Interval
Sehingga menghasilkan klasifikasi sebagai berikut:
Tabel 3 memiliki nilai Corrected Item-Total Correlation yang lebih kecil dari 0,3 sehingga item tersebut tidak dapat digunakan dalam analisis. Adapun item yang tidak valid tersebut adalah item no 4 (selalu mengikuti perubahan jaman seperti teknologi) dan item no 5 (selalu mengikuti perkembangan informasi). Sedangkan sebanyak 11 ite dinyatakan valid karena nilai Corrected Item-Total Correlation yang lebih besar dari 0,3 sehingga dapat dianalisis lebih lanjut.
11 KarakteristikResponden
Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 85 karyawan Bank, dengan karakteristik responden sebagai berikut.
Tabel 4
Karakteristik Responden
Karakteristik Responden Jumlah Presentase Jenis Kelamin
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, karakteristik responden karyawan Bank berdasarkan jenis kelamin adalah laki-laki sebesar 5,8% dengan responden laki-laki sebesar 52,94% dan perempuan sebesar 47,06%. Jika dilihat dari usia, sebagian besar usia 20 tahun – 31 tahun sebesar 49,41%, kemudian usia 31 tahun – 41 tahun sebesar 38,82% serta usia 41 tahun – 50 tahun sebesar 11,76%.
Pendidikan terakhir responden sebagian besar lulusan Sarjana (S1) sebesar 82,35%, kemudian diploma sebesar 10,59% dan Strata dua sebesar 7,06%. Sebagian besar responden dalam satu bulan mengeluarkan uang sebesar diatas Rp. 2 juta sebesar 77,65%, kemudian pengeluaran sebesar Rp. 1 juta – Rp. 2 juta sebesar 21,18% dan dengan pengeluaran kurang dari Rp. 1 juta sebesar 1,18%.
12
Kesadaran Karyawan Bank Tehadap Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Yang Diberlakukan Akhir tahun 2015
Berikut adalah penjelasan mengenai informasi mengenai dari mana karyawan Bank mengetahui MEA.
Tabel 5
Pertanyaan Mengenai “Darimana Mengetahui MEA”
Pertanyaan <engenai “Dari Mana Mengetahui MEA” Jumlah Prosentase
Koran 5 5.88%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel di atas dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan bank mengetahui informasi mengenai MEA yang telah diberlakukan pada bulan Desember tahun 2016 adalah melalui internet sebesar 60%, kemudian melalui televise sebesar 29,41%, melalui Koran sebesar 5,88 % dan melalui radio dan sekolah/kuliah masing-masing sebesar 2,35%.
Sementara itu untuk mengetahui informasi apa yang diketahui oleh karyawan Bank mengenai MEA dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 6
"Informasi yang diketahui tentang MEA”
Yang Diketahui dari MEA” Jumlah Prosentase
Mobilitas barang dan jasa lintas ASEAN 9 10.59%
Mobilitas modal/investasi lintas ASEAN 3 3.53%
Mobilitas tenaga kerja lintas ASEAN 73 85.88%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan Bank mempersepsikan MEA sebagai mobilitas tenaga kerja lintas ASEAN sebesar 85,88%. Kemudian mempersepsikan sebagai mobilitas barang dan jasa lintas
13
ASEAN sebesar 10,59% dan mempersepsikan sebagai mobilitas modal/investasi lintas ASEAN sebesar 3,53%.
Berdasarkan hasil temuan karyawan Bank merasa tersaingi di era MEA saat ini. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 7
Pertanyaan Mengenai “Apakah Merasa Tersaingi Di Era MEA”
Pertanyaan Mengenai “Apakah Merasa Tersaingi di Era
MEA” Jumlah Prosentase
Ya 63 74.12%
Tidak 22 25.88%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebgaian besar responden mengungkapkan akan tersaingi di masa MEA saat ini sebesar 74,12% dan yang merasa tidak tersaingi sebesar 25,88%.
Adapun negara yang menjadi pesaing dalam mencari pekerjaan terutama adalah Singapura. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 8
Negara Yang Akan Menjadi Saingan Dalam Mencari Kerja Negara Yang Akan Menjadi Saingan Dalam Mencari
Kerja Jumlah Prosentase
Singapura 44 51.76%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan Bank menyatakan negara yang akan menjadi saingan terbesar dalam mencari pekerjaan adalah Singapura sebesar 51,76%, kemudian Malaysia sebesar 28,24%, Filipina sebesar 14,12%, Thailand sebesar 3,53% dan terakhir adalah Vietnam Sebesar 2,35%.
