• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

C. Efektivitas Kinerja

2. Alat Ukur Efektivitas kerja

Menurut Richard dan M.Steers (1980:192) meliputi unsur kemampuan menyesuaikan diri/prestasi kerja dan kepuasan kerja:

"1) Kemampuan Menyesuaikan Diri

Kemampuan manusia terbatas dalam segala hal, sehingga dengan keterbatasannya itu menyebakan manusia tidak dapat mencapai pemenuhan kebutuhannya tanpa melalui kerjasama dengan orang lain.

17

2) Prestasi Kerja

Pretasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas asas kecakapan, pengalaman, kesungguhan dan waktu (Hasibuan, 2001:94). Dari pendapat disimpulkan bahwa dengan kecakapan, pengalaman, kesungguhan waktu yang dimiliki oleh pegawai maka tugas yang diberikan dapat diklaksanakan sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan kepadanya.

3) Kepuasan Kerja

Tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi. Tingkat rasa puas individu bahwa mereka mendapat imbalan yang setimpal, dari bermacam-macam aspek situasi pekerjaan dan organisasi tempat mereka berada.”

Secara Tradisional Pembangunan didalam bukunya Mudrajad Kuncoro (2004:62) memiliki arti peningkatan yang terus menerus pada groos domestic product atau produk domestik bruto suatu negara. Untuk daerah, makna pembangunan yang tradisional difokuskan pada peningkatan produk domestik regional bruto suatu provinsi, kabupaten, atau kota.

Pembangunan Infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dan vital untuk mempercepat proses pembangunan di indonesia. Infrastruktur juga memegang peranan yang penting sebagai salah satu roda penggerak ekonomi di indonesia. Ini mengingatkan gerak laju dan pertumbuhan ekonomi diindonesia tidak dapat dipisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi, sanitasi, dan energi. Oleh karena itu pembangunan disektor ini, menjadi fondasi dari pembangunan infrastruktur diindonesia.

18

BAB III

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

A. Tujuan Penlitian

1. untuk mengetahui mengenai Efektifitas Kinerja Kepala Desa Pada Pembangunan Infrastruktur Di Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

B. Manfaat Penelitian

1. Kegunaan teoritis berguna untuk mengembangkan teori-teori yang berkaitan dengan Kinerja pegawai/aparatur.

2. Kegunaan praktis

Secara praktis peneliti ini mempunyai kengunaan yaitu untuk memberikan sumbangan pemikiran kepada masyarakat secara umum dan kepada kepala desa/aparatus desa agar:

1. Berguna untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang efektivitas kinerja kepala desa pada pembangunan panglegur.

2.

Berguna untuk memberikan kontribusi bagi efektivitas kinerja aparatur desa dikabupaten pamekasan.

18

19

BAB IV

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

Penelitian bersifat deskriptif-analisis. Data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bentuk bilangan atau angka statistik, melainkan tetap dalam bentuk kualitatif yang memiliki arti lebih kaya dari sekedar angka dan frekuensi. Peneliti segera melakukan analisis data dengan memberi pemaparan gambaran mengenai situasi yang diteliti dalam bentuk uraian naratif. Nurul Zuriyah (2009 : 94).

Penelitian kualitatif adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati dari orang-orang yang diteliti. (Bogdan dan Taylor 2006 : 166 dalam Bagong Suyanto dkk).

Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif karena lebih sesuai dengan penelitian sosial, dapat memahami berbagai hal berkaitan dengan dinamika kehidupan sosial masyarakat, untuk mengumpulkan data berupa cerita rinci yang ada di tempat penelitian dan diungkapkan apa adanya sesuai dengan masyarakat yang lihat waktu dikerjakan, sehingga memperoleh data yang objektif dan valid dalam memecahkan permasalahan yang ada.

Alasan Peneliti menggunakan penelitian kualitatif karena peneliti ini karena ada kesesuai dengan permasalah yang akan penulis teliti, tentang efektivitas kinerja kepala desa pada pembangunan infrastrukur didesa panglegur. Penulis

19

20

akan menganalisis data yang didapat dari lapangan berupa fakta yang ditemukan tentang peran kepala desa terhadap pemborong pekerjanya dalam proyek perbaikan dan peningkatan jalan dimana yang dilakukan dengan ketidak ada seriusan, sarana dan prasarana yang diberikan tidak sesuai.

B. Lokasi Penelitian

Yang menjadi lokasi penelitian ini adalah di Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan. Lokasi dalam peneliti ini adalah tempat dimana peneliti dapat mengamati keadaan yang sebenarnya dari obyek yang diteliti untuk memperoleh data. Berhubungan dengan Efektivitas Kinerja Kepala Desa Pada Pembangunan Infrastruktur Di Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan, maka yang menjadi situs dalam peneliti ini yaitu Kepala Desa dan Perangkat Kepala Desa dan juga Masyarakat Desa.

