1. Mengintensifkan operasionalisasi distribusi pemberian bantuan social mereka dengan mendesentralisasikan proses distribusi pada tataran pemerintahan paling rendah ( Pemerintahan Desa) sehingga semua bantuan social yang diberikan dapat tetap sasaran peruntukannya.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
75
2. Melakukan operasi penyandang masalah sosial secara berkala, guna menampung penyandang masalah social untuk diberikan pelatihan kerja agar dapat kembali hidup normal dimasyarakat
3. Memberikan bantuan permodalan melalui beberapa jalur yang menekankan aspek sosial dalam pemberian bantuan keuangan, sehingga bantuan tersebut tidak membebani mereka (KUR).
Tabel 3.9
Evaluasi Pencapaian Sasaran 2
Meningkatnya secara nyata aksesbilitas dan kualitas pelayanan pendidikan No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2013 Capaian
Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi
1 Angka melek huruf % 99,00 99,00 100 100 100 100% 2 Angka rata-rata lama
sekolah (tahun)
Unit 10 10 100 11 11,96 108,72%
3 Angka partisipasi sekolah
Orang 112 112 100 100 100 100%
4 Pendidikan Anaka Usia Dini (PAUD)
% 39 39 100 39 39 100%
5 Angka Partisipasi Murni SD/Mi/Paket A
% 101,2
0
101,20 100 100 92,5 92,5%
6 Angka Partisipasi Murni SMP/MTs/Paket B
% 95,24 95,24 100 99 88,09 88,9%
7 Angka Partisipasi Murni SMA/SMK/MA/Paket C
% 77,54 77,54 100 77 62,21 88,7%
8 Angka Putus Sekolah SD/MI
Orang 0,0 0,01 90 0 0,05 95%
9 Angka Putus Sekolah SMP/MTs
Orang 0,01 0,01 100 0 0,19 81%
10 Angka Putus Sekolah SMA/SMK/MA Orang 0,02 0,02 100 0 0,27 73% 11 Angka Kelulusan SD/MI % 100 100 100 0 100 100% 12 Angka Kelulusan SMP/MTs % 100% 100% 100 100 99,77 99,77% 13 Angka Kelulusan SMA/SMK/MA % 100% 100% 100 100 99,95 99,95% 14 Guru yg memenuhi kualifikasi S1/DIV % 62.39 62.39 100 77 92,9 120,6% 15 Rasio ketersediaan % 0,62 0,62 100 0,62 0,59 96%
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
76
Sekolah/penduduk usia sekolah Dikdas & Dikmen
16 Rasio Guru/murid % 9,09 9,09 100 9,09 14 127% 17 Rasio Guru/murid per
sekolah % 1 : 12 1 : 12 100 1 : 12 1 : 9 133% 18 Angka melanjutkan SMP/MTs ke SMA/SMK/MA % 82 82 100 83 102 123,2%
Meningkatnya secara nyata aksesbilitas dan kualitas pelayanan pendidikanmerupakan sasaran ke 2 dari Misi Pemerintah Kabupaten Ngawi dengan indikator sejumlah 18 Sasaran yang tercapai secara baik sejumlah 9 indikator sasaran, dengan capaian 100 % dan sebagian melampaui target > 100% dari rencana kegiatan yang ditetapkan, yang mengindikasikan hanya 50% saja indikator sasaran yang dapat tercapai sesuai dengan perencanaan atau bahkan melampaui target yang direncanakan. Sedangkan 9 indikator lain belum mampu memenuhi capaian target seperti yang direncanakan
Keberhasilan capaian sasaran Meningkatnya secara nyata aksesbilitas dan kualitas pelayanan pendidikanpada bidang pendidikan utamanya adalah pada indikator guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan, rasio guru murid dan angka melanjutkan Sekolah.Guru yang memenuhi kualifikasi pendidikan S1/DIV dapat terlampaui targetnya karena adanya kesadaran dan regulasi yang mengatur kualifikasi guru yang dapat mendapatkan sertifikasi pendidik yang harus memiliki ijasah formal S1/DIV, sehingga banyak guru yang belum memenuhi criteria tersebut dengan inisiatif pribadi menempuh pendidikan formal jenjang S1/DIV.
