BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.2. Alat dan Bahan Pengujian
Adapun alat-alat yang digunakan dalam pengujian alat pengering pakaian ini yaitu:
a. Air conditioner (AC) / Pompa kalor
Air conditioner (AC) digunakan sebagai pompa kalor yang dirancang untuk mengeringkan pakaian model AC yang digunakan bermerek Samsung dapat dilihat pada gambar 3.1. Spesifikasi AC disajikan pada tabel 3.1
Tabel 3.1. Spesifikasi AC
Spesifikasi Keterangan
Merk Samsung
Model ASO9TUQX
Kapasitas pendingin 9000 Btu/h(2,6358 kW) Tegangan listrik dan Frekuensi 220-240 V / 50 Hz
Universitas Sumatera Utara
21
Arus kerja pendingin 4,0 A
Arus kerja pendingin maximum 4,7 A
Daya maksimum 800 W
Zat Pendingin R-22
Design Tekanan H = 2,30 Mpa , L = 0,76 Mpa
Gambar 3.1 Air Conditioner (AC) b. Thermohygrometer,
Thermohygrometer, digunakan untuk mengukur temperatur dan kelembaban udara di dalam mesin pengering pakaian. Berikut ini merupakan gambarnya.
Gambar 3.2 Thermohygrometer
Universitas Sumatera Utara
22 Spesifikasi:
- Supllied with 2 meter remote sensor - Indoor and outdoor temperature display - Temperatur range: -50 to 70
- Humidity Range: 10% - 99%
- Max/min function c. Hygrometer
Digunakan untuk mengukur kelembapan udara sekitar pada saat pengujian berlangsung.
Gambar 3.3 Hygrometer d. Annemometer
Berfungsi mengukur kecepatan aliran udara yang mengalir di dalam pengering dan luar pengering.
Gambar 3.4 Anemometer
Universitas Sumatera Utara
23 Spesifikasi:
a. Measuring Range of Temperature : -10oC to 45oC
e. Temometer Bola Basah dan Bola Kering 1. Termometer Bola Kering
Termometer bola kering adalah suhu yang ditunjukkan dengan termometer bulb biasa, dengan bulb dalam keadaan kering. Satuan untuk suhu ini biasa dalam Celcius, Kelvin, Fahrenheit. Seperti yang diketahui bahwa thermometer menggunakan prinsip pemuaian zat cair dalam termometer . Jika kita ingin mengukur suhu udara dengan termometerbiasa maka terjadi perpindahan kalor dari udara ke bulb termometer. Karena mendapatkan kalor maka zat cair (misalkan: air raksa) yang ada di dalam termomete rmengalami pemuaian sehingga tinggi air raksa tersebut naik.
2. Termometer Bola Basah
Termometer bola basah adalah suhu bola basah. Sesuai dengan namanya
“wet bulb”, suhu ini diukur dengan menggunakan termometer yang bulbnya (bagian bawah termometer) dilapisi dengan kain yang telah basah kemudian dialiri udara yang ingin diukur suhunya. Perpindahan kalor terjadi dari udara ke kain basah tersebut. Kalor dari udara akan digunakan untuk menguapkan air padakain basah tersebut, setelah itu baru digunakan untuk memuaikan cairan yang ada dalam termometer.
Universitas Sumatera Utara
24 Gambar 3.5 Temometer Bola Basah dan Bola Kering
f. Termometer ruangan
Digunakan untuk mengukur temperatur ruangan dan temperature masuk kondensor.
Gambar 3.6 Termometer Ruangan g. Termokopel
Berfungsi mengukur temperature pada beberapa titik, yaitu di dalam kondesor, di dalam lemari pengering, dan di saluran buangan panas dari kondesor.
Universitas Sumatera Utara
25 Gambar 3.7 Termokopel
h. Stopwacth
Berfungsi mengetahui waktu lamanya handuk dari basah sampai ke massa yang semula.
