• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

C. ANALISA CAPAIAN KINERJA

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran sebagaimana tabel 3.2 diatas, secara rinci dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Sasaran 1 ( satu ) : Meningkatnya SDM Aparatur melalui Pendidikan Dan Latihan.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-1, dari 3 indikator kinerja sebagai tolok ukurnya diperoleh hasil capaian kinerjanya rata-rata 109,73 % atau masuk kategori sangat baik. Dibandingkan dengan tahun 2014

mengalami peningkatan, dimana capaian kinerja tahun 2014 untuk sasaran -1 rata-rata 104,73 %.

Walaupun dalam pencapaian kinerja untuk sasaran-1 rata-rata sangat baik, dalam pelaksanaannya tidak lepas dari hambatan-hambatan, hambatan-hambatan tersebut antara lain:

a. Kurangnya sarana dan prasarana diklat yang memadahi;

b. Minimnya dukungan anggaran dari APBD untuk peningkatan kompetensi SDM Aparatur sehingga belum bisa menjangkau ke seluruh aparatur;

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Dengan minimnya dukungan anggaran dari APBD karena keterbatasan kemampuan APBD, maka perlu melakukan terobosan baru dalam upaya peningkatan kompetensi SDM Aparatur, melalui diklat berbasis IT (Web).

b. Meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait guna kemudahan mendapatkan ijin penyelenggaraan diklat e-learning system, dan penambahan kuota pengiriman peserta diklat.

c. Peningkatan sarana dan prasarana diklat.

Adapun realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-1, telah mencapai 100 %. Hal ini berarti memenuhi target dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-1 dapat dilihat pada gambar 3.1 dibawah ini :

Gambar 3.1

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 1

2. Sasaran 2 ( dua ) : Meningkatnya Kualitas dan Kuantitas Perencanaan Kepegawaian.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-2, dari 2 indikator kinerja sebagai tolok ukurnya diperoleh hasil capaian kinerjanya rata-rata 100% atau masuk kategori sangat baik. Capaian ini sama dengan dengan tahun 2014.

Walaupun dalam pencapaian kinerja untuk sasaran-2 sangat baik, dalam pelaksanaannya tetap ada hambatan-hambatan yang terjadi, diantaranya adalah :

a. Belum optimalnya kemampuan petugas dalam penyusunan formasi.

b. Kurang tepat waktu dalam penyampaian laporan kebutuhan pegawai dari masing-masing SKPD

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Untuk meningkatkan kemampuan petugas dilakukan Bimtek penyusunan formasi.

b. Intensifikasi koordinasi dengan SKPD guna mencegah keterlambatan laporan.

Adapun realisasi capaian target Renstra, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-2, telah mencapai 100 %. Hal ini berarti target renstra yang telah ditetapkan terpenuhi. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-2 dapat dilihat pada gambar 3.2 dibawah ini :

Gambar 3.2

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 2

3. Sasaran 3 ( tiga ) : Terwujudnya sistem Manajemen Informasi Kepegawaian yang mampu mendukung pengambilan keputusan.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-3, dari 4 indikator kinerja sebagai tolok ukurnya diperoleh hasil capaian kinerjanya rata-rata 131,14% atau sangat baik. Dibandingkan dengan tahun 2014 mengalami peningkatan, dimana capaian kinerja tahun 2014 untuk sasaran -3 rata-rata 95 %.

Walaupun dalam pencapaian kinerja untuk sasaran-3 sangat baik, dalam pelaksanaannya tetap ada hambatan-hambatan yang terjadi, diantaranya adalah :

a. SIMPEG yang ada belum sepenuhnya dapat mengakomudir semua kebutuhan data yang diperlukan.

b. Kurang tepat waktu dalam penyampaian laporan mekanisme peremajaan data pegawai maupun bezeting dari masing-masing SKPD.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Melakukan up grade SIMPEG sehingga bisa memenuhi semua kebutuhan data yang diperlukan.

b. Intensifikasi koordinasi dengan SKPD guna mencegah keterlambatan laporan.

