BAB V . ANALISA DATA
5.2 Analisa Data Peneliti
Tabel 5.8
No. Jenis Usaha Jumlah Persentase(%) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dagang Setiker Siomay Kolak Durian Es Tebu Es Kelapa Mantel Hujan 11 18 21 2 8 1 18.03 29.50 34.42 3.27 13.11 1.63 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.8 tentang jenis usaha responden bahwa 11 orang
(18,3%) berjualan stiker , 18 orang (29,50%) berjualan siomay , 21 orang (
34,42%) berjualan kolak durian , 2 orang (3,27%) berjualan es tebu , 8 orang
(13,11 % ) berjualan es kelapa ,dan 1 orang (1,63%) berjualan mantel hujan . Dari
table diatas dapat disimpulkan bahwa pedagang kolak durian yang lebih dominan
dari pedagang-pedagang lainnya. Hal ini dikarenakan kawasan Jl.Dr.Mansur
Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru terkenal dengan es kolak
Durianya , sehingga di sepanjang Jl.Dr.Mansur lebih dominan penjual kolak
durian .
Berdsarakan dari hasil observasi dilapangan peneliti melihat kunjungan
yang lebih banyak memang kepada penjual kolak durian , memang kolak durian di
rasanya begitu enak . sehingga para pengujung lebih dominan memilih kolak
durian tersebut .
Tabel 5.9
Distribusi Responden Berdasarkan Modal untuk Berdagang
No. Modal Jumlah Persentase(%)
1.
2.
Modal Sendiri
Modal dari Keluarga
43 18 70.50 29.50 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.9 tentang sumber modal responden menujukan
bahwa 43 orang (70.50%) menjawab modal sendiri , dan 18 orang (29,50%)
menjawab modal dari keluaraga . Modal merupakan suatu hal yang penting yang
harus dimiliki oleh pedagang , tetapi ketika dilapangan masi ada pedagang yang
tidak memiliki modal sendiri , tetapi mereka di beri modal oleh keluarganya .
kerena diantara pedagang sebagian anak-anak muda banyak yang ikut berjualan di
JL.Dr.Mansur Kelurahan Padang Bulan . Karena mereka ingin meringankan
beban ekonomi keluarga dengn membantu mereka ikut serta dengn berjualan.
Tabel 5.10
Distribusi Responden Berdasarkan Lamanya Berjualan di Jl.Dr.Mansur Medan
1. 2. 3. 2-3 Tahun 4-5 Tahun Diatas 5 Tahun 18 20 23 29,50 32,80 37,70 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data yang disajikan pada table 5.10 menunjukan bahwa ada 18
orang (29,50%) menjawab lama berjulan sekita 2-3 tahun , 20 orang (32,80%)
menjawab lama berjualan sekitar 4-5 tahun dan 23 orang ( 37,70%) menjawab
lama berjualan sekitar diatas 5 tahun . Dari hasil wawancara dilapangan bahwa
responden sudah lama menggeluti pekerjaan sebagai pedagang dan sampai
sekarang ini , karena menurut responden berdagang hal yang sangat mereka
nikmati dan menjadi hal yang mudah dilakoni , ini dilhat dari cari pedagang
memberikan pelayanan yg ramah dan sopan kepada para pembeli .
Tabel 5.11
Distribusi Berdasarkan Modal yang Diperlukan
No. Modal Yang Diperlukan Jumlah Persentase(%)
1. 2. < Rp.1.000.000 Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 16 45 26.23 73.77
Jumlah 61 100
Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada tabel 5.10 tentang modal yang diperlukan menunjukan
bahwa 16 orang (26,23%) menjawab <Rp.1.000.000 , dan 45 orang (73,77%)
menjawab Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 .Dari hasil observasi modal responden
bervariasi tergantung jenis dagangan dan banyaknya bahan yang di beli responden
untuk didagankan . Penggunaan yang minim kebanyakan yang berjualan es tebu,
es kelapa , stiker , sedangkan responden yang berjulan es kolak durian dan siomay
yang menggunakan modal yang cukup besar yaitu Rp.1.000.000 – Rp.2000.000 .
