

Manusia sangat membutuhkan ketahanan dan kekuatan anjing.

Apalagi untuk membantu dalam pekerjaan sehari-hari. Sejak 16 abad silam, penduduk Kutub Utara telah menggunakan anjing sebagai kereta traksi. Di beberapa negara Eropa pada abad ke-20, seperti Belanda dan Belgia, anjing digunakan sebagai alat transportasi barang, seperti hasil kebun, kayu atau batu. Bahkan kantor pos menggunakan anjing sebagai tukang pos. Di Cina dan Tibet, orang menemukan bahwa anjing adalah penjaga hewan peliharaan dan kuil, seperti Peking, Issa, Apso, Shih Tzu, Tibetan Spaniel, dan Japanese Chin. Hebatnya lagi, dalam peperangan,

1 N.S. Budiana, Anjlng (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008), 7.

2 N.S. Budiana, Anjing, 7.

31 anjing juga dibantu sebagai pembawa amunisi karena kekuatannya yang tinggi.3

Anjing pintar menjaga wilayahnya, mengawasi siapa saja yang memasuki gerbang setiap saat. Gonggongannya seperti pertanda adanya orang asing, sehingga pemiliknya akan waspada terhadap apa pun yang terjadi. Pada tulisan kuno maupun kekinian, tidak sedikit yang menceritakan tentang kehebatan anjing menyelamatkan nyawa atau harta benda. Di Jepang, seekor anjing Akita bernama Hachiko membuktikan kesetiaannya dengan menunggu pemiliknya Profesor Eisaburo Ueno di Stasiun Shibuya selama bertahun-tahun hingga akhir hayatnya. Kesetiaan Hachiko diketahui semua orang Jepang. Sebuah surat kabar menyarankan pembangunan monumen di stasiun sebagai simbol kesetiaan.4

Jika terjadi kebakaran, kebocoran air atau gas, anjing dapat mengetahui hal tersebut karena memiliki kepekaan yang tinggi. Selain itu, anjing biasa digunakan aparat keamanan untuk menjaga wilayah, melacak korban bencana alam, penggeledahan narkotika atau bahan haram lainnya.

Tentunya anjing yang sudah dilatih. Anjing ini sangat pandai melihat jejak pencuri. Kehadiran anjing juga bisa mengusir pengunjuk rasa atau predator di toko-toko. Berkat anjing yang terlatih dengan baik, banyak kasus narkoba di pelabuhan, bandara, terminal, dan stasiun telah digagalkan. Anjing yang terlatih juga dapat digunakan sebagai pendeteksi bahan peledak untuk dapat menemukan bom. Di masa sekarang, anjing bisa dilatih menjadi pelayan orang tuli. Anjing tidak hanya bertindak sebagai pengantar, tetapi juga bertindak sebagai pengawal bagi pemiliknya. Contohnya memberi tahu majikannya jika ada bel berbunyi.5

3 N.S. Budiana, Anjing, 10.

4 N.S. Budiana, Anjing, 11.

5 N.S. Budiana, Anjing, 12-13.

Anjing sangat bagus dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Kelebihannya termasuk penciuman, pendengaran dan penglihatan sensitif yang membuat anjing menjadi alarm, sehingga pemiliknya sadar akan bahaya yang akan terjadi. Anjing telah menjadi penjaga keamanan yang baik dalam keluarga. Bagi yang bisa dilatih, anjing bisa membantu berbagai tugas manusia, mulai dari berburu, menjaga ternak, menjaga, dan alat pelacak hingga membantu mengobati berbagai penyakit.6

B. Al-Kalb sebagai Sifat Mencintai Dunia atau Sifat Buruk

Al-A'ra>f [7] : 176

“Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.”