Indikator lain yang mampu melampaui target adalah rasio guru/murid yang disebabkan karena jumlah guru (PNS) di Kabupaten Ngawi
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
77
pada akhir Tahun 2014 ini mencapai 14.000 orang, sehingga pada bidang pendidikan Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan bea siswa pendidikan bagi PNS yang ingin menjadi guru dengan menyekolahkan PNS tersebut pada lembaga pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan guru tersebut. Hal tersebut direspons secara positif oleh PNS Kabupaten Ngawi dengan banyaknya PNS yang beralih profesi menjadi guru dan bersedia menempuh pendidikan formal yang dipersyaratkan.
Tingkat Capaian melanjutkan ke Sekolah juga melampaui target, hal ini disebakna oleh tingginya kesadaran masyarakat Kabupaten Ngawi untuk dapat mengenyam pendidikan yang lebih tinggi.Hal tersebut tidak lepas dari intensifnya sosialisasi pentingnya pendidikan formal yang dilaksanakan oleh aparatur Pemerintah Kabupaten Ngawi kepada masyarakat, terutama oleh Dinas Pendidikan.
Sedangkan 1 (satu) indikator sasaran tidak mencapai target dan hanya mampu mencapai target 73% yaitu angka putus sekolah, meskipun secara kuantitatif mengalami penurunan akan tetapi capaian target yang mengindikasikan tercapainya semua siswa untuk dapat lulus sekolah secara keseluruhan belum terpenuhi.
Masih tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Ngawi ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya faktor ekonomi dan faktor sosial budaya. Faktor Ekonomi merupakan penyebab utama tingginya angka putus sekolah di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2014 ini, hal ini dapat dipahami karena sebagian besar siswa yang putus sekolah tersebut berasal dari golongan
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
78
masyarakat miskin, sehingga waktu mereka sebagian besar tersita untuk kegiatan yang bersifat ekonomis utamanya guna pemenuhan kebutuhan keluarga utamanya pada penduduk usia sekolah 15 s/d 18 Tahun (SMA/SMK/MA), sehingga kebutuhan untuk mengenyam pendidikan yang lebih tinggi akhirnya terabaikan dan bukan merupakan prioritas utama aktivitas mereka, meskipun klasifikasi usia mereka merupakan usia produktif menuntut pendidikan.
Faktor Sosial Budaya yang merupakan penyebab dominan kedua dari Angka Putus Sekolah di Kabupaten Ngawi disebabkan oleh kurang kondusifnya lingkungan yang mereka diami (siswa).Lingkungan bagi masyarakat miskin dan masyarakat yang mendiami kawasan kumuh merupakan penyumbang utama dari Angka Putus Sekolah dari faktor lingkungan.
Guna mengurangi angka putus sekolah tersebut, Pemerintah Kabupaten Ngawi mengoptimalkan program BOS (Bantuan Operasional Siswa) dan juga beberapa program lain yang relevan pada bidang pendidikan masyarakat (formal maupun non formal )yang berorientasi untuk dapat mengakomodir seluruh warga masyarakat agar dapat mengenyam pendidikan secara layak, yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ngawi.
FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN :
1. Tersedianya anggaran biaya dalam mendukung program kegiatan yang berorientasi tercapainya sasaran
2. Sumberdaya Manusia yang berprofesi sebagai guru pada SKPD Pemerintah Kabupaten Ngawi ( DInas Pendidikan) adalah tersedia secara penuh baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
79
3. Pendidikan telah menjadi bagian hidup yang sangat penting bagi masyarakat Kabupaten Ngawi, sehingga pendidikan merupakan kebutuhan dasar bagi mereka, sehingga animo untuk mengenyam pendidikan lebih tinggi meningkat dari tahun ketahun.