Peneliti dalam melakukan pnelitian dalam waktu cukup lama, dengan surat izin yang diberikan oleh Universitas Madura.

C. Sumber Data

Sumber adalah salah satu yang paling vital dalam penelitian. Kesalahan dalam menggunakan atau memahami sumber data, maka data yang diperoleh juga akan meleset dari yang diharapkan. Oleh karena itu, peneliti harus mampu memahami sumber data mana yang mesti digunakan dalam penelitiannya itu.

Ada dua jenis sumber data yang biasanya digunakan dalam penelitian sosial, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data dalam penelitian ini yang digunakan adalah sumber data primer. Sumber data primer

21

adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber data. Sumber data primer diperoleh melalui informan, yaitu orang-orang yang diamati dan memberikan data berupa kata-kata atau kalimat pernyataan. (Burhan Bungin, 2001:129).

1. Sumber Data Primer meliputi atau diperoleh dari hasil wawancara peneliti dengan kepala desa panglegur dan masyarakat desa panglegur.

2. Sumber Data Sekunder meliputi:

a) Arsip-arsip yang dimiliki oleh sumber data primer yang dapat memberikan informasi atau keterangan kepada peneliti tentang masalah yang diteliti.

b) Data lain yang dapat menunjang, misalnya buku majalah, koran, internet dan sumber data sekunder lainnya.

Nurul Zuhriah (2009 : 124) mengatakan Purposive Sampling adalah pemilihan sekelompok subjek dalam purposive sampling didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan populasi yang diketahui sebelumnya. Dengan kata lain, unit Sample yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriterian tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian.

22

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan cara yang dilakukan peneliti untuk mengungkap atau menjaring informasi kuantitatif dari responden sesuai ruang lingkup penelitian. (Wiratna Sujarweni 2014:90)

Adapun teknik-teknik yang digunakan oleh peneliti dalam pengumpulan data pada penelitian yang telah dilakukan ini menggunakan teknik, yaitu 1.

Teknik wawancara 2. Dokumentasi.

1. Wawancara/Interview

Menurut Bagong Suyanto dkk (2006:69) teknik wawancara merupakan salah satu pengumpulan data dalam suatu penelitian. Karena menyangkut data, maka wawancara merupakan salah satu elemen penting dalam proses penelitian. Wawancara (interview) dapat diartikan sebagai cara yang dipergunakan untuk mendapat informasi (data) dengan cara bertanya langsung dengan bertatap muka (face to face). Namun demikian, teknik wawancara ini dalam perkembangannya tidak harus dilakukan secara berhadapan langsung (face to face), melainkan dapat saja dengan memanfaatkan saran komunikasi lain, misalnya telepon dan internet.

Peneliti memilih teknik wawancara ini untuk memperoleh informasi dimana penelitian ini tidak dilakukan dengan ketat, tetapi hanya dengan pertanyaan dan memfokuskan kepermasalahan. Wawancara ini dilakukan dikantor balai desa panglegur atau dirumah kepala desa

23

pangelegur. Wawancara dipilih karna dapat berfungsi sebagai metode primer, untuk menguji kebenaran, juga untuk menjawab permasalahan penelitian.

Wawancara dilakukan pada Kepala Desa dan Dua Masyarakat Panglegur yaitu: Imam Syafi’i (26 tahun) dan Sumiati (40 tahun) yang pernah melihat waktu pelaksanaan. Karena masyarakatlah yang lebih mengetahui waktu pelaksanaan atau waktu perbaikan jalan tersebut. Jenis wawancara yang dilakukan adalah wawancara terbuka dan terstruktur. Hal ini dilakukan oleh peneliti agar wawancara tidak menegangkan, serasa mengobrol biasa sehingga tidak membuat aparat kepala desa tertekan, juga memudahkan peneliti mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang yang diteliti. Wawancara dilakukan pada waktu dan tempat yang telah disepakati oleh peneliti dan aparat kepala desa.

