• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Pembahasan

3. Analisa Gerakan Postur Kerja

Analisa gerakan postur tubuh saat pengangkatan yaitu sebagai berikut:

a. Pengangkatan pada saat berada di tingkat dasar, dapat dilihat pada gambar

A,B,C,D, dan E dengan tabel hasil pengukuran sebagai berikut:

Tabel 22. penilaian skor A pada saat berada di tingkat dasar.

Gambar Lengan Atas Lengan bawah Pergelangan Perputaran Pergelangan

gb.A 100o 0o 15 Dalam kisaran putaran

gb.B 70o 12o 0o Dalam kisaran putaran

gb.C 110o 0o 70 Dalam kisaran putaran

gb.D (kanan) 60o 80o 0o Dalam kisaran putaran

gb.D (kiri) 80 0 0 Dalam kisaran putaran

1) Gerakan pada lengan atas sudut yang ditunjukan adalah rata-rata >60o

dikarenakan gerakan tangan saat peletakan beban pada palet di tingkat dasar.

Penilaian postur skor yang diperoleh pada kisaran 45-90o adalah +3,

sedangkan >90o adalah +4. Postur pekerja pada saat meletakan galon harus

membungkuk dengan lengan atas menjahui badan untuk meletakan beban baik

dekat maupun jauh dari posisi berdiri. Selain itu diperlukan kehati-hatian

dalam pengangkatan mulai dari konveyer sampai ke tempat yang dituju. Hal

ini ketinggian dari palet serta jarak antara pekerja dengan letak yang dituju

sangat jauh yang membuat lengan harus keangkat menjahui badan namun

sudut pada gerakan tersebut dapat dikurangi dengan cara menambah

ketinggian dari palet serta mengurangi jarak pada tujuan peletakan beban.

Tanpa mengurangi kehati-hatian saat pengangkatan sehingga dapat

memperkecil panilaian pada postur. Pada gerakan lengan ini menunjukan

semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi tubuh, maka semakin

tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal. Posisi lengan atas ini tidak

ada tambahan modifikasi pada gerakan.

2) Gerakan pada lengan bawah yang ditunjukan adalah 0o, 12o, 60o dan 80o.

Untuk penilaian postur skor yang diperoleh pada kisaran 0-60oadalah +2 pada

gambar A, B, C, D (lengan kiri), dan E. Gerakan ini menyesuaikan pada saat

peletakan galon. Jadi untuk memperkecil penilaian dengan cara menambah

sudut gerakan pada kisaran 60-100o, sehingga dapat membantu saat

penskoran. Sedangkan pada sudut >60o dikarenakan beban masih dalam

lengan bawah menopangnya sampai pada tujuan. Modifikasi pada postur ini

yaitu lengan bekerja ke luar sisi tubuh. Pada modifikasi gerakan lengan ini

menunjukan semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi tubuh, maka

semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal.

3) Pergelangan tangan yang ditunjukan pada ketiga gambar bersudut >15 o

dikarenakan pada saat meletakan beban harus ditangani agar tidak lepas dari

genggaman. Selain itu kebiasaan dari pekerja saat penanganan beban. Namun

sudut penggegaman dapat diperkecil pada kisaran 0-15 atau netral sehingga

dapat memeperkecil penilaian pada skor. Modifikasi yang dilakukan biasanya

dengan menekuk ke samping. Gerakan menekukan pergelangan serta adanya

modifikasi pergelangan tangan ke samping menyebabkan rasa nyeri pada

pergelangan jika terjadi secara terus menerus.

4) Perputaran pergelangan tangan pada umumnya dilakukan dengan hati-hati.

Meskipun ada yang mengalami perputaran pergelangan, gerakan tidak terlalu

berbahaya. Pada saat gerakan pemutaran jika dilakukan dengan tidak hati-hati

akan menyebabkan tangan terkillir dan nyeri.

Tabel 23. penialaian skor B pada saat di tingkat dasar

Gambar Leher Punggung Posisi kaki

gb.A 0o 35o Kaki tertopang

gb.B 10o 25o Kaki tertopang

gb.C extension 90o Kaki tertopang

gb.D 0 90o Kaki tertopang

gb.E 30o 57o Kaki tertopang

1) Gerakan pada leher ditunjukan dengan sudut >20o bernilai +3, sudut 0-10o

berubah-ubah bergantung pada pekerja saat mereka sedang bekerja. Jadi pada

saat pengangkatan diusahkan kepala jangan menunduk/menengadah tetapi

dengan gerakan yang alami yang disesuaikan pada batang tubuh sehingga

dapat memperkecil penilaian. Modifikasi postur seperti menengadah,

menunduk, menekukan ke samping. Gerakan kepala seperti menengadah atau

menunduk dapat menyebabkan sakit/nyeri pada leher.

2) Gerakan pada punggung bersudut 20o– 60orata-rata pada kelima gambar ini

bernilai +3 sedangakan sudut lebih dari 60obernilai +4. Selain itu modifikasi

dengan menekuk badan ke samping akan menambah nilai. Jadi untuk

memperkecil penilaian diusahakan dengan mengurangi gerakan membungkuk

dengan cara menambah ketinggian pada palet serta pada saat peletakan beban

dapat dijangkau tanpa adanya badan ke samping. Modifikasi yang ada seperti

tubuh condong ke samping. Gerakan membungkuk ini menyebabkan rasa

nyeri pada bagian leher, punggung, lengan dan perut apalagi jika dengan

modifikasi menekuk akan menambah rasa nyeri pada bagian tersebut.

3) Posisi kaki pada umumnya normal dengan menopang tubuh pada posisi kaki

yang seimbang.

b. Pengangkatan pada saat berada di tingkat kedua, dapat dilihat pada gambar

F,G,H,I, dan J dengan tabel hasil pengukuran sebagai berikut:

Tabel 24. penilaian skor A pada saat berada di tingkat kedua.

Gambar Lengan Atas Lengan bawah Pergelangan Perputaran Pergelangan

gb.F 60o 60o 0o Dalam kisaran putaran

gb.G 110o 20o 15o Dalam kisaran putaran

gb.H 50o 0o 0o Dalam kisaran putaran

1) Gerakan pada lengan atas, sudut yang ditunjukan adalah rata-rata >45odengan

nilai +3 pada kisaran 45-90o sedangkan sudut 110o dengan nilai +4

dikarenakan gerakan tangan saat peletakan beban pada palet di tingkat kedua.

Jadi pekerja harus mengangkat lengan atas serta jauh dari badan. Hal ini

ketinggian dari konveyer sama dengan ketinggian pada tingkat kedua. Sudut

pada gerakan tersebut dapat dikurangi dengan cara mengurangi ketinggian dari

galon serta mengurangi jarak pada tujuan peletakan beban. Tanpa mengurangi

kehati-hatian saat pengangkatan sehingga dapat memperkecil panilaian pada

postur. Pada gerakan lengan ini menunjukan semakin jauh posisi bagian tubuh

dari pusat gravitasi tubuh, maka semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan

otot skeletal.

2) Gerakan pada lengan bawah yang ditunjukan pada penilaian postur skor yang

diperoleh pada kisaran 0-60oadalah +2. Gerakan ini menyesuaikan terhadap

tujuan pengangkatan. Untuk memperkecil penilaian dengan cara menambah

sudut gerakan pada kisaran 60-100o, sehingga dapat membantu saat

penskoran. Modifikasi pada postur ini yaitu lengan bekerja ke luar sisi tubuh.

3) