• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Beda (One Way Anova)

Dalam dokumen 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN. (Halaman 42-48)

Analisa beda (one way anova) merupakan pengujian untuk mengetahui perbedaan nyata rata-rata antar varian dari tiga kelompok sampel atau lebih akibat adanya satu faktor perlakuan. Analisa ini menggunakan program SPS 2000, adapun hasil outputnya adalah sebagai berikut ini.

Gambar 4.50. Statistik Induk.

Ringkasan hasil yang tersebut diatas, maka dapat dilihat kecenderungan rata-rata terbesar untuk wilayah Malang (A1) daripada wilayah Surabaya (A2) dengan nilai rata-rata sebagai berikut ini.

1. Variabel x1 (kualitas) sebesar 4,733, nilai SB (standar deviasi) sebesar 0,350, dengan jumlah responden 27 dari total 53 responden.

2. Variabel x2 (waktu) sebesar 4,493 dengan nilai SB (standar deviasi) sebesar 0,466, dengan jumlah responden 27 dari total 53 responden.

3. Variabel x3 (biaya) sebesar 4,386 dengan nilai SB (standar deviasi) sebesar 0,418, dengan jumlah responden 27 dari total 53 responden.

4. Variabel x4 (kepuasan pemakai) sebesar 4,529 dengan nilai SB (standar deviasi) sebesar 0,524, dengan jumlah responden 27 dari total 53 responden.

Hasil Gambar 4.50, masih diperlukan pengujian lanjut untuk mengetahui apakah perbedaan tersebut signifikan pada taraf kepercayaan 95 % atau p < 0,05.

Gambar 4.51. Rangkuman Analisis Variansi 1-Jalur.

Ringkasan hasil yang tersebut diatas, maka dapat dilihat nilai dari masing-masing variabel sebagai berikut ini.

1. Variabel kualitas (x1) memiliki nilai F hitung (F) = 4,216, R2 = 0,076, menunjukkan bahwa 0,076 atau 7,6 % variasi x5 (wilayah) dipengaruhi oleh variabel x1, sementara sisanya 92,4 % dipengaruhi oleh sebab-sebab lain, dan p sebesar 0,043 (p < 0,05), maka variabel kualitas (x1) ada perbedaan yang signifikan rata-rata wilayahnya.

2. Variabel waktu (x2) memiliki nilai F hitung (F) = 12,875, R2 = 0,202, menunjukkan bahwa 0,202 atau 20,2 % variasi x5 (wilayah) dipengaruhi oleh variabel x2, sementara sisanya 79,8 % dipengaruhi oleh sebab-sebab lain, dan p sebesar 0,001 (p < 0,05), maka variabel waktu (x2) ada perbedaan yang sangat signifikan rata-rata wilayahnya.

3. Variabel biaya (x3) memiliki nilai F hitung (F) = 1,724, R2 = 0,033, menunjukkan bahwa 0,033 atau 3,3 % variasi x5 (wilayah) dipengaruhi oleh variabel x3, sementara sisanya 96,7 % dipengaruhi oleh sebab-sebab

90

lain, dan p sebesar 0,192 (p > 0,05), maka variabel biaya (x3) tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

4. Variabel kepuasan pemakai (x4) memiliki nilai F hitung (F) = 1,1286, R2 = 0,022, menunjukkan bahwa 0,022 atau 2,2 % variasi x5 (wilayah) dipengaruhi oleh variabel x4, sementara sisanya 97,8 % dipengaruhi oleh sebab-sebab lain, dan p sebesar 0,293 (p > 0,05), maka variabel kepuasan pemakai (x4) tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

0,043

0,001

0,192

0,050 0,050 0,050 0,050

0,293

p 0,043 0,001 0,192 0,293

p (syarat) 0,050 0,050 0,050 0,050

x1 x2 x3 x4

Gambar 4.52. Perbandingan Probabilitas Analisis Variansi 1-Jalur.

Dasar pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan F hitung dengan F tabel sebagai berikut ini.

