HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
7. Amar Putusan
a. Menyatakan terdakwa TONNIJANTO terbukti secara sah dan meyakinka bersalah melakukan tindak pidana sebagai Mucikari mengambil untung dari pelacuran perempuan.
b. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut diatas, dengan pidana penjara selama 3(tiga) bulan.
c. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.
d. Memerintahkan supaya terdakwa tetap ditahan.
e. Memerintahkan barang bukti berupa uang sejumlah Rp. 125.000,- dirampas untuk negara.
f. Membebankan kepada terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 1000,- (seribu rupiah)
8. Pembahasan
Setelah mempelajari dan memahami segala sesuatu hal mengenai proses pemeriksaan di persidangan terhadap terdakwa dalam Berita Acara Persidangan Nomor : 261/Pid.B/2007/PN.Ska dan wawancara dengan hakim di Pengadilan Negeri Surakarta, maka penulis mencoba memberikan pembahasan mengenai implementasi pemidanaan terhadap pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP tentang penarikan keuntungan atas perbuatan cabul dalam proses pemeriksaan di persidangan mulai dari awal sidang sampai dengan putusan. Secara garis besar, implementasi pemidanaan terhadap pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP tentang penarikan keuntungan atas perbuatan cabul tersebut adalah sebagai berikut :
Hakim dalam menerapkan sanksi pidana terhadap pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP adalah bahwa Hakim menjatuhkan sanksi pidana tidak sesuai yang diatur dalam Pasal 506 KUHP yaitu pidana kurungan selama 1 (satu) tahun, dalam hal ini Hakim
Pengadilan Negeri Surakarta menjatuhkan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan walaupun Hakim juga menganggap bahwa pidana selama 3 (tiga) bulan kurungan ini masih terlalu ringan bagi terdakwanya, akan tetapi disini Hakim tidak mempunyai kewenangan untuk menjatuhkan sanksi pidana lebih dari sanksi pidana yang dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum, pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan dirasa kurang adil karena pelanggaran ini berkaitan dengan ketidakadilan gender dimana seorang wanita dilecehkan harga dirinya, oleh sebab itu Hakim selalu menjatuhkan secara maksimal akan tetapi Jaksa Penuntut Umum tidak menuntut terdakwa dengan pemidanaan yang sesuai dengan Pasal 506 KUHP.
Menurut pendapat penulis penerapan pemidanaan terhadap pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP oleh Hakim Pengadilan Negeri Surakarta masih terlalu ringan yaitu dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan, dimana sanksi pidana yang dijatuhkan tidak sesuai dengan perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa dalam melakukan penarikan keuntungan atas perbuatan cabul yang digunakan sebagai mata pencahariannya, sedangkan didalam Pasal 506 KUHP ini berbunyi sebagai berikut : Barang siapa menarik keuntungan dari perbuatan cabul seorang wanita dan menjadikannya sebagai mata pencaharian, diancam dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun. Adapun didalam Pasal 506 KUHP Belanda sebelum diadopsi menjadi KUHP Indonesia berbunyi sebagai berikut :
Hij die souteneur uit de ontucht van eene vrouw voordeel trekt, wordt gestraft met hechtenis van ten hoogste een jaar.
Yang artinya : barang siapa sebagai germo mengambil keuntungan dari perbuatan melanggar kesusilaan oleh seorang wanita, dipidana dengan pidana kurungan selama-lamanya 1(satu) tahun.
Menurut Penulis seharusnya dalam hal ini Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa dengan sanksi pidana berupa kurungan selama 1 (satu) tahun, sehingga Hakim dapat menjatuhkan pemidanaan terhadap terdakwa secara maksimal yaitu 1 (satu ) tahun kurungan sesuai dengan Pasal 506 KUHP, pidana kurungan selama 1 (satu) tahun ini sangat pantas dijatuhkan terhadap terdakwa dan dengan kurungan 1 (satu) tahun ini diharapkan dapat memberikan efek jera kepada pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP karena dengan pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan tidak akan memberikan efek jera kepada pelaku, dalam Pasal 506 KUHP ini juga tidak terdapat denda yang harus dibayar oleh pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP sehingga pidana berupa kurungan selama 3 (tiga) bulan tanpa adanya denda adalah sangat ringan bagi pelaku pelanggaran Pasal 506 KUHP ini.
Dalam hal ini seharusnya Hakim dapat menjatuhkan pemidanaan secara maksimal dengan alasan-alasan sebagai berikut : a. Para pelaku mengetahui dan membenarkan surat dakwaan dari
Jaksa Penuntut Umum seperti yang telah penulis uraikan di atas. b. Alat bukti yang telah diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam
sidang pengadilan sudah cukup memadai untuk membuktikan kesalahan terdakwa yaitu paling sedikit dua alat bukti yang sah dan antara alat bukti satu dengan yang lainnya terdapat persesuaian. Alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum adalah:
- saksi Sarimin - saksi Apriyanto
- saksi Sigit Tri Mulyanto - saksi Titin Hidayatie - uang senilai Rp. 125.000,-
c. Tindak pidana mucikari yang dilakukan terdakwa telah terbukti secara sah menurut hukum dan keyakinan hakim.
Menilik pada dakwaan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa, dakwaan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa berupa dakwaan tunggal tanpa adanya dakwaan alternatif dakwaan lain, seharusnya dakwaan Jaksa Penuntut Umum tidak tunggal sehingga jika dakwaan pertama tidak terbukti, pelaku dapat dijerat dengan alternatif dakwaaan lain sebagai antisipasi agar pelaku tidak terlepas dari jeratan hukum dan dakwaan alternatif tersebut harus berkaitan dengan tindak pidana yang yang dilakukan, untuk pelaku didalam dakwaan dinyatakan bahwa yang mengetahui kejadian tindak pidana Mucikari adalah saksi Sarimin, saksi Apriyanto, saksi Sigit Tri Mulyanto, saksi Titin Hidayatie, saksi Cintya Natalia Elin, saksi Yuni, saksi Endang, disini terlihat bahwa Jaksa Penuntut Umum belum cermat dalam menyusun dakwaaannya.
Menilik pada tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa, menurut pendapat penulis tuntutan Jaksa Penuntut Umum kepada terdakwa lebih ringan masing-masing berupa pidana penjara 5 (lima) bulan dikurangi dalam masa tahanan sementara jika dibandingkan dengan ancaman pidana yang ada didalam Pasal 506 KUHP berupa pidana penjara1 (satu) tahun kurungan. Jaksa Penuntut Umum dalam hal ini belum menuntut terdakwa secara maksimum, dimana Jaksa Penuntut Umum telah mempunyai dua alat bukti ( saksi Sarimin, saksi Apriyanto, saksi Sigit Tri Mulyanto, saksi Titin Hidayatie) dan barang bukti ( uang sebanyak Rp. 125.000,-) sehingga membuat Jaksa Penuntut Umum dapat memutuskan untuk menuntut terdakwa secara maksimum yaitu 1 (satu) tahun kurungan.
B. Hambatan-Hambatan yang Dihadapi Hakim Dalam Penerapan Sanksi