• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Deskriptif

Dalam dokumen KONSERVASI HUTAN MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA. (Halaman 88-106)

BAB IV HASIL PENELITIAN

IV.I. Analisa Umum Hutan Mangrove di Kawasan Sungai Wain Balikpapan. 52

IV.4. Analisa Aspek Kelembagaan

IV.4.2. Peran Serta dalam Pemeliharaan Mangrove

IV.4.2.1. Analisa Deskriptif

Analisa deskriptif dilakukan terhadap pertanyaan-pertanyaan yang ada didalam kuisioner penelitian. Hasil analisis deskriptif jawaban responden adalah sebagai berikut :

1. Deskripsi Pendapat Responden tentang Kondisi Hutan Mangrove di Sungai Wain Balikpapan

Tabel 4.9 Keberadaan Hutan Mangrove di Sungai Wain memadai sebagai Konservasi Alam

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 8 20 2 0 26.67 66.66 6.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 20 responden (66.66%) menyatakan hutan mangrove di kawasan Sungai Wain Balikpapan memadai sebagai kawasan konservasi alam. Selanjutnya 8 responden (26.67%) menyatakan hutan mangrove di kawasan Sungai Wain Balikpapan tidak memadai sebagai kawasan konservasi alam. Jumlah responden yang menyatakan hutan mangrove dikawasan Sungai Wain Balikpapan sangat memadai sebagai kawasan konservasi alam sebanyak 2 responden (6.67%) dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak memadai sebagai kawasan

konservasi alam. Sebagian masyarakat menyatakan kawasan Sungai Wain tidak memadai sebagai kawasan konservasi alam karena banyak warga Sungai Wain yang akan kehilangan tempat tinggal.

Tabel 4.10 Mangrove Sungai Wain Memadai dibuat Kawasan Ekowisata

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 4 23 3 0 13.33 76.67 10 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.10 menunjukkan sebagian besar responden yaitu 23 responden (76.67%) menyatakan bahwa hutan mangrove di kawasan Sungai Wain Balikpapan memadai sebagai kawasan ekowisata. Selanjutnya 4 responden (13.33%) menyatakan hutan mangrove di kawasan Sungai Wain Balikpapan tidak memadai sebagai kawasan ekowisata. Jumlah responden yang menyatakan hutan mangrove di kawasan Sungai Wain Balikpapan sangat memadai sebagai kawasan ekowisata sebanyak 3 orang (10%) sedangkan yang menyatakan sangat tidak memadai sebagai kawasan ekowisata sebanyak 0 (nol) responden (0%). Jika kawasan Sungai Wain dijadikan ekowisata maka banyak warga Sungai Wain yang akan kehilangan tempat tinggal dan pekerjaannya.

Tabel 4.11 Perlu diadakan Kembali Penghijauan di Sungai Wain Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 1 3 17 9 3.33 10 56.67 30 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.11 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 17 responden (56.67%) menyatakan setuju bahwa perlu diadakan penghijauan kembali di kawasan Sungai Wain. Selanjutnya 9 responden (30%) menyatakan sangat setuju bahwa perlu diadakan penghijauan kembali di kawasan Sungai Wain. Jumlah responden yang tidak setuju bahwa perlu diadakan penghijauan kembali di kawasan Sungai Wain sebanyak 3 responden (10%). Sedangkan 1 responden (3.33%) menyatakan sangat tidak setuju dilakukan penghijauan kembali. Jika diadakan penghijauan kembali sebagian masyarakan akan kehilangan tempat tinggal dan tambak yang selama ini menjadi mata pencaharian mereka.

Tabel 4.12 Pembangunan Perumahan dan Ruko Mengurangi Luas Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 2 22 6 0 6.67 73.33 20 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 22 responden (73.33%) menyatakan setuju bahwa pembanguna perumahan dan ruko mengurangi luas hutan mangrove. Selanjutnya 6 responden (20%) menyatakan sangat setuju bahwa pembagunan perumahan dan ruko mengurangi luas hutan mangrove. Jumlah responden yang tidak setuju bahwa pembangunan perumahan dan ruko mengurangi luas hutan mangrove sebanyak 2 responden (6.67%) karena pembangunan rumah dan ruko yang ada sebagian tidak mengurangi luas hutan mangrove. Sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa pembangunan perumahan dan ruko mengurangi luas hutan mangrove.