Tabel 5.12
Distribusi Responden Berdasarkan Pekerjaan Utama / Tidak
No. Pekerjaan Utama/Tidak Jumlah Persentase(%)
1. 2. Ya Tidak 51 10 83.60 16.40 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.12 tentang pekerjaan utama atau tidak responden
menjawab 51 orang (83.60%) menjawab berdagang iyalah pekerjaan utama
mereka dan 10 orang (16,40%) menjawab pekerjaan berdagang iyalah
sampingan mereka. Berdasarkan diatas dapat dikatakan bahwa pekerjaan
berdagang iyalah pekerjaan utama mereka dikarenakan pekerjaan berdagang
sangat memuaskan dan sangat membantu untuk kehidupan ekonomin mereka .
dan mereka yang menjadikan pekerjaan berdagang sebagai pekerjaan sampingan
dikarenakan mereka sudah memilili pekerjaan sebagai buruh pabrik.
Tabel 5.13
Distribusi Responden Berdasarkan Jam Mulai Berjualan
No. Jam Mulai Berjualan Jumlah Persentase(%)
1. 2. 3. 4. Jam 9 Jam 10 Jam 11 Jam 5 11 23 26 1 18.04 37.70 42.62 1.64 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.13 tentang jam mulai berjualan responden
menjawab 11 orang ( 18,40%) pedagang mulai berjulan jam 9 , 23 orang (37,70%)
pedagang mulai berjualan jam 10, 26 orang (42,62%) pedagang berjualan jam 11
,dan 1 orang (1,64%) pedagang berjualan jam 5 sore. Berdasarkan 5.13 dapat
dikatakan bahwa pedagang mulai berjualan sekitar jam 10 dan jam 11 .
dikarenakan jam 10 dan jam 11 waktu yang tepat untuk mereka mempersiapkan
dagangan mereka dari menyusun kursi-kursi samapi membereskan lapak
dagangan mereka supaya kelihatan nyaman bersih dan rapi , agar pengunjung
dapat merasakan suasana yang nyaman .
Tabel 5.14
Distribusi Responden Berdasarkan Alasan yang Mendorong Berjualan
No. Alasan Berjualan Jumlah Persentase(%)
1.
2.
Alasan Keuangan
Karena Pekerjaan tersebut Memuaskan
dan Menarik 55 6 90.16 9.84 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Berdasarkan data pada table 5.14 tentang alasan responden berjualan
orang (9,84%) menjawab karena pekerjaan tersebut memuaskan dan menarik.
Berdasarkan hasil Observasi dilapangan dapat dikatakan bahwa yang menjadi
motivasi responden berjualan adalah alasan keuangan . Dikarenakan berjualan
sangat menguntukan dengan modal yg relative kecil dapat menuai keuntungan
yang cukup besar . Sedangkan yang menjawab pekerjaan tersebut memuaskan dan
menarik , sebabpekerjaan tersebut tidak memerlukan kealian khusus , tetapi
mereka juga tidak menampik kalau keuangan turut menyadari alasan mereka
berjualan , sebab dari hasil berjualan tersebut sangat membantu perekonomian
keluarga mereka.
Tabel 5.15
Distribusi Responden Berdasarkan Penghasilan Selama Satu Bulan
No. Penghasilan Jumlah Persentase(%)
1. 2. Rp.1.000.000-Rp.2.000.000 Rp.2.000.000-Rp.3.000.000 >Rp.5.000.000 1 11 49 1,64 18,04 80,32 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data padresponden table 5.15 tentang penghasilan responden
selama sebulan menunjukan bahwa 1 orang (1,64%) menjawab berpengasilan
Rp.1.000.000-Rp.2000.000 , sementara 11 orang (18,04%) menjawab
berpengasilan >Rp.5.000.000. Berdasarkan sebaran data yang disajikan pada table
diatas di ketahui responden berpengasilan di atas >Rp.5.000.000 Kendatipun
mereka tidak bersekolah tinggi , tetapi mereka bisa berusaha memperoleh
pengasilan yang lumayan untuk mencukupi kebutuhan perekonomian keluarga
,sebab pekerjaan sebagai pedagang tersebut tidak memerlukan pendidikan tinggi
maupun tidak memerlukan keterampilan dan wawasan .
