Bab II Tinjauan Pustaka
B. Asuhan Keperawatan Kasus
2) Analisa data
No Data Etiologi Masalah
Keperawatan 1. DS: Tn. R
mengatakan lemah, kurang nafsu makan dan pola makannya 2 kali sehari. Keluarga mengatakan Tn. R makan sedikit hanya habis ¼ porsi piring saja. DO: - Klien terlihat lemah. - Membran mukosa Tn. R kering & pucat. - Klien terlihat mual. - Klien terlihat hanya menghabiskan ¼ porsi makanan saja yang diberikan. - BB awal: 55 kg. - BB sekarang: Usia lanjut
Diet yang tidak baik dan disfungsi pola
makan
Lambung kosong
Iritasi dinding lambung Peradangan lapisan mukosa lambung Asam lambung meningkat Sensasi kenyang Penurunan selera makan Tn. R mengatakan tidak nafsu makan, dan makan hanya sedikit
habis ¼ porsi piring saja
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
43 kg.
- IMT : 16,79. Tn. R tampak lemah, membrane mukosa pucat, BB awal: 55 kg
dan BB sekarang: 43 kg, IMT: 16,79
Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari
kebutuhan tubuh 2. DS: Tn. R mengeluh
sedikit nyeri pada saat kencing. Tn. R 3 minggu lalu baru operasi Benigna Prostat Hyperplasia di bagian supra pubis. DO: - Perilaku kien terlihat ekspresif (gelisah). - Klien tampak menghela napas panjang. - Berfokus pada diri sendiri dan wajah tampak pucat. - TD: 100/70 Usia lanjut Gangguan fisiologis tubuh
Fase awal benigna prostat hyperplasia
Kontraksi muskulus destrussor tidak adekuat
(lemah)
Operasi (insisi bedah) Benigna prostat hyperplasia pada bagian
supra pubis
Tn. R mengatakan nyeri pada saat berkemih.
mmhg. RR: 28 x/menit HR: 95 x/menit T: 37ºC Skala nyeri: 3 Tn. R tampak gelisah dan menghela napas panjang, TD: 100/70 mmhg, HR: 95 x/menit, RR: 28 x/menit, skala nyeri: 3 Nyeri akut 3. DS: Tn. R mengatakan bahwa dia takut dan khawatir terhadap penyakit yang dideritanya saat ini, Tn. R selalu bertanya soal kondisi penyakitnya. DO: - Klien tampak gelisah - Klien tampak tremor (gugup) dan khawatir. Usia lanjut
Operasi (insisi bedah) Benigna prostat hyperplasia Kurang pengetahuan tentang proses penyakitnya Tn. R mengatakan khawatir dan selalu
bertanya soal penyakitnya
Klien tampak gelisah, tremor dan berkeringat
Ansietas
3) Rumusan Masalah
1. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d anoreksia d/d Tn. R hanya menghabiskan makanannya ¼ porsi aja dan pola makan 2 x/hari, BB: 43 kg, TB: 160 cm, dan IMT: 16,79.
2. Gangguan rasa nyaman: nyeri akut b/d agens – agens cedera fisik d/d sakit di daerah supra pubis, klien tampak gelisah dan meringis. T: 37ºC, RR: 28 x/menit, HR: 95 x/menit, skala nyeri: 3
3. Ansietas b/d kurang pengetahuan tentang proses penyakit d/d klien selalu menanyakan tentang penyakitnya, tampak gelisah dan tremor.
4) Perencanaan
Perencanaan Keperawatan dan Rasional Hari/Tanggal No.
DX
Perencanaan Keperawatan
Selasa, 19 Mei 2015
1. Tujuan dan Kriteria Hasil Tujuan:
- Pemenuhan kebutuhan Nutrisi - Peningkatan berat badan Kriteria hasil:
- Menunjukkan kemajuan mencapai berat badan
- Pernyataan motivasi kuat memenuhi kebutuhan nutrisi Rencana tindakan Rasional
a. Identifikasi faktor pencetus kurang nafsu makan.
b. Ketahui makanan kesukaan pasien.
c. Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
d. Anjurkan klien untuk makan makanan yang hangat – hangat.
e. Berikan PENKES/ ajarkan pasien/keluarga
a. Untuk mengetahui intervensi apa selanjutnya yang akan dilakukan. b. Meningkatkan selera makan sehingga
meningkatkan intake bagi tubuh. c. Memudahkan dalam memenuhi
kebutuhan dan membantu dalam melakukan intervensi selanjutnya. d. Untuk menambah selera makan
tentang makanan yang bergizi (mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak) dan tidak mahal.