Gambar 3.8 Stopwatch
i. Clamp meter (tang meter)
Clamp meter (tang meter) adalah alat untuk mengukur arus pada sebuah kabel. Berbeda dengan multi-meter, clamp meter tidak perlu terhubung ke sirkuit untuk membaca keadaan saat itu. Hal tersebut akan menghilangkan prosedur yang tidak diperlukan untuk mengukurarus. Clamp ditempatkan pada perangkat di sekitar kawat yang berfungsi. Hal ini memungkinkan seseorang untuk mengukur arus pada sebuah kawat tanpa mengganggu pengoperasian listrik pada perangkat lainnya.Clamp meter menggunakan teknologi digital untuk dapat membaca secara langsung.
Universitas Sumatera Utara
26 Gambar 3.9 Clamp Meter
Spesifikasi :
- Pengukuran Arus AC/DC hingga 400 A.
- Pengukuran Tegangan AC/DC sampai dengan 600 V.
- Memiliki bentuk yang ramping serta design ergonomis.
- Mempunyai Tingkat keamanan CAT IV 300V / CAT III 600 V.
- Memiliki tombol penahan (hold button).
- Suhu kontak berkisar -10.0 °C – 400.0 °C
j. Load Cell
Load Cell digunakan untuk mengukur massa produk yang akan dikeringkan secar areal time. Alat ini digunakan selama pengeringan.
Tujuannya adalah untuk mengetahui pengurangan massa material selama proses pengeringan. Load cell dihubungkan dengan komputer dengan bantuan arduino sehingga massa akan tampil pada monitor komputer yang terintegrasi.
Universitas Sumatera Utara
27 Gambar 3.10 Load Cell
Spesifikasi:
Product size: 52 x 50 x 10 mm Technical Parameter
- Rate load : 25 kg
- Rate ourput : 1.0± 0.1mv/v - Zero balance : ± 0.04 mv/v - Temp. Effect on Sensitivity : ± 0.03%/10 oC - Temp. Effect on Zero. : ± 0.03%/10oC - Nonlinearity Erro : ± 0.03%
- Hysteresis Erro : ± 0.03%
- Excitation voltage : 10V
3.2.2. Bahan yang Digunakan
Bahan-bahan yang digunakan dalam pengujian alat pengering pakaian ini yaitu:
a. Handuk Cotton 100%
Bahan Cotton dibuat dari serat kapas alami. Tekstur dari bahan ini halus, lembut tetapi kuat dan tahan lama. Selain untuk pakaian, bahan cotton sangat
Universitas Sumatera Utara
28 nyaman dan tidak panas digunakan umumnya digunakan sebagai bahan sprei dan pakaian dalam. Perawatan mudah. Oleh karena terbuat dari serat natural maka tidak membuat alergi. Sifat bahan cotton adalah menyerap keringat, bahan sedikit kaku tetapi terasa dingin saat digunakan, kain akan rusak bila direndam lebih dari 2 jam dalam larutan detergen, rentan terhadap jamur.
Bahan Cotton ada dua jenis yaitu, cotton combed dan cotton carded. Bahan cotton combed lebih halus dibanding cotton carded, sehingga cotton combed lebih mahal dibanding cotton carded. Untuk membedakan ketebalan kedua jenis kain ini adalah dengan melihat jenis benang yang digunakan.
Gambar 3.11 Handuk Cotton 100%
b. Handuk Polyester 100%
Kain polyester dikenal sebagai kain sintetis karena bahan kain ini tidak tersedia secara bebas di alam seperti cotton, woll atau serat lainnya, Bahan polyester terbuat dari serat polyester. Serat polyester adalah serat yang umumnya berasal dari pertroleum atau minyak bumi. Serat polyester dibuat menggunakan serangkaian reaksi kimia yang panjang. Kelebihan dari polyester adalah bahan tahan lama, cepat kering, tidak mudah melar, dan tidak mudah kusut, tahan terhadap bakteri dan jamur. Sedangkan kekurangan polyester adalah kaku, tidak tahan terhadap suhu panas, mudah terbakar, dan tingkat serap keringat yang rendah.
Universitas Sumatera Utara
29 Gambar 3.12 Handuk Polyester 100%
c. Campuran (Cotton 40% + Polyester 60%)
Bahan campuran cotton dan polyester lebih dikenal dengan nama Teteron Cotton (TC) dengan persentase komposisi umum 35% + 65%. Sifat bahan campuran ini lebih bergantung pada rasio komposisi bahan, semakin banyak cotton maka lebih dominan sifat cotton begitu pula sebaliknya.