4. Semakin banyaknya infrastruktur pendidikan yang dibangun pada daerah-daerah yang jauh jangkauannya dari kota, sehingga kesempatan untuk dapat belajar bagi masyarakat didaerah terpencil / terisolir dapat lebih terbuka KENDALA YANG DIHADAPI
1. Tingkat ekonomi masyarakat yang tidak merata, sehingga banyak masyarakat miskin yang tidak mampu menyekolahkan anak-anaknya kejenjang yang lebih tinggi dan lebih berkonsentrasi terhadap membantu memperbaiki perekonomian keluarga.
2. Komunikasi global yang tanpa batas pada saat ini juga turut menyumbang besarnya permasalahan pendidikan di Kabupaten Ngawi, banyak remaja putus sekolah karena melakukan tindakan-tindakan yang kurang mendukung motivasi mereka melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DILAKSANAKAN :
1. Memberikan sosialisasi secara intensif bagi keluarga miskin dan keluarga prasejahtera tentang nilai penting pendidikan bagi mereka untuk dapat meningkatkan harkat dan martabat mereka melalui jalur pendidikan.
2. Memberikan tambahan pendidikan moral pada masing-masing sekolah agar setiap siswa mempunyai filter yang tangguh terhadap laju informasi yang
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
80
tanpa batas yang berkembang pada saat ini, sehingga nilai pendidikan akan tetap terjaga tingkatan pentingnya bagi hidup mereka.
3. Memperluas pembangunan Sekolah Menengah Atas pada daerah-daerah di Kecamatan, sehingga akan berdampak terhadap mudahnya aksesbilitas mengenyam pendidikan secara merata bagi masyarakat di Kabupaten Ngawi.
Tabel 3.10
Evaluasi Pencapaian Sasaran 3
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan lanjut usia serta kesehatan reproduksi
No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2013 Capaian Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi
1 Cakupan kunjungan Ibu hamil % 93% 89% 95,6 94 90,58 96,36% 2 Cakupan Komplikasi Kebidanan yg ditangani % 75 67,10 89,46 80 94,74 118,4% 3 Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yg memiliki komp. Kebidanan % 88,50 % 75% 84,74 89 70,23 78,9% 4 Cakupan pelayanan nifas % 88,50 % 88,50% 100 89 92,16 103,5% 5 Cakupan neonatus dg komplikasi yang ditangani % 75 75 100 80 85,24 106,5% 6 Cakupan kunjungan bayi % 89 89 100 89 100.69 113.1% 7 Cakupan desa/kel.Universal Child Immunization % 80 80 100 100 85,71 85,71% 8 Cakupan pemberian makanan pendamping ASI pd anak usia 6-24 bulan keluarga miskin
% 100% 85% 85 100 100 100% 9 Cakupan peserta KB aktif % 73% 73% 100 74 72,46 97,92% 10 Penemuan penderita AFP % 100 100 100 100 5,02 5,02% 11 Penemuan dan % 100 100 100 100 6,35 6,35
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014 81 penanganan penderita pneumonia balita 12 Penemuan dan penanganan penderita pasien baru TBC BTA positif % 85% 85% 100 85 50,91 59,89% 13 Penemuan dan Penanganan DBD % 100 100 100 100 100 100 14 Penanganan penderita diare % 100 100 100 100 38,44 38,44% 15 Cakupan pelayanan gawat darurat level 1 yg harus diberikan sarana kesehatan (RS) di Kabupaten % 100 100 100 100 100 100 16 Cakupan desa/kel.mengalami KLB yg dilakukan penyelidikan epidemiologi<24 jam % 100% 100% 100 100 100 100%
17 Cakupan desa siaga aktif
% 80% 80% 100 80 100 125%
Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan lanjut usia serta kesehatan reproduksimerupakan sasaran ke 3 dari Misi Pemerintah Kabupaten Ngawi sejumlah 17indikator sasaran, yang tercapai secara baik dengan capaian 100 keatas % sejumlah 8 sasaran, sedangkan separuhnya (delapan sasaran belum dapat terpenuhi capaian sasarannya ). Indikator Sasaran yang tercapai 100 % lebih meliputi cakupan kebidanan yang ditangani, cakupan pelayanan nifas, cakupan neonates dengan komplikasi yang ditangani, cakupan kunjungan bayi, cakupan pemberian makanan pendamping ASI pada balita,
Cakupan kunjungan ibu hamil tidak tercapai seluruh sasarannya disebabkan oleh beberapa kendala berupa kesadaran para ibu untuk melakukan kunjungan ke Posyandu ataupun sarana kesehatan yang telah disediakan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi masih kurang, meskipun prosentasenya tergolong
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
82
tinggi 95,6 %. Sebab lainnya adalah banyaknya jumlah ibu yang berasal dari keluarga yang mampu, sehingga mereka tidak memeriksakan kehamilannya pada tempat yang telah disediakan oleh Pemerintah, akan tetapi mereka memeriksakan kehamilannya pada dokter spesialis lain yang praktek, sehingga data mereka tidak terekam pada capaian indikator yang dilaksanakan oleh petugas dari Pemerintah Kabupaten Ngawi.
