Berikut kutipan dari 3 artikel pada harian Republika yang menyatakan pendapat ahli dan LP POM MUI tentang alkohol pada parfum dan bedanya dengan khmar.
3
dalam website BPOM.
“…Bahan utama parfum yaitu minyak parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena minyak tersebut masih dalam bentuk esensial atau murni (baik yang alami maupun sintetis), dan mengandung konsentrat tinggi dari komponen otensi mengakibatkan reaksi alergis, dan kemungkinan cedera apabila digunakan langsung ke kulit atau pakaian. Pelarut juga berfungsi untuk menguapkan minyak esensial dan membantu aromanya menyebar ke
Selanjutnya BPOM menjelaskan bahwa jenis alkoh yang boleh digunakan adalah etanol, bukan metanol.
“…Pelarut yang paling umum digunakan untuk pengenceran minyak parfum adalah etanol atau campuran etanol dan air. Penggunaan metanol sebagai pelarut dalam produk parfum tidak diijinkan karena metanol merupakan bahan yang dilarang dalam peraturan kosmetika…”
Alkohol dalam parfum
berbeda dengan khmar
Berikut kutipan dari 3 artikel pada harian Republika yang menyatakan pendapat ahli dan LP POM MUI tentang alkohol pada parfum dan bedanya dengan khmar.
111
“…Bahan utama parfum yaitu minyak parfum perlu diencerkan dengan pelarut karena minyak tersebut masih dalam bentuk esensial atau murni (baik yang alami maupun sintetis), dan mengandung konsentrat tinggi dari komponen otensi mengakibatkan reaksi alergis, dan kemungkinan cedera apabila digunakan langsung ke kulit atau pakaian. Pelarut juga berfungsi untuk menguapkan minyak esensial dan membantu aromanya menyebar ke
Selanjutnya BPOM menjelaskan bahwa jenis alkohol yang boleh digunakan adalah etanol, bukan metanol.
“…Pelarut yang paling umum digunakan untuk pengenceran minyak parfum adalah etanol atau campuran etanol dan air. Penggunaan metanol sebagai pelarut dalam produk parfum rupakan bahan yang
Alkohol dalam parfum
berbeda dengan khmar
Berikut kutipan dari 3 artikel pada harian Republika yang menyatakan pendapat ahli dan LP POM MUI tentang alkohol pada parfum dan
Artikel pertama.
"...Lembaga Pengawas Pangan Obat
Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan, zat alkohol untuk kosmetik dan alkohol untuk makanan tidaklah serupa. Pemanfaatan alkohol dalam industri parfum hanyalah berfungsi sebag
melarutkan komponen wewangian. Ada kemungkinan alkohol ini masih tertinggal dalam produk parfum yang dihasilkan. Hanya saja, saat digunakan, semisal dioleskan atau disemprotkan ke badan, bahan ini akan cepat menguap dan tinggal meninggalkan aroma parfum.
LPPOM MUI menegaskan, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamr jenis minuman keras yang memabukan. Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamr, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti bunga atau buah
bersumber dari fermentasi non
digunakan untuk pangan, misalkan sebagai antiseptik, masih diperbolehkan.."
Artikel kedua.
"..Menurut Auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika Majelis
Chilwan Pandji Apt MSc, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamar jenis minuman keras yang memabukan.
Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamar, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti bunga
Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi nonkhamar selama tidak digunakan untuk pangan (dimakan --Red), misalkan sebagai antiseptik, masih diperbolehkan.
Kehadiran alkohol pada parfum sebagai pelarut, pengikat bahan-bahan esensi
Parfum yang pelarutnya berasal dari nonalkohol maupun "...Lembaga Pengawas Pangan Obat- obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan, zat alkohol untuk kosmetik dan alkohol untuk makanan tidaklah serupa. Pemanfaatan alkohol dalam industri parfum hanyalah berfungsi sebagai bahan penolong untuk melarutkan komponen wewangian. Ada kemungkinan alkohol ini masih tertinggal dalam produk parfum yang dihasilkan. Hanya saja, saat digunakan, semisal dioleskan atau disemprotkan ke badan, bahan ini akan cepat menguap dan
nggalkan aroma parfum.
