BAB II TINJUAN PUSTAKA
2.6 Alur Pelayanan Resep di Rumah Sakit
2.6.1 Alur dan Waktu Pelayanan Resep di Apotek Rawat Inap
Menurut Siregar (2003) alur pelayanan depo rawat inap sebagai berikut : 1. Perawat mempersiapkan dan melengkapi kartu pasien dengan nama,
nomor rekam medis, ruangan pasien, nomor bed atau nomor kamar pasien dan no HP pasien atau keluarga pasien.
2. Dokter menulis resep obat, alkes dan alat medis habis pakai, beserta jumlah dan dosis di kartu pasien, paraf di bubuhkan di akhir penulisan resep.
3. Perawat menulis nama pasien dan jumlah kartu obat yang akan diserahkan ke depo pelayanan rawat inap di buku penyerahan kartu obat.
4. Perawat mengantar kartu obat ke depo pelayanan rawat inap dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf petugas depo pelayanan rawat inap yang menerima kartu obat tersebut di buku penyerahan kartu obat.
5. Petugas depo pelayanan rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penyerahan kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kartu obat tersebut.
6. Petugas depo rawat inap menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang diterima di buku penerimaan kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf perawat yang mengantar kartu obat.
7. Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penerimaan kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kartu obat tersebut.
8. Untuk pengambilan obat pertama kali, petugas depo pelayanan rawat inap harus memberi nomor registrasi farmasi depo rawat inap di kartu obat tersebut.
9. Kartu obat di analisis untuk penggunaan 1 hari saja, kecuali ada permintaan khusus dari dokter dan telah mendapat persetujuan dari keluarga pasien atau pasien, serta pertimbangan obat yang masih ada di ruangan seperti obat minum atau pun alkes.
10. Jika ada obat, alkes dan alat medis habis pakai yang perlu dilakukan konfirmasi lebih lanjut kedokter, kosong stock dan lain sebagainya, informasikan keperawat diruangan terlebih dahulu, kemudian tanyakan dan catat kapan obat akan diberikan atau digunakan.
11. Petugas depo rawat inap harus segera melakukan konfirmasi kepada dokter mengenai obat, alkes dan alat medis habis pakai yang stock nya kosong dan menginformasikan stock obat yang ada dari branded lain yang kandungannya sama.
12. Jika dokter yang bersangkutan tidak dapat dihubungi sampai mendekati waktu obat, alkes dan alat medis habis pakaikan diganti kegenerik atau stock yang ada untuk obat, diberikan jenis dan fungsi yang sama atau mendekati untuk alkes dan alat medis habis pakai.
35 13. Jika dokter menulis obat, alkes dan alat medis habis pakai yang belum tersedia di Instalasi farmasi, berdasarkan SK Direktur dokter harus menuliskan copy resep yang disetujui komite farmasi dan terapi dan disetujui oleh Direktur.
14. Obat, alkes dan alat medis habis pakai yang diserahkan disalin kembali pada blanko resep 2 (dua) rangkap, lengkap dengan nomor resep, tanggal, nama dokter, nama, umur, alamat dan nomor telpon pasien. Kemudian di input ke komputer selanjutnya diberi harga, di informasikan harganya kepada pasien atau keluarga pasien melalui petugas administrasi ruangan via telepon.
15. Obat, alkes dan alat medis habis pakai disiapkan. Diberi etiket, dikemas lalu di buatkan kuitansi (rangkap dua) dengan nomer yang sama di blanko resep dan di stempel. Obat, alkes dan alat medis habis pakai serta kuitansi asli diserahkan atau diantar ke keluarga pasien atau pasien setelah melakukan pembayaran dan setelah menandatangani blangko resep rangkap 2 (dua). Copy kwitansi beserta blanko resep sebagai pertinggal di depo rawat inap.
16. Kartu obat diserahkan kembali kepada perawat di ruangan setelah pasien mengambil obat, alkes dan alat medis habis pakai di hari yang sama sesegera mungkin oleh petugas depo rawat inap.
17. Petugas depo pelayanan rawat inap menulis nama pasien dan jumlah kartu obat yang akan diserahkan keperawat di buku penyerahan kembali kartu obat. Petugas depo pelayanan rawat inap mengantar kartu obat keruangan dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf
perawat yang menerima kartu obat tersebut di buku penyerahan kembali kartu obat.
18. Perawat mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penyerahan kembali kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penyerahan kembali kartu obat tersebut.
19. Perawat menulis kembali nama dan jumlah kartu obat yang diterima di buku penerimaan kembali kartu obat dan meminta nama, tanggal, jam dan paraf petugas depo rawat inap yang mengantar kartu obat.
20. Petugas depo rawat inap mencocokkan nama dan jumlah kartu obat yang diterima dengan yang di tulis di buku penerimaan kembali kartu obat, jika sudah benar dan sesuai berikan nama, tanggal, jam dan paraf di buku penerimaan kembali kartu obat tersebut.
21. Setelah pasien pulang petugas administrasi ruangan menyerahkan kembali kartu obat kedepo rawat inap.
22. Semua pemakaian obat golongan narkotik untuk pasien rawat inap dicatat dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik yang ditandatangani oleh dokter yang bersangkutan.
23. Karena sebelum pasien pulang kartu obat akan dikembalikan keruangan maka semua pemakaian obat golongan narkotik dan psikotropika untuk pasien rawat inapakan dicatat dalam Formulir Pemakaian Obat Golongan Narkotik dan Psikotropika yang ditanda tangani oleh dokter yang bersangkutan tiap bulannya, ditulis formulir sementara sebagai bukti pertinggal di depo rawat inap (untuk
37 keperluan administrasi dan pelaporan narkotik dan psikotropika).
Dimana pada Formulir Pemakaian Obat Golongan narkotik dan psikotropika tertera nama pasien, alamat pasien, nomor rekam medic pasien, ruang rawat, nama dokter, jumlah dan jenis narkotik dan psikotropika dan yang digunakan.
24. Jika pasien belum memiliki dana yang cukup, sedangkan pelayanan tetap harus dilaksanakan, akan ada prosedur lebih lanjut.
2.6.2 Alur dan Waktu Pelayanan Resep di Apotek Rawat Jalan (Siregar,