Cakupan Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yg memiliki komp. Kebidanan juga belum mencapai target sesuai yang direncanakan yang disebabkan oleh faktor kondisi geografis dari Kabupaten Ngawi yang sebagian besar wilayahnya berupa kawasan hutan, sehingga tempat tinggal dari masing-masing keluarga banyak yang terisolir dari perkampungan, sehingga menyebabkan tenaga medis yang menangani kurang mampu menjangkau mereka yang melahirkan pada tempat-tempat tersebut. Dala hal ini maka pertolongan persalinan dilakukan oleh dukun bayi setempat.
Untuk menjawab kondisi tersebut Pemerintah Kabupaten Ngawi memberikan pelatihan pada dukun bayi yang memberikan pertolongan pada masyarakat terisolir tersebut dengan memberikan bekal pengetahuan metodologi kelahiran sesuai dengan prosedur medis yang berlaku, sehingga tingkat kematian bayi yang lahir dengan dibantu pertolongan oleh tenaga dukun bayi dapat ditekan jumlahnya.
Indikator lain yang tidak tercapai secara baik adalah Penanganan penderita diare, ini merupakan kondisi yang amat riskan utamanya pada musim penghujan yang menyebabkan banyaknya penyakit diare yang menyerang penduduk Kabupaten Ngawi. Jumlah penderita diare pada musim datangnya
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
83
penghujan tersebut naik hamper 300% dari musim kemarau, sehingga daya tampung sarana kesehatan yang ada pada saat tersebut tidak mampu menampung keseluruhan penderita yang ada, baik di Puskesmas maupun rumah sakit yang ada.
Guna mengantisipasi kejadian serupa pada tahun mendatang, Pemerintah Kabupaten Ngawi berupaya untuk melaksanakan perbaikan lingkungan sebagai sumber utama penyebaran penyakit diare tersebut disamping faktor makanan yang dikonsumsi oleh penduduk, dan mengupayakan penambahan daya tampung pada masing-masing sarana kesehatan yang ada, sehingga capaian penanganan penduduk yang terserang diare dapat terpenuhi 100%.
Sedang indikator yang meninjol tingkat capaiannya dan melampaui target yang ada berupa cakupan desa siaga aktif yang mencapai 125 % tingkat capaiannya, hal ini tidak lepas dari program-program pemberdayaan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Ngawi, sehingga jumlah desa siaga aktif bertambah dengan pesat dari 138 desa pada Tahun 2013, bertambah menjadi 173 pada Tahun 2014 ini.
Bertambahnya jumlah desa siaga aktif merupakan indikator tercapainya sasaran meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan ibu, bayi, anak, remaja dan lanjut usia serta kesehatan reproduksi secara merata pada seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Ngawi.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
84
FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN :
1. Semakin majunya dunia teknologi komunikasi yang memberikan informasi langsung pada masyarakat tentang arti penting pendidikan kesejahteraan keluarga dan pembatasan jumlah keluarga bagi terciptanya keluarga sejahtera bagi masyarakat.
2. Tersedianya anggaran biaya dalam mendukung program kegiatan yang berorientasi tercapainya sasaran
3. Tersedianya Sumberdaya Manusia yang berprofesi sebagai penyuluh lapangan Keluarga Berencana pada setiap desa, sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat pada program KB melalui media sarana kesehatan terdekat.