f. Ajarkan keluarga klien untuk menawarkan kudapan (minuman dan buah – buahan) kepada klien.
g. Atur posisi semi fowler saat memberikan makanan.
h. Anjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
i. Kaji tanda vital, sensori, bising usus.
pasien.
e. Untuk memudahkan dalam memenuhi kebutuhan nutrisi.
f. Untuk menambah nafsu makan klien dan memudahkan dalam memenuhi kebutuhan gizi klien.
g. Untuk mengurangi regurtasi.
h. Agar nafsu makan Tn. R bertambah. i. Membantu mengkaji keadaan pasien.
Hari/Tanggal No. DX
Perencanaan Keperawatan
Selasa, 19 Mei 2015
2. Tujuan dan Kriteria Hasil
Tujuan: Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan nyeri berkurang. Kriteria hasil:
- Rasa nyaman terpenuhi - Nyeri berkurang
- Mampu beraktivitas, tidur dan istirahat
Rencana Tindakan Rasional a. Mengobservasi, catat lokasi, lamanya
intensitas nyeri (skala 0 – 10) dan penyebarannya. Memperhatikan tanda non – verbal, contohnya memperhatikan tanda – tanda vital, gelisah.
b. Kaji lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi dan tingkat keparahan.
c. Dorong klien menyatakan perasaan tentang nyeri.
d. Perhatikan keluhan peningkatan nyeri dan anjurkan pasien untuk istirahat serta batasi aktivitas klien.
e. Kolaborasikan dengan individu untuk menjelaskan metode – metode apa saja yang dapat digunakan untuk menurunkan rasa nyerinya.
f. Ajarkan menggunakan teknik relaksasi
a. Nyeri merupakan pengalaman subjektif dan harus dijelaskan oleh klien. Identifikasi karakteristik nyeri dan faktor yang berhubungan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk memilih intervensi yang cocok dan untuk mengevaluasi keefektifan dari terapi yang diberikan.
b. Membantu mengatasi nyeri ketika muncul berdasarkan karakteristik, lokasi, durasi dan tingkat keparahannya.
c. Takut/masalah dapat meningkatkan tegangan otot dan menurunkan ambang persepsi nyeri.
d. Membantu menstimulus rasa sakit dan relaksasi.
e. Agar pasien dapat mengetahui dan memilih metode – metode apa saja yang dapat digunakan.
dengan: meningkatkan istirahat, latihan napas dalam
g. Ajarkan klien melakukan distraksi: pengalihan pada hal – hal lain seperti membayangkan hal – hal lain seperti membayangkan hal yang indah, membaca buku, dan mendengarkan musik.
h. Ajarkan pada keluarga tentang tindakan untuk mengurangi rasa nyeri non –
invasif (relaksasi, distraksi, masase).
f. Meningkatkan istirahat memusatkan kembali perhatian dapat meningkatkan koping.
g. Tindakan ini dapat mengurangi/mengalihkan perasaan nyeri yang akan muncul.
h. Agar keluarga dapat melakukan tindakan ini kepada keluarga yang mengalami nyeri jika perawat tidak lagi bersama klien.
Hari/Tanggal No. DX
Perencanaan Keperawatan
Selasa, 19 Mei 2015
3. Tujuan dan Kriteria Hasil
Tujuan: Kecemasan yang dirasakan pasien dapat teratasi Kriteria hasil:
- Pasien menunjukkan rileks dan melaporkan penurunan ansietas sampai tingkat dapat ditangani.
Rencana Tindakan Rasional a. Beri dorongan kepada pasien untuk
mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk mengeksternalisasikan ansietas.
b. Berikan informasi yang akurat dan nyata tentang penyakit yang saat ini diderita oleh klien.
c. Sediakan pengalihan melalui televise, radio, permainan, dan musik.
d. Berikan lingkungan tenang dan istirahat. e. Dorong pasien/orang terdekat untuk
menyatakan perhatian, perilaku perhatian. f. Bantu pasien untuk mengidentifikasikan
perilaku koping yang digunakan pada masa lalu.
a. Membuat hubungan teraupetik. Membantu pasien/orang terdekat dalam mengidentifikasi masalah yang menyebabkan stress.
b. Untuk meminimalkan ansietas yang dirasakan pasien.
c. Untuk menurunkan ansietas dan memperluas kefokusan terhadap pasien.
d. Memindahkan pasien dari faktor stress luar, meningkatkan relaksasi dan distraksi.
e. Pasien merasa stress berkurang, memungkinkan energy untuk
ditujukan pada
penyembuhan/perbaikan.
f. Perilaku yang berhasil dapat dikuatkan pada penerimaan masalah/stress saat ini, meningkatkan rasa control diri pada pasien.