5.21 Distribusi Responden Berdasarkan Status Berdagang di Jl.Dr.Mansur Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan.
Berdasarkan Observasi yang dilakukan peneliti 61 orang (100%)
mengatakan bahwa setatus berjualan mereka di JL.Dr.Mansur Kelurahan Padang
Bulan Kecamatan Medan Baru masi ilegal atau tidak berijin , dikarenakan adanya
peraturan daerah tentang larangan berjualan di atas trotoar pejalan kaki dan juga
diatas parit . sehingga seringnya adanya penggusuran oleh pihak-pihak terkait .
Maraknya pedagang kaki lima yang berjualan di jalan dan trotoar memang
meresahkan para pejalan kaki dan pengguna jalan yang merasa hak mereka
tergerus oleh ulah para pedagang liar (pedagang tanpa ijin berjualan di suatu
lokasi).Hal ini menimbulkan pertanyaan adakah peraturan yang mengenai
pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar dan jalan-jalan?
Praturan yang mengatur mengenai pedagang kaki lima secara khusus,
diatur dalam undang-undang. Dalam UU tersebut jelas diatur bahwa
penyalahgunaan fungsi trotoar dan jalan merupakan pelanggaran hukum.Dalam
UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) Pasal
275 ayat (1) jo pasal 28 ayat (2).Setiap orang yang mengakibatkan gangguan pada
fungsi rambu lalu lintas, marka jalan, alat pemberi isyarat lalu lintas fasilitas
pejalan kaki, dan alat pengaman pengguna jalan. Pelanggar aturan tersebut dikenai
denda Rp 250.000.
Sedangkan fungsi trotoar diatur dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun
2009, yang melarang penggunaan badan jalan dan trotoar sebagai tempat parkir
dan usaha dalam bentuk apapun. Larangan itu juga diatur dalam Undang-undang
Nomor 38 Tahun 2004 serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang
Jalan. Dalam beleid itu terdapat ketentuan pidana yang sangat tegas, 18 bulan penjara atau denda Rp. 1,5 miliar bagi setiap orang yang sengaja melakukan
kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan dan trotoar.
5.2.2 Distibusi Responden Berdasarkan Permasalahan yang Timbul Saat Berdagang .
Mengenahi permasalahan yang timbul saat berdagang , menurut observasi
yang dilakukan peneliti, 61 orang (100%) pedagang menjawab permaslahan yang
sering kali timbul iyalah penggusuran oleh pihak-pihak terkait . Semua itu
dikarenakan pedagang telah melanggar peraturan pemerintah yang tercantum di
disepanjang jalan yang ada di Kota Medan . Dan para pedagang tidak memiliki
ijin resmi dari pihak setempat.
Tabel 5.16
Distribusi Responden Berdasarkan Ketika Adanya Penggusuran oleh Pihak Terkait
No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase(%)
1.
2.
3.
Tidak Berjualan
Berjualan Tapi Sembunyi-sembunyi
Berjualan di tempat lain
5 43 13 8,19 70,50 21,31 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Berdasarkan data pada table 5.16 tentang apa yang dilakukan pedagang
saat adanya penggusuran oleh pihak terkait , 5 orang (8,19%) menjawab tidak
berjualan , 43 orang (70,50%) menjawab tetap berjualan tapi sembunyi-sembunyi
dan 13 orang (21,31%) berjualan di tempat lain . Berdasarkan wawancara yang
dilakukan kepada pedagang bagaimana antisipasi mereka bila adanya
sembunyi-sembunyi ataupun mencari tempat-tempat lain yang mereka anggap cukup aman
untuk berjualan .