Kata "yalhas" diambil dari bahasa "lahasa", yaitu terengah-engah karena sulit bernafas, seolah-olah sedang berlari kencang. Ayat ini mengungkapkan sebuah fenomena yakni ketika anjing selalu menjulurkan lidahnya, ini karena anjing tidak memiliki cukup kelenjar keringat yang

6 N.S. Budiana, Anjing, 4.

33 berguna untuk mengatur suhu tubuh. Oleh karena itu, untuk mengatur suhu tubuh, anjing selalu menjulurkan lidahnya. Karena dengan melakukan hal tersebut, anjing bisa bernafas lebih baik dari biasanya.7

M. Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat ini memberikan perumpamaan bagi mereka yang berilmu sampai ilmu melekat padanya, Namun, dia menguliti dirinya sendiri dan melepaskan ilmunya. Maka, ia diibaratkan anjing yang terengah-engah menjulurkan lidah. Biasanya, orang yang terengah-engah adalah orang yang lelah, atau orang yang haus membutuhkan air, tetapi anjing tidak hanya menjulurkan lidah ketika dia lelah atau haus, tetapi juga melakukannya sepanjang hidupnya. Sama seperti orang yang berilmu tadi yang habis mengikuti hawa dan nafsunya.

Seharusnya ilmu melindunginya dari tingkah laku yang buruk, namun ternyata malah sebaliknya.8

Hamka juga melihat betapa tercela mereka sehingga Allah swt.

mengumpamakan mereka seperti anjing, terus menerus menjulurkan lidah karena nafsu keinginan dan keserakahan.9

C. Al-Kalb sebagai Hewan Berburu

Hubungan antara anjing dan manusia telah berlangsung lama.

Sejak dijinakkan 15.000 tahun yang lalu, anjing telah menjadi sahabat untuk pekerjaan berburu.10 Sebelum menjadi sahabat manusia, anjing adalah binatang buas yang berburu secara berkelompok. Hewan ini bergerak cepat saat memangsa mangsanya. Pada awalnya manusia masih hidup dengan berburu binatang. Pada saat itu, hampir tidak terpikirkan

7 M. Quraish Shihab, Tafsir Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian al-Qur’an, Juz 5 (Tangerang: Lentera Hati, 2017), 310.

8 M. Quraish Shihab, Tafsir al-Misbah, 310.

9 Hamka, Tafsir al-Azhar, Cet. I (Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1979), 183.

10 Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, Hewan Dalam Perspektif al-Qur’an &

Sains (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, 2012), 64.

bahwa anjing akan menjadi hewan peliharaan yang membantu manusia berburu.11

Menurut dugaan para ahli, manusia dan anjing saling berinteraksi melalui serangkaian sejarah panjang sejak 30.000-60.000 tahun silam.

Salah satu bukti dengan ditemukan relief di dinding sebuah piramid di mesir yang menggambarkan anjing sudah hidup bersama dengan manusia.

Ahli sejarah menyebut anjing tersebut dengan nama khufu dog karena pada zaman itu kerajaan mesir diperintah oleh raja Khufu atau lebih dikenal Cheops yang hidup pada 3.730 tahun SM. Saat itu anjing dimanfaatkan untuk berburu rusa.12

Manusia selalu berpikir untuk menciptakan anjing sesuai kegunaannya. Ada anjing yang memang dimanfaatkan untuk berburu dan menggembala ternak, Cocker Spaniel, misalnya, jago memburu burung dan bebek. Dachshund, yang diperuntukkan mengusir tikus. Anjing pemburu seperti itu dikenal dengan sporting dog. Adapun jenis anjing pemburu antara lain Cocker Spaniel, Golden Retriever, Labrador Retriever, Pointer, dan Setter. Di Indonesia ada jenis anjing yang cukup bagus untuk penjaga, yaitu Kintamani. 13

Anjing memiliki kepekaan yang sangat tajam terutama dalam hal bau, berkali-kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan manusia, ini adalah senjata terbaik bagi anjing untuk mendeteksi mangsa. Anjing memiliki 200 juta reseptor penciuman. Hidung manusia hanya memiliki lima juta reseptor bau. Hal ini membuat anjing lebih bagus dijadikan pemburu daripada hewan lain.14

11N.S. Budiana, Anjing (Jakarta: Penebar Swadaya, 2008), 6.

12 N.S. Budiana, Anjing, 8-9.

13 N.S. Budiana, Anjing, 9.

14 M. Quraish Shihab, Dia Dimana-Mana “Tangan” Tuhan Dibalik Setiap Fenomena, cet.IV (Jakarta: PT. Lentera Hati,2006), 254.

35 Anjing bisa terdidik dengan baik, al-Qur’an juga mengakui hal ini.

Ia bisa dididik menjadi hewan pemburu sesuai petunjuk di QS. al-Ma>idah / 5: 4 :

Mereka bertanya kepadamu: "Apakah yang Dihalalkan bagi mereka?" KatakanIah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah dari apa yang ditangkapnya untukmu dan sebutlah nama Allah atas binatang buas itu (waktu melepaskannya) dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah amat cepat hisab-Nya.