Untuk mengetahui informasi mengenai persepsi karyawan Bank terhadap daya saing tenaga kerja dipengaruhi faktor apa saja, dapat dilihat pada tabel berikut.
14 Tabel 9
Daya Saing Tenaga Kerja Dipengaruhi Oleh
Daya Saing Tenaga Kerja Dipengaruhi Oleh Jumlah Prosentase
Upah 10 11.76%
Skill 60 70.59%
Pendidikan 15 17.65%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan Bank mengungkapkan jika daya saing tenaga kerja dipengaruhi oleh skill sebesar 70,59%, kemudian pendidikan sebesar 17,65% dan upah sebesar 11,76%.
Tabel 10
Mengetahui Perubahan Lingkungan (Teknologi dan Gaya Hidup) Mengetahui Perubahan Lingkungan (Teknologi
dan Gaya Hidup) Jumlah Prosentase
Ya 83 97.65%
Tidak 2 2.35%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut menjelaskan bahwa sebagian besar karyawan Bank mengetahui perubahan lingkungan seperti teknologi dan gaya hidup sebesar 97,65% dan yang tidak mengetahui hanya 2,35%. Sementara itu untuk mengetahui cara untuk mengatasi perubahan lingkungan sebagai berikut.
Gambar 1
Cara untuk Mengatasi Perubahan Pada Lingkungan
29.17% Mengikuti arus dalam perubahan lingkungan Mengupdate berita yang berhubungan dengan
perubahan lingkungan
Belajar untuk mengetahui hal baru
15
Gambar tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan bank untuk mengatasi masalah perubahan lingkungan terutama di ERA MEA yaitu dengan beradaptasi dengan perubahan lingkungan sebesar 41,67%, kemudian dengan mengikuti dan mempelajari perubahan/perkembangan pada lingkungan sebesar 29,17% serta mengikuti arus perubahan lingkungan dan belajar untuk mengetahui hal baru masing-masing sebesar 12,50%, serta mengupdate berita yang berhubungan dengan perubahan lingkungan sebesar 4,17 %.
Daya Saing Tenaga Kerja Karyawan Bank Di Salatiga
Kelemahan Tenaga Kerja Indonesia Dibandingkan Dengan Tenaga Kerja Asing terutama karena bahasa. Untuk mengetahui kelemahan lain mengenaipersepsi karyawan Bank atas kelemahan tenaga kerja Indonesia dibandingkan dengan tenaga kerja asing dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 11
Kelemahan Tenaga Kerja Indonesia Dibandingkan Dengan Tenaga Kerja Asing
Kelemahan Tenaga Kerja Indonesia Dibandingkan
Tenaga Kerja Asing Jumlah Prosentase
Bahasa 43 50.59%
Pendidikan 15 17.65%
Skill 16 18.82%
Lainnya 11 12.94%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan Bank mempersepsikan jika kelemahan tenaga kerja Indonesia dibandingkan tenaga kerja asing terutama dalam hal bahasa sebesar 50,59%, kemudian skill sebesar 18,82%, pendidikan sebesar 17,65% serta lainnya sebesar 12,94%.
Diera MEA saat ini, karyawan Bank akan mempelajari hal-hal baru. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.
16 Tabel 12
Akan Mempelajari Hal-Hal Baru
Akan Mempelajari hal- hal Baru Jumlah Prosentase
Ya 82 96.47%
Tidak 3 3.53%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, sebagian besar karyawan Bank akan mempelajari hal-hal baru di era MEA saat ini sebesar 96,47% dan yang tidak mempelajari sebesar 3,53%.Semenntara itu, untuk mengetahui cara-cara karyawan Bank untuk mempelajari hal-hal baru tersebut, dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 13
Cara Mempelajari Hal-hal Baru
Cara Mempelajari Hal Baru Jumlah Prosentase
Teman 30 35.29%
Internet 41 48.24%
Buku 9 10.59%
Lainnya 5 5.88%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, karyawan Bank di era MEA saat ini akan mempelajari hal-hal baru mengenai perubahan seperti lingkungan dan teknologi sebagian besar melalui internet sebesar 48,24%, kemudian melalui teman sebesar 35,29%, melalui buku sebesar 10,59% dan lainnya sebesar 5,88%.
