• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengetian Alat Pendidikan

Agar tujuan pembelajaran tercapai perlu alat pendidikan karena merupakan salah satu factor pendidikan yang harus diadakan dan digunakan. Alat

33

menurut bahasa (etimologi ) ialah: alat adalah sarana yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan. 34 Menurut Barnadib yang dikutip oleh H.M. Alisuf sabri alat ialah segala sesuatu yang secara langsung membantu terlaksananya pendidikan.35

Alat pendidikan secara terminology yang dikutip oleh Jalaluddin dalam bukunya Teologi Pendidikan, sebagai berikut; menurut Zuhairini: alat pendidikan sebagai segala sesuatu yang bisa menunjang kelancaran pendidikan. Alat pendidikan dapat berupa tindakan, perbuatan, situasi atau benda, yang dengan sengaja diadakan untuk mencapa tujuan pendidikan.36

Yang di maksud dengan tindakan, perbuatan dan situasi di atas ialah keadaan kelas dalam pembelajaran ketika guru menyampaikan materi pembelajaran, maka tindakan, perbuatan dan situasi yang dikehendaki harus dirancang untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Pendapat ini diperkuat dengan, menurut Sutari Imam Barnadib mengemukakan bahwa Alat pendidikan ialah tindakan, perbuatan, situasi atau benda yang sengaja diadakan untuk mencapai tujuan pendidikan.37

Jadi Alat Pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran, dapat berupa tindakan guru, rencana-rencana pembelajaran, dan situasi dan benda yang dipergunakan guru. Maka sumber pendidikan tersebut harus sengaja dirancang dan dikembangkan guna mempermudah guru dalam penyampaian materi pembelajaran.

2. Jenis Alat Pendidikan

Berdasarkan pengertian alat pendidikan di atas, maka factor alat pendidikan dari segi wujudnya dibagi menjadi dua bagian:

34

Peter Salim, Yenny Salim, Kamus Bahasa Indonesia Komtemporer, (Jakarta: Modern

English Press, 2002), Cet Ke-3, hlm. 39 35

Sabri Alisuf, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), Cet ke-1, hlm. 47

36

Jalaluddin, Teologi Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2002), Cet ke- 2, H. 111

37

a. Alat pendidikan yang berupa benda seperti ruangan kelas, perlengkapan belajar dan yang sejenisnya. Alat ini biasa disebut alat peraga.

b. Sedangkan yang bukan benda dapat berupa situasi, pergaulan, perbuatan nasihat, teladan, bimbingan, contoh, teguran, anjuran, ganjaran, perintah, tugas, larangan, ancaman, hukuman digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan. 38

Diantara alat pendidikan diatas ada alat-alat yang sangat penting yang dapat dilakukan dalam pembelajaran. Diantaranya, yakni:39

a. Keteladanan

Suri tauladan buat semua orang adalah kepribadian Rasul yang di dalamnya terdapat norma-norma, nilai-nilai dan ajaran-ajaran Islam. Bila islam menjadikan kepribadian Rasul-Nya, maka ia menjadikan kepribadian beliau itu sebagai teladan bagi setiap generasi, terus menerus menjadi suri tauladan pada setiap peristiwa. 40 Keteladanan adalah alat pendidikan yang paling baik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Agar norma-norma yang dijalankan oleh mereka dapat dipatuhi dan diikuti

b. Perintah dan Larangan

Perintah adalah suatu keharusan untuk berbuat atau melaksanakan sesuatu. Suatu perintah akan mudah ditaati oleh peserta didik jika pendidik sendiri menaati peraturan-peraturan, atau apa yang diucapkan oleh pendidik telah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga peserta didik dengan mudah mentaati perintah yang di terapkan oleh pendidik.

Sementara larangan dikeluarkan apabila peserta didik melakukan sesuatu yang tidak baik atau membahayakan dirinya.41 Larangan sebenarnya sama dengan perintah. Kalau perintah merupakan suatu

38

Jalaluddin, Teologi Pendidikan,H. 111

39

Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis, (Bandung: PT Remaja

Rosdakarya, 2006) Cet ke-17, H. 177 40

Muhammad Quthb diterj oleh Salman Harun, Sistem Pendidikan Islam, (Bandung: PT

AlMa’arif, 1988) Cet ke-2, H. 332

41

keharusan untuk berbuat sesuatu yang bermanfaat, maka larngan adalah keharusan untuk tidak melakukan sesuatu yang merugikan.

c. Ganjaran dan Hukuman

Maksud ganjaran dalam konteks ini adalah memberikan sesuatu yang menyenangkan (penghargaan) dan dijadikan sebuah hadiah bagi peserta didik yang berprestasi, baik dalam belajar maupun sikap prilaku. Tujuannya adalah agar peserta didik lebih giat lagi dalam belajar dan ia bersaing dengan temannya dalam hal mempertahankan perbuatan baik agar mendapatkan ganjaran atau hadiah dari guru.