Tabel 4.13 Adanya Keseimbangan Antara Luas Hutan Mangrove Sekarang dengan Pembangunan Fisik dan Sarana Utilitas

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 10 15 5 0 33.33 50 16.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.13 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 15 responden (50%) menyatakan setuju bahwa adanya keseimbangan antara luas hutan mangrove sekarang dengan pembangunan fisik dan sarana utilitas. Selanjutnya 10 responden (36.67%) menyatakan tidak setuju

bahwa adanya keseimbangan antara luas hutan mangrove sekarang dengan pembangunan fisik dan sarana utilitas. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa adanya keseimbangan antara luas hutan mangrove sekarang dengan pembangunan fisik dan sarana utilitas sebanyak 5 responden (13.33%). Sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa adanya keseimbangan antara luas hutan mangrove sekarang dengan pembangunan fisik dan sarana utilitas. Sebagian masyarakat mengatakan pembangunan fisik dan sarana utilitas membuat luas mangrove tidak seimbang, masih banyak perumahan yang tidak seharusnya dibangun.

2. Dskripsi Pendapat Responden tentang Peran Serta dan Kesadaran Masyarakat dalam Memelihara Hutan Mangrove

Tabel 4.14 Masyarakat Selama ini Turut Serta dalam Memelihara Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 15 12 3 0 50 40 10 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.14 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 15 responden (50%) menyatakan tidak setuju bahwa masyarakat selama ini turut serta dalam memelihara hutan mangrove. Selanjutnya 12 responden (40%) menyatakan

setuju bahwa masyarakat selama ini turut serta dalam memelihara hutan mangrove. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa masyarakat selama ini turut serta dalam memelihara hutan mangrove sebanyak 3 responden (10%). Jumlah responden yang sangat tidak setuju bahwa masyarakat selama ini turut serta dalam memelihara hutan mangrove sebanyak 0 (nol) responden (0%). Sebagian masyarakat ada yang turut serta memelihara hutan mangrove tapi ada sebagian masyarakat yang menyatakan memelihara hutan mangrove adalas tugas dari pemerintah kota Balikpapan.

Tabel 4.15 Masyarakat Setempat Menyadari Akan Pentingnya Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 3 14 12 1 10 46.67 40 3.33 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.15 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 14 responden (46.67%) menyatakan bahwa masyarakat setempat tidak menyadari akan pentingnya hutan mangrove. Selanjutnya 12 responden (40%) menyatakan bahwa masyarakat setempat menyadari akan pentingnya hutan mangrove. Jumlah responden yang menyatakan bahwa masyarakat setempat sangat tidak menyadari akan pentingnya hutan mangrove sebanyak 3 responden (10%), sedangkan 1

responden (3.33%) menyatakan bahwa masyarakat setempat sangat menyadari akan pentingnya hutan mangrove. Sebagian masyarakat ada yang peduli dengan hutan mangrove tapi sebagian ada yang tidak peduli karena bagi mereka lahan mereka berkurang akibat hutan mangrove. Masih banyak masyarakat kurang menyadari pentingnya hutan mangrove.

Tabel 4.16 Selama ini Tidak Terjadi Penebangan Pohon Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 6 12 12 0 20 40 40 0 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.16 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 12 responden (40%) menyatakan setuju bahwa selama ini tidak terjadi penebangan pohon mangrove. Selanjutnya 12 responden (40%) menyatakan tidak setuju bahwa selama ini tidak terjadi penebangan pohon mangrove. Jumlah responden yang sangat tidak setuju bahwa selama ini tidak terjadi penebangan pohon mangrove sebanyak 6 responden (20%), sedangkan 0 responden (0%) menyatakan sangat setuju bahwa selama ini tidak terjadi penebangan pohon mangrove. Ada beberapa pohon mangrove yang ditebang tanpa izin. Sebagian masyarakat tidak menyadari adanya penebangan mangrove di Sungai Wain.