5.2.3 Distribusi Responden Berdasarkan Solusi yang di Berikan oleh Pihak Setempat Bila Adanya Penggusuran
Dari hasil wawancara kepada responden 61 orang (100%) belum adanya
solusi yang diberikan oleh pihak pemerintahan setempat, mereka hanya
menyarankan bila adanya penggusuran , mereka hanya memerintahkan tidak
berjualan sampai keadaan aman , penggusuran itu terjadi bila adanya Walikota
ataupun pejabat-pejabat besar yang ingin melakukan kunjungan ke Universitas
Sumatera Utara .
5.2.4 Distribusi Responden Berdasarkan Adanya Pungutan Liar Setiap Harinya
Dari hasil wawancara kepada reponden 61 orang (100) mereka menjawab
setiap harinya ada pengutipan-pengutipan liar tersebut , yang beralaskan guna
untuk uang kebersihan dan sewa tempat , tetapi dengan mereka membayar
Tabel 5.17
Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Pungutan yang di Kutip Setiap Harinya
No. Pungutan Jumlah Persentase(%)
1. 2. Rp.5.000 Rp.10.000 22 39 36.07 63.93 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Berdasarkan sebaran data pada table 5.17 tentang Jumlah pungutan yang
dikutip setiap harinya 22 orang (36,07%) menjawab di kutip Rp.5.000 dan 39
orang (63,93%) menjawab 10.000.Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan
peneliti tentang pengutipan – pengutipan yang dilakukan oleh pemerintah terkait
mereka meminta retribusi Rp.5.000 untuk para pedagang stiker, mantel, es tebu,
es kelapa sedangkan Rp.10.000 untuk pedagang es kolak durian dan siomay
.Kendati demikian mereka tidak merasa keberatan dengan adanya pengutipan
tersebut , semua itu mereka lakukan karena mereka anggap itu pantas untuk alasan
dana kebersihan ataupun sewa lapak/ tempat sekaligus . mereka anggap itu ud
pantas dan murah sehingga mereka sanggup memberikan retribusi sebesar
5.2.5 Distribusi Responden Berdasarkan Pihak Yang Melakukan Pungutan Tersebut.
Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti bahwa 61 orang (100%)
responden mengatakan pihak yang melakukan pemungutan tersebut iyalah Kepala
Lingkungan Kelurahan Padang Bulan Kecamatan Medan Baru Kota Medan ,
Kepala Lingkunganlah yang menagtur para pedagang di Jl.Dr.Mansur Kelurahan
Padang Bulan , bila adanya penggusuran ataupun penertiban oleh pihak terkait
kepling bekerja sama untuk mengamankan para pedagang memberitahu pedagang
agak tidak berjualan untu sementara waktu.
Tabel 5.18
Distribusi Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Tempat Tinggal
No. Status Kepemilikan Rumah Jumlah Persentase(%)
1.
2.
3.
Milik Sendiri
Milik Orang Tua
Menyewa/Kontrakan 33 16 12 54.10 26.23 19.67 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Kesejahteraan responden juga dapat dilihat dari setatus rumah yang
ditempati responden .Dari sebaran data table 5.18 menunjukan bahwa 33 orang
(54,10%) status rumah yang dimiliki sekarang sudah milik sendiri , sementara 16
sama orang tua dan 12 orang ( 19, 67%) menjawab status kepemilikan rumah
sekarang masi mengontrak/sewa.
Rumah merupakan suatu kebutuhan perimer yang sebenarnya harus
dimiliki oleh setiap keluarga , namun dari data diatas masih ada yang belum
memiliki rumah sendiri atau masih ada yang menyewa . Berdasarkan wawancara
peneliti kepada salah satu responden bahwa bila mereka punya penghasilan lebih
mereka akan menyisikan penghasilan untuk membeli rumah .
Tabel 5.19
Distribusi Responden Berdasarkan Bentuk Rumah
No. Bentuk Rumah Jumlah Persentase(%)
1. 2. Permanen Sederhana 39 22 63.94 36.06 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Rumah memang peranan penting dalam kehidupan manusia terlebih dalam
satu keluarga . Dari sebaran data pada table 5.19 tentang bentuk rumah yang di
tempati responden menunjukan bahwa 39 orang ( 63,94%) menempati rumah
dengan kondi permanen , sementara 22 orang (36,06%) mnenmpati rumah
dengan kondisi masi sederhana .