Sementara itu untuk mengetahui apakah karyawan Bank mengetahui perubahan lingkungan di era MEA saat ini, dapat dilihat pada tabel berikut.
Selain mengetahui perubahan lingkungan di era MEA saat ini, karyawan Bank untuk dapat memiliki daya saing juga harus memiliki informasi teknologi yang dikuasai oleh tenaga kerja.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
17 Tabel 14
Informasi Teknologi Yang Dikuasai
Informasi Teknologi Yang Dikuasai Jumlah Prosentase
Microsoft Word 40 47.06%
Microsoft Excel 14 16.47%
Microsoft Power Point 7 8.24%
Lainnya 24 28.24%
Total 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, karyawan bank mengungkapkan jika ingin bersaing setiap tenaga kerja terutama harus menguasai informasi teknologi seperi menguasai Microsoft offices terutama Microsoft word sebesar 47,06%, kemudian Microsoft excel sebesar 16,47% dan Microsoft power poin hanya sebesar 8,24%.
Memperkokoh Posisi Tenaga Kerja
Tabel berikut menjelaskan mengenai persepsi karyawan terhadap berlakunya MEA tahun 2016 berdasarkan memperkokoh posisi tenaga kerja seperti karyawan memastikan diri tidak akan tergantikan oleh karyawan lain dan jika tidak masuk karyawan lain akan kesusahan menggantikan posisi karyawan serta karyawan mempunyai skill dalam berbagai bidang diperusahaan.
Tabel 15
Memperkokoh Posisi Tenaga Kerja
Karyawan Memastikan Diri Tidak Akan Tergantikan Oleh Karyawan Lain Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 5 5.88%
Jika Tidak Masuk Karyawan Lain Akan Kesusahan Menggantikan Posisi Karyawan
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 1 1.18% 3,082
18
Karyawan Mempunyai Skill Dalam Berbagai Bidang Diperusahaan.
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 3 3.53%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan menjawab netral jika karyawan memestikan diri tidak akan tergantikan oleh karyawan lain sebesar 47,06%, yang menjawab setuju sebesar 28,24% serta tidak setuju sebesar 16,47%. Sementara itu jika dilihat dari nilai rata-rata sebesar 3,188 yang artinya bahwa untuk memperkokoh posisi daya saing tenaga kerja berdasarkan karyawan memastikan diri tidak akan tergantikan oleh karyawan lain adalah sedang.
Untuk memperkokoh posisi tenaga kerja berdasarkan jika tidak masuk karyawan lain akan kesusahan menggantikan posisi karyawan sebagaian besar karyawan menjawab setuju sebesarnetral sebesar 34,12%, kemudian setuju sebanyak 36,47% dan tidak setuju sebesar 25,88%. Sementara itu, nilai rata-rata sebesar 3,082 yang artinya untuk memperkokoh posisi posisi tenaga kerja sperti jika karyawan tidak masuk karyawan lain akan kesusahan unrtuk menggantikkanya adalah sedang.
Sementara untuk memperkokoh posisi tenaga kerja berdasarkan karyawan mempunyai skill dalam berbagai bidang diperusahaan adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 3,529. Berdasarkan kategori, sebagian besar karyawan setuju dengan karyawan mempunyai skill dalam berbagai bidang diperusahaan sebesar 63,53%, tidak setuju sebesar 17,65% dan menjawab netral sebesar 15,29%.
19
Kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar (tenaga kerja lokal dan asing)
Tabel berikut menjelaskan mengenai persepsi karyawan terhadap berlakunya MEA tahun 2016 berdasarkan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti tenaga kerja mampu beradaptasi dengan tenaga kerja lain
Tabel 16
Kemampuan Berinteraksi Dengan Lingkungan Sekitar (Tenaga Kerja Lokal dan Asing)
Tenaga Kerja Mampu Beradaptasi Dengan Tenaga Kerja Lain
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
SangatSetuju 25 29.41%
4,512
Setuju 48 56.47%
Netral 12 14.12%
Jumlah 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa nilai rata-rata sebesar 4,512. Yang artinya bahwa kemampuan berinteraksi karyawan Bank dengan lingkungan sekitas (tenaga kerja local dan asing) seperti karyawan mampu beradaptasi dengan tenaga kerja lain adalah tinggi. Jika dilihat dari kategori, sebagian besar karyawan bank setuju jika karyawan memiliki kemampuan berinteraksi dengan lingkungan sekitar seperti tenaga kerja mampu beradaptasi dengan tenaga kerja lain sebesar 56,47%
dan menyatakan sangat setuju sebesar 29,41%.