D. Perselisihan Pandangan Menyangkut Kenajisan Anjing sebagai Hewan

Anjing adalah hewan yang mempunyai fungsi atau manfaat yang berbeda-beda bagi manusia sesuai dengan kebutuhannya dan cara pemahamannya terhadap anjing. Hal inilah yang menyebabkan para ahli memiliki pendapat yang berbeda-beda dalam mengemukakan pendapatnya tentang anjing. Sebagaimana pengertian anjing secara umum, semua orang setuju bahwa anjing adalah mamalia, berbulu, berkaki empat dan memiliki bau yang menyengat. Namun dalam arti khusus, umat Islam biasanya mengartikan anjing sebagai hewan yang najis. Bagi polisi, anjing adalah pelacak dan pembunuh. Bagi seorang aktris film Amerika, ia bisa menjadi teman sekamar saat kesepian. Pemahaman yang berbeda tentang anjing

akan mempengaruhi sikap seseorang terhadap binatang khususnya anjing.15

Mayoritas ulama sepakat tidak melarang atau memperbolehkan seseorang memelihara anjing untuk membantu manusia terlibat dalam pertanian, peternakan atau perburuan, bukan hanya untuk kesenangan.16 Banyak ulama menentang legalisasi pembunuhan anjing, karena hal tersebut menghilangkan salah satu ciptaan Allah swt. Ini tidak sejalan dengan misi kekhalifahan, yang mencakup penghormatan terhadap semua ciptaan Allah. Tanpa alasan yang kuat, ciptaan tidak dapat dihancurkan begitu saja, kehidupan juga tidak dapat dimusnahkan. Tidak ada alasan untuk membunuh anjing hanya karena najis dan dilarang untuk dimakan.17

Kaum muslimin setuju bahwa jika seekor anjing tidak hitam, dan bisa dilatih berburu, sehingga dia akan mendekat ketika dipanggil, meninggalkan mangsanya setelah ditangkap, tidak memakan mangsa yang diburunya, meninggalkan bekas luka atau goresan pada mangsa tersebut, dibawa berburu oleh seorang muslim, menyebut nama Allah swt. Saat dilepaskan. Dalam hal ini (antar ulama) tidak ada perselisihan. Namun jika salah satu syarat tersebut tidak terpenuhi, maka hal tersebut masih menjadi perdebatan.18

Mengenai berkurangnya pahala pemilik anjing, selain manfaat yang bisa didapat, hal ini mungkin juga karena anjing tersebut membuat takut umat Islam dan mengganggu mereka dengan melolong.19

15 Tim penyusun, Hijrah Menuju Islam Kaffah Cahaya Nabawiy, no.163 (Jawa Timur: Yayasan Suniyyah Salafiyah, 2017), 243.

16 Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, Hewan Dalam Perspektif al-Qur’an &

Sains (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, 2012), 63.

17Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, Hewan Dalam Perspektif al-Qur’an &

Sains, 63

18 al-Qurt}ubi, Tafsir al-Qurt}ubi, terj. Ahmad Khotib (Jakarta: Pustaka Azzam, 2008), 161.

19 al-Qurt}ubi, Tafsir al-Qurt}ubi, terj. Ahmad Khotib, 179.

37 Menurut Imam Malik, anjing penjaga yang bisa dipelihara adalah anjing yang dilepas bersama ternak, bukan anjing yang melindungi ternak di dalam rumah. Sedangkan anjing penjaga tanaman yang dipelihara adalah anjing yang mencegah tanaman dari gangguan hewan liar di malam dan siang hari, bukan anjing yang melindungi tanaman dari pencuri.