Berdasarkan table 5.19 dapat dikatakan bahwa keadaan rumah responden
sudah cukup baik atau baik dari ukuran keberadaan kondisi rumah .Bilai dikaitkan
mendukung kesehatan penghuninya , dan rumah responden menjadi rumah yang
layak ditempati oleh anggota keluarga.
Tabel 5.20
Distribusi responden Berdasarkan Atap Rumah
No. Atap Rumah Jumlah Persentase(%)
1. 2. Genteng Seng 10 51 16.40 83.60 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.20 tentang kondisi atap rumah responden
menunjukan bahwa 10 orang (16,40%) menjawab atap rumah terbuat dari genteng
dan mayoritas 51 orang ( 83,60%) menjawab atap rumah tebuat dari seng . Dari
kedua jawaban tersebut dapat disimpulkan bahwa anggota keluarga responden
dapat terlindungi dari sinar matahari dan hujan .
Dalam membangun rumah , salah satu bagian yang tak kalah pentingnya
adalah atap rumah .Karena fungsi utama atap rumah adalah memberikan
perlindungan bagi penghuninya , terutama dari panas matahari dan hujan . Agar
rumah yang ditempati menjadi nyaman sebagai tempat tinggal.
Tabel 2.21
No. Lantai Rumah Jumlah Persentase(%) 1. 2. Keramik Semen 39 22 63.94 36.06 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.21 tentang lantai rumah responden menunjukan
bahwa 39 orang (63,94%) menjawab bahwa lantai rumah yang ditempati sekarang
sudah keramik dan sisanya sebanyak 22 orang (36,06%) menjawab lantai rumah
yang ditempati sekarang masih lantai semen .
Berdasarkan table diatas dapat dikatakan bahwa keadaan lantai rumah
responden sudah memadai atau baik .Kondisi lantai rumah merupakan hal yang
harus diperhatikan , karena kalau lantai rumah masih tanah akan menimbulkan
penyakit apalagi bila rumah tersebut dihuni oleh anak-anak , sebab anak-anak
rentan dan mudah terkontaminasi dengan bakteri , kemudian yang harus
diperhatikan bahwa lantai bangunan rumah harus sesuai dengan jumlah
penghuninya.
Tabel 5.22
Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Air di Rumah
No. Sumber Air Jumlah Persentase(%)
1. 2. PAM Air Sumur 38 23 63.30 37.70
Jumlah 61 100
Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.22 tentang sumber air dirumah responden
menunjukan bahwa 38 orang (63,30%) menjawab sumber air dari PAM sisanya
sebanyak 23 orang ( 37,70) menjawab sumber air dari air sumur .Air bersih adalah
salah satu kebutuhan manusia yang paling penting , dan manusia tidak bisa hidup
tanpa air .Air dimanfaatkan manusia untuk dikonsumsi atau dalam melakukan
aktivitas sehari-hari dan untuk memenuhi kebutuhan mandi , masak , minum dan
lain-lainya .
Dari data tersebut responden sudah memiliki sumber air yang bersih yang
digunakan untuk keperluan sehari-hari, karena bila air tidak didapat dengan baik
bisa mengakibatkan penyakit diare dan cacingan .Hal ini diketahui dari seluruh
responden 63,60% yang menggunakan sumber air PAM.
5.2.6 Distribusi Responden Berdasarkan untuk Mendapatkan Penerangan
Sedangkan masalah penarangan yang ada dirimah responden , dari hasil
angket yang disebarkan kepada responden menunjukan bahwa 61 orang (100%)
mendapatkan penerangan dari lampu listrik .ini berati bahwa masalah penerangan
dirumah mereka tidak menjadi persoalan /masalah yang penting lagi bagi
responden .Dikarenakan pada jaman sekarang ini semua wilaya di Kota Medan
sudah memiliki penerangan dari lampu listrik .