Kemampuan Meningkatkan Kinerja Tanpa Henti
Tabel berikut menjelaskan mengenai persepsi karyawan terhadap berlakunya MEA tahun 2016 berdasarkan kemampuan kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti seperti Meningkatkan kemampuan dengan cara mengikuti pelatihan dan meningkatkan kemampuan dengan cara belajar dari senior
Tabel 17
Kemampuan Meningkatkan Kinerja Tanpa Henti Meningkatkan Kemampuan Dengan Cara Mengikuti Pelatihan
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 25 29.41%
4,105
Setuju 46 54.12%
20
Netral 12 14.12%
Tidak Setuju 2 2.35%
Jumlah 85 100.00%
Meningkatkan Kemampuan Dengan Cara Belajar Dari Senior
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 23 27.06%
4,200
Setuju 56 65.88%
Netral 6 7.06%
Jumlah 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, secara rata-rata kemampuan karyawan dalam meningkatkan kinerja tanpa henti berdasarkan meningkatkan kemampuan dengan cara mengikuti pelatihan adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 4,105. Secara kategori sebagian besar karyawan setuju sebesar 54,12% dan sangat setuju sebesar 29,41%.
Secara rata-rata kemampuan meningkatkan kinerja tanpa henti berdasarkan meningkatkan kemampuan dengan cara belajar dari senior adalah tinggi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata sebesar 4,200. Secara kategori, sebagian besar karyawan setuju sebesar 65,88% dan sangat setuju sebesar 27,06%.
Kemampuan Menegakan Posisi Yang Menguntungkan
Tabel berikut menjelaskan mengenai persepsi karyawan terhadap berlakunya MEA tahun 2016 berdasarkan kemampuan menegakkan posisi yang menguntungkan dengan cara mencari peluang untuk meningkatkan atau meningkatkan posisi.
Tabel 18
Mencari Peluang Untuk Meningkatkan atau Menaikkan Posisi
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 30 35.29%
21 Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel di atas dapat dilihat dari kategori jawaban, sebagian besar karyawan bank setuju jika mencari peluang untuk meningkatkan atau menaikan posisi kerja sebesar 58,82%, sedangkan yang menjawab sangat setuju sebesar 35,29%. Jika dilihat dari nilai rata-rata yaitu sebesar 4,282 yang masuk dalam kategori tinggi.
Tingkat Upah Yang Tinggi
Berikut penjelasan menganai persepsi karyawan bank terhadap pemberlakuan MEA tahun 2016 terutama masalah daya saing yang ditandai dengan tingkat upah yang tinggi.
Tabel 19
Tingkat Upah Yang Tinggi
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 30 35.29%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, berdasarkan kategori jawaban sebagian besar karyawan menyatakan setuju sebesar 52,94% dan sangat setuju sebesar 35,29%, jika daya saing tenaga kerja di era MEA yang ditandai dengan tingkat upah yang tinggi. Berdasarkan nilai rata-rata sebesar 4,223 yang artinya jika daya saing tenaga kerja di era MEA ditandai dengan tingkat upah yang tinggi menurut pendapat karyawan bank adalah tinggi.
Pendidikan Yang Tinggi
Berikut penjelasan menganai persepsi karyawan bank terhadap pemberlakuan MEA tahun 2016 terutama masalah daya saing tenaga kerja seperti pendidikan yang tinggi.
Tabel 20
PendidikanYang Tinggi
22
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
SangatSetuju 34 40.00%
3,858
Setuju 21 24.71%
Netral 16 18.82%
TidakSetuju 12 14.12%
SangatTidakSetuju 2 2.35%
Jumlah 85 100.00%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa, berdasarkan kategori jawaban sebagian karyawan bank sangat setuju sebesar 40% dan setuju sebesar 24,71% jika daya saing tenaga kerja di era MEA ini ditandai dengan pendidikan yang tinggi.
Jika dilihat dari nilai rata-rata sebesar 3,858 masuk dalam kategori tinggi.
Kemampuan atau skil yang baik
Berikut penjelasan menganai persepsi karyawan bank terhadap pemberlakuan MEA tahun 2016 terutama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan cara meningkatkan skill yang baik.