5) Implementasi
Hari/Tanggal No. DX
Implementasi Keperawatan Evaluasi
Rabu, 20 Mei 2015
1. a. Mengidentifikasi faktor pencetus kurang nafsu makan.
b. Mengetahui makanan kesukaan pasien.
c. Menentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. d. Menganjurkan klien untuk makan
makanan yang hangat – hangat. e. Memberikan PENKES kepada
keluarga tentang makanan yang bergizi dan tidak mahal (Nutrisi pada Lansia).
f. Mengajarkan keluarga klien untuk menawarkan kudapan (minuman dan buah – buahan) kepada klien.
S: Klien Mengatakan tidak selera makan. O:
- Makan tidak habis - TD: 100/70 mmhg - HR: 95x/menit - RR: 28 x/menit - T:37ºC
- BB: 43 kg
A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan.
- Pantau Berat badan klien
- Ingatkan Klien makan makanan yang bergizi dan yang hangat. - Kaji TTV klien.
g. mengatur posisi semi fowler saat memberikan makanan.
h. Menganjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
i. mengkaji tanda vital, sensori, bising usus.
pada Lansia kepada klien dan keluarga.
Hari/tanggal No. DX
Implementasi keperawatan Evaluasi
Rabu, 20 Mei 2015
2. a. Melakukan observasi, mencatat lokasi, lamanya intensitasnya nyeri (skala 0 –
10) dan penyebaran. Memperhatikan tanda non – verbal, contohnya memperhatikan tanda – tanda vital, gelisah.
b. Mengkaji lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi dan tingkat keparahan. c. Mendorong klien menyatakan
perasaan tentang nyeri.
S:Klien mengatakan nyeri masih terasa dan mengganggu aktivitasnya.
O:Klien tampak gelisah. TD:100/70 mmhg RR:28x/menit HR: 95 x/menit T:37ºC
Skala nyeri: 3
A:Masalah belum teratasi. P:Intervensi dilanjutkan.
d. Memperhatikan keluhan peningkatan nyeri dan menganjurkan pasien untuk istirahat serta batasi aktivitas klien. e. Mengajarkan teknik relaksasi dengan:
meningkatkan istirahat, latihan napas dalam.
f. Mengajarkan pada keluarga tentang tindakan untuk mengurangi rasa nyeri non – invasif (relaksasi, distraksi).
- Pantau TTV - Kaji skala nyeri
- Ajarkan individu untuk melakukan tindakan mengurangi nyeri secara non –
invasive (relaksasi & distraksi).
Hari/Tanggal No. DX
Implementasi keperawatan Evaluasi
Rabu, 20 Mei 2015
3. a. Memberikan dorongan kepada pasien untuk mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk mengeksternalisasikan ansietas.
b. Memberikan informasi yang akurat dan nyata tentang penyakit yang saat ini diderita oleh klien.
c. Menyediakan pengalihan melalui televise, radio, permainan, dan musik. d. Menanyakan acara televise, radio,
S:
- Klien mengatakan dia khawatir.
- Klien mengatakan bahwa ia merasa takut dengan penyakit yang dialaminya saat ini. O:
- Klien tampak gelisah, tremor (gugup). - TD:100/70 mmhg
- RR:28 x/menit - HR:95 x/menit - T:37ºC
musik dan permainan apa yang disukai oleh klien.
e. Memberikan lingkungan tenang dan istirahat.
f. Memberikan motivasi kepada klien agar lebih semangat.
A:Masalah belum teratasi P:Intervensi dilanjutkan
- Berikan PENKES kepada klien dan keluarga tentang Benigna Prostat Hiperplasia yang dialami oleh Tn. R.
- Biarkan klien menonton/mendengarkan musik yang disukainya untuk mengalihkan kekhwatirannya.