Adapun realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-3, telah mencapai 109,5 %. Hal ini berarti telah memenuhi dari target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih

jelasnya capaian kinerja sasaran-3 dapat dilihat pada gambar 3.3 di bawah ini:

Gambar 3.3

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 3

4. Sasaran 4 ( Empat ) : Mengembangkan Pola Karir Jabatan

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-4, dari 2 indikator kinerja sebagai tolok ukurnya diperoleh hasil capaian kinerjanya rata-rata 64,63% atau kategori cukup. Dibandingkan dengan tahun 2014 mengalami penurunan yang cukup siknifikan, dimana capaian kinerja tahun 2014 untuk sasaran -4 rata-rata 73,80%. Hal ini disebabkan beberapa hal antara lain : a. Tahun 2015 merupakan tahun pergantian kepala daerah, sehingga tidak

bisa melakukan mutasi maupun promosi bagi pejabat struktural maupun kepala sekolah.

b. Belum sepenuhnya penempatan PNS dalam jabatan tertentu sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Penataan kembali PNS yang belum sesuai antara jabatan dengan kompetensinya sehingga peran dan fungsi PNS bisa optimal.

b. Percepatan pengisian kekosongan jabatan ditahun 2016 sehingga tidak terjadi hambatan dalam pelaksanaan program dan kegiatan SKPD yang diakibatkan karena beluam adanya pemangku jabatan yang definitip .

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-4, telah mencapai 89%. Hal ini berarti belum memenuhi dari target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-4 dapat dilihat pada gambar 3.4 dibbawah ini :

Gambar 3.4

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 4

5. Sasaran 5 ( Lima) : Meningkatkan kesesuaian kompetensi jabatan yang dilamar yang dilamar dengan jumlah formasi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-5, dari indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerjanya sebesar 0 % atau kurang. Dibandingkan dengan tahun 2014 mengalami penurunan, dimana capaian kinerja tahun 2014 untuk sasaran -5 rata-rata 73,77%.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-5 ini antara lain :

a. Ketergantungan dengan kebijakan dari pemerintah pusat..

b. Kebijakan pembatasan / moratorium yang dilakukan oleh pemerintah pusat terkait pengadaan CPNS.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Peningkatan koordinasi dengan pemerintah pusat terkait kebijakan pengadaan CPNS jalur umum.

b. Mengusulkan kepada pemerintah pusat akan kebutuhan PNS di Kabupaten Wonogiri.

Adapun realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-5, baru mencapai 35%. Yang berarti sangat kurang dari target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Hal ini disebabkan oleh pemberlakuan kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium maupun pembatasan pengadaan CPNS di daerah. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-5 dapat dilihat pada gambar 3.5 di bawah ini :

Gambar 3.5

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 5

6. Sasaran 6 ( enam ) : Menurunnya tingkat pelanggaran disiplin PNS dan penyalah gunaan kewenangan.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-6, dari 2 indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerjanya rata-rata sebesar 100,91% atau sangat baik. Ada penurunan dibandingkan dengan tahun 2014, dimana capaian kinerja tahun 2014 untuk sasaran-6 rata-rata 111,67%.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-6 ini antara lain :

a. Kurang dipahaminya ketentuan / aturan disiplin PNS oleh atasan langsung pegawai sehingga peran kontrol yang harusnya dilakukan oleh atasan langsung belum sepenuhnya berjalan.

b. Kurangnya kesadaran PNS tentang arti pentingnya administrasi disiplin pegawai

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan antara lain sebagai berikut :

a. Peningkatan pemahaman ketentuan disiplin PNS kepada pejabat struktural di lingkungan pemerinntah Kabupaten Wonogiri.

b. Intensifikasi pelaksanaan operasi razia PNS.

c. Peningkatan peran dan fungsi waskat oleh atasan langsung.

d. Sentralisasi absensi berbasis IT (absensi online) sehingga bisa tingkat kehadiran PNS bisa terpantau setiap saat oleh pembina kepegawaian.

