BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN
Bagan 4. Alur Surat Masuk di Direktorat PPTKLN
Dalam membantu penginputan surat masuk tersebut, walaupun tidak sesuai dengan keilmuwan yang sedang didalami saat ini oleh penulis. Namun pembimbing instansi menginginkan penulis untuk mengetahui permasalahan yang masuk di Direktorat PPTKLN. Dalam artian memahami permasalahan sosial apa yang menimpa PMI selama bekerja di negara penempatan.. Selain itu, penulis juga menerima tamu dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia
Surat Masuk (TU) Input/Disposisi ke Sistem (TU) Kualifikasi oleh Direktur Input sistem (TU) Dibagikan ke Subdit
30 (P3MI) dalam segi hal terkait prosedur memasukan surat dan tinjauan progress dari surat yang telah dimasukan dalam beberapa waktu lalu terakhir.
Gambar 8. Banyaknya surat masuk di Direktorat PPTKLN
Dari surat masuk ini juga penulis mengetahui perihal-perihal penting atau permasalahan tentang Pekerja Migran Indonesia dan juga penulis melakukan kualifikasi terkait penerusan surat ini untuk diproses lebih lanjut. Artinya ada beberapa surat masuk yang hanya masuk ke sistem tapi tidak diteruskan dalam penyelesaian masalah.
BAB IV
HASIL KERJA PRAKTIK
4.1 Menambah Skill Berkomunikasi dan Relasi
Dalam jangka waktu kurang lebih tiga bulan melaksanakan Kerja Praktik di Direktorat Perlindungan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan, penulis merasa banyak belajar dari segi berkomunikasi. Karena dipertemukan oleh orang-orang yang sebelumnya belum pernah berjumpa dan lebih professional dari pada penulis. Hal ini dirasakan lantaran dalam beberapa kesempatan penulis sering melakukan diskusi terkait isu-isu ketenagakerjaan, khusus nya Pekerja Migran Indonesia (PMI). Penulis juga dekat dengan Kasubbag Tata Usaha dan juga Kasubbag daari subbdit lain. Bahkan dalam beberapa kesempatan penulis diperkenalkan oleh pembimbing instansi dengan pegawai direktorat lain untuk membicarakan suatu project pekerjaan.Selain itu, dalam kegiatan Kerja Praktik penulis juga melakukan project dengan Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, yang mana ini merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi penulis. Karena dapat menjalin komunikasi dengan orang yang dinilai sangat professional.
31 4.2 Menambah Wawasan Tentang Ketenagakerjaan dan Standar Kompetensi Kerja Nasional
Indonesia (SKKNI)
Di negara Indonesia seringkali terjadi konflik/permasalahan tentang Tenaga Kerja, Pengangguran, Kemiskinan, Pendidikan, dan Ketrampilan. Dalam hal ini penulis mencoba memahami dan mencari latar belakang dari adanya permasalahan yang ada di Indonesia tersebut. Jika pada saat melakukan perkuliahan penulis hanya belajar terkait hal-hal mendasar dan juga angka-angka dari Tenaga Kerja, dalam kesempatan ini penulis mencoba mengupas apa yang melatar belakangi dan bagaimana solusi yang diberikan oleh pemerintah. Lapangan pekerjaan yang sangat minim oleh masyarakat dan juga kompetensi yang masih minim oleh masyarakat karena dilator belakangi oleh pendidikan yang rendah. Membuat masyarakat masih kesulitan dalam mencari pekerjaan. Hal ini juga dipengaruhi oleh infrastruktur yang belum merata di Indonesia, sehingga akses untuk memasarkan hasil perekonomian wilayah tertentu ke pasar juga belum memadai.
Maka dari itu untuk meningkatkan mutu kualitas SDM, pemeritah berupaya menerapkan SKKNI dan KKNI yang menjadi pedoman tenaga kerja Indonesia dalam melakukan pelatihan kerja dan untuk membentuk profesionalisme dalam bekerja. Selain itu, sosialiasi yang dilakukan oleh pemerintah terkait pelatihan dan SKKNI ini juga masih kurang merata dilakukan dibeberapa daerah. Karena dalam beberapa wilayah yang ada masih kurang dalam literasi sehingga membutuhkan bimbingan khusus. 4.3 Menambah Wawasan Tentang Pekerja Migran Indonesia
Jika membahas tentang Pekeja Migran Indonesia, pasti tidak jauh dari kasus penganiayaan, pembunuhan, penipuan dan lain sebagainya. Permasalahan ini masih dihadapi oleh pemerintahan Indonesia sampai detik ini. Lantaran ada beberapa hal yang di latar belakangi oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam melakukan perdagangan orang. Selain itu, beberapa alasan bekerja ke luar negeri adalah karena daya saing di dalam negeri dalam mencari pekerjaan sangatlah sulit, kemudian lapangan pekerjaan yang disediakan belum merata, alasan gaji yang lebih tinggi, budaya turun temurun di suatu wilayah, dan juga persyaratan yang mudah untuk melakukan migrasi.