- Anjurkan klien untuk istirahat yang cukup dengan lingkungan yang tenang.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Perubahan fisik dan penurunan fungsi organ tubuh akan mempengaruhi konsumsi dan penyerapan zat gizi besi. Defisiensi zat gizi termaksud zat besi pada lansia, mempunyai dampak terhadap penurunan kemampuan fisik dan menurunkan kekebalan tubuh. Faktor – faktor yang menyebabkan kurangnya gizi pada lansia adalah keterbatasan ekonomi keluarga, penyakit-penyakit kronis, pengaruh psikologis, hilangnya gigi, adanya gigi palsu, kesalahan dalam pola makan, kurangnya pengetahuan tentang gizi dan cara pengelolahannya.
Proses pengkajian yang penulis lakukan yaitu melalui wawancara kepada klien dan kelurga klien, juga dengan pemeriksaan fisik langsung kepada klien, sehingga dapat diperoleh data yang sesuai dengan keadaan klien dan dapat mempermudah dalam merencanakan tindakan keperawatan. Dalam melakukan tindakan keperawatan kepada klien, penulis menggunakan komunikasi teraupetik agar tercapai hubungan yang baik terhadap klien.
Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 18 Mei 2015 di Kelurahan Harjosari II Medan Amplas, ditemukan seorang lansia bernama Tn. R berumur 71 tahun yang tinggal di Jl. Bajak II Kelurahan Harjosari II Medan Amplas. Tn. R mengatakan bahwa ia kurang nafsu makan dengan pola makan tidak teratur setiap harinya dengan porsi makanan tidak habis, ¼ porsi saja. Dari hasil analisa data
yang didapat, ditemukan prioritas masalah keperawatan yaitu: “Ketidakseimbangan
nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b/d Tn. R hanya menghabiskan makanannya ¼ porsi aja dan pola makan tidak teratur setiap harinya, BB: 43 kg dan IMT: 16,79. Intervensi yang dapat dilakukan adalah:
j. Identifikasi faktor pencetus kurang nafsu makan. k. Ketahui makanan kesukaan pasien.
l. Tentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. m. Anjurkan klien untuk makan makanan yang hangat – hangat.
n. Berikan PENKES/ ajarkan pasien/keluarga tentang makanan yang bergizi (mengandung karbohidrat, protein, vitamin, mineral, dan lemak) dan tidak mahal.
o. Ajarkan keluarga klien untuk menawarkan kudapan (minuman dan buah –
buahan) kepada klien.
p. Atur posisi semi fowler saat memberikan makanan.
q. Anjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
r. Kaji tanda vital, sensori, bising usus.
Implementasi yang telah dilakukan kepada klien adalah sesuai dengan Intervensi yang telah dibuat salah satu contohnya adalah: memberikan PENKES/ mengajarkan klien/ keluarga tentang makanan yang bergizi. Dari hasil Implementasi yang dilakukan didapat evaluasi bahwa masalah Tn. R belum teratasi.
B. Saran
1. Bagi Mahasiswa
Agar mampu memahami tentang bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh sehingga dapat meningkatkan kesehatan pasien yang ada di masyarakat. 2. Bagi Pelayanan Kesehatan
Diharapkan perawat lebih optimal dalam memberikan pelayanan terhadap kebutuhan dasar nutrisi sehingga dapat mencegah masalah kebutuhan dasar nutrisi yang lebih buruk. Diperlukan dokumentasi intervensi dan implementasi.
3. Bagi Institusi Pendidikan
Diharapkan bagi staf pengajar dapat meningkatkan pengayaan, penerapan, dan pengajaran asuhan keperawatan kepada mahasiswa, meningkatkan ilmu pengetahuan dan memberikan keterampilan yang lebih kepada mahasiswa dan menambah referensi tentang pemahaman kebutuhan dasar nutrisi, serta pada mahasiswa dapat memahami kesenjangan antara teori dan aplikasi asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan kebutuhan dasar nutrisi.
DAFTAR PUSTAKA
Asmadi. (2008). Teknik prosedural keperawatan konsep dan aplikasi kebutuhan
dasar klien. Jakarta: Salemba Medika.
Harnawatiaj. (2008, 07 Februari). Askep Hipertrofi Prostat. Diperoleh 19 Mei 2015, dari http:/Harnawatiaj.wordpress.com/Askep-hipertrofi-prostat/
Hidayat, A.A. (2009). Pengantar kebutuhan dasar manusia 2. Jakarta: Salemba Medika.
Mubarak, W.I & Chayatin, N. (2007). Bukuajar kebutuhan dasar manusia. Jakarta: EGC.