4. Tersedianya sarana kesehatan sampai pada tataran pemerintahan terendah (pemerintah desa) yang memberikan kesempatan masyarakat untuk dapat dilayani walaupun secara geografis tempat tinggal mereka terisolir.
KENDALA YANG DIHADAPI
1. Masih banyaknya masyarakat yang belum dapat memahami arti penting program kesehatan bagi keluarga, sehingga sebagian besar dari masyarakat kurang member apresiasi positif terhadap nilai penting kesehatan keluarga dalam kehidupan mereka.
2. Adanya pemahaman yang keliru melalui pendekatan dogma agama, sehingga program keluarga berencana masih dianggap bertentangan dengan keyakinan mereka,
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
85
3. Belum secara keseluruhan alat kontrasepsi tersedia pada sarana kesehatan terdekat (didesa) sehingga masyarakat enggan untuk memperoleh alat kontrasepsi sebagaimana yang mereka inginkan apabila mereka harus pergi kekota yang memerlukan waktu dan biaya tambahan untuk memperolehnya. ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DILAKSANAKAN :
1. Memberikan sosialisasi secara intensif bagi masyarakat, utamanya bagi masyarakat yang masih memegang pendekatan melalui dogma agama bahwa perencanaan keluarga berencana melalui alat kontrasepsi bertentangan dengan ajaran yang mereka yakini.
2. Mendistribusikan alat kontrasepsi secara merata pada semua tingkatan pemerintahan, sehingga timbul kemudahan dalam mendapatkan alat kontrasepsi yang diinginkan dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.
3. Menambah personil tenaga kesehatan pada desa-desa yang ada diseluruh wilayah Kabupaten Ngawi, sehingga mampu melayani penduduk yang berada pada wilayah yang selama ini jauh dari jangkauan pelayanan kesehatan.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
86
Tabel 3.11
Evaluasi Pencapaian Sasaran 4
Meningkatnya iklim investasi yang kondusif No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2013 Capaian
Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi
1 Jumlah investor berskala nasional (PMDN/PMA)
Unit 50 55 110 60 62 103%
2 Jumlah nilai investasi berskala nasional (PMDN/PMA) (Rp M)
Rp. (M) 100M 100M 100 100 106 106%
3 Rasio daya serap tenaga kerja (orang) orang 3,750 621 16,56 4.000 637 15,92 4 Kenaikan / penurunan Nilai Realisasi PMDN (Rp M) Rp. 100M 100M 100 100 106 106%
5 Jumlah investor (Non PMDN/PMA)
Unit 580 580 100 600 585 97,5%
6 Jumlah nilai investasi (Non PMDN/PMA) (Rp M)
Rp. 100 100 100 100 118 118%
Sasaran meningkatnya iklim investasi yang kondusif di Kabupaten Ngawi
dari 6 (enam) indikator sasaran yang ditetapkan tercapai4 indikator yang 100% serta
melampauinya. Kenaikan terbesar tercapai pada naiknya nilai investasi yang ada di
Kabupaten Ngawi pada Tahun 2014 ini.Hal ini disebabkan oleh terjadinya pergeseran
investor yang mengalokasikan usahanya pada daerah yang cenderung naik setiap
tahunnya. Penyebab utama dari meningkatnya nilai investasi tersebut dipicu adanya
Upah Minimum Regional ( UMR) pada daerah produksi (Kota besar) cenderung besar,
sehingga biaya produksi menjadi membengkak untuk membiaya biaya tenaga kerja
tersebut.
Sedang pada daerah kota kecil seperti Kabupaten Ngawi, Upah Minimum
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
87
inilah yang mengakibatkan berbondongnya investor untuk mengalihkan investasinya ke
daerah-daerah dengan biaya tenaga kerja yang relative murah, yang berdampak
keuntungan lebih bagi mereka dengan menekan biaya tenaga kerja seperti pada
daerah-daerah lain di kota-kota besar yang selama ini mereka jalankan.