Tetapi, lmam Malik juga mengizinkan anjing untuk melindungi ternak, tanaman, dan rumah yang berada di pedalaman dari pencuri.20

Dihalalkan kepadamu binatang yang disembelih dengan menyebut nama Allah, makanan yang baik-baik, dan dihalalkan pula bagimu binatang buruan yang ditangkap oleh hewan pemburu seperti anjing, macan, elang, dan sebangsanya. Hal ini menjadi pegangan jumhur sahabat, tabi’in dan para imam. Diriwayatkan dari jumhur ulama bahwa demikian pula halnya berburu dengan menggunakan burung seperti berburu menggunakan anjing, sebab burung menangkap buruan dengan cakarnya seperti yang dilakukan anjing. Jadi tidak ada bedanya. Itulah mazhab imam yang empat dan ulama lainnya serta dipilih oleh Ibnu Jarir.21

Secara umum berbagai mazhab memperbolehkan untuk memelihara seekor anjing untuk mencegah berbagai bahaya yang mungkin menjadi ancaman. Tapi yang jadi persoalan adalah bagaimana hukum kenajisan anjing apabila masuk atau keluar rumah. Menurut Abi Hanifah, anjing pada dasarnya tidak najis karena agama membolehkan kita memelihara mereka untuk berburu atau penjaga. Menurutnya najis ada pada air liur dan kotorannya. Sedangkan menurut Imam Malik, anjing yang digunakan sebagai penjaga, pemburu adalah suci, bukan najis. Tapi jika dia minum dari bejana atau menggerakkan lidahnya di dalam bejana itu menjadi najis. Menurut mazhab Imam Malik, jika seekor anjing

20 al-Qurt}ubi, Tafsir al-Qurt}ubi, terj. Ahmad Khotib, 180.

21 al-Qurt}ubi, Tafsir al-Qurt}ubi, terj. Ahmad Khotib, 190.

memasukkan kaki atau anggota tubuh lainnya kecuali lidahnya semua itu tidak akan menyebabkannya menjadi najis. Imam Syafi'i dan Hambali memiliki persyaratan yang sangat ketat untuk anjing. Menurut mereka, anjing dan babi atau siapapun yang lahir dari mereka, termasuk keringat, adalah najis.

Rasulullah saw. menantikan kehadiran Malaikat Jibril membawa wahyu Ilahi, namun tidak kunjung datang, sampai sampai ada yang berkata bahwa “Muhammad telah ditinggalkan oleh Tuhannya.” Akan tetapi, tidak lama kemudian Malaikat turun membawa surah ad}-D}uha.

Ketika Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril sebab ketidakhadirannya, Malaikat agung itu menjawab, “Kami tidak masuk ke rumah yang di dalamnya ada anjing atau patung.” Hadits ini dinilai lemah, dan, karena itu, tidak sedikit ulama yang membolehkan anjing masuk ke rumah.

Namun perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan “masuknya malaikat ke rumah” adalah masuknya mereka membawa rahmat, sehingga seandainya pun hadits tersebut dinilai sahih, maka kebingungan Anda bukan pada tempatnya. Untuk diketahui pula bahwa setiap saat malaikat menyertai kita di mana pun kita berada, baik dalam keadaan taat kepada Allah maupun tidak taat. Keberadaannya pada saat tidak taat adalah menyaksikan dan mencatat aktivitas manusia. 22

Di samping perdebatan tentang kenajisan anjing, terdapat pula golongan yang menunjukkan sikap tidak senang terhadap anjing bahkan sampai dengan tega membunuhnya. Hal itu berdasarkan sebuah hadis Nabi yang memerintahkan untuk membunuh anjing. Persepsi tentang anjing berbulu hitam. Serupa masyarakat Eropa, masyarakat di Jazirah Arab pada zaman dulu percaya bahwa anjing berbulu hitam mewakili kejahatan.

22 M. Quraish Shihab, M. Quraish Shihab Menjawab: 1001 Soal Keislaman Yang Patut Anda Ketahui, (Jakarta: Lentera Hati, 2008) 499.

39 Bahkan, lebih dari itu ia merupakan perwujudan iblis yang merupakan diri dalam bentuk hewan. Meski persepsi ini bermula dari mitologi pada masa pra-Islam, namun hal ini bahkan dapat kita temukan dalam sebuah hadis, walaupun banyak ulama tidak menganggapnya sahih.

40 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Setelah menganalisis ayat-ayat yang berhubungan dengan al-Kalb dalam al-Qur’an dapat ditarik kesimpulan yakni pada Q.S. al-Ma>'idah/5 : 4, ayat ini membahas tentang ciri dan manfaat al-Kalb yaitu dapat dijadikan sebagai hewan pemburu dan kehalalan mangsa yang diburu oleh al-Kalb dibalik kenajisan yang dimiliki.