Tabel 4.17 Masyarakat Setempat Turut Serta Secara Aktif dalam Penghijauan Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 3 12 7 8 10 40 23.33 26.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.17 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 12 responden (40%) menyatakan tidak setuju bahwa masyarakat setempat turut serta secara aktif dalam penghijauan hutan mangrove. Selanjutnya 8 responden (26.67%) menyatakan sangat setuju bahwa masyarakat setempat turut serta secara aktif dalam penghijauan hutan mangrove. Jumlah responden yang setuju bahwa masyarakat setempat turut serta secara aktif dalam penghijauan hutan mangrove sebanyak 7 responden (23.33%), sedangkan 3 responden (10%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa masyarakat setempat turut serta secara aktif dalam penghijauan hutan mangrove. Tidak semua masyarakat turut serta aktif dalam penghijauan hutan mangrove karena tidak ada kesadaran masyarakat dan sebagian masyarakat tidak mengerti fungsi dari hutan mangrove dan bagi mereka penghijauan adalah usaha pemerintah kota Balikpapan.

Tabel 4.18 Pemeliharaan dan Pengelolaan Hutan Mangrove Telah Melibatkan Peran Serta Masyarakat Setempat

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 4 15 11 0 13.33 50 36.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.18 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 15 responden (50%) menyatakan setuju bahwa pemeliharaan dan pengelolaan hutan mangrove selama ini telah melibatkan peran serta masyarakat setempat. Selanjutnya 11 responden (36.67%) menyatakan sangat setuju bahwa pemeliharaan dan pengelolaan hutan mangrove selama ini telah melibatkan peran serta masyarakat setempat. Jumlah responden yang tidak setuju bahwa pemeliharaan dan pengelolaan hutan mangrove selama ini telah melibatkan peran serta masyarakat setempat sebanyak 4 responden (10%), sedangkan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa pemeliharaan dan pengelolaan hutan mangrove selama ini telah melibatkan peran serta masyarakat setempat. Tidak semua masyarakat sadar akan pentingnya hutan mangrove sehingga hanya masyarakat yang mengerti mangrove ikut memelihara dan mengelolanya.

3. Deskripsi Pendapat Responden tentang Kebijakan Pemerintah Kota Balikpapan dan Peraturan Perundang-undangan dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Kawasan Sungai Wain Balikpapan

Tabel 4.19 Dinas-dinas Terkait Telah Melakukan Tugas Pokok Kegiatan Mangrove dan Fungsi Mangrove Sebagaimana Mestinya

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 8 12 10 0 26.67 40 33.33 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.19 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 12 responden (40%) menyatakan setuju bahwa dinas-dinas terkait telah melakukan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. Selanjutnya 10 responden (33.33%) menyatakan sangat setuju bahwa dinas-dinas terkait telah melakukan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. Jumlah responden yang tidak setuju bahwa dinas-dinas terkait telah melakukan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya sebanyak 8 responden (26.67%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa dinas-dinas terkait telah melakukan tugas dan fungsi sebagaimana mestinya. Masih banyak dinas-dinas terkait tidak melaksanakan tugas pokok kegiatan dan fungsi mangrove yang telah ditentukan.

Tabel 4.20 Koordinasi Antar Dinas atau Instansi Telah Berjalan Baik

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 1 18 9 2 3.33 60 30 6.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.20 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden (60%) menyatakan tidak setuju bahwa koordinasi antar dinas atau instansi telah berjalan baik. Selanjutnya 9 responden (30%) menyatakan setuju bahwa koordinasi antar dinas atau instansi telah berjalan baik. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa koordinasi antar dinas atau instansi telah berjalan baik sebanyak 2 responden (6.67%), sedangkan 1 responden (3.33%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa koordinasi antar dinas atau instansi telah berjalan baik. Tidak semua dinas dan instansi dikoordinasi dengan baik.