Potter & Perry. (2006). Fundamental keperawatan. Edisi 4 volume 1. Jakarta: EGC. Potter & Perry. (2005). Fundamental keperawatan. Edisi 4 volume 2. Jakarta: EGC. Smeltzer dan Bare. (2001). Keperawatan medikal bedah. Edisi 8 volume 3. Jakarta:
EGC.
Tarwoto dan Wartonah. (2006). Kebutuhan dasar manusia dan proses keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Wilkinson, J.M. (2006). Buku saku diagnosis keperawatan. Edisi 7. Jakarta: EGC. Wahyunita & Fitriah. (2010). Memahami Kebutuhan pada Lansia. Jakarta: Trans Info
Lampiran Masalah Prioritas
Hari/ Tanggal
No. DX
Pukul Implementasi Keperawatan Evaluasi
Rabu, 20 Mei 2015 1. 08.00 08.10 08.20 08.35 09.20 09.35 10.10 10.30
a. Mengidentifikasi faktor pencetus kurang nafsu makan.
b. Mengetahui makanan kesukaan pasien.
c. Menentukan kemampuan pasien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. d. Menganjurkan klien untuk makan
makanan yang hangat – hangat. e. Mengajarkan keluarga klien untuk
menawarkan kudapan (minuman dan buah – buahan) kepada klien. f. mengatur posisi semi fowler saat
memberikan makanan.
g. Menganjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
h. Mengkaji tanda vital, sensori, bising
S: Klien Mengatakan tidak selera makan dan merasakan sedikit nyeri saat berkemih.
O:
- Makan tidak habis - TD: 100/70 mmhg - HR: 95x/menit - RR: 28 x/menit - T:37ºC
- BB: 43 kg
A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan.
- Pantau Berat badan klien. - Ingatkan Klien makan makanan
yang bergizi dan yang hangat. - Berikan PENKES tentang
usus. klien dan keluarga. 2. 10.45 10.50 11.00 11.10 11.25 11.45
a. Melakukan observasi, mencatat lokasi, lamanya intensitasnya nyeri (skala 0 –
10) dan penyebaran. Memperhatikan tanda non – verbal, contohnya memperhatikan tanda – tanda vital, gelisah.
b. Mengkaji lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi dan tingkat keparahan.
c. Mendorong klien menyatakan perasaan tentang nyeri.
d. Memperhatikan keluhan peningkatan nyeri dan menganjurkan pasien untuk istirahat serta batasi aktivitas klien. e. Mengajarkan teknik relaksasi dengan:
meningkatkan istirahat, latihan napas dalam.
f. Mengajarkan pada klien & keluarga tentang tindakan untuk mengurangi rasa nyeri non – invasif (relaksasi, distraksi).
S:Klien mengatakan nyeri masih terasa dan mengganggu aktivitasnya.
O:Klien tampak gelisah. TD:100/70 mmhg RR:28x/menit HR: 95 x/menit T:37ºC
Skala nyeri: 3
A:Masalah belum teratasi. P:Intervensi dilanjutkan.
- Pantau TTV - Kaji skala nyeri
- Ajarkan individu untuk melakukan tindakan mengurangi nyeri secara non –
3. 12.00
12.15
12.30
12.45 14.30
a. Memberikan dorongan kepada pasien untuk mengungkapkan secara verbal pikiran dan perasaan untuk mengeksternalisasikan ansietas.
b. Menyediakan pengalihan melalui televise, radio, permainan, dan musik. c. Menanyakan acara televise, radio,
musik dan permainan apa yang disukai oleh klien.
d. Memberikan motivasi kepada klien agar lebih semangat.
e. Memberikan lingkungan tenang dan istirahat.
S:
- Klien mengatakan dia khawatir.
- Klien mengatakan bahwa ia merasa takut dengan penyakit yang dialaminya saat ini.
O:
- Klien tampak gelisah, tremor (gugup). - TD:100/70 mmhg
- RR:28 x/menit - HR:98 x/menit - T:37ºC
A:Masalah belum teratasi P:Intervensi dilanjutkan
- Berikan PENKES kepada klien dan keluarga tentang Benigna Prostat Hiperplasia yang dialami oleh Tn. R.
- Biarkan klien menonton/mendengarkan musik yang disukainya untuk mengalihkan kekhwatirannya.
cukup dengan lingkungan yang tenang. Kamis, 21 Mei 2015 1. 08.00 08.10 08.20
a. Memantau Berat badan klien.
b. Mengingatkan Klien makan makanan yang bergizi dan yang hangat.
c. Memberikan PENKES kepada klien dan keluarga.
