BAB III METODELOGI PENELITIAN
3.5 Alat Penelitian dan Pengumpulan Data
3.5. Alat penelitian dan Pengumpulan Data 3.5.1. Alat Penelitian
Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kuesioner adalah sejumlah pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang hal-hal yang ia ketahui. Kuesioner pada penelitian ini terdiri dari dua bagian yaitu bagian (1) berisi karakteristik responden dan bagian (2) berisi pernyataan mengenai BHD berdasarkan konsep AHA 2010. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner tertutup dimana sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih (Arikunto, 2010).
Standar Operasional Prosedur (SOP) adalah pedoman atau acuan untuk melaksanakan pekerjaan yang sesuai. Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diperoleh dari RS Dr. Moewardi digunakan untuk mengetahui keterampilan perawat melakukan tindakan BHD, yang berbentuk checklist yang sesuai dengan langkah-langkah tindakan BHD menurut AHA 2010.
Dalam penelitian ini kuesioner yang digunakan adalah tingkat pengetahuan berisi 20 pernyataan dengan pernyataan favourable sejumlah 15 (nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 9, 10, 15, 16, 17, 18, 19, 20) dan pernyataan unfavourable sejumlah 5 (nomor 8, 11, 12, 13, 14). Apabila responden mampu menjawab benar yaitu dengan skor 15-20, maka dikategorikan baik. Apabila responden mampu menjawab benar yaitu dengan skor 11-14,
maka dikategorikan cukup. Apabila responden mampu menjawab benar dengan skor 0-10, maka dikategorikan kurang.
Keterampilan dalam melakukan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diperoleh dari RS Dr. Moewardi dengan kategori terampil, cukup terampil dan kurang terampil. Untuk mengetahui keterampilan menurut Riwidikdo (2009) adalah apabila responden dapat melakukan tindakan dengan nilai 90-100, maka dikategorikan terampil. Apabila responden dapat melakukan tindakan dengan nilai 61-89, maka dikategorikan cukup terampil. Apabila responden dapat melakukan tindakan dengan nilai 0-60, maka dikategorikan kurang terampil.
3.5.2. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas
Uji validitas menggunakan rumus pearson product moment, setelah itu diuji menggunakan uji t dan baru dilihat penafsiran dari indeks korelasi. Untuk tɑ = 0,05 derajat kebebasan. Jika nilai t hitung > t tabel berarti valid dan jika t hitung < t tabel maka tidak valid (Hidayat, 2007). Uji validitas dilakukan di RSUD Surakarta di ruang IGD dan ICU dengan menggunakan 30 responden.
Rumus pearson product moment :
r
hitung = n(
∑ XY)
–(
∑ X)
.(
∑ Y)
√[
n.∑ X2 – (∑ X)2]
.[
n. ∑ Y2 – (∑ Y)2]
41
Keterangan :
r
hitung = koefisien korelasi∑ X = jumlah skor item ∑ Y = jumlah skor total (item) n = jumlah responden
Uji validitas pada kuesioner tingkat pengetahuan tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada 30 responden di RSUD Surakarta khususnya ruang IGD dan ICU didapatkan hasil dari 25 pernyataan, 20 item pernyataan diantaranya dinyatakan valid karena nilai r>0,361. Item pernyataan dari tingkat pengetahuan yang tidak valid selanjutnya tidak diikutsertakan dalam item pernyataan kuesioner ini.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah hasil pengukuran atau pengamatan bila fakta dan kenyataan hidup tadi diukur atau diamati berkali-kali dalam waktu yang berlainan (Nursalam, 2009). Penelitian ini menggunakan uji reliabilitas dengan rumus alpha cronbach, jika didapatkan nila alpha cronbach > 0,60 maka dikatakan reliabel (Wiratna, 2014).