Tabel 4.21 Pengelolaan dan Pemeliharaan Hutan Mangrove dilakukan Oleh Dinas Tertentu

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 2 10 18 0 6.67 33.33 60 0 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.21 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden (60%) menyatakan

setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove dilakukan oleh dinas tertentu yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada walikota. Selanjutnya 10 responden (33.33%) menyatakan tidak setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove dilakukan oleh dinas tertentu yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada walikota. Jumlah responden yang sangat tidak setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove dilakukan oleh dinas tertentu yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada walikota sebanyak 2 responden (6.67%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove dilakukan oleh dinas tertentu yang ditunjuk dan bertanggung jawab kepada walikota. Pemeliharaan dan pengelolaan mangrove tidak harus hanya dilakukan oleh dinas tertentu, dinas-dinas yang lain juga berhak mengelola dan memelihara hutan mangrove. Tabel 4.22 Peraturan Perundang-undangan Selama ini Cukup

Memadai dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 10 18 2 0 33.33 60 6.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.22 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 18 responden (60%) menyatakan setuju bahwa peraturan perundang-undangan selama ini cukup

memadai dalam pengelolaan hutan mangrove. Selanjutnya 10 responden (33.33%) menyatakan tidak setuju bahwa peraturan perundang-undangan selama ini cukup memadai dalam pengelolaan hutan mangrove. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa peraturan perundang-undangan selama ini cukup memadai dalam pengelolaan hutan mangrove sebanyak 2 responden (6.67%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa peraturan perundang-undangan selama ini cukup memadai dalam pengelolaan hutan mangrove. Peraturan perundang-undangan sangat memadai dalam mengelola hutan mangrove tetapi banyak yang mengabaikan peraturan perundang-undangan yang ada.

Tabel 4.23 Terdapat Sangsi Tegas Terhadap Pelanggar dalam Peraturan Perundangan yang Ada

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 1 14 13 2 3.33 46.67 43.33 6.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.23 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 14 responden (46.67%) menyatakan tidak setuju bahwa terdapat sangsi tegas terhadap pelanggar dalam peraturan perundangan yang ada. Selanjutnya 13 responden (43.34%) menyatakan setuju bahwa terdapat sangsi tegas terhadap pelanggar dalam peraturan perundangan yang ada.

Jumlah responden yang sangat setuju bahwa terdapat sangsi tegas terhadap pelanggar dalam peraturan perundangan yang ada sebanyak 2 responden (6.67%), sedangkan 1 responden (3.33%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa terdapat sangsi tegas terhadap pelanggar dalam peraturan perundangan yang ada. Dalam peraturan perundang-undangan terdapat sanksi yang tegas tapi pelanggar tidak pernah diberikan sanksi jika melanggar peraturan perundang-undangan.

4. Deskripsi Pendapat Responden tentang Partisipasi BLH dan Perguruan Tinggi

Tabel 4.24 BLH Memberikan Perhatian Serius Terhadap Penanganan Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 5 14 11 0 16.67 46.67 36.66 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.24 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 14 responden (46.67%) menyatakan setuju bahwa BLH memberikan perhatian serius terhadap penanganan hutan mangrove. Selanjutnya 11 responden (36.66%) menyatakan sangat setuju bahwa BLH memberikan perhatian serius terhadap penanganan hutan mangrove. Jumlah responden yang tidak setuju bahwa BLH memberikan perhatian serius

terhadap penanganan hutan mangrove sebanyak 5 responden (16.67%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa BLH memberikan perhatian serius terhadap penanganan hutan mangrove. Masyarakat tidak sering melihat partisipasi BLH dalam memberikan perhatian terhadap penanganan hutan mangrove.

