• Tidak ada hasil yang ditemukan

Alternatif Strategi dalam Pengambilan Keputusan

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.4 Alternatif Strategi dalam Pengambilan Keputusan

b) Membuat brand agar punya daya tarik dan lebih dikenal oleh masyarakat luas.

c) Mencoba menjalin kerjasama dengan pemerintah setempat dalam mengembangkan potensi madu hutan.

3. Strategi ST

a) Meyakinkan konsumen dengan memberikan harga terbaik. b) Memaksimalkan kuantitas disaat madu berlimpah.

c) Meningkatkan promosi dengan memperkenalkan keaslian madu hutan. 4. Strategi WT

a) Menyesuaikan harga dengan mutu madu hutan. b) Mencoba untuk memulai beternak lebah madu hutan. c) Menjaga sumber makanan dan populasi lebah hutan.

5.4 Alternatif Strategi dalam Pengambilan Keputusan.

Setiap usaha madu hutan mempunyai tujuan untuk dapat bertahan dan berkembang. Tujuan tersebut hanya dapat dicapai melalui usaha mempertahankan dan meningkatkan keuntungan yang diperoleh pengusaha. Tujuan ini dapat dicapai bila bagian penjualan melakukan strategi yang mantap untuk dapat menggunakan kesempatan dan peluang yang ada dalam pemasaran, sehingga posisi atau kedudukan usaha pepengusaha sapi di pasar dapat dipertahankan dan sekaligus ditingkatkan.

Usaha madu hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros menentukan kombinasi strategi dalam menghadapi persaingan berdasarkan

58

analisis SWOT dalam mengoperasikan usahanya yang menggunakan kuadran I, yaitu :

1. Memaksimalkan media promosi yang berbasis media online sehingga dapat mencakup target pasar yang luas.

2. Meyakinkan calon konsumen dengan mempertahankan keaslian dan kualitas Madu hutan.

3. Memanfaatkan musim dan juga pengalaman mengelolah madu hutan untuk mengoptimalkan hasil dari produksi.

Selain itu usaha madu hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros juga dalam meningkatkan persaingan penjualan madunya dengan kebijakan lain yaitu memaksimalkan musim guna menjaga kualitas dan kuantitas, ha1 ini dapat dilihat dari jawahan wawancara dengan pihak berwenang, dimana Pemilik Usaha madu hutan menyatakan bahwa untuk meenghadapi persainaan usaha madu hutan yang lain. `

Strategi lain yang diambil usaha peternakan madu hutan yaitu dengan berkonsentrasi ke segmen tertentu yang memperhatikan margin dan peluang yang masih bagus untuk menjadi target usaha, sehinnga usaha madu hutan dapat bersaing secara sehat dengan pengusaha lain. Dengan kebijakan dan strategi yang diambil pengusaha madu hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros akan memacu perkembangan usahanya agar tetap eksis di masa mendatang walaupun persaingan semakin ketat.

59 VI. KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Usaha Madu Hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros berada di Kuadran I. Kuadran I Merupakan situasi yang sangat menguntungkan usaha tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Faktor internal yang mempengaruhi pengembangan usaha madu hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros adalah proses pengelolaan yang masih menggunakan cara tradisional, kualitas dan kuantitas madu hutan sangat bergantung pada keaadaan alam setempat yang akan berimbas pada perkembangan produksi. Sedangkan faktor eksternal adalah gaya hidup sehat masyarakat mempengaruhi konsumsi madu ditengah persaingan pasar yang ketat dan tingkat kepercayaan calon konsumen terhadap madu asli yang rendah.

2. Alternatif strategi yang cocok diterapkan dalam pemasaran madu hutan ialah memaksimalkan musim dengan maksimal guna menjaga kualitas dan kuantitas madu hutan dalam memenuhi permintaan konsumen.

6.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang telah dijelaskan diatas , maka dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut:

60

1) Kepada pelaku Usaha Madu Hutan di Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros Untuk mempertahankan kekuatan yang ada dan mengatasi kelemahan serta ancaman dengan mengandalkan kekuatan serta peluang yang lebih besar.

