• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Pengertian Pendidikan

5. Al-Wa’z} atau Al-Mau’iz}ah

Al-wa’z} berasal dari kata wa’az}a yang berarti to preach (mengajar), conscience (kata hati, suara hati, hati nurani), to admonish (memperingatkan atau mengingatkan), exhort (mendesak), dan to warn (memperingatkan).68

6. Al-Riyad}a>h

Al-Riya>d}ah berasal dari kata raud}a, yang mengandung arti to tame (menjinakkan), domesticate (menjinakkan), to break in (mendobrak atau membongkar), train (latihan), to train (melatih), coach (melatih), regulate (mengatur), to seek to make tractable (menemukan untuk membuat mudah dikerjakan), dan try to bring round (mencoba membawa keliling).69 Di dalam pendidikan, kata al-riya>d}ah diartikan mendidik jiwa anak dengan akhlak mulia.70

7. Al-Tazkiyah

66lihat Mahmud Yunus, op. cit., h. 481.

67Lihat Hans Wehr, op. cit., h.1024, lihat pula John M. Echols dan Hasan Shadily, op. cit., h. 473

68Ibid., h.1082, Lihat pula ibid., h.224

69Ibid., h.367, Lihat pula ibid, h. 599

70Lihat Karim al-Bastani, dkk, Al-Munjid fi> Lugah wa A’lam, (Beirut: Dar al-Masyriq, 1875), h. 287

47

Al-Tazkiyah berasal dari kata zakka-yuzakki-tazkiyatan yang berarti purification (pemurnian atau pembersihan), chastening (kesucian dan kemurnian), pronouncement of (pengumuman atau pernyataan), integrity or credibility (ketulusan hati, kejujuran atau dapat dipercaya), attestation of a witness (pengesahan atas kesaksian), honorable record (catatan yang dapat diprcaya dan dihormati).71

8. Al-Talqi>n

Kata al-talqi>n berasal dari laqqana-yulaqqinu-talqi>nan yang dapat berarti pengajaran atau mengajarkan,72 dan dapat berarti pula instruction (perintah atau anjuran), direction (pengarahan), dictation (pengimlaan atau perintah), dictate (mendikte atau memerintah), inspiration (ilham, inspirasi), insinuation (sindiran atau tuduhan tidak langsung), suggestion (dorongan), suborning of a witness (pengimlaan atau perintah).73 Dari sekian arti kata tersebut, terlihat bahwa kata talqi>n juga digunakan untuk arti pengajaran.

9. Al-Tadri>s

Kata al-tadri>s berasal dari kata darrasa-yudarrisu-tadri>san, yang dapat berarti teaching (pengajaran atau mengajarkan), instruction (perintah), tution (kuliah, uang kuliah).74 Selain itu, kata al-tadri>s juga berarti baqa’ as\aruha wa baqa’ al-a\sar yaqtad}i inmihauhu fi nafsihi, yang artinya: sesuatu yang pengaruhnya membekas, dan sesuatu yang pengaruhnya membekas menghendaki adanya perubahan pada diri seseorang.75 Intinya, kata al-tadri>s berarti pengajaran,

71Lihat Hans Wehr, op. cit., h. 380, Lihat pula John M. Echols dan Hasan Shadily, op. cit., h. 471.

72lihat Mahmud Yunus, op. cit., h.401.

73Lihat Hans Wehr, op. cit., h.875, Lihat pula John M. Echols dan Hasan Shadily, op. cit., h. 324.

74Lihat Hans Wehr, op. cit, h. 606, lihat pula lihat Mahmud Yunus, op. cit., h. 126.

75Lihat al-Ragi>b al-Asfahani>, Mu’jam Mufrada>t Alfa>z} al-Qur’a>n, (Beirut: Dar al-Fikr, tp. Th.), h. 169.

48

yakni menyampaikan ilmu pengetahuan kepada peserta didik yang selanjutnya memberi pengaruh dan menimbulkan perubahan pada dirinya.