Q.S. al-A'ra>f / 7: 176, Ayat ini membahas tentang membandingkan kebiasaan al-Kalb (anjing) dengan orang yang tidak taat kepada Allah SWT. menjadikan al-Kalb sebagai perumpaan untuk orang yang lalai akan peringatan Allah swt.

Q.S. al-Kahf / 18:18, ayat tentang ashab al-Kahf dan anjing penjaganya, sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa anjing dapat dijadikan sebagai hewan penjaga karena kesetiaan dan sikapnya yang bertanggung jawab.

Q.S. al-Kahf / 18: 22, ayat ini berbicara tentang jumlah bilangan ashab al-Kahf dan anjingnya yang hanya Allah yang mengetahui.

B. Saran

Anjing merupakan binatang yang sama dengan binatang pada umumnya. Memilki ciri khas, kelebihan, serta kekurangan tersendiri sebagaimana hewan lainnya. Ada baiknya sebagai umat manusia dapat bersikap baik dan memperlakukan anjing dengan sebagaimana mestinya.

Menghilangkan prasangka-prasangka negatif sehingga tidak ada kezaliman dan ketidakadilan terhadap anjing di muka bumi ini.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam banyak kekurangan dalam segala hal. Penulis berharap dan menerima kritik dan saran yang membangun kebaikan dalam penelitian ini.

41

DAFTAR PUSTAKA

Afdal, Rezki. “Anjing dalam al-Qur’an.” Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, 2017.

Alfianika, Ninit. Metode Penelitian Pengajaran Bahasa Indonesia.

Yogyakarta: deepublish, 2018.

Anwar, Saifuddin. Metode Penelitian, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999.

Arifin, Yanuar. Misteri Ashabul Kahfi: Menguak Kebenaran 7 Sosok Pemuda yang Tertidur selama 309 Tahun, cet. I. Yogyakarta: PT.

Diva Press, 2015.

Astyawan, Putra Ramadani. “Anjing yang Masuk Masjid di Sentul ditemukan Mati, Begini Ceritanya.” Diakses, 30 Agustus, 2019, https://megapolitan.okezone.com/amp/2019/07/03/338/2074217/an jing-yang-nasuk-masjid-di-sentul-ditemukan-mati-begini-ceritanya Bahjat, Ahmad. Kisah-kisah Hewan dalam al-Qur’an, Jakarta: Gema

Insani, 2007.

Ba>qi>, Muhammad Fua>d ‘Abdul. Mu’jam al-Mufahras Li fa>z} al-Qur’anul Karim, Al-Qa>hirah: Dar al-Hadis, 2007.

Budiana, N.S. Anjing, Jakarta: Penebar Swadaya, 2008.

Christine dan Halim Agung. “Sistem Penilaian Karakteristik Anjing Menggunakan Metode Weight Produk” Citec Journal, vol.5 (November 2017-Januari 2018): 71-84.

Daqr, M. Nizar. Hidup Sehat Dan Bersih Ala Nabi. Cet. III, Jakarta: PT.

Himmah Pustaka, 2002.

Daraman, Fauzi. ed., Sunah Nabi Realiti dan Cabaran Semasa. Kuala Lumpur: Jabatan al-Qur’an dan hadits, 2011.

Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Qur’an dan Terjemahnya, Semarang: PT. Kumudasmoro Grafindo, 1994.

Hamka, Tafsir al-Azhar, cet. I, Jakarta: Yayasan Nurul Islam, 1979.

Hidayat, Dani. “Binatang dalam al-Qur’an”. Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2010.

Karbi, Muhammad. “Hukum Jilatan Anjing Menurut Mazhab Maliki dan Mazhab Syafi’i”, Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2011.

Lajnah Pentashihan Mushaf Qur’an. Hewan Dalam Perspektif al-Qur’an & Sains, Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf al-al-Qur’an, 2012.

Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an. al-Qur’an & terjemah, Jakarta:

Mulia Abadi, 2015.

Lourenta. “Gambaran Perilaku Pemilik Anjing terhadap Pencegahan Penyakit Rabies”, Skripsi S1., Universitas Sumatera Utara, 2016.

Mansur, Nur Ashlihah. “Pemeliharaan anjing dalam Perspektif Hadis.”

Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,

Skripsi S1., Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta,

Dokumen terkait