2. Analisi Dokumentasi

Analisis dokumen lebih mengarah pada bukti konkret. Dengan instrumen ini, kita diajak untuk menganalisis isi dari dokumen-dokumen yang dapat mendukung penelitian kita. Dokumentasi, dilakukan di perpustakaan dengan melihat data-data dan dokumen. Yang berguna untuk sebagai acuan atau landasan teoriritis yang memberikan data tambahan sebagi data sekunder yang membantu peneliti untuk memperoleh data yang dekat dengan fenomena yang dipelajari. (Wiratna Sujarweni 2004:91)

24

E. Analisis Data

Analisis data dalam penelitian merupakan suatau kegiatan yang sangat penting dan memerlukan ketelitian serta kekritisan dari peneliti. Pola analisis mana yang akan digunakan, apakah analisis statistik atau nonstatistik perlu dipertimbangkan oleh peneliti. (Nurul Zuriah 2009:198)

Analisis data dalam penelitian kualitatif. Analisis data melibatkan pengerjaan data, organisasi data, pemilahan menjadi satuan-satuan tertentu, sintensis data, pelacakan data, penemuan hal-hal yang penting dan dipelajari, dan penentuan apa yang harus dikemukakan kepada orang lain. Sehingga pekerjaan analisis data dalam penelitian kualitatif bergerak dari penulisan deskripsi kasar sampai pada produk penelitian. Dengan kata lain, dalam penelitian kualitatif berdasarkan kurun waktunya, data dianalisis pada saat pengumpulan data dan setelah selesai pengumpulan data. (Nurul Zuriah 2009:217)

Perencanaan bersifat lentur dan terbuka. Perencanaan (desain) dalam penelitian kualitatif tidak bersifat ketat atau kaku sehingga sulit untuk diubah.

Perencanaan penelitian disusun bersifat lentur dan terbuka disesuaikan dengan kondisi sebenarnya yang ada dilapangan studi. Semua tidak dilakukan secara apriori dan bersifat definitif karena peneliti berpandangan bahwa ia tidak mengetahui secara pasti apa yang belum dilakukannya. Namun demikian, peneliti dapat saja menyusun perencanaan pemandu sebelum perencanaan

25

sebenarnya, dengan tetap menyediakan keterbukaan akan perubahan dan penyelesaian.

Miles and Huberman dalam sugioyono (1984:246), mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Langkah – langkah analisis menunjukkan pada gambar berikut:

26

Periode pengumpulan ...

Reduksi data

Antisipasi Selama Setelah

Display data ANALISIS

Selama Setelah

Kesimpulan/verifikasi

Selama Setelah

Komponen dalam analisis data flow model Sumber : Sugiyono (2013:246)

Selanjutnya model interkatif dalam analisis data ditunjukkan pada gambar berikut.

Komponen dalam analisis data (Interactive model), Miles and Huberman (1984) dalam Sugiyono (2013:246).

27

a. Data Reduction (Reduksi Data)

Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti kelapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberikan kode pada aspek-aspek tertentu.

Dalam mereduksi data, setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan penelitian, menemukan segala sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data.

Reduksi data merupakan proses berfikir sensitif yang memerlukan kecerdasan dan keluasan dan kedalaman wawasan yang tinggi. Bagi peneliti yang masih baru, dalam melakukan reduksi data dapat mendiskusikan pada teman atau orang lain yang dipandang ahli. Melalui

28

diskusi itu, maka wawasan peneliti akan berkembang, sehingga dapat mereduksi data-data yang memiliki nilai temuan dan pengembangan teori yang signifikan.

b. Data Display (penyajian data)

Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.

Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman (1984) menyatakan "the most frequent form of display data for qualitative research data in the past has been narative text". Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.

Dengan mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut. "Looking at displays help us to understand what is happening and to do some ting-further analysis or caution on that understanding" Miles and Huberman (1984). Selanjutnya disarankan, dalam melakukan display data, selain dengan teks yang naratif, juga dapat berupa, grafik, matrik, network (jejaring kerja) dan

29

chart. Untuk mengecek apakah peneliti telah memahami apa yang didisplaykan, maka perlu dijawab pernyataan berikut. Apakah anda tahu apa isi yang didisplaykan?

c. Conclusion Drawing/verification

Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.

Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.

Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.

30

F. Keabsahan data

Kriteria keabsahan data ada empat macam yaitu : (1) kepercayaan (creadibility), (2) keteralihan (tranferability), (3) kebergantungan (dependibility), (4) kepastian (confermability).

a. Kepercayaan (credibility),

Sebagai instrument penelitian dalam penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri. sehingga sangat dimungkinkan dalam pelaksanaan di lapangan terjadi kecondongan purba sangka (bias), untuk menghindari hal tersebut, data yang diperoleh perlu diuji kredibilitasnya (derajat kepercayaannya). Pengecekkan kredibilitas atau derajat kepercayaan data perlu dilakukan untuk membuktikan apakah yang diamati oleh peneliti benar-benar sesuai dengan apa yang sesungguhnya terjadi secara wajar dilapangan. Derajat kepercayaan data (keaslian data) dalam penelitian kualitatif digunakan untuk memenuhi kriteria (nilai) kebenaran yang bersifat emic, baik bagi pembaca maupun bagi subjek yang diteliti.