Tabel 21
Kemampuan Atau Skill Yang Baik
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 45 52.94%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan bank sangat setuju sebesar 52,94% dan sangat setuju sebesar 38,82% jika untuk meningkatkan daya saing harus dengan meningkatkan skill. Secara-rata rata sebesar 4,364 masuk dalam kategori tinggi
Penguasaan Teknologi Informasi
23
Berikut penjelasan menganai persepsi karyawan bank terhadap pemberlakuan MEA tahun 2016 terutama untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja dengan cara meningkatkan penguasaan teknologi informasi
Tabel 22
Penguasaan Teknologi Informasi
Kategori Jumlah Persentase Rata-rata
Sangat Setuju 36 42.35%
Sumber: Olahan data primer, 2016
Tabel tersebut dapat dijelaskan bahwa sebagian besar karyawan bank setuju sebesar 47,35% dan sangat setuju sebesar 42,35% jika untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja di era MEA tenaga kerja harus meningkatkan penguasaan teknologi informasi. Secara-rata rata sebesar 4,247yang masuk dalam kategori tinggi.
Pembahasan
Kesadaran karyawan bank terhadap MEA yang diberlakukan akhir tahun 2015 adalah sebagai mobilitas tenaga kerja lintas ASEAN.Kemudian mempersepsikan sebagai mobilitas barang dan jasa lintas ASEAN dan mempersepsikan sebagai mobilitas modal/investasi lintas ASEAN. Hal ini berarti bahwa karyawan bank sadar dengan adanya MEA akan dapat meningkatkan daya saing, seperti yang diketahui dari hasil bahwa karyawan bank sadar dengan adanya MEA akan terjadi mobilitas tenaga kerja terdidik dan terampil. Dengan ini maka, karyawan bank memiliki kesiapan untuk menghadapinya yaitu dengan meningkatan kompetensi dan skill dibidangya.Hasil ini sejalan dengan yang diungkapkan oleh Fernandes dan Andadari (2013), menemukan bahwa mahasiswa yang mengetahui MEA memiliki kesadaran untuk meningkatkan kompetensi mereka agar dapat bersaing dengan dalam MEA.Mahasiswa sudah menyiapkan diri dengan membekali diri sesuai dengan tuntutan dunia kerja.Namun mahasiswa masih belum memiliki
24
gambaran dalam memulai kompetensi mereka dibandingkan dengan tenaga kerja asing.
Tanggapan karyawan terhadap daya daya saing teaga kerja di era berlakunya MEA saat ini berdasarkan memperkokoh posisi tenaga kerja seperti karyawan memastikan diri tidak akan tergantikan oleh karyawan lain dan jika tidak masuk karyawan lain akan kesusahan menggantikan posisi karyawan serta karyawan mempunyai skill dalam berbagai bidang diperusahaan adalah sedang. Hal ini artinya bahwa karyawan sama sekali kurang yakin jika karyawan memestikan diri tidak akan tergantikan oleh karyawan lain, Hal ini karena di dunia kerja saat ini sangat tinggi akan persaingan terutama di masa MEA ini. Jika karyawan tidak memiliki keahlian bidang perbankan dan memiliki kinerja yang baik tentu saja pihak bank akan memutuskan supaya karyawan tersebut diganti karyawan lain yang berkompeten di bidang perbankan. Hal tersebut didukung dengan pernyataan jika karyawan bank merupakan karyawan yang berkompeten dibidangnya dan jika akan menggantikan karyawan, bank akan merekrut dan menyeleksi kembali karyawan baru tersebut. Selain itu, untuk memperkokoh posisi posisi tenaga kerja sperti jika karyawan tidak masuk karyawan lain akan kesusahan unrtuk menggantikanya adalah sedang. Hal ini artinya bahwa responden pada masa MEA saat ini tidak memperdulikan jika tidak masuk karyawan lain akan kesusahan menggantikan posisi karyawan. Hal ini karena karyawan bank merupakan karyawan yang memiliki skill dalam bidang keuangan yang telah dipilih oleh pihak Bank untuk menempati posisi tersebut. Sehingga jika karyawan tidak masuk susah untuk karyawan lain untuk menggantikanya, karena belum tentu semua karyawan dapat mengerjakan pekerjaan diluar tugasnya. Sementara untuk memperkokoh posisi tenaga kerja berdasarkan karyawan mempunyai skill dalam berbagai bidang diperusahaan adalah tinggi.Dari hsil tersebut sebagian besar karyawan menjawab setuju, yang artinya bahwa karyawan mempersepsikan jika dengan adanya MEA saat ini, setiap tenaga kerja dituntut untuk memiliki daya saing yaitu dengan memiliki atau menguasai skill dalam berbagai bidang diperusahaan.
