C. Penggabungan Usaha
4. Alasan Melakukan Merger
Ada beberapa alasan alasan perusahan melakukan penggabungan, yaitu:
a. PertumbuhanatauDiversifikasi
Perusahaan yang menginginkan pertumbuhan yangcepat, baik ukuran, besar saham, maupun diversifikasi usaha dapat melakukan merger. Perusahaan tidak memiliki risiko adanya produk baru.Selain itu,melakukanekspansidenganmerger, perusahaandapatmengurangi perusahaanpesaingataumengurangipersaingan.
b. Sinergi
Sinergi dapat tercapai ketika merger menghasilkan tingkat skala ekonomi (economies of scale). Tingkat skala ekonomi terjadi karena perpaduan biaya overhead meningkatkan pendapatan perusahaanketikatidakmerger.Sinergitampakjelasketikaperusahaan yangmelakukan mergerberadadalam bisnis yangsamakarenafungsi dantenagakerjayangberlebihandapatdihilangkan.
c. Meningkatkandana
Banyak perusahaan tidak dapat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi internal, tetapi dpaat memperoleh dana untuk melakukan ekspansi eksternal. Perusahaan tersebut menggabungkan diri dengan perusahaan yang memiliki likuiditas tinggi sehingga menyebabkan peningkatan daya pinjam perusahaan dan penurunan
kewajiban keuangan. Hal ini memungkinkan meningkatnya dana denganbiayarendah.
d. Menambahketerampilanmanajemendanteknologi
Beberapa perusahaan tidak dapat berkembang dengan baik karena tidak adanya efisiensi pada manajemennya atau kurangnya teknologi. Perusahaan yang tidak dapat mengefisiensikan manajemennya dan tidak dapat membayar untuk mengembangkan teknolooginya, dapat menggabungkan diri dengan perusahaan yang memilikimanajemenatauteknologiyangahli.
e. Pertimbanganpajak
Perusahaan dapat membawa kerugian pajak sampai lebih 20 tahunkedepanatausampaikerugianpajakdapattertutupi. Perusahaan yang memiliki kerugian pajak dapat melakukan akuisisi dengan perusahaan yang menghasilkan laba untuk memanfaatkan kerugian pajak. Pada kasus ini, perusahaan yang akan mengakuisisi akan menaikkankombinasipendapatansebelumpajakdariperusahaanyang diakuisisi.Bagaimanapunmergertidakhanyadikarenakankeuntungan dari pajak, tetapi berdasarkan dari tujuan memaksimalkan kesejahteraanpemilik
f. Meningkatkanlikuiditaspemilik
Merger antar perusahaan memungkinkan perusahaan memiliki likuiditas yang besar. Jika perusahaan lebih besar, pasar saham akan
luas dan saham lebih mudah diperoleh sehingga lebih likuid dibandingkandenganperusahaanyanglebihkecil.
g. Melindungidiridaripengambilalihan
Hal ini terjadi ketika sebuah perusahaan menjadi incaran pengambilalihan yang tidak bersahabat. Target firm mengakuisisi perusahaan lain dan membiayai pengambilalihannya dengan utang kerena beban utang ini, kewajiban perusahaan menjadi terlalu tinggi untukditanggungolehbiddingfirmyangberminat.
Banyakalasan ataufaktor perusahaanmelakukanmerger, akuisisi, konsolidasi,ataubentukpenggabunganlainnya.Palingtidakadatigabelas alasan mengapa merger, akuisisi, konsolidasi serta akuisisi lainnya yang dilakukan.
a. Nilai sinergi. Sinergi adalah kemampuan lebih yang diperoleh dari penggabunganduaataulebihkekuatansinergidiperolehdalambentuk sinergifinansial,sinergipemasaran,sinergipenjualan,danlain-lain.
b. Modal kerja. Modal kerja bagi suatu perusahaan digunakan untuk melakukan pembiayaan yang bersifat jangka pendek. Oleh sebab itu, tambahanmodal kerjaakan lebihmudahdiperoleh darihasil transaksi akuisisi.
c. Finansial. Kondisi finansial akan meningkat secara positif jika perusahaan mpngakuisisi memutuskan melakukan akuisisi dengan perusahaan target.bagi perusahaan yang diakuisisi, mereka dapat
mengatasi masalah yang bersumber dari kewajiban jangka oendek (utang). Suatu perusahaan biasanya mempunyai keterbatasan untuk memperoleh dana pinjaman dari pihak ketiga. Dengan melakukan merger dan akuisisi. Akan memperbesar peluang perusahaan untuk melakukanpinjamanmelaluiperusahaantarget.
d. Penjualan. Transasksi merger dan akuisisi diharapkan dapat meningkatkan penjualan. Sedikitnya ada dua kemungkinan bahwa penjualaniniakanmeningkat. Pertama,dilakukannyapengambilalihan pada perusahaan target yang memproduksi produk sejenis atau berlainan. Kedua, mengambil alih perusahaan target yang bergerak dalambidangpendistribusianproduk.
e. Manajemen profesional. Melakukan merger dan akusisi dengan perusahaan target yang mempunyai manajer yang profesional, cenderung dapat memperbesar kemungkinan terjadinya peningkatan prestasiperusahaansecarakeseluruhan,yaitusetelahkeduaperusahaan dinyatakanbergabung.