Dari permasalahan yang ada, pemerintah khususnya Kementerian Ketenagakerjaan berupaya untuk meningkatkan kompetensi dan jaminan sosial,hukum dan ekonomi bagi PMI dan keluarganya melalui Program Desa Migran Produktif. Desmigratif ini memberikan pelayanan untuk CPMI/PMI dari sebelum, selama dan setelah bekerja. Desmigratif juga sebagai upaya pemerintah melakukan sosialisasi agar bermigrasi dengan aman, nyaman dan tentram yang mana untuk menekan angka PMI Non Prosedural. Selain pelayanan, pemberian pelatihan memanfaatkan gaji PMI juga diberikan. Hal ini untuk meningkatkan kemandirian keluarga tersebut dan wilayahnya.
32 Untuk menjadi pekerja yang professional di suatu tempat, ada beberapa hal yang harus di dikuasai. Baik dari segi Hard Skill atau Soft Skill. Dua komponen tersebut harus saling berimbang. Pengalaman ini di dapatkan penulis ketika sedang melakukan Kerja Praktik. Ilmu-ilmu yang di diapatkan berdasarkan pengelihatan dan pendengaran yang diterima oleh penulis. Komunikasi yang terjalin antara pejabat dengan pejabat ataupun ketika pejabat dengan pegawai ini ada tata cara nya tersendiri. Kemudian ketika penyelesaian masalah antar pejabat dengan pejabat lobbying disitu penulis juga mempelajari. Selanjutnya dalam melaksanakan program yang ada, kesepahaman juga harus terjalin dengan baik. Dalam artian terus berkomunikasi ketika terjadi permasalahan atau tidak. Hal ini guna menunjang kesuksesan pekerjaan yang dilakukan. Karena dalam bekerja, Tim Work sangat dibutuhkan.
BAB V
TINJAUAN TEORITIS
5.1 Pekerja Migran Indonesia
Bertambahnya jumlah penduduk dan kuantitas tenaga kerja di Indonesia tidak di imbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia (Maarif, 2008). Disebut Pekerja Migran Indonesia karena penduduk usia produktif yang bekerja di luar negeri dan mendapatkan upah. Faktor yang mendorong bekerja ke luar negeri adalah karena perbedaan gaji yang lebih besar dan persyaratan dokumen yang mudah.
5.2 Kebijakan Publik
Pengertian Kebijakan Publik adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mempengaruhi persoalan tertentu, dimana dalam perumusannya di rencanakan secara matang oleh aktor-aktor yang terlibat dalam sistem politik dan bukan merupakan keputusan-keputusan yang sendiri. Tahapan-Tahapan Pembuatan Kebijakan Publik:
a. Tahap Perumusan Masalah
Pada tahap ini adalah untuk menentukan masalah publik, masalah publik ini terjadi apabila terdapat kelompok yang menggerakan ke arah tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Yang mana kemudian pejabat akan dipilih untuk menempatkan masalah dalam agenda kebijakan.
b. Tahap Formulasi Kebijakan
Masalah yang telah masuk ke dalam suatu agenda kebijakan akan dibahas oleh para pembuat kebijakan yang kemudian dari permsalahan tersebut akan dicari pemecahan masalah yang baik. c. Tahap Adopsi Kebijakan
33 Tahap adopsi ini, alternatif kebijakan ditawarkan kepada perumus kebijakan yang mana nantinya akan diadopsi ke dukungan mayoritas legislatif, consensus lembaga atau keputusan peradilan. d. Tahap Implementasi Kebijakan
Implementasi ini dilakukan setelah melalui proses penetapan undang-undang yang mana aktor dan organisasi yang diinginkan.