Sedangkan indikator yang rendah capaiannnya terjadai pada indikator Rasio daya serap tenaga kerja (orang), ini merupakan konsekuensi logis dari investasi yang dikembangkan di Kabupaten Ngawi, sebagian besar berupa investasi pada bidang-bidang produksi pertanian yang cenderung kurang besar daya serapnya terhadap tenaga kerja dila dibandingkan dengan bidang industry yang mampu menyerap tenaga kerja yang besar dalam proses produksinya.
Meningkatnya iklim investasi yang kondusif akan berpengaruh pula pada
peningkatan beberapa bidang lain dalam pemerintahan yang dijalankan, seperti bidang
tenaga kerja, bidang perdagangan dan secara makro akan meningkatkan pula taraf
hidup kehidupan masyarakat Kabupaten Ngawi. Disamping itu terdapat pencapaian
yang sangat urgent pada sasaran kenaikan / penurunan Nilai Realisasi PMDN yang
pada tahun 2014 ini mampu merealisir kenaikan Penanaman Modal Dalam Negeri
(PMDN) sebesar 106 M. yang diwujudkan dengan adanya penghargaan tertinggi dalam
bidang Investmen Award oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur kepada Pemerintah
Kabupaten Ngawi pada Tahun 2014 atas prestasi bidang Penanaman Modal.
FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN :
1. Terbukanya peluang investasi di Kabupaten Ngawi dengan potensi sumber daya alam yang tersedia yang mendukung proses produksi yang dijalankan oleh investor.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
88
2. Masih rendahnya nilai Upah Minimum kabupaten (UMK) dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi dan daerah-daerah industry lain, yang memberikan pilihan bagi investor untuk membuka peluang investasi didaerah karena lebih sedikit biaya yang dikeluarkan dari aspek biaya tenaga kerja di Kabupaten Ngawi.
3. Tersedianya informasi yang valid terhadap potensi dan sumber daya yang ada di Kabupaten Ngawi dalam hal investasi melalui media internet, sehingga memudahkan investor mengetahui informasi tentang potensi Kabupaten Ngawi beserta prospeknya dalam berinvestasi.
4. Secara geografis Ngawi berada pada jalur utama kota besar Jakarta – Surabaya sehiingga memberikan peluang kemudahan aksesbilitas transportasi produksi bagi investor.
5. Adanya Perda yang mengatur tentang zonasi kawasan industry, yang memungkinkan terbangunnya industry pada kawasan tersebut secara mudah, karena sudah peraturan yang memayunginya.
KENDALA YANG DIHADAPI
1. Perekonomian Kabupaten Ngawi masih didominasi oleh sektor pertanian, sehingga secara umum belum banyak investor yang berminat pada bidang-bidang lain selain investor yang bergerak pada bidang-bidang pertanian, yang berpengaruh terhadap terbatasnya jenis investasi yang prospektif yang ada di Kabupaten Ngawi.
2. Kurangnya tenaga berpendidikan dengan keterampilan yang memadai dalam bidang-bidang produksi tertentu yang tersedia di Kabupaten Ngawi,
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
89
sehiingga akan menyulitkan investor untuk mencari tenaga ahli produksi bagi usaha yang akan mereka jalankan.
ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH YANG DILAKSANAKAN :
1. Memberikan informasi secara intensif tentang potensi yang ada di Kabuapten ngawi dalam bidang investasi melalui berbagai media untuk dapat menarik investor guna menanamkan sahamnya untuk produksi di Kabupaten Ngawi.