1. Jika F hitung < F tabel, maka H0 diterima (variabel x tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

2. Jika F hitung > F tabel, maka H0 ditolak (variabel x ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

F tabel dapat dicari dengan tabel distribusi F pada taraf kepercayaan 95 %, selengkapnya dapat dilihat dibawah ini.

1. α sebesar 5% atau 0,05.

2. Numerator (jumlah variabel x45 – 1) atau 2-1 = 1.

3. Denumerator (jumlah kasus – jumlah variabel x45) atau 53-2 = 51.

4. Angka F tabel = 4,00.

Gambar 4.53. Daerah Penerimaan dan Penolakan H0.

Kesimpulannya adalah terbukti secara meyakinkan bahwa variabel-variabel yang masuk daerah penerimaan dan penolakan H0 adalah sebagai berikut ini.

1. Variabel yang masuk daerah penerimaan H0.

a) x4 (kepuasan pemakai) dengan nilai F sebesar 1,128, terbukti menyakinkan secara tidak signifikan (p=0,293) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel kepuasan pemakai (x4) tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

b) x3 (biaya) dengan nilai F sebesar 1,724, terbukti menyakinkan secara tidak signifikan (p=0,192) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel biaya (x3) tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

2. Variabel yang masuk daerah penolakan H0.

a) x1 (kualitas) dengan nilai F sebesar 4,216, terbukti menyakinkan secara signifikan (p=0,043) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel kualitas ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

b) x2 (waktu) dengan nilai F sebesar 12,875, terbukti menyakinkan secara sangat signifikan (p=0,001) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel waktu ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

92

4.10. Pembahasan.

4.10.1. Hasil Penelitian Dibandingkan dengan Hipotesis Penelitian.

Hasil penelitian dibandingkan dengan hipotesis penelitian adalah sebagai berikut.

1. Ketiga variabel penilaian adalah variabel kualitas, waktu, dan biaya berpengaruh secara bersama-sama (simultan) terhadap kepuasan pemakai dengan nilai F = 31,739 dengan p = 0,000 (syarat p < 0,05), dan koefisien regresi sangat signifikan pada taraf kepercayaan 95 %, jadi hipotesis 1 (satu) terbukti.

2. Apakah ada pengaruh secara sendiri (parsial) untuk masing-masing variabel terhadap kepuasan pemakai rangka atap baja ringan di wilayah Malang, dan Surabaya (hipotesis 2 (dua) terbukti sebagian) ?

a) Ada pengaruh secara sendiri (parsial) untuk variabel kualitas, dan variabel biaya terhadap kepuasan pemakai rangka atap baja ringan di wilayah Malang, dan Surabaya adalah sebagai berikut ini.

1) Variabel kualitas (x1) yang mempunyai nilai t hitung sebesar 2,637 masuk pada daerah penolakan H0, karena t hitung > t tabel (1,671), dengan probabilitas sebesar 0,011 (p<0,05), sehingga koefisien regresi signifikan atau ada pengaruh variabel kualitas terhadap variabel kepuasan pemakai secara signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

2) Variabel biaya (x3) yang mempunyai nilai t hitung sebesar 4,364 masuk pada daerah penolakan H0, karena t hitung > t tabel (1,671), dengan probabilitas sebesar 0,00 (p<0,05), sehingga koefisien regresi sangat signifikan atau ada pengaruh variabel biaya terhadap kepuasan pemakai secara sangat signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

b) Tidak ada pengaruh secara sendiri (parsial) untuk variabel waktu terhadap kepuasan pemakai rangka atap baja ringan di wilayah Malang, dan Surabaya, karena variabel waktu (x2) yang mempunyai nilai t hitung sebesar 0,581 masuk pada daerah penerimaan H0, karena t hitung > t tabel (1,671), dengan probabilitas sebesar 0,564 (p>0,05), sehingga koefisien regresi tidak signifikan atau tidak ada pengaruh

variabel waktu terhadap kepuasan pemakai secara tidak signifikan pada taraf kepercayaan 95%.

