• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

7. Alasan Pengajuan Kasasi

Alasan-alasan yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/Jaksa/Penuntut Umu pada pokoknya adalah sebagai berikut:

- Bahwa judex facti dalam hal ini Pengadilan Tinggi Palembang dalampertimbangan hukumnya, telah mengambil alih seluruh pertimbangan

hukumpengadilan dalam tingkat pertama (Pengadilan Negeri Kayu Agung) sebagaipertimbangan hukumnya, maka secara yuridis pertimbangan hukumpengadilan tingkat banding adalah sama dengan pertimbangan hukumputusan pengadilan tingkat pertama (Pengadilan Negeri Kayu Agung),dengan demikian maka Jaksa/Penuntut Umum akan menguraikan/menjelaskan,kekeliruan peraturan hukum yang tidak diterapkan atau diterapkan tidaksebagaimana mestinya, dengan alasan adanya fakta-fakta persidangandiantaranya keterangan Saksi AGUNG ESA HARYANTO bin M. KAMID, Saksi DIDIK PURWADI bin SAILAN dan Saksi RENADI AL RENALDI bin ZAILANI di persidangan pada pokoknya telah menerangkan sebagai berikut:

- Bahwa benar pada hari Senin tanggal 08 September 2014 sekira jam 11.00 WIB, telah terjadi kebakaran lahan di areal Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) Distrik Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir;

- Bahwa benar lokasi Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang terbakar tersebut terdiri dari beberapa titik api/tempat;

- Bahwa benar ketika saksi dan rekan-rekan saksi melakukan patroli di Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) dan melewati tempat Para Terdakwa mengambil kayu pada saat itu di areal tersebut belum terdapat titik api dan Para Terdakwa belum berada dan belum mengambil kayu di lahan tersebut;

- Bahwa benar penyebab terjadinya kebakaran lahan di Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) tersebut disebabkan karena warga sekitar PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang mengambil kayu di areal Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium tersebut;

- Bahwa benar ketika saksi dan rekan-rekan saksi sedang berusaha memadamkan api di lahan yang telah terbakar tersebut yakni pada hari

Selasa tanggal 23 September 2014 sekira jam 12.00 WIB, kemudian saksi diberitahu oleh rekan saksi bahwa areal Distrik Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir tempat Para Terdakwa ditangkap oleh saksi dan petugas Kepolisan terdapat titik api;

- Bahwa benar setelah mendapatkan laporan tersebut kemudian saksi atas perintah Pimpinan PT Bumi Mekar Hijau (BMH) melaporkan kejadian tersebut kemudian bersama-sama dengan petugas Kepolisian melakukan penangkapan terhadap Para Terdakwa;

- Bahwa benar sebelum dilakukan penangkapan terhadap Para Terdakwa di lahan Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) selain Para Terdakwa terdapat banyak warga yang ikut mengambil kayu di lahan tersebut namun pada saat penangkapan terhadap Para Terdakwa hanya Para Terdakwa yang masih berada di lokasi kebakaran tersebut dan sedang mengambil kayu;

- Bahwa benar penangkapan terhadap Para Terdakwa tersebut saksi bersama-sama dengan rekan-rekan saksi dan petugas Polsek Tulung Selapan serta anggota Brimob lakukan pada hari Selasa tanggal 23 September 2014 sekira jam 12.00 WIB, bertempat di areal Kawasan Hutan Konserfasi/Hutan Moratorium PT Bumi Mekar Hijau (BMH) Distrik Simpang Tiga, Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, ketika Para Terdakwa sedang mengambil kayu bulat dengan cara memotong, membelah, menggesek dengan menggunakan alat berupa 2 (dua) mesin chain shaw, 2 (dua) buah pancing besi milik Para Terdakwa yang dibawa oleh Para Terdakwa dari rumahnya;

- Bahwa benar Para Terdakwa membawa alat-alat yang digunakan untuk menebang, memotong, atau membelah pohon ke dalam kawasan hutan (PT Bumi Mekar Hijau (BMH) yang terletak di Desa Simpang Tiga, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir) tersebut tanpa izin pejabat yang berwenang;