Adapun realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-6, sebesar 104,50%. Yang berarti telah memenuhi dari target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-6 dapat dilihat pada gambar 3.6 di bawah ini :

Gambar 3.6

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 6

7. Sasaran 7 ( tujuh ) : Menurunnya jumlah PNS yang tidak dapat menjalankan tugas karena kesehatan jasmani dan rohani.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-7, dari indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja sebesar 100%

kategori sangat baik atau sama dengan capaian kinerja tahun 2014.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-7 ini antara lain :

a. SKPD tidak secepatnya melaporkan jika terdapan salah satu pegawainya yang sakit dalam jangka waktu panjang, sehingga kurang cepat mendapatkan penanganan/penyelesaian.

b. Di Kabupaten Wonogiri belum ada Tim Penguji tersendiri yang berwenangan menguji kesehatan PNS apakah layak atau tidak tetap dipekerjakan sebagai PNS, sehingga masih harus ke Surakarta.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah dengan peningkatan koordinasi dengan SKPD untuk secepatnya mendapatkan data jika terdapat salah satu PNS yang sakit dalam waktu lama (satu tahun atau lebih).

Adapun realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-7, sebesar 94%. Yang berarti kurang memenuhi dari target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-7 dapat dilihat pada gambar 3.7 di bawah ini :

Gambar 3.7

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 7

8. Sasaran 8 ( delapan ) : Meningkatnya pemahaman PNS tentang hak, kewajiban dan disiplin PNS.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-8, dari indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja sebesar 100%

atau sangat baik, sama dengan pencapaian tahun 2014.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-8 ini antara lain :

a. Keterbatasan anggaran untuk peningkatan pemahaman aturan kepegawaian kepada PNS, sehingga mengakibatkan tingkat cakupan yang mendapatkan sosialisasi kurang maksimal.

b. Sering terjadinya perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan dibidang kepegawaian

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah:

a. Menjalin kerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara untuk melakukan sosialisasi kepada para PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.

b. Penambahan anggaran untuk sosialisasi peraturan perundang-undangan sehinga bisa menjagkau sasaran yang lebih luas.

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-8, sebesar 100%. Yang berarti target terpenuhi. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-8 dapat dilihat pada gambar 3.8 di bawah ini :

Gambar 3.8

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 8

9. Sasaran 9 ( Sembilan ) : Meningkatnya fasilitasi peningkatan kesejahteraan Pegawai Negeri SIpil.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-9, dari indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja sebesar 105%

atau sangat baik, jika dibandingkan tahun 2014 mengalami kenaikan, dimana tahun 2014 capaian kinerjanya sebesar 109,50%.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-9 ini adalah tidak semua usulan yang disampaikan ke pusat dapat terealisasi, sehingga menurunkan minat dari para PNS untuk mengajukan usulan penghargaan tanda kehormatan.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah:

a. Meningkatkan koordinasi dengan pemerintah pusat dalam penyelesaian permasalahan penghargaan tanda kehormatan.

b. Bekerja sama dengan SKPD terkait dalam merumuskan pemberian tunjangan kepada PNS.

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-9, sebesar 102%. Yang berarti telah memenuhi target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-9 dapat dilihat pada gambar 3.9 di bawah ini :

Gambar 3.9

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 9

10. Sasaran 10 ( Sepuluh ) : Tersedianya klinik konseling / psikologi untuk PNS.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-10, dari indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja sebesar 259,1%

atau sangat baik, jika dibandingkan tahun 2014 mengalami peningkatan yang signifikan, dimana tahun 2014 capaian kinerjanya sebesar 100%. Hal ini karena adanya intensifikasi dalam pelaksanaan bimbingan konseling.

Bimbingan dilakukan dengan cara jemput bola sehingga mendongkrak capaian sasaran yang ditetapkan.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-10 ini adalah adanya perasaan malu dari para PNS untuk melakukan konsultasi psikologi, karena beranggapan bahwa melakukan konsultasi psikologi sama dengan membuka aib diri kepada orang lain,

beranggapan bahwa konsultasi psikologi hanya untuk mereka yang mengalami gangguan jiwa.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah :

a. Memberikan pemahaman kepada para PNS melalui kasubag kepegawaian di masing-masing SKPD agar disampaikan kepada PNS di wilayah kerjanya tentang manfaat dan kegunaan layanan konseling yang ada di BKD Kab. Wonogiri.

b. Membangun citra positif akan produk layanan bimbingan konseling di BKD Kab. Wonogiri.