b. Keteralihan (Transferability)

Transferabilitas atau keteralihan dalam penelitian kualitatif dapat dicapai dengan cara “uraian rinci”. Untuk kepentingan ini peneliti berusaha melaporkan hasil penelitiannya secara rinci. Uraian laporan diusahakan dapat mengungkapkan secara khusus segala sesuatu yang diperlukan oleh pembaca, agar para pembaca dapat memahami temuan-temuan yang diperoleh. Penemuan itu sendiri bukan

31

bagian dari uraian rinci melainkan penafsirannya diuraikan secara rinci dengan penuh tanggung jawab berdasarkan kejadian-kejadian nyata.

c. Kebergantungan (Dependability)

Dependabilitas atau kebergantungan dilakukan untuk menanggulangi kesalahan kesalahan dalam konseptualisasi rencana penelitian, pengumpulan data, inteprestasi temuan, dan pelaporan hasil penelitian. Untuk diperlukan dependent auditor. Sebagai dependent auditor dalam penelitian ini adalah para pembimbing.

d. Kepastian (comfirmability)

Pengauditan konfirmabilitas (confirmabilityaudit) dalam penelitian ini dilakukan bersama-sama dengan pengauditan dependabilitas. Perbedaannya, pengauditan konfirmabilitas digunakan untuk menilai hasil (product) penelitian, sedangkan pengauditan dependabilitas digunakan untuk menilai proses (process) yang dilalui peneliti dilapangan. Inti pertanyaan pada konfirmabilitas adalah:

apakah keterkaitan antara data, informasi, dan interprestasi yang dituangkan dalam organisasi pelaporan didukung oleh materi-materi yang tersedia atau digunakan dalam audit trail (Uji Keabsahan Data Dalam Penelitian Kualitatif.

Andika Sanjaya. http://musicalandpsychologist.blogspot.co.id/2015/04/uji-keabsahan-data-dalam-penelitian.html. Sabtu, 22 Oktober 2016. Pukul 01.35 WIB).

32

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan benar lokasi atau wilayah penelitian merupakan hal yang diperlukan untuk memberikan pendalaman pemahaman mengenai permasalahan yang akan diteliti. Berikut ini akan diberikan gambaran umum mengenai lokasi atau wilayah Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

1. Gambaran Umum Objek Penelitian

Desa Panglegur merupakan pintu gerbang sebelah selatan wilayah Kecamatan Pamekasan/kota Kabupaten Pamekasan. Desa Panglegur merupakan salah satu desa yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Provinsi Jawa Timur. Jarak tempuh dari Ibu Kota Provinsi Jawa Timur (Surabaya) ± 120 km kearah timur, jarak tempuh dari Ibu Kota Kabupaten Pamekasan ± 3 km kearah selatan sedangkan jarak tempuh dari Kantor Kecamatan Tlanakan ± 5 km kearah utara.

Desa Panglegur terdiri dari empat (4) dusun yaitu:

 Dusun Kramat

 Dusun Pangloros

 Dusun Glagga

 Dusun Pandan

32

33

Adapun batas desa panglegur sebagai berikut:

1. Sebelah utara : berbatasan dengan Desa Jalmak dan Desa Laden kecamatan Pamekasan Kabupaten Pamekasan.

2. Sebelah timur : berbatasan dengan Desa Panempan Kecamatan Pamekasan dan Desa Ceguk Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

3. Sebelah selatan : berbatasan dengan Desa Larangan Tokol dan Desa Branta Tinggi Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

4. Sebelah barat : berbatasan dengan Desa Bukek Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan.

Curah hujan di Desa Panglegur rata-rata 10 mm/tahun, ketinggian dari permukaan laut ± m², tofograsi rendah berbukit dengan suhu udara rata-rata 28ºC-30ºC.

Dari data diatas, dapat diindentifikasi bahwa kehidupan masyarakat desa panglegur bersumber pada sektor agraris. Tanaman pokok adalah padi dan palawija, sedangkan pada kemarau masyarakat desa panglegur banyak menanam jagung dan tembakau.