LPPOM MUI menegaskan, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamr jenis minuman keras yang memabukan. Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamr, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti h- buahan. Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi non- khamr selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai antiseptik, masih
"..Menurut Auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat
dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Chilwan Pandji Apt MSc, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamar jenis minuman keras yang memabukan.
Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamar, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti bunga atau buah
Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi nonkhamar selama tidak digunakan untuk pangan (dimakan
Red), misalkan sebagai antiseptik, masih diperbolehkan.
Kehadiran alkohol pada parfum sebagai pelarut, pengikat bahan esensial agar aromanya lebih tahan lama. Parfum yang pelarutnya berasal dari nonalkohol maupun
112
obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengatakan, zat alkohol untuk kosmetik dan alkohol untuk makanan tidaklah serupa. Pemanfaatan alkohol dalam industri parfum ai bahan penolong untuk melarutkan komponen wewangian. Ada kemungkinan alkohol ini masih tertinggal dalam produk parfum yang dihasilkan. Hanya saja, saat digunakan, semisal dioleskan atau disemprotkan ke badan, bahan ini akan cepat menguap dan LPPOM MUI menegaskan, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamr jenis minuman keras yang memabukan. Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamr, tapi juga bisa dari bahan alamiah, seperti buahan. Penggunaan alkohol yang khamr selama tidak digunakan untuk pangan, misalkan sebagai antiseptik, masih
"..Menurut Auditor Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Chilwan Pandji Apt MSc, alkohol atau etanol yang digunakan untuk parfum tidak sama dengan khamar jenis minuman Etanol bisa dihasilkan dari fermentasi khamar, tapi juga bisa atau buah-buahan. Penggunaan alkohol yang bersumber dari fermentasi nonkhamar selama tidak digunakan untuk pangan (dimakan
Red), misalkan sebagai antiseptik, masih diperbolehkan. Kehadiran alkohol pada parfum sebagai pelarut, pengikat
al agar aromanya lebih tahan lama. Parfum yang pelarutnya berasal dari nonalkohol maupun
selama dihasilkan dari fermentasi bahan alami, hukumnya halal dan tidak najis..."
Artikel ketiga.
Mengutip pendapat Anton Apriyantono, dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB yang juga auditor LP POM MUI.
"...Dalam kasus khamar yang diharamkan adalah segala sesuatu yang bersifat memabukkan. Ini, dalam konteks bahan-bahan yang dikonsumsi seperti minuman ke Sedangkan bahan-bahan lain yang tidak normal dikonsumsi seharusnya tak dikenai hukum. Misalnya bahan
atau solven organik yang terdapat di dalam parfum. ''Karena alkohol yang menjadi solven organik dalam parfum tidak dikonsumsi,'' katanya.
kimia itu dikonsumsi maka akan menimbulkan kematian. Hal yang sama juga berlaku bagi bahan kimia lain yang digunakan dalam parfum. Jika bahan
juga akan menyebabkan kematian. Menurut Anton, masih terdapat kegamangan tentang hukum alkohol yang ada di dalam parfum akibat masyarakat sering menyamakan antara khamar dan alkohol. Padahal keduanya berbeda. Ia menyatakan bahwa alkohol atau etanol adalah bahan kimia yang tidak dikonsumsi. Sedangkan khamar biasanya dikonsumsi. Ia mengakui alkohol memang ada di dalam minuman keras. Ia adalah salah satu saja bentuk dari khamar. Akan tetapi alkohol tak terdapat di dalam narkoba semacam morfin. Padahal morfin adalah khamar juga. Tak semata alkohol.
Anton yang juga auditor
menyebabkan suatu minuman keras bersifat memabukkan bukan hanya akibat keberadaan alkohol atau etanol. Namun, semua bahan yang ada di dalam minuman keras tersebut. selama dihasilkan dari fermentasi bahan alami, hukumnya halal dan tidak najis..."