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-10, sebesar 121%. Yang berarti memenuhi target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-10 dapat dilihat pada gambar 3.sasaran-10 di bawah ini :

Gambar 3.10

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 10

11. Sasaran 11 ( Sebelas ) : Meningkatnya jumlah PNS yang terfasilitasi status, kedudukan hukum dan hak-hak kepegawaiannya.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-11, dari 6 indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja rata-rata sebesar 106,44% atau sangat baik, dibandingkan dengan pencapaian tahun 2014 mengalami penurunan dimana pada tahun 2014 capaian kinerjanya sebesar 116,94%.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-11 ini antara lain :

a. Masih terjadi keterlambatan penyelesaian Surat Keputusan baik Kenaikan Pangkat, Pensiun maupun penerbitan Karis/Karsu, karena dalam penyelesaiannya tidak hanya selesai di BKD Kab. Wonogiri melainkan melibatkan institusi lain, baik SKPD pengusul maupun institusi pengambil kebijakan (BKN maupun Sekretariat Negara).

b. Banyaknya permohonan untuk mengikuti UKPPI, disisi lain plafon anggaran maupun waktu yang tersedia untuk penyelenggaraan UKPPI terbatas.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah:

a. Intensifikasi koordinasi dengan instansi terkait untuk mengatasi permasalahan keterlambatan penyelesaian Surat Keputusan.

b. Melakukan pencermatan terhadap berkas yang diusulkan sehingga tidak terjadi kekurangan berkas yang dipersyaratkan.

c. Penambahan anggaran untuk penyelenggaraan UKPPI sehinga bisa mengakomudir semua usulan yang masuk.

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-11, sebesar 107,8%. Yang berarti telah memenuhi target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-11 dapat dilihat pada gambar 3.11 di bawah ini :

Gambar 3.11

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 11

12. Sasaran 12 ( dua belas ) : Meningkatnya pelayanan Administrasi Kepegawaian.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja sasaran-12, dari 4 indikator kinerja yang telah ditetapkan diperoleh hasil capaian kinerja rata-rata sebesar 86,75% atau sangat baik, dibandingkan dengan pencapaian tahun 2014 ada penurunan yang cukup signifikan dimana pada tahun 2014 capaian kinerjanya sebesar 137,68%.

Kendala dan hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan sasaran-12 ini antara lain :

a. Tidak semua usulan peninjauan kembali masa kerja yang diajukan oleh PNS dapat diterbitkan nota persetujuan oleh BKN, karena persyaratan kurang sesuai dengan ketentuan.

b. Masih terjadinya keterlambatan dalam pengajuan usulan ijin belajar sehingga secara ketentuan tidak bisa diproses ijin belajarnya, yang akan berdampak pada peningkatan pendidikan yang diperoleh tidak bisa disesuaikan secara kepegawaian.

Dalam rangka peningkatan capaian kinerja, upaya yang dilakukan adalah:

a. Pencermatan terhadap berkas usulan peninjauan masa kerja untuk meminimalisir usulan yang tidak sesuai ketentuan sehingga bisa diterbitkan nota persetujuan oleh BKN.

b. Peningkatan kualitas pelayanan terhadap pegawai dengan melakukan pelayanan satu pintu dan menyediakan brosur-brosur terkait pelayanan kepegawaian sehingga meningkatkan pemahaman mekanisme dan persyaratan dalam pengurusan administrasi kepegawaian kepada para pegawai.

Realisasi capaian target Renstra 2010-2015, sampai dengan tahun 2015 pada sasaran-12, sebesar 84%. Yang berarti kurang memenuhi target yang telah ditatapkan dalam Renstra. Untuk lebih jelasnya capaian kinerja sasaran-12 dapat dilihat pada gambar 3.12 di bawah ini :

Gambar 3.12

GRAFIK CAPAIAN KINERJA SASARAN 12

Dokumen terkait