S: Klien mengatakan kurang selera makan. O:
- Makan tidak habis, dan tampak lemas. - TD: 110/80 mmhg
- HR: 85x/menit - RR: 24 x/menit - T:37ºC
- BB: 43 kg
A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan
- Ajarkan keluarga klien untuk menawarkan kudapan (minuman dan buah – buahan) kepada klien.
- Atur posisi semi fowler saat memberikan makanan.
- Anjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
2. 09.05 09.20 09.30 10.00 10.15 10.30 10.40 10.50
a. Melakukan observasi, mencatat lokasi, lamanya intensitasnya nyeri (skala 0 –
10) dan penyebaran. Memperhatikan tanda non – verbal, contohnya memperhatikan tanda – tanda vital, gelisah.
b. Mengkaji lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi dan tingkat keparahan.
c. Mendorong klien menyatakan perasaan tentang nyeri.
d. Memperhatikan keluhan peningkatan nyeri dan menganjurkan pasien untuk istirahat serta batasi aktivitas klien.
e. Mengkolaborasikan dengan individu untuk menjelaskan metode – metode apa saja yang dapat digunakan untuk menurunkan rasa nyerinya.
f. Mengajarkan teknik relaksasi dengan: meningkatkan istirahat, latihan napas dalam.
S:Klien mengatakan nyeri masih terasa dan mengganggu aktifitasnya.
O:Klien tampak gelisah. TD:110/80 mmhg RR:24x/menit HR:85x/menit T:37ºC
Skala nyeri: 3
A:Masalah belum teratasi. P:Intervensi dilanjutkan.
- Pantau TTV - Kaji skala nyeri
- Ajarkan individu untuk melakukan tindakan mengurangi nyeri secara non –
g. Mengajarkan klien melakukan distraksi: pengalihan pada hal – hal lain seperti membayangkan hal – hal lain seperti membayangkan hal yang indah, membaca buku, dan mendengarkan musik.
h. Mengajarkan pada keluarga tentang tindakan untuk mengurangi rasa nyeri non – invasif (relaksasi, distraksi, masase).
3. 11.00
11.25
13.30
a. Memberikan PENKES kepada klien dan keluarga tentang Benigna Prostat Hiperplasia yang dialami oleh Tn. R. b. Membiarkan klien
menonton/mendengarkan music yang disukainya untuk mengalihkan kekhwatirannya.
c. Menganjurkan klien untuk istirahat yang cukup dengan lingkungan yang tenang.
S:
- Klien mengatakan dia mengerti dengan informasi yang disampaikan perawat mengenai penyakitnya.
- Klien mengatakan bahwa ia tidak merasa takut lagi dengan penyakit yang dialaminya saat ini.
O:
- Klien tampak tidak gelisah lagi, tidak tampak tremor (gugup).
- RR:24 x/menit - HR:85 x/menit - T:37ºC
A:Masalah teratasi sebagian. P:Intervensi dilanjutkan
- Anjurkan klien untuk istirahat yang cukup dengan lingkungan yang tenang. Jumat, 22 Mei
2015
1. 08.00
08.30
09.00
a. Mengajarkan keluarga klien untuk menawarkan kudapan (minuman dan buah – buahan) kepada klien.
b. Mengatur posisi semi fowler saat memberikan makanan.
c. Menganjurkan keluarga pasien untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk makan.
S: Klien mengatakan selera makan meningkat. O:
- Makan habis ½ piring - TD: 110/70 mmhg - HR: 85x/menit - RR: 28 x/menit - T:37ºC
- BB: 43 kg
A: Masalah teratasi sebagian. P: Intervensi dihentikan. 2. 09.15
09.30 10.30
a. Memantau TTV. b. Mangkaji skala nyeri.
c. Mengajarkan individu untuk melakukan tindakan mengurangi nyeri secara non –
S: klien mengatakan rasa nyeri sudah berkurang. O:
- Skala nyeri: 2 - TD: 110/70 mmhg
invasif. - HR: 85x/menit - RR: 28x/menit - T: 37ºC
A: Masalah teratasi sebagian P: Intervensi dihentikan.
3. 11.00 a. Menganjurkan klien untuk istirahat yang cukup dengan lingkungan yang tenang.
S: Klien mengatakan tidak terlalu khawatir lagi dengan penyakitya. O: - TD: 100/70 mmhg - HR: 85x/menit - RR: 28x/menit - T: 37ºC
A: Masalah teratasi sebagian. P: Intervensi dihentikan.