Mengutip pendapat Anton Apriyantono, dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB yang juga auditor LP
"...Dalam kasus khamar yang diharamkan adalah segala sesuatu yang bersifat memabukkan. Ini, dalam konteks
bahan yang dikonsumsi seperti minuman ke bahan lain yang tidak normal dikonsumsi seharusnya tak dikenai hukum. Misalnya
bahan-atau solven organik yang terdapat di dalam parfum. ''Karena alkohol yang menjadi solven organik dalam parfum tidak dikonsumsi,'' katanya. Ia menyatakan jika bahan
kimia itu dikonsumsi maka akan menimbulkan kematian. Hal yang sama juga berlaku bagi bahan kimia lain yang digunakan dalam parfum. Jika bahan-bahan ini dikonsumsi juga akan menyebabkan kematian. Menurut Anton, masih kegamangan tentang hukum alkohol yang ada di dalam parfum akibat masyarakat sering menyamakan antara khamar dan alkohol. Padahal keduanya berbeda. Ia menyatakan bahwa alkohol atau etanol adalah bahan kimia yang tidak dikonsumsi. Sedangkan khamar biasanya ikonsumsi. Ia mengakui alkohol memang ada di dalam minuman keras. Ia adalah salah satu saja bentuk dari khamar. Akan tetapi alkohol tak terdapat di dalam narkoba semacam morfin. Padahal morfin adalah khamar juga. Tak Anton yang juga auditor LP POM MUI ini menyatakan, yang menyebabkan suatu minuman keras bersifat memabukkan bukan hanya akibat keberadaan alkohol atau etanol. Namun, semua bahan yang ada di dalam minuman keras tersebut.
113
selama dihasilkan dari fermentasi bahan alami, hukumnya
Mengutip pendapat Anton Apriyantono, dosen Teknologi Pangan dan Gizi IPB yang juga auditor LP
"...Dalam kasus khamar yang diharamkan adalah segala sesuatu yang bersifat memabukkan. Ini, dalam konteks bahan yang dikonsumsi seperti minuman keras. bahan lain yang tidak normal dikonsumsi -bahan kimia atau solven organik yang terdapat di dalam parfum. ''Karena alkohol yang menjadi solven organik dalam parfum tidak Ia menyatakan jika bahan-bahan kimia itu dikonsumsi maka akan menimbulkan kematian. Hal yang sama juga berlaku bagi bahan kimia lain yang bahan ini dikonsumsi juga akan menyebabkan kematian. Menurut Anton, masih kegamangan tentang hukum alkohol yang ada di dalam parfum akibat masyarakat sering menyamakan antara khamar dan alkohol. Padahal keduanya berbeda. Ia menyatakan bahwa alkohol atau etanol adalah bahan kimia yang tidak dikonsumsi. Sedangkan khamar biasanya ikonsumsi. Ia mengakui alkohol memang ada di dalam minuman keras. Ia adalah salah satu saja bentuk dari khamar. Akan tetapi alkohol tak terdapat di dalam narkoba semacam morfin. Padahal morfin adalah khamar juga. Tak LP POM MUI ini menyatakan, yang menyebabkan suatu minuman keras bersifat memabukkan bukan hanya akibat keberadaan alkohol atau etanol. Namun, semua bahan yang ada di dalam minuman keras tersebut.
dinyatakan haram? Padahal bahan
semacam asetanilda, propanol, butanil, dan metanol yang normal ada di dalam minuman keras bersifat lebih toksik dibandingkan etanol. Meski ia mengakui bahwa kadar alkohol menjadi ukuran apakah suatu minuman termasuk
keras atau bukan. Hal tersebut dilakukan hanya untuk memudahkan dalam penetapan apakah suatu minuman tergolong minuman keras. Namun, tambah Anton, bukan samata-mata keberadaan alkohol yang menyebabkan sesuatu itu diharamkan. Jika demikian maka sega
mengandung alkohol adalah haram. Sebab, buah
roti, cuka maupun kecap juga mengandung alkohol padahal masyarakat tahu bahwa semua itu hukumnya halal. ''Kita tak bisa mengatakan bahwa alkohol dalam buah
namun alkohol dalam parfum haram. Padahal zat dan sifatnya sama,'' tandasnya..."
Dengan demikian alkohol pada parfum berbeda dengan khamr.