Tabel 5.23
No. Frekuensi Makanan dalam Sehari Jumlah Persentase(%)
1. 2. 2 Kali 3 Kali 5 56 8,20 91.80 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Bila makanan yang dionsumsi seseorang tidak mengandung unsure gizi
yang dibutuhkan tubuh . Makah al ini bisa menimbulkan efek-efek negative
apalagi bgi anak dimasa pertumbuhan dan makanan penting untuk memenuhu
jaringan tubuh, menjaga stamina tubuh dan sebagai energy dalam melakukan
aktivitas sehari-hari . Dari sebaran data pada table 5.23 tentang frekuensi makanan
dalam sehari menunjikan bahwa 5 orang (8,20%) menjawab sehari 2 kali dan 56
orang (91,80%) menjawab sehari 3 kali .
Pada umumnya masyarakat Indonesia makan 3x1 hari , yaitu pagi ,siang
dan malam .Tetapi ada beberapa responden yang menjawab 2 kali sehari , mereka
menjawab semua itu di karenakan kebiasaanya tidak pernah sarapan di pagi hari,
Jadi oleh karena itu mereka hanya makan di siang hari dan malam hari .
Tabel 5.24
Distribusi Responden Berdsarkan Makanan Sesuai 4 Sehat 5 Sempurna
1. 2. Selalu Tidak Menentu 45 16 73.78 26,22 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.24 tentang makanan yang dikonsumsi sesuai
dengan 4 sehat 5 sempurna menunjukan bahwa 45 orang (73,78%) menjawab
bahwa yang dimakan sudah sesuai dengan 4 sehat 5 sempurna , sementara 16
orang (26,22%) menjawab bahwa yang dimakan kadang-kadang saja yang
dimakan sesuai 4 sehat 5 sempurna .
Dari hasil wawancara dilapangan bawasanya sudah cukup baik makanan
yang dikonsumsi oleh para pedagang dan keluarganya , tetapi ada beberapa
responden yang belum memenuhi makanan 4 sehat 5 sempurna , masih ada
beberapa responden yang belum mengerti tentang pentingnya makanan 4 sehat 5
sempurna . Untuk mencapai sehat diperlukan makanan yang mencukupi gizi
seimbang , zat makanan yang harus dikonsumsi pada tubuh manusia adalah 4
sehat 5 sempurna yang ddimana terdiri dari protein , kabohidrat , lemak , vitamin
dan mineral . Dan manusia harus mengkonsumsi makanan yang benar-benar
berfungsi bagi tubuh dengan makanan yang tercukupi atau seimbang dengan
aktivitas kita . Asupan gizi harus seimbang dengan energy yang kita keluarkan .
Tabel 5.25
No. Pembelian Pakaian Baru Jumlah Persentase(%) 1. 2. 3. Setahun Sekali Setahun 2 Kali
Lebih dari 2 Kali Setahun
14 24 23 22.95 39.35 37.70 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Pakaian adalah bahan yang wajib dipakai atau dikenakan oleh manusia .
Dalam kehidupan , manusia memerlukan pakaian untuk menutupi auratnya dan
melindungi tubuhnya dari sinar matahari . Dari sebaran table 5.25 tentang
frekuensi menunjukan bahwa 14 orang (22,95%) menjawab bahwa setahun sekali
hanya sekali membeli pakaian baru , sementara 24 orang (39,35%) menjawab
bahwa dalam setahun 2 kali membeli pakaian baru dan 23 orang ( 37,70%)
menjawab bahwa setahun lebih dari 2 kali setahun membeli pakaian baru.
Dari hasil wawancara kepada salah satu responden bahwa keluarga kami
memebeli pakaian baru hanya untuk keperluan saja dan responden tidak
mementingkan soal pakaian baru , kecuali hari-hari perayaan agama atau kenaikan
kelas bagi anak sekolah.