Tabel 4.25 BLH Memberikan Pengawasan Ketat Terhadap Implementasi Program Penanganan dan Pengelolaan Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 16 14 0 0 53.33 46.67 0 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.25 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 16 responden (53.33%) menyatakan tidak setuju bahwa BLH memberikan pengawasan ketat terhadap implementasi program penanganan dan pengelolaan hutan mangrove. Selanjutnya 14 responden (46.67%) menyatakan setuju bahwa BLH memberikan pengawasan ketat terhadap implementasi program penanganan dan pengelolaan hutan mangrove. Jumlah responden yang sangat setuju dan sangat tidak setuju bahwa BLH memberikan pengawasan ketat terhadap implementasi program penanganan dan pengelolaan hutan mangrove sebanyak 0 (nol) responden (0%). Dalam program

penanganan dan pengelolaan hutan mangrove BLH tidak selalu mengawasi dengan ketat.

Tabel 4.26 Perguruan Tinggi Berperan Aktif dalam Penanganan dan Pengelolaan Hutan Mangrove

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 16 12 2 0 53.33 40 6.67 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.26 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 16 responden (53.33%) menyatakan tidak setuju bahwa Perguruan Tinggi berperan aktif dalam penanganan dan pengelolaan hutan mangrove. Selanjutnya 12 responden (40%) menyatakan setuju bahwa Perguruan Tinggi berperan aktif dalam penanganan dan pengelolaan hutan mangrove. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa Perguruan Tinggi berperan aktif dalam penanganan dan pengelolaan hutan mangrove sebanyak 2 responden (6.67%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa Perguruan Tinggi berperan aktif dalam penanganan dan pengelolaan hutan mangrove. Kalangan Perguruan Tinggi tidak berperan aktif dalam penanganan dan pengelolaan hutan, tidak sering adanya kalangan perguruan tinggi datang mengelola hutan mangrove.

Tabel 4.27 Perguruan Tinggi Memberikan Masukan Kritis Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 10 19 1 0 33.34 63.33 3.33 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.27 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 19 responden (63.34%) menyatakan setuju bahwa Perguruan Tinggi memberikan masukan kritis. Selanjutnya 10 responden (33.34%) menyatakan tidak setuju bahwa Perguruan Tinggi memberikan masukan kritis. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa Perguruan Tinggi memberikan masukan kritis sebanyak 1 responden (3.33%), sedangkan 0 (nol) responden (0%) sangat tidak setuhu bahwa Perguruan Tinggi memberikan masukan kritis. Kalangan perguruan tinggi tidak selalu memberikan masukan atas penanganan dan pengelolaam hutan mangrove.

Tabel 4.28 Pengelolaan dan Pemeliharaan Hutan Mangrove Melibatkan Pihak Swasta

Frequency Percent Sangat tidak setuju

Tidak setuju Setuju Sangat Setuju 0 17 11 2 0 56.67 36.67 6.66 Total 30 100

Berdasarkan tabel 4.28 menunjukkan sebagian besar responden yaitu sebanyak 17 responden (56.67%) menyatakan

tidak setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove melibatkan pihak swasta. Selanjutnya 11 responden (36.67%) menyatakan setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove melibatkan pihak swasta. Jumlah responden yang sangat setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove melibatkan pihak swasta sebanyak 2 responden (6.66%), sedangkan 0 responden (0%) menyatakan sangat tidak setuju bahwa pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove melibatkan pihak swasta. Dalam mengelola dan memelihara hutan mangrove tidak harus hanya melibatkan pihak swasta saja, masyarakat, dinas-dinas, dan instansi berhak ikut serta mengelola dan memelihara hutan mangrove agar tercipta lingkungan yang hijau dan bersih. Tapi banyak pihak swasta yang tidak terlibat dalam pengelolaan dan pemeliharaan hutan mangrove

Berdasarkan hasil analisis deskriptif jawaban responden terhadap pertanyaan yang ada didalam kuisioner penelitian dapat disimpulkan bahwa, perlu adanya konservasi hutan mangrove Sungai Wain Balikpapan dengan konsep ekowisata tentunya dengan adanya dukungan dari Pemerintah Balikpapan, peran serta dan kesadaran masyarakat sekitar, serta kalangan mahasiswa.

Dalam dokumen KONSERVASI HUTAN MANGROVE SEBAGAI EKOWISATA. (Halaman 88-106)

Dokumen terkait