Selain ganjaran, hukuman juga merupakan alat pendidkan. Sebagai alat pendidikan, hukuman hendaklah:

a) Senantiasa merupakan jawaban atas suatu pelanggaran b) Sedikit-banyak selalu bersifat tidak menyenangkan

c) Selalu bertujuan ke arah perbaikan, hukuman itu hendaklah diberikan untuk kepentingan anak itu sendiri.42

Para pendidik harus memaksimalkan alat-alat pendidikan karena dengan alat pendidikan peserta didik anak terdorong tingkah lakunya untuk terus melakukan perbuatan terpuj, siswa juga berusaha menghentikan perbuatan tidak terpuji karena mendapat hukuman atau hadiah dari guru. Anak-anak juga cenderung mempertahankan perilaku tersebut karena mendapat hadiah dari guru. Selain itu pembelajaran dikelas juga jadi menyenangkan.

3. Memilih Alat Pendidikan

Ilmu pendidikan perlu mengkaji berbagai alat pendidikan yang digunakan. Penggunaan alat pendidikan harus sesuai dengan tujuan, keadaan anak didik, situasi pendidik dan lingkungan anak didik,.43

42

Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoretis dan Praktis,H. 187 43

Menurut Wens Tanlain, dkk yang dikutip oleh H.M. Alisuf Sabri dalam Bukunya Pengantar Ilmu Pendidikan hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih atau menetapkan alat pendidikan yang baik dan tepat, sebagai berikut:

a. Alat pendidikan dipilih sesuai dengan tujuan pendidikan yang akan dicapai b. Pendidikan memahami fungsi setiap alat pendidikan dan cakap menggunakannya, sehingga pendidik dapat memilih secara tepat kapan diperlukan dan dapat menyediakan sendiri apabila belum tersedia.

c. Anak didik mampu menerima penggunaan alat pendidikan itu sesuai dengan keadaan dirinya ( jenis kelamin, bakat, sifat, usia, kemampuan), sebab anak didiklah yang akan dipengaruhi oleh alat pendidikan tersebut dalam rangka kedewasaan dirinya.

d. Alat pendidikan yang digunakan dapat membawa hasil yang diharapkan dan tidak menimbulkan akibat sampingan yang merugikan anak didik.44 Untuk mencapai tujuan pendidikan alat pendidikan itu dapat dipilih secara selektif. Mana diantaranya yang paling efektif untuk digunakan dalam mendidik anak. Alat pendidikan tersebut harus diperhatikan dengan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai, pendidikan dapat mempergunakannya dengan baik, sesuai dengan usia, dan kemampuan peserta didik, dan yang paling penting adalah dapat membawa kepada hasil yang memuaskan setelah pembelajaran.

4. Alat Pendidikan Dalam Penanaman Akhlak Siswa Bagi Kurikulum MA

Setelah menela’ah kembali apa pengertian dari alat dan pendidikan dapat ditarik kesimpulan bahwa alat pendidikan adalah sarana dan untuk menunjang keberhasilan tujuan pembelajaran. Dalam menanam akhlak karimah pada siswa pembelajaran merupakan salah satunya factor keberhasilan dalam penanaman akhlak tersebut. Maka alat pendidikan harus dirancang, direncanakan, di atur, di buat secara sengaja agar dalam proses penanaman akhlak dalam pembelajaran

44

Sabri Alisuf, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: UIN Jakarta Press, 2005), Cet ke-1, hlm. 52

tercapai maka pada akhirnya dampak dari pembelajaran akhlak tersebut terlihat dan setelah pembelajaran siswa mengerti secara menyeluruh sehingga bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika melihat dari kurikulum yang diajarkan di MA banyak sekali pembelajaran akhlak terpuji juga akhlak tercela. Salah satu alat dalam pembelajaran akhlak yang sesuai bagi kurikulum Ma adalah dengan Novel. Karena novel selain sebagai bahan bacaan yang menarik bagi siswa, novel juga terdapat contoh-contoh akhlak baik yang dapat dijadikan figure suri tauladan yang baik bagi siswa.

Salah satu novel yang memiliki pesan amanat baik bagi pembacanya adalah Novel Ranah 3 Warna adalah novel trilogy sambungan dari novel negeri 5 menara karya Ahmad Fuadi. Novel tersebut memiliki ide gagasan tentang bagaimana bersikap ketika dalam kesusahan yang diperankan oleh tokoh bernama Alif Fikri yang memiliki kareakter berusaha keras walau sulit dan sebagainya.

Dokumen terkait