10. Al-Tafaqquh

Kata al-tafaqquh berasal dari tafaqqaha-yatafaqqahu-tafaqquhan, yang berarti mengerti, dan memahami.76 Selanjutnya al-Ragi>b al-Asfaha>ni> mengartikan kata tafaqquh sebagai berikut: huwa al-tawassul ila> ‘ilm sy>ahid fa huwa akhas}s}u min al-‘ilmi, artinya: menghubungkan pengetahuan yang abstrak dengan ilmu yang kongkret sehingga menjadi ilmu yang lebih khusus. Dari kata al-tafaqquh muncul kata al-fiqih yang selanjutnya menjadi sebuah nama bagi ilmu yang mempelajari hukum-hukum syariah yang didasarkan pada dalil-dalil yang terperinci.77 Selain itu, al-fiqh juga berarti understanding (pemahaman), comprehension (pengertian atau pemahaman); knowledge (pengetahuan); jurisprudence in Islam (hukum Islam).78 Kegiatan memahami dalam rangka memperoleh pengertian tentang sesuatu secara mendalam sebagaimana terdapat dalam pengertian kata al-tafaqquh tersebut merupakan kegiatan yang terdapat dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran.

11. Al-Tabyi>n

Kata al-tabyi>n berasal dari kata bayyana-yubayyinu-tabyi>nan yang berarti exposition (mengemukakan), demonstration (mempertunjukan), explanation (penjelasan), illustration (penggambaran),79 dan berarti pula menyatakan atau menerangkan.80 Berbagai kegiatan yang terkandung dalam arti al-tabyi>n ini berkaitan dengan kegiatan pengajaran dan pendidikan. Karena itu, al-tabyi>n juga dapat berarti pendidikan dan pengajaran.

76lihat Mahmud Yunus, op. cit., h. .321.

77 Lihat al-Ragi>b al-Asfahani>, op. cit., h. 398.

78Lihat Hans Wehr, op. cit., h. 723, Lihat pula John M. Echols dan Hasan Shadily, op. cit., h. 134.

79Lihat Ibid., h. 88.

49 12. Al-Taz\kirah

Kata al-taz\kirah berasal dari kata z\akkara-yuz\akkiru-taz|kiratan yang

berarti peringatan,81 reminding (mengingatkan kembali), fecundation

(memproduksi), dan pollination (penyerbukan).82 Selain itu, juga berarti sesuatu yang perlu diperingatkan yang sifatnya lebih umum daripada indikasi (al-dila>lah) atau tanda-tanda (al-ima>rah).83 Dari sekian arti kata al-taz\kirah tersebut ternyata ada arti yang berhubungan dengan kegiatan pendidikan dan pengajaran, yaitu mengingatkan kembali atau memberikan peringatan, karena di dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran terdapat kegiatan yang bertujuan mengingatkan peserta didik agar memahami sesuatu atau mengingatkan agar tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang keji.

13. Al-Irsya>d

Kata al-irsya>d dapat mengandung arti menunjukkan,84 guidance (bimbingan), conducting (melakukan sesuatu), showing the way (menunjukkan jalan), guiding hand (tangan kanan/penolong), care (perhatian), spiritual guidance (bimbingan rohani), instruction (perintah), direction (pengarahan), information (pemberitahuan), dan advising (nasihat).85 Dari sekian pengertian al-irsya>d ini terdapat pengertian yang berhubungan dengan pengajaran dan pendidikan, yaitu bimbingan, pengarahan, pemberian informasi, pemberitahuan, nasihat, dan bimbingan spiritual. Dengan demikian, kata al-irsya>d layak dipertimbangkan untuk dimasukkan ke dalam arti kata pendidikan dan pengajaran.