Model implementasi kebijakan:
1. Model yang berpola dari “atas ke bawah” (top down). Dimana kebijakan ini dilakukan oleh pemerintah utuk rakyat yang berbentuk mobilisasi.
2. Model yang berpola dari “bawah ke atas” (bottom-up) . Kebijakan ini merupakan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, namun dalam pelaksanaannya diserahkan kepada rakyat.
Faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan: a. Komunikasi:
1) Transmisi: informasi yang disampaikan tidak hanya kepada pelaksana kebijakan tetapi juga kepada kelompok sasaran.
2) Konsistensi: informasi yang disampaikan kepada pelaksana kebjakan harus disampaikan
dengan konsisten agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik
3) Kejelasan: informasi yagn disampaikan harus jelas agar menghindari kesalahan
interpreatasi dalam melaksanakan kebijakan.
b. Sumber Daya
1) Sumber Daya Manusia : Dalam mengimplementasikan kebijakan harus didukung dengan SDM yang memiliki ketrampilan, keahlian dan professional.
2) Informasi: Informasi mempunyai dua bentuk, yaitu pertama, informasi bagaimana
melaksanakan kebijakan. Kedua, para pelaksana kebijakan harus mengetahui orang-orang yang terlibat dalam pelaksanaan kebijakan dan menaatinya.
3) Wewwenang: Untuk meyakinkan dan menjamin bahwa kebijakan yang dilaksanakan sesuai
dengan apa yang ditentukan.
4) Fasilitas: Sarana dan prasarana untuk menunjang dan mendukung keberhasilan
implementasi kebijakan
c. Disposisi
Kebijakan yang dilaksanakan harus disesuaikan dengan tingkah laku dan perspektif pembuat keputusan awal agar kebijakan yang dilaksanakan mendapat dukungan yang efektif oleh para pelaksana kebijakan.
d. Struktur Birokrasi
34 Tahap evaluasi ini dilaksanakan untuk memecahkan masalah/kekurangan dari implementasi kebijakan yang telah ada.
5.3 Ketenagakerjaan
Tenaga Kerja adalah penduduk yang sedang berada di dalam usia kerja. Tenaga Kerja sendiri adalah ketika setiap orang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau untuk masyarakat luas. Pemahaman penduduk dibedakan menjadi dua yaitu atas usia kerja dan penduduk bukan usia kerja. Penduduk usia kerja adalah angkatan kerja kerja dan bukan angkatan kerja. Penduduk yang bekerja dan pengangguran masuk ke dalam angkatan kerja. Sedangkan bukan angkatan kerja adalah penduduk yang tidak mempunyai aktivitas ekonomi baik sekolah, mengurus rumah tangga atau lainnya.
35
BAB VI
KESIMPULAN DAN SARAN
6.1 Kesimpulan
6.1.1 Kesimpulan Tentang Pekerja Migran Indonesia
Kondisi lapangan pekerjaan yang sedang terjadi di Indonesia saat ini masih belum mampu menampung masyarakat Indonesia untuk berkompetisi mendapatkan pekerjaan. Hal ini di latar belakangi oleh kompetensi/ keahlian dari masyarakat Indonesia masih rendah. Maka dari itu beberapa masyarakat Indonesia disuatu wilayah tertentu memilih untuk bekerja ke luar negeri/menjadi Pekerja Migran Indonesia. Dengan kondisi seperti ini pemerintah merespon dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk memberikan perubahan baik dari aspek hukum,sosial, dan ekonomi bagi Pekerja Migran dan Keluarganya. Lahirnya Program Desmigratif juga merupakan sikap pemerintah untuk merespon kondisi yang sedang dialami dan berupaya mencipatakan lintas/lapangan perekonomian baru bagi Pekerja Migan dan Keluarganya.
6.1.2 Kesimpulan Melakukan Kerja Praktik
Dalam melakukan kegiatan kerja praktik selama 260 jam Work From Office di Direktorat Penempatan dan Pelindungan Tenaga Kerja Luar Negeri, penulis merasa kegiatan kerja praktik ini sangat bermanfaat sekali untuk menyiapkan mental memasuki dunia kerja. Karena nantinya setelah lulus menjadi mahasiswa, akan dipertemukan dengan orang-orang baru. Disisi lain, relasi yang terjalin juga semakin luas dan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kedepan.