Luas wilayah desa panglegur adalah sekitar 159 Ha, yang terdiri dari tanah kering atau tanah perkebunan seluas 80 Ha, serta jalan desa (jalan aspal dan makadam) sepanjang 10,350 km. Dengan jumlah penduduk dan jenis kelamin menurut data tahun 2017 berjumlah 4.983 jiwa, yang terdiri dari penduduk

34

laki-laki berjumlah 2.499 jiwa dan perempuan 2.484 jiwa, jumlah penduduk ini dapat dibagi menurut umur dan jenis menggunakan tabel sebagai berikut:

Tabel 4.1

Jumlah Penduduk Menurut Umur Dan Jenis Kelamin Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan

35

Jumlah 2.499 2.484 4.983

(Sumber: monografi Desa Panglegur Tahun 2017)

Dari tabel diatas dapat diinterpretasikan bahwa jumlah terbesar penduduk Desa Panglegur berada pada umur 15 tahun s/d 19 tahun dengan jumlah sebanyak jumlah penduduk 526 jiwa. Kemudian disusul usia 10 sampai 14 tahun sebanyak 521 jiwa selanjutnya penduduk usia 00 sampai 04 tahun sebanyak 517 jiwa. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata penduduk Desa Panglegur berada pada usia anak-anak non produktif.

Sedangkan jumlah penduduk Desa Panglegur apabila dilihat dari mata pencarian atau pekerjaan dapat dilihat pada tabel 2 dibawah ini:

Tabel 4.2

Jumlah Penduduk Desa Panglegur Berdasar Jenis Pekerjaan Atau Mata Pencaharian Tahun 2017

(Sumber : monografi desa panglegur tahun 2017

Dari tabel 2 di atas dapat diinterpretasikan bahwa pekerjaan atau mata pencaharian sebagian besar penduduk Desa Panglegur adala sebagai buruh dengan jumlah 925 jiwa, kemudian mahasiswa sebanyak 670 jiwa, petani atau

36

pemilik tanah sebanyak 625 jiwa, disusul karyawan swasta sebanyak 400 jiwa, selanjutnya pedagang 146 jiwa, dan sebagian kecil PNS (Pegawai Negeri Sipil)/ABRI 127 jiwa.

Tata pemerintahan Desa panglegur dipimpin oleh seorang Kepala Desa, seorang Sekretaris Desa, 4 (empat) orang Kepala Bidang, 4 (empat) orang Kepala Dusun, serta 12 (sebelas belas) orang Anggota Badan Perwakilan Desa.

Untuk mempertegas dan agar mudah untuk diperhatikan maka berikut ini akan disajikan Struktur Organisasi Badan Perwakilan Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan dan Struktur Organisasi Badan Perwakilan Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang dituangkan dalam bentuk bagan atau gambar struktur organisasi sebagai berikut.

Visi adalah suatu gambaran yang menantang tentang keadaan masa depan dari Kepala Desa Panglegur, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan yang didalamnya tertuang cita dan citra yang ingin diwujudkan sebagai berikut:

- Menjadikan Desa yang cerdas, maju, mandiri dan sejahtera.

- Terwujudnya pelayanan yang baik

- Mengembangkan perekonomian masyarakat dengan titik berat pada jasa yang mengoptimalkan Sumber daya yang ada

- Meningkatkan sumber daya manusia yang beriman dan berketerampilan - Mewujudkan pemerintahan yang efektif dan efesien serta menjungjung

tinggi supremasi hukum

37

Misi merupakan pernyataan komprehensif yang mencerminkan tugas pokok dan fungsi dalam rangka pencapaian tujuan yang diinginkan. Agar visi dapat tercapai dengan optimal maka di tetapkan misi sebagai berikut:

- Mengamalkan dan melaksanakan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari

- Meningkatkan sarana dan prasarana yang mendukung dalam kehidupan bermasyarakat

- Meningkatkan taraf hidup masyarakat

- Mengupayakan kemandirian masyarakat dalam pelaksanaan otonomi daerah berbasis pada potensi desa.

- Meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam pembangunan maupun kegiatan ekonomi produktif.

- Meningkatkan kerja sama dan gotong royong dalam bermasyarakat yang berazazkan kekeluargaan

- Menumbuh kembangkan perekonomian masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat.

Meningkatkan ketertiban dan keamanan serta penghormatan terhadap supremasi hukum

38

Gambar 4.1

Struktur Organisasi Pemerintahan Desa Panglegur Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan Tahun 2014

Sumber: arsip kantor kepala desa panglegur

Susunan atau hubungan antara komponen bagian-bagian dan posisi dalam sebuah organisasi mempunyai ketergantungan.

 Kepala Desa merupakan sebagai Pemerintah Desa yang memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa. Kepala Desa bertugas

39

menyelenggarakan pemerintaha desa melaksanakan pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tugas Kepala Desa memiliki fungsi adalah:

- Menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja

- Menyelenggarakan Pemerintahan Desa, seperti tata praja

Dokumen terkait