2) Kepada pemerintah Desa Laiya Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros agar memfasilitasi potensi madu hutan guna meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

61 DAFTAR PUSTAKA

Adji Suranto. 2004. Khasiat dan Manfaat Madu Herbal. Jakarta: PT. AgroMedia Pustaka. Hal 19-92

Adji,Suranto.,2004.Khasiat dan Manfaat madu Herbal.Agromedia Pustaka Jakarta Adji Suranto. 2007. Terapi Madu. Jakarta: Penebar Swadaya. Hal 26-40.

Almeida B, et al. 2007 atypical active cell death process underlies the fungicidal activity `of ciclopirox olamine against the yeast Saccharomyces cerevisiae.

FEMS Yeast Res 7(3):404-12

Apiari Pramuka. 2003. Lebah Madu Cara Beternak Dan Pemanfaatannya. Penebar : Swadaya. Jakarta. 125 hlm.

BSN (Badan Standarisasi Nasional), 2004, SNI 01-3545-2004,Madu, Jakarta. Baskhara, A. L., 2008, Khasiat Keajaiban Madu untuk Kesehatan & Kecantikan,

Yogyakarta, Smile-Book.

Campos, et al., 2008. Pollen Composition and Standarisation of Analytical Methods. Journal of Apicultural Research and Bee World 47(2): 156-163. Downey dan Erickson. 2004. Manajemen Agribisnis, Edisi 2. Erlangga. Jakarta. Elsi winery , 2014. Perbandingan daya hambat madu alami dengan madu kemasan

secara in vitro terhadap Sterptococcus beta hemoliticus Grup A sebagai penyebab faringitis

Fandy Tjiptono, 2008. Strategi Pemasaran, Edisi III, Yogyakarta : CV. Andi Offset.

Hasyim, Ali I. 2012. Tataniaga Pertanian. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Ihsan, A. A., 2011, Terapi Madu Hidup Sehat Ala Rasul, Javalitera, Yogyakarta. Khalil, M. 2012. Physicochemical and antioxidant properties of algerian honey.

Molecules 17(9): 11199–11215.

Kotler Philip, 2004 Manajemen Pemasaran : Analisis, perencanaan,

implementasi, dan kontrol. Edisi sebelah. Alih bahasa. Hendra teguh.

62

Mahmud, 2008. Tehnik Simulasi dan Permodelan, Yogyakarta. Universitas Gajah Mada.

Nadhila, N.F. 2014. The activityof antibacterial agent of honey against Staphylococcus aureus. Review in 3(7): 94–101.

Pusat Perlebahan Nasional. 2013. Laporan perekonomian Indonesia Jakarta

Rangkuti, Freddy. 2004. Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis.Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Rangkutil. 2009. Strategi Promosi yang Kreatif dan Analisis KasusIntegrated Marketing Communication. Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama

Ruslan I. 2000. Evaluasi Perkembangan Usaha LebahMadu Apis mellifera. Skripsi Fakultas PertanianIPB. Diakses pada tanggal 14 September 2013. Sarwono. 2003, klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. Akademik Pressindo, Jakarta

Standar Nasional Indonesia 2013. SNI 01-3545- 2013.

Suhardjo. 2007. Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Jakarta:Bumi Aksara

Sutami, A. 2003. Pengaruh waktu penyimpanan dalam refrigerator terhadap komposisi kimia madu asli dan madu palsu. Skripsi Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, IPB. Bogor

Sunarno, A., 2003, Terapi Madu, Cetakan Pertama, Penebar Swadaya, Jakarta. Sukristono. 1995. Perencanaan Strategis Bank. Jakarta: Institut Bankir Indonesia. Winarno, Budi. 2008.Kebijakan Publik Teori dan Proses Edisi Revisi.Yogyakarta:

Media Pressindo

Wineri, E. A. 2014. Perbandingan Daya Hambat Madu Alamidengan Madu Kemasan secara In Vitro terhadapStreptococcus betahemoliticusGroup A sebagai Penyebab Faringitis.Jurnal KesehatanAndalas.Volume 3(3):376-380.

63

L

A

M

P

I

R

A

N

64 LEMBAR WAWANCARA PENELITIAN STRATEGI PENGEMBANGAN

USAHA MADU DI DISA LAIYA KECAMATAN CENRANA

Dokumen terkait