6.2 Saran
6.2.1 Saran untuk Direktorat PPTKLN
Dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju, baik dari sektor Perekonomian atau yang lain. Semua Kementeian/Lembaga harus bersinergi dengan baik. Artinya peran aktif pemangku kepentingan harus ditingkatkan, terlebih adalah sosialisasi yang harus diperluas di wilayah-wilayah yang ada.
Dari Program Desmigratif ini masih terdapat kekurangan yang ada, hal ini karena sinergitas yang kurang terjalin dengan baik. Maka perlu penegasan bagi Kementerian Ketenagakerjaan dalam upaya mengembangkan Program Desmigratif ini yang memiliki manfaat besar bagi kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia ,keluarganya, dan peningkatan cadangan devisa negara.
36 6.2.2 Saran untuk Program Studi Ekonomi
Dalam penentuan jumlah Satuan Kredit Semester (SKS) Mata Kuliah Kerja Praktik ini mungkin penentuannya bisa ditingkatkan. Karena Effort untuk mencari Instansi/Perusahaan untuk melakukan kerja praktik sendiri sangatlah susah. Maka dari itu penulis memberikan saran ini untuk menyeimbangkan usaha yang telah dilakukan dan nilai yang didapatkan nantinya.
6.2.3 Saran Untuk Mahasiswa
a. Giat dalam mengembangkan keilmuwan
b. Aktif di organisasi atau pengembangan softskill
c. Tidak malu ketika bertemu dengan orang dan suasana baru d. Jalin hubungan yang baik dengan teman
37
DAFTAR PUSTAKA
Ardiyansyah, I. (2018). Implementasi Kebijakan Pemerintah Indonesia untuk Meningkatkan Daya Saing Sektor Ketenagakerjaan Dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN. Gastrointestinal Endoscopy, 10(1), 279–288.
HM, M. (1988). Potret Ketenagakerjaan, Pengangguran dan Kemiskinan di Indonesia: Masalah dan Solusi Muhdar. Biochemical and Biophysical Research Communications, 156(2), 905–909.
Maarif, S. (2018). Pemanfaatan Dana Remitansi Tenaga Kerja Indonesia di Kabupaten Indramayu Tahun 2012-2016 (Studi Kasus Pada Pemanfaatan Dana Remitansi TKI Di Kabupaten Indramayu).
Inklusif (Jurnal Pengkajian Penelitian Ekonomi Dan Hukum Islam), 3(1), 22.
https://doi.org/10.24235/inklusif.v3i1.2654
Nizar, C., Hamzah, A., & Syahnur, S. (2013). Pengaruh Investasi Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal
Ilmu Ekonomi, 1(2), 1–8.
Pratama, A. (1396). Ekonomi Politik dalam Pembangunan.
Sholeh, M. (2012). Permintaan dan Penawaran Tenaga Kerja serta Upah: Teori serta Beberapa Potretnya di Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pendidikan, 4(1), 62–75. https://doi.org/10.21831/jep.v4i1.618 Syairozi, M. I., & Susanti, I. (2018). Analisis Jumlah Pengangguran dan Ketenagakerjaan terhadap
Keberadaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Pasuruan. Jurnal Samudra Ekonomi
Dan Bisnis, 9(2), 198–208. https://doi.org/10.33059/jseb.v9i2.768
LAMPIRAN
Lampiran 1. Surat Keterangan Selesai Kerja Praktik38 Lampiran 2. Daftar Bimbingan Kerja Praktik Instansi
40 Lampiran 3. Daftar Kehadiran Kerja Praktik
43 Lampiran 4. Lembar Bimbingan Program Studi
LEMBAR BIMBINGAN KERJA PRAKTIK PROGRAM STUDI EKONOMI
Nama : Moh Akhim Bayu Habsoro NIM 103217032
No. 01 Hari/Tanggal: Minggu 2, Agustus 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Persiapan pelaksanaan kerja praktikn
berdasarkan pedoman kerja praktik
2. Motivasi dan masukan melaksanakan kerja
praktik dengan baik.
Paraf Pembimbing:
No. 02 Hari/Tanggal: Jumat, 06 November 2020
Hal yang menjadi perhatian:
1. Sharing pengalaman kegiatan kerja praktik
yang sudah dilakukan
2. Bimbingan dalam penyusunan laporan kerja
praktik yang baik dan benar
Paraf Pembimbing:
44
Hal yang menjadi perhatian:
1. Pelaporan progress penulisan laporan kerja
praktik
45