• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

D. Alat Indra (Mata dan Telinga)

a. Pengertian Mata

Mata adalah indra penglihat. Bentuk mata seperti bola sehingga disebut

bola mata. Bola mata terletak di dalam lekukmata yang dibatasi oleh tulang dahi

dan tulang pipi. Jadi, mata terlindung oleh kedua tulang tersebut. Mata

mempunyai bagianbagian yang terletak di luar dan di dalam mata, oleh Budi

b. Organ Mata Manusia

Gambar 1 : Mata

Organ mata manusi terdiri atas dua bagian yaitu organ luar dan organ

dalam, oleh Budi Wahyono (2008:12). Organ luar pada mata adalah sebagai

berikut :

• Alis Mata.

Alis mata terdapat di atas mata. Alis mata berguna untuk mencegah

masuknya keringat ke dalam mata.

• Kelopak Mata.

Kelopak mata berguna untuk menutup bola mata. Kelopak mata akan

segera menutup jika ada cahaya yang terlalu terang atau ada benda yang

akan masuk ke mata. Tanpa disadari, kita sering berkedip (menutup dan

membuka kelopak mata). Gerakan tersebut termasuk gerak refleks. Fungsi

kelopak mata berkedip, adalah untuk membasahi mata, menggiring

kotoran keluar dari mata, dan mengistirahatkan retina dari terpaan cahaya

yang terus-menerus.

• Kelenjar Mata.

Pada kelopak mata bagian atas terdapat kelenjar air mata yang selalu

mengeluarkan air mata. Air mata berguna untuk membasahi kornea,

melindungi mata dari kuman, dan menjaga mata dan bagian dalam kelopak

mata agar tetap sehat dan lembut.

• Bulu Mata.

Bulu mata dapat diumpamakan sebagai tirai (kisi-kisi). Kegunaan bulu

mata untuk mengurangi cahaya yang masuk ke mata apabila cahayanya

terlalu kuat dan mencegah debu dan kotoran agar tidak masuk ke dalam

mata.

Menurut Budi Wahyono (2008:12) organ dalam merupakan bagian mata

yang tidak dapat kita lihat secara langsung. Bagian-bagian pada organ mata

bekerjasama mengantarkan cahaya dari sumbernya menuju ke otak untuk dapat

dicerna oleh sistem saraf manusia. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut:

• Kornea

Kornea merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya

dari sumber cahaya.

• Pupil dan Iris

Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan kuantitas

cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan

melebar jika kondisi ruangan gelap, dan akan menyempit jika kondisi

ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris dan sekelilingnya. Iris

berfungsi sebagai diafragma. Iris terlihat sebagian yang berwarna pada

• Lensa Mata

Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina.

Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga cahaya jatuh

tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek yang jauh (cahaya

datang dari jauh), lensa mata akan menipis. Sedangkan untuk melihat

objek yang dekat (cahaya datang dari dekat), lensa mata akan menebal.

• Retina

Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya, khususnya

bagian retina yang disebut bintik kuning. Setelah retina, cahaya diteruskan

ke saraf optik.

• Saraf Optik

Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina, untuk menuju ke

otak.

c. Memelihara Kesehatan Mata

Agar mata kita dapat berfungsi dengan baik, maka harus dijaga

kesehatannya (Budi Wahyono : 15). Cara menjaga kesehatan mata antara lain

sebagai berikut:

• Jangan membaca sambil berbaring atau membaca dari jarak terlalu dekat

karena membuat mata cepat lelah dan terasa panas.

• Jangan menonton televisi terlalu dekat, karena dapat merusak mata;

• Gunakan cahaya yang cukup saat membaca, karena cahayaredup memaksa

• Gunakan pelindung mata jika berada di tempat berdebu atau berasap. Debu

dan asap di udara membuat mata mudah mengalami iritasi;

• Makanlah makanan yang cukup mengandung vitamin A seperti

buah-buahan berwarna jingga atau merah (pepaya, wortel, tomat, dan

sebagainya). Vitamin A baik untuk menjaga kesehatan mata. Orang yang

kekurangan vitamin A akan mengaalami rabun senja;

• Jangan mencukur habis alis mata, karena alis mata melindungi mata dari

masuknya keringat;

• Cahaya terlalu bannyak dapat merusak mata. Oleh karena itu, pada siang

hari yang terik sebaiknya gunakan kacamata gelap.

d. Kelainan Mata

Jika mata kita normal, benda yang jauh dan dekat dapat terlihat tanpa

menggunakan alat bantu. Jarak terpendek antara benda dengan mata (jarak titik

dekat) orang dewasa sekitar 30 cm, sedangkan pada anak-anak sekitar 9 cm. Pada

orang berusia 40 tahun ke atas jarak titik dekatnya bertambah menjadi 50 cm.

mata yang dapat melihat dengan normal disebut juga emetropi, oleh Budi

Wahyono (2008:14). Beberapa penyakit kelianan mata adalah sebagai berikut :

• Hipermetropi

Apabila seseorang tidak mampu melihat benda yang jaraknya dekat

dengan jelas, maka ia menderita hipermetropi (rabun dekat) atau sering

disebut mata jauh. Penyebabnya bola mata penderita terlalu pendek

terbentuk jatuh tepat pada retina, maka penderita hipermetropi harus

ditolong dengan kacamata lensa cembung (lensa positif).