rumus alpha cronbach :
[
k] [
]
(k – 1)
r 1
-σ 2i ∑σ b2
Keterangan :
r = koefisien reliabilitas instrument k = banyaknya butir pertanyaan ∑σ b2 = total varians butir
σ2i = total varian
Hasil uji validitas kemudian diuji reliabilitas menggunakan alpha cronbach. Pernyataan yang tidak valid di uji validitas dan hanya pertanyaan yang valid yang diuji reliabilitas. Hasil uji reliabilitas pada pernyataan tingkat pengetahuan dengan jumlah 20 pernyataan didapatkan nilai alpha cronbach 0,744 yang berarti kuesioner tingkat pengetahuan layak untuk digunakan.
3.5.3. Cara Pengumpulan Data 1. Data primer
Data primer adalah data atau kesimpulan fakta yang dikumpulkan secara langsung pada saat berlangsungnya penelitian (Riwidikdo, 2009). Data primer yang diambil dalam penelitian ini adalah data yang diambil dari subyek peneliti yang diukur setelah pemberian kuesioner dan SOP tentang pengetahuan dan keterampilan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat tidak secara langsung dari objek penelitian (Riwidikdo, 2009). Data sekunder dalam
43
penelitian ini diperoleh dari rekam medik seperti: jumlah pasien datang baik rawat inap maupun rawat jalan, sedangkan data yang diperoleh dari ruang IGD dan ICU seperti: umur, jenis kelamin dan pelatihan gawat darurat.
3.5.4. Tahap Pengumpulan Data 1. Tahap Orientasi
Sebelum melakukan tahap pertama, peneliti melakukan langkah awal, yaitu tahap orientasi meliputi: pengajuan surat ijin kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (KESBANGPOL) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA). Tahap selanjutnya yaitu :
a. Peneliti mempersiapkan materi dan konsep yang mendukung penelitian ini dengan membaca berbagai referensi dan jurnal. Peneliti mencari literatur lain untuk mendalami topik penelitian ini. b. Peneliti melakukan studi pendahuluan untuk mengetahui peran
perawat dalam melakukan tindakan bantuan hidup dasar (BHD). c. Peneliti menyusun proposal yang sebelumnya sudah
dikonsultasikan kepada pembimbing I dan pembimbing II.
d. Peneliti melakukan revisi proposal penelitian sebelum melaksanakan penelitian yang kemudian dikonsultasikan kembali kepada pembimbing I dan pembimbing II.
e. Peneliti mengajukan permohonan izin kepada RSUD Kabupaten Karanganyar.
2. Tahap Pelaksanaan
a. Peneliti menetapkan objek penelitian dengan pemilihan sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi.
b. Sebelum penelitian, peneliti menjelaskan maksud dan tujuan serta melakukan kontrak waktu kepada responden menyampaikan tentang kerahasiaan atas jawaban yang diberikan dalam penelitian dan penelitian ini tidak berdampak negative bagi responden. c. Peneliti meminta persetujuan untuk menjadi responden dengan
memberikan lembaran informed consent sebagai bukti kesediaan sebagai responden. Dalam penelitian ini, jika perawat bersedia maka responden menandatangani lembar informed consent.
d. Peneliti melakukan pengambilan data menggunakan kuesioner dengan cara menyebar kuesioner pada perawat yang berbeda dalam tiga sift (pagi, siang dan malam) selama 3 minggu penelitian. e. Peneliti melakukan pengambilan data keterampilan dalam
melakukan tindakan bantuan hidup dasar dengan cara rapat bangsal IGD dan ICU 1 hari dalam waktu bersamaan, peneliti akan kontrak waktu serta menjelaskan maksud dan tujuan dilakukan keterampilan, dan untuk mengetahui keterampilan perawat dengan menggunakan phantom yaitu dengan cara perawat secara bergantian melakukan tindakan BHD pada phantom dan untuk mengetahui alat ukurnya yaitu menggunakan SOP.
45
3.6. Teknik Pengolahan Data dan Analisa Data