2. Memberikan Latihan tenaga kerja bagi penduduk Kabupaten Ngawi guna memenuhi kualifikasi tenaga kerja seperti yang dipersyaratkan keahliannya oleh investor.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
90
Tabel 3.12
Evaluasi Pencapaian Sasaran 5
Meningkatnya produktivitas dan kualitas koperasi dan usaha kecil menengah No Indikator Sasaran Satuan Tahun 2013 Capaian
Kinerja Tahun 2013 Tahun 2014 Capaian Kinerja Tahun 2014 Target Realisasi Target Realisasi
1 Persentase koperasi aktif % 82,84 82,84 100 83,84 82,50 98,4%
2 Jumlah UKM non
BPR/LKM UKM
Unit. 21 21 100 21 6 28,57%
3 Jumlah BPR/LKM Unit 12 12 100 14 15 107,1%
4 Jumlah Usaha Mikro dan Kecil,
Unit. 34,20 2
34,202 100 34402 32.907 95,84%
5. Jenis dan jumlah bank dan cabang
Unit 0 0 0 34 39 114,7%
6. Jenis dan jumlah perusahaan asuransi cabang
unit 0 0 0 2 2 100
Sasaran meningkatnya produktivitas dan kualitas koperasi pada Tahun
2013 ini secara umum dapat tercapai sesuai target, hal tersebut sebagai dampak
adanya pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang semakin berkembang di Kabupaten
Ngawi, sehingga usaha dan kesadaran untuk meningkatkan produktivitas akan semakin
baik mulai dari pelosok desasampai dengan daerah perkotaan. Perkembangan Koperasi
di Kabupaten Ngawi pada Tahun 2014 memang sangat signifikan, ini merupakan
dampak adanya sosialisasi dan intensifikasi yang terus menerus dilakukan oleh Dinas
Koperasi, Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perindustrian Kabupaten Ngawi pada
semua pelaku usaha dimaksud.
Indikator yang tercapai sangat baik teradapat pada indikator Jenis dan jumlah bank dan cabang yang pada tahun 2014 ini mencapai berdiri 39 bank dan cabangnya dari target sasaran semula yang ada pada angka 34 bank dan
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
91
cabangnya, indikasi tersebut mencerminkan adanya prospek yang baik pada usaha perbankan di Kabupaten Ngawi seiring dengan pergeseran beberapa industri dari kota besar ke kota kecil karena faktor upah tenaga kerja.
Sedangkan sasaran yang paling rendah tingkat capaiannya tedapat pada Jumlah UKM non BPR/LKM UKM yang hanya mampu mencapai jumlah 6 UKM dari jumlah target sasaran yang ditetapkan sejumlah 21 UKM. Ini merupakan dampak dari adanya usaha industry besar yang pada saat ini banyak muncul di Kabupaten Ngawi, dan kalangan UKM cenderung menjadi plasma dari industry besar tersebut, sehingga mereka merupakan substansi produksi industry besar bukan UKM mandiri lagi.UKM tersebut utamanya UKM pada bidang pertanian, karena industry yang berkembang besar sementara ini di Kabupaten Ngawi merupakan industry pertanian.Guna menjawab kekurangan capaian tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Ngawi mulai Tahun ini mengadakan
program intensifikasi peumbuhan UKM bagi masyarakat Kabupaten Ngawi, dan
diharapkan akan muncul UKM-UKM baru lagi di Kabupaten Ngawi.
FAKTOR PENDORONG KEBERHASILAN :
1. Besarnya peluang Koperasi dan Industri Kecil Menengah berkembang di Kabupaten Ngawi utamanya industry yang bergerak pada bidang pengolahan hasil pertanian dan kehutanan.
2. Masih rendahnya nilai Upah Minimum kabupaten (UMK) dibandingkan dengan Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi dan daerah-daerah industri lain, yang memberikan pilihan bagi pengusaha untuk mempekerjakan mereka dengan baya tenaga kerja yang rendah.
Laporan Kinerja Pemerintah Kabupaten Ngawi Tahun 2014
92
3. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Ngawi yang terus naik dari tahun ketahun yang mengindikasikan situasi yang kondusif bagi dunia usaha dan peluang yang sangat besar bagi koperasi dan perbankan untuk mengembangkan usahanya di Kabupaten Ngawi.
KENDALA YANG DIHADAPI
1. Terbatasnya ragam usaha yang prospektif di Kabupaten Ngawi bagi Koperasi dan Usaha Kecil Menengah selain usaha pada bidang pengolahan hasil pertanian dan kehutanan, sehingga membuat sempitnyapeluang diversifikasi usaha.
2. Kesenjangan yang masih besar terhadap pendapatan penduduk yang ada di