• Miopi

Apabila seseorang tidak mampu melihat benda yang letaknya jauh

daripada jarak normal penglihatan, maka ia menderita miopi ( rabun jauh).

Penderita miopi umumnya dari golongan yang berusia muda, seperti

anak-anak dan remaja. Penyebabnya lensa mata terlalu cembung sehingga

bayangan jatuh di depan retina karena sifat lensa cembung mengumpulkan

sinar-sinar yang diterimanya (konvergen). Penderita miopi dapat ditolong

dengan kacamata lensa cekung (negatif) supaya bayangan jatuh tepat pada

retina.

• Presbiopi

Pada orang yang sudah lanjut usia biasanya menderita gangguan mata

presbiopi (rabun jauh dan rabun dekat). Gangguan mata yang disebut

dengan mata tua ini terjadi karena proses penuaan, yaitu lensa mata telah

mengendur. Akibatnya, daya akomodasi berkurang. Penderita presbiopi

harus memakai kacamata lensa rangkap yaitu lensa cekung (negatif) pada

bagian atas dan lensa cembung (positif) di bagian bawah. Dengan

demikian bayangan benda yang dilihat tepat jatuh di bintik kuning.

• Rabun Senja (Hemerolopi).

Penderita rabun senja tidak dapat melihat benda secara jelas pada waktu

ditangkap lalu diteruskan lewat lubang telinga menuju ke gendang

telinga. Gendang telinga kemudian bergetar sesuai dengan jumlah

getaran yang diterima daun telinga.

- Lubang telinga berfungsi untuk menyalurkan suara ke selaput gendang

telinga.

- Saluran telinga luar berfungsi untuk menjaga agar tekanan udara di

dalam dan di luar rongga telinga sama besar.

• Telinga bagian tengah yang terdiri dari :

- Gendang telinga yang berfungsi untuk meneruskan getara.n menuju

tulang-tulang pendengaran

- Saluran eustachius berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara

antara telinga luar dengan telinga tengah.

- 3 tulang pendengaran (martir atau malleus, landasan atau incus, dan

sanggurdi atau stapes)

• Telinga bagian dalam yang terdiri dari :

- Rumah siput barfungsi untuk

- Saraf otak berfungsi untuk meneruskan pesan (impuls) yang berupa

rangsangan atau tanggapan menuju pusat penglihatan.

c. Merawat Telinga

Indra pendengaran kita dapat rusak jika kita mendengar suara yang terlalu

keras. Suara yang terlalu keras dapat menyebabkan pecahnya gendang telinga

Oleh karena itu, gunakan alat penutup telinga atau peredam suara jika

melakukan kegiatan yang berhubungan dengan suara keras. Melindungi telinga

juga dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan telinga. Bersihkan telinga

dengan hati-hati. Jangan membersihkan telinga terlalu keras atau dengan benda

tajam karena justru dapat merusak gendang telinga. Jangan sampai telinga

kemasukan air. Lebih baik ke dokter jika telinga kita kemasukan benda asing atau

mengalami gangguan, oleh Budi Wahyono (2008:17).

d. Kelainan Pada Telinga

1. Radang telinga

Biasa disebut dengan penyakit otitas media. Penyakit ini disebabkan

karena virus dan juga bakteri, sering menyerang anak kecil. Penyakit ini

mempunyai gejala yang diantaranya sakit pada daerah telinga, demam

panas, dan juga pendengaran agak sedikit berkurang. Telinga

mengeluarkan nanah dan kelainan ini dapat berbahaya karena bisa

memecahkan gendang telinga yang selanjutnya mengakibatkan tuli.

2. Labirintis

Labirintis adalah gangguan pada labirin di dalam telinga. Penyakit ini

disebabkan oleh beberapa faktor yang diantaranya infeksi, gegar otak, dan

juga alergi. Penyakit ini memiliki beberapa gejala antara lain telinga

berdengung, mual, muntah, vertigo, dan pendengaran juga berkurang.

3. Motion sicknes

Sering disebut dengan mabuk perjalanan yang merupakan gangguan pada

menerus oleh gerakan atau getaran-getaran yang terjadi selama perjalanan,

baik darat, laut, dan udara. Biasanya disertai dengan muka agak pucat,

berkeringat dingin, dan juga pusing.

4. Tuli

Tuli atau yang biasa kita kenal dengan tuna rungu ialah kehilangan

kemampuan untuk dapat mendengar. Tuli dapat dibedakan menjadi 2

macam, yaitu tuli konduktif dan tuli saraf. Tuli konduktif terjadi

disebabkan oleh penumpukan kotoran telinga di saluran pendengaran,

sehingga mengganggu transmisi suara ke koklea yang berada di dalam

telinga kita. Tuli saraf terjadi bila terdapat kerusakan pada bagian koklea

khususnya pada bagian organ korti.

5. Congek adalah penyakit telinga yang biasanya disebabkan oleh infeksi

pada bagian telinga yang tersembunyi ditengah-tengah. Infeksi ini

Dokumen terkait