Kemampuan berinteraksi karyawan Bank dengan lingkungan sekitas (tenaga kerja local dan asing) seperti karyawan mampu beradaptasi dengan tenaga kerja
25
lain adalah tinggi. Hal ini berarti bahwa sebagian besar karyawan bank mempersepsikan jika dengan diperlakukan MEA tahun 2016, setiap karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan berinteraksi dengan lingkungan kerja terutama dengan karyawan lain dalam satu perusahaan.
Karyawan mempersepsikan daya saing tenaga kerja di era MEA yaitu dengan meningkatkan kemampuan karyawan dalam meningkatkan kinerja tanpa henti berdasarkan meningkatkan kemampuan dengan cara mengikuti pelatihan adalah tinggi. Karyawan bank memiliki persepsi jika dengan pemberlakuan MEA tahun 2016 ini setiap tenaga kerja dituntut untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja, terutama meningkatkan kemampuan kinerja tanpa henti yaitu dengan cara mengkikuti pelatihan baik yang diselenggrakan oleh perusahaan maupun seminar-seminar diluar perusahaan. Selain itu, kemampuan karyawan untuk meningkatkan kinerja tanpa henti berdasarkan meningkatkan kemampuan dengan cara belajar dari senior adalah tinggi. Yang artinya karyawan mempersepsikanuntuk meningkatkan daya saing tenaga kerja terutama di era MEA saat ini, karyawan atau tenaga kerja dituntut untuk meningkatkan kemampuan kinerja tanpa henti terutama dengan belajar dari atasan atau senior yang lebih berpengalaman, hal ini dimaksudkan supaya karyawan dapat lebih memiliki kemampuan dibidangnya lebih baik.
Kemampuan menegakan posisi yang menguntungkan berdasarkan mencari peluang untuk meningkatkan atau menaikan posisi jabatan pada karyawan Bank adalah tinggi, yang artinya bahwa karyawan mempersepsikan dengan era MEA saat ini karyawan dituntut untuk memiliki kemampuan daya saying yaitu dengan menegakan posisi yang menguntungkan terutama tenaga kerja dituntut untuk memiliki kemampuan mencari peluang guna meningkatkan posisi di berbagai bidang pekerjaan.
Karyawan juga mempersepsikan di era MEA saat ini, daya saing tenaga kerja ditandai dengan tingkat upah yang tinggi, pendidikan yang tinggi, kemampuan skill yang baik serta penguasaan teknologi informasi yang baik. Secara upah yang tinggi karyawan bank mempersepsikan di era MEA ini ditandai dengan mobilisasi tenaga kerja, tenaga kerja akan mencari negara yang mana negara tersebut dapat menggaji tenaga kerja yang tinggi itu yang akan menjadi tujuan
26
pencari kerja. Di era MEA dituntut tenaga kerja memiliki pendidikan yang tinggi, menurut karyawan bank daya saing tenaga kerja di era MEA ini ditandai dengan dibutuhkannya pendidikan yang tinggi adalah tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan karyawan bank merupakan karyawan yang tidak berpendidikan rendah, karyawan bank adalah karyawan dengan lulusan sarjana. Tenaga kerja di era MEA ini juga harus melengkapi diri dengan kemampuan skill yang baik, jika tidak akan tersaingi oleh tenaga kerja lain. Seperti yang dipersepsikan oleh karyawan Bank untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja terutama di era MEA saat ini, tenaga kerja dituntut untuk memiliki kemampuan serta meningkatkan skill yang baik.Di era MEA saat ini penguasaan teknologi informasi sangan penting yaitu untuk memperkuat daya saing tenaga kerja.Seperti yang dipersepsikan karyawann bank untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja terutama di era MEA saat ini, tenaga kerja dituntut untuk memiliki kemampuan penguasaan teknologi informasi. Hal tersebut ditunjukkan dengan setiap karyawan bank harus dapat menguasai teknologi informasi, terutama dalam penguasaan microsoft ofices seperti excel, word dan power point serta aplikasi lain yang menunjang pekerjaan dibank.