Tabel 5.26
Distribusi Berdasarkan Tempat Membeli Pakaian Baru No. Tempat Membeli Pakaian Jumlah Persentase(%)
2. Pajak Tradisional 45 73.77
Jumlah 61 100
Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.26 tentang tempat responden membeli bju baru
menunjukan 16 orang ( 26.23%) menjawab bahwa membeli baju baru di Plaza,
dan 45 orang (73,77%) menjawab bahwa memebeli baju baru di Pajak Tradisional
. Dari hasil wawancara kepada salah satu responden bahwa responden kebanyakan
belanja di pasar tradisional dikarenakan harga yang relative murah dan terjangkau
oleh kalangan umum . dan masalah baju tidak terlalu penting bagi mereka yang
penting harganya murah dan kwalitasa bagus .
Tabel 5.27
Distribusi Berdasarkan Anak yang Bersekolah
No. Pendidikan Anak Jumlah Persentase(%)
1. 2. Bersekolah Tidak Bersekolah 28 33 45.90 54.10 Jumlah 61 100 Sumber : Angket 2013
Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari
kehidupan .Pendidikan harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan , sama halnya
pendidikan anak responden menunjukan bahwa 28 orang (45,90%) menjawab
bahwa anakanya ada yang bersekolah dan 33 orang (54.10%) mennjawab tidak
ada yang bersekolah .
Dalam UU Nomor 20 Tahun 2013 Bab III pasal 3 yaitu “ Pendidikan
nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat , bertujuan untuk mengembangnya pontensi
peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dab bertaqwa kepada tuhan
yang maha esa , beraklak mulia , sehat , berilmu , sehat , kreatif, mandiri dan
menjadi warga Negara yang denokrat serta bertanggung jawab ”
Padahal mengenyam pendidikan pada institusi pendidikan formal yang
diakui oleh lembaga pendidikan Negara adalah sesuatu yang wajb dilakukan di
Indonesia . Mulai dari tukang becak , supir , anak tukang dagang , anak petani ,
anak bisnismen ,anak pejabat tinggi Negara , dan sebagainya harus bersekolah
minimal 9 tahun lamanya hingga lulus SMP . Kondisi buruk ini membuktikan
bahwa ada 20 oranng tidak mengenyam pendidikan dikarenakn malas untuk
melanjutkan sekolah dan sudah bekerja .Sementara 13 responden anaknya masih
di bawah umur.
Tabel 5.28
Distribusi Berdasarkan Jumlah Anak yang Bersekolah
No. Jumlah Anak yang sekolah Jumlah Persentase(%)
1. 2. 1 Orang 2 Orang 11 14 39.28 50
3. 3 Orang 3 10.72
Jumlah 28 100
Sumber : Angket 2013
Seperti yang kita ketahui sebelumnya bahwa dari 61 responden ternyata
yang anaknya yang melanjutkan sekolah hanya 28 . Dari sebaran data pada table
5.28 tentang jumlah anak responden yang bersekolah menunjukan bahwa 11 orang
(39.28%) menjawab ada 1 orang yang bersekolah sementara 14 orang (50%)
menjawab ada 2 orang yang bersekolah dan 3orang (10.72%) menjawab lebih dari
3 orang yang bersekolah . jika kita lihat bahwa keluarga responden yang anaknya
masih bersekolah hanya berberapa orang saja , dan berupa alasan mengapa anak
mereka tidak bersekolah antara lain karena tidak adanya kemauan sia nak untuk
bersekolah lagi , dia lebih memilih untuk langsung bekerja . Diartikan bahwa rata
–rata responden tidak begitu mementingkan pendidikan untuk anaknya atau
pendidikan bukan menjadi kebutuhan mendasar bagi anak mereka.
Tabel 5.29
Distribusi Responden Berdasarkan Alasan Anak yang Tidak Bersekolah
No. Alasan Anak Tidak Bersekolah
Jumlah Persentase(%)
1.
2.
Masih Dibawah Umur
Malas dan Sudah Bekerja
13
20
39.40
Jumlah 33 100
Sumber : Angket 2013
Sebaran data pada table 5.29 tentang alasan anak responden tidak
bersekolah menunjukan bahwa 13 orang (39,40%) menjawab masih di bawah
umur , sementara 20 orang (60,60%) menjawab malas dan sudah bekerja .Melihat
sebaran data 5.29 , tentu dapat dipahami bahwa distribusi data pendidikan anak ,