f. Kompetisi efektif. Secara alamiah, perusahaan lain akan masukuntuk menjual produk yang sama dan itu artinya persaingan menjadi makin ketat. Melakukanmergerdanakuisisiterhadapperusahaantarget yang ikut bermain dalam pemasaran produk, diduga dapat memberikan keuntungandalamrangkamencapaikompetisiyanglebihefektif.
g. Skala ekonomi. Berbagai keuntungan dari segi ekonomis dapat diperolehsebagaihasiltransaksimergerdanakuisisi.Murahnyabahan baku, proses produksi, pendistribusian, dan aktivitas lainnya menjadi makin efisien menjadi output positif setelah dilakukannya penggabungan.
h. Persaingan. Pesaing bagi suatu perusahaan adalah musuh. Melakukan transaksi merger dan akuisisi dengan perusahaan target (pesaing) adalahsalah satujalan yanglebihmudah untukmeminimalisir jumlah pesaing. Tujuannya adalah agar pangsa pasar dapat dikuasai dan dikendalikansecarabersama-sama.
i. Posisi pemegangsaham.Transaksi mergerdanakusisi yangdilakukan oleh perusahaan go public dapat berimplikasi pada perolehan keuntungan dari segi keuntungan dari segi kekosongan perpajakan.
Setidaknya ada dua keuntunganyang diperoleh. Pertama, akuisitor melakukanmergerdanakuisisidenganperusahaanyangterus-menerus merugi. Pada saat dibuat laporan keuntungan konsolidasi akhir tahun maka perusahaan akan menampakkan kondisi merugi, walaupun sebelumnyaakuisitor dapatmenghasilkan laba.Pada akhirnyacaraini dapat menghilangkan kesempatan negara untuk memperoleh penerimaan pajak melalui PPh dari pembayaran dividen kepada pemegang saham. Kedua, transaksi akuisisi dapat mengakibatkan
perubahan kesempatan penerimaan pajak dari PPh pada pajak capital gainyangditerimaolehparapemegangsaham.
j. Risiko industri baru. Memasuki industri baru tentu saja sama dengan mengambil risiko yang besar. Apabila suatu industry kurang berpengalaman dalam menghadapi gejolak perekonomian maupun persaingan, tindakan terbaik yang dapat dilakukan akuisitor yang mengambil alih merger atau akuisisi perusahaan yang sudah lama berdiri dan berpengalaman dengan tingkat risiko yang jauh lebih rendah.
k. Kapasitas utang. Kapasitas utang suatu perusahaan tentu terbatas.
Perusahaantargetdapatmemenuhiketerbatasanitusehinggapinjaman darikreditorakanlebihmudahdimanfaatkanuntuktujuanproduktif.
l. Penyebaran risiko. Melakukan penggabungan usaha juga berarti menggabungkan aset. Dengan penggabungan tersebut, risiko bisnis tentu tersebar ke beberapa pemegang saham yang melakukan penggabungan.
m. Pertumbuhan. Selain alasan di atas alasan yang sering dikemukakan ketika perusahaan bergabung dengan perusahaan lain, akuisisi juga dilakukankarena perusahaanakan tumbuhlebih cepatdaripadaharus membangununitusahasendiri.23
23Ibid,hlm.8-13
E. UMKM(UsahaMikro,Kecil,danMenengah) 1. DefenisiUMKM
Di Indonesia, definisi UMKM diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2008tentang UMKM.1Pasal1 dari UU terebut, dinyatakan bahwa Usaha mikro adalah usaha produktif milik orangperorangandan/ataubadanusahaperoranganyangmemiliki kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam UU tersebut. Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan olehorang perorangan atau badan usaha yang buka merupakan anak perusahan atau bukan anak cabang yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian, baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil sebagaimana dimaksud dalam UU tersebut.24
Sedangkan usaha mikro adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung, dari usaha mikro, usah kecil atau usaha besar yangmemenuhi kriteriausahamikrosebagaimanadimaksuddalamUUtersebut.25
24TulusTH,UMKMdiIndonesia,(Bogor:GhaliaIndonesia,2009),hlm.16
25Ibid,hlm.19
Di dalam Undang-undang tersebut, kriteria yangdigunakan untuk mendefinisikanUMKMseperti yangtercantumdalamPasal6adalahnilai kekayaanbersihataunilai asettidaktermasuktanahdan bangunantempat usaha,atauhasilpenjualantahunan.Dengankriteriasebagaiberikut:
a. UsahamikroadalahunitusahayangmemilikiasetpalingbanyakRp.50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha dengan hasil penjualantahunanpalingbesarRp.300juta.
b. Usaha kecil dengan nilai aset lebih dari Rp. 50 juta sampai dengan palingbanyakRp.500jutatidaktermasuktanahdanbangunantempat usaha dan memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp. 300 juta hinggamaksimumRp.2,5milyar.
c. Usahamenengahadalahperusahaandengannilaikekayaanbersihlebih dari Rp. 500 juta hingga paling banyak Rp. 100 milyar dan hasil penjualan tahunan di atas Rp.2,5 milyar sampai paling tinggi Rp. 50 milyar.