Istilah atau terminologi pada dasarnya merupakan kesepakatan yang dibuat para ahli dalam bidangnya masing-masing terhadap pengertian tentang sesuatu. Dengan demikian, dalam istilah tersebut terdapat visi, misi, tujuan yang

81Ibid, h. 134.

82Lihat Hans Wehr, op. cit, h. 311.

83Lihat al-Ragi>b al-Asfahani>, op. cit., h. 182.

84lihat Mahmud Yunus, op. Cit.,h. 141.

50

diinginkan oleh yang merumuskannya sesuai dengan latar belakang pendidikan, keahlian, kecenderungan, kepentingan, kesenangan, dan lain sebagainya. Banyaknya faktor yang ikut mempengaruhi dalam merumuskan suatu istilah, maka istilah tentang sesuatu itupun akan baragam. Memahami istilah yang beragam itu akan terasa mudah apabila, seseorang memiliki pemahaman yang agak memadai tentang seorang ahli yang merumuskan istilah tersebut, selanjutnya pandangan pakar pendidikan tentang definisi pendidikan secara umum dan pendidikan Islam secara khusus.

Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibaniy memandang bahwa pendidikan adalah proses mengubah tingkah laku individu, pada kehidupan pribadi, masyarakat, dan alam sekitarnya, dengan cara pengajaran sebagai suatu aktivitas asasi dan sebagai profesi di antara profesi-profesi asasi dalam masyarakat.86

At}iyah al-Abra>syi memandang bahwa pendidikan Islam tidak seluruhnya bersifat keagamaan, akhlak dan spiritual, namun tujuan ini merupakan landasan bagi tercapainya tujuan yang bermanfaat. Dalam asas pendidikan Islam tidak terdapat pendidikan yang bersifat materialistis, namun pendidikan Islam memandang materi, atau usaha mencari rezeki sebagai masalah temporer dalam kehidupan, dan bukan tujuan mendapatkan materi semata-mata, melainkan untuk mendapatkan manfaat yang seimbang. Di dalam pemikiran al-Fara>bi, Ibn Sina>, dan Ikhwan al-S}afa terdapat pemikiran, bahwa kesempurnaan seseorang tidak mungkin akan tercapai, kecuali dengan menyinergikan antara agama dan ilmu.87

Dari rumusan tentang pendidikan tersebut dapat dikemukakan beberapa catatan sebagai berikut:

86Lihat Omar Mohammad al-Toumy al-Syaibaniy, Falsafah al-Tarbiyah al-Islamiyah,

(terj.) Hasan Langgulung, (Jakarta: Bulan Bintang, 1979), h. 399.

87Muhammad At}iyah al-Abra>syi, Al-Tarbiyah al-Islamiyah wa Fula>sifatuha, (Mesir: Isa al-Baby al-Halaby wa syurakauh, 1395 H/ 1975 M), cet. Ke-3, h. 23.

51

Pertama, seluruh rumusan pendidikan selalu memiliki objek atau sasaran yang sama, yaitu manusia. Hal ini dapat diketahui, dengan melihat tugas utama pendidikan yaitu meningkatkan sumber daya manusia.

Kedua, seluruh rumusan pendidikan selalu menempatkan pendidikan sebagai sarana yang strategis untuk melahirkan manusia yang terbina seluruh potensi dirinya (fisik, psikis, akal, spiritual, fitrah, talenta dan sosial) sehingga dapat melaksanakan fungsi pengabdiannya dalam rangka beribadah kepada Allah swt. serta mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Ketiga, seluruh rumusan pendidikan tersebut selalu dilihat dari kebutuhan masyarakat dan budaya. Pendidikan adalah sarana yang paling strategis untuk menanamkan nilai-nilai, ajaran, keterampilan, pengalaman, dan sebagainya yang datang dari luar kedalam diri peserta didik.

Keempat, kata pendidikan yang sering digunakan dalam hadis adalah: al-tarbiyah, al-ta’li>m, dan al-ta’di>b.

Dokumen terkait