Berdasarkan uraian tersebut di atas meskipun Terdakwa tidak mengakui perbuatannya yang telah melakukan pembakaran lahan tersebut namun bila dihubungkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan dan keterangan Para Tersangka sendiri (sebagaimana termuat di dalam surat tuntutan) saling bersesuaian oleh karena kayu-kayu yang diambil oleh Para Terdakwa tersebut berada di dalam rumput/gambut yang telah kering dan untuk memudahkan Para Terdakwa mengambil kayu-kayu tersebut yakni dengan cara terlebih dahulu Para Terdakwa membakar rumput/gambut tersebut sehingga kayu-kayu tersebut terlihat dan dapat dengan mengambilnya (memotong, membelah, menggeseknya) dengan menggunakan mesin chainshaw yang telah Para Terdakwa persiapkan ;

Berdasarkan uraian tersebut di atas bila dapat diperoleh suatu PETUNJUK bahwa pelaku tindak pidana yang telah “Dengan sengaja melakukan pembakaran Iahan” tersebut adalah Terdakwa KARDOMO alias DOMO bin USUP dan Terdakwa ALl USMAN bin YAKNI ;

Berdasarkan uraian tersebut di atas yang didapat dari fakta-fakta persidangan, jelas terlihat adanya perbuatan “Dengan sengaja melakukan pembakaran lahan” yang dilakukan oleh Terdakwa KARDOMO alias DOMO bin USUP dan Terdakwa ALl USMAN bin YAKNI. Dengan demikian Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung yang memeriksa dan mengadili Perkara Nomor 74/Pid.Sus/2015/PN Kag. dan Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 60/PID/2015/PT PLG telah salah melakukan : TIDAK MENERAPKAN ATAU MENERAPKAN PERATURAN HUKUM TIDAK SEBAGAIMANA MESTINYA ;

Bahwa tidak menerapkan atau menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung yang memeriksa dan mengadili perkara Nomor 74/Pid.Sus/2015/PN Kag dan Putusan Pengadilan Tinggi Nomor 60/PID/2015/PT PLG adalah karena : TIDAK MENERAPKAN HUKUM PEMBUKTIAN, hal ini terlihat/dapat diketahui dari pertimbangan hukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung dalam Putusan Nomor 74/Pid.Sus/2015/PN Kag tanggal 20 Mei 2015

pada halaman 40 sampai dengan halaman 41 yang kemudian dikuatkan oleh Putusan Pengadilan Tinggi Palembang Nomor 60/PID/2015/PT PLG tanggal 30 Juni 2015 menyatakan bahwa “Tidak ada saksi-saksi yang melihat Para Terdakwa melakukan pembakaran namun hanya menduga bahwa Para Terdakwa yang melakukannya dan seterusnya …………,”. Sehingga dengan demikian bahwa pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kayu Agung yang memeriksa dan mengadili perkara dalam Putusan Nomor 74/Pid.Sus/2015/PN Kag maupun putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang Nomor 60/PID/2015/PT PLG putusannya hanya berdasarkan alat bukti berupa keterangan saksi-saksi dan keterangan Terdakwa tanpa mempertimbangkan alat bukti Surat dan PETUNJUK yang terungkap di persidangan ;

Bahwa selain alasan-alasan tersebut di atas jika dibandingkan dengan perbuatan Terdakwa KARDOMO alias DOMO bin USUP dan Terdakwa ALI USMAN bin YAKNI yang telah melakukan Tindak Pidana “Dengan Sengaja melakukan pembakaran lahan”, maka hukuman tersebut terlalu ringan jika dibandingkan dengan akibat/dampak yang telah ditimbulkannya sehingga hal itu tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat ;

Dari uraian di atas, kami berpendapat jelas-jelas putusan Pengadilan Tinggi Palembang perkara a quo merupakan putusan yang cacat yuridis, sehingga sudah sepatutnya putusan tersebut harus dibatalkan untuk selanjutnya diperbaiki oleh Putusan Mahkamah Agung R.l selaku Badan Peradilan Tertinggi yang mempunyai tugas untuk membina dan menjaga agar semua hukum dan undang-undang di seluruh wilayah Negara Indonesia diterapkan secara tepat dan adil. Dan apabila Majelis Hakim dalam memeriksa dan pengadili perkara Terdakwa KARDOMO alias DOMO bin USUP dan Terdakwa ALl USMAN bin YAKNI dilakukan secara Arif dan Bijaksana dan melaksanakan peradilan sebagaimana mestinya, maka terhadap Terdakwa KARDOMO alias DOMO bin USUP dan Terdakwa ALl USMAN bin YAKNI seharusnya dijatuhi pidana yang setimpal dengan perbuatannya ;

Dengan demikian Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Palembang telah salah melakukan penerapan hukum atau menerapkan peraturan hukum tidak sebagaimana mestinya ;

Dokumen terkait