3. Apakah ada perbedaan besarnya variabel kualitas, waktu, biaya, dan kepuasan pemakai rangka atap baja ringan di wilayah Malang, dan Surabaya (hipotesis 3 (tiga) terbukti sebagian)?

a) Ada perbedaan besarnya variabel kualitas, dan waktu di wilayah Malang, dan Surabaya adalah sebagai berikut ini.

1) Variabel kualitas dengan nilai F sebesar 4,216, terbukti menyakinkan secara signifikan (p=0,043) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel kualitas ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

2) Variabel waktu dengan nilai F sebesar 12,875, terbukti menyakinkan secara sangat signifikan (p=0,001) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel waktu ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

b) Tidak ada perbedaan besarnya variabel biaya, dan kepuasan pemakai rangka atap baja ringan di wilayah Malang, dan Surabaya adalah sebagai berikut ini.

1) Variabel kepuasan pemakai dengan nilai F sebesar 1,128, terbukti menyakinkan secara tidak signifikan (p=0,293) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel kepuasan pemakai tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

2) Variabel biaya dengan nilai F sebesar 1,724, terbukti menyakinkan secara tidak signifikan (p=0,192) pada taraf kepercayaan 95 % bahwa variabel biaya tidak ada perbedaan rata-rata wilayahnya.

4.10.2. Hasil Penelitian Dibandingkan dengan Teori dalam Penelitian.

Hasil penelitian dibandingkan dengan teori dalam penelitian adalah sebagai berikut.

1. Variabel kualitas.

Kualitas barang atau jasa semata-mata ditentukan oleh konsumen, sehingga kepuasan konsumen hanya dapat dicapai dengan memberikan kualitas yang baik. Pelanggan yang puas dapat mendorong adanya pembelian ulang dan merekomendasikan kepada kerabat dan teman-temannya (Gerson, Widyaningrum, Trans., 2004 : p.3) yang pada akhirnya

94

dapat membuat konsumen menjadi setia (loyal). Garvin dan Davis (1994) berpendapat bahwa kualitas adalah suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, manusia/tenaga kerja, proses, dan tugas, serta lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan pelanggan atau konsumen (Nasution, 2004 : p.41). Produk berkualitas, bila dapat memberi kepuasan sepenuhnya kepada konsumen, yaitu sesuai dengan yang diharapkan konsumen atas suatu produk (Nasution, 2004 : p.41). Teori diatas terbukti benar terhadap hasil penelitian ini bahwa variabel kualitas berpengaruh terhadap kepuasan pemakai, baik secara simultan (bersama-sama), maupun secara parsial (sendiri), dan sebagian besar konsumen merasa puas terhadap kualitas J-STEEL.

2. Variabel waktu.

Hasil penelitian ini menyatakan bahwa variabel waktu berpengaruh terhadap kepuasan pemakai, secara simultan (bersama-sama), tetapi tidak berpengaruh secara parsial (sendiri) terhadap kepuasan pemakai, dan konsumen dapat memahami keterlambatan pengiriman material dari produsen, tetapi keterlambatan pengiriman material dari produsen menuju distributor tidak melebihi dari satu minggu.

3. Variabel biaya.

Biaya rangka atap baja ringan tergantung dari beberapa indikator, misalnya model atap. Semakin sulit modelnya tentu material yang digunakan pun semakin banyak dan semakin besar lebar bentang semakin banyak kuda-kuda yang mesti dipasang. Faktor beban yang akan ditanggung mempengaruhi pemakaian material rangka atap. Hargapun amat variatif sekitar Rp 140.0000 - 250.000/m2. Harga ini bisa bertambah atau berkurang tergantung pemakaian material dan tingkat kerumitannya (Serial rumah “ATAP”, 2007 : p.24).

Teori diatas terbukti benar terhadap hasil penelitian ini bahwa variabel biaya berpengaruh terhadap kepuasan pemakai, baik secara simultan (bersama-sama), maupun secara parsial (sendiri), dan konsumen sadar akan perbedaan harga tersebut, tetapi konsumen mengharapkan harga LSF J-STEEL lebih murah, dan dapat bertahan di pasar produk-produk LSF lainnya.

Dalam dokumen 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN. (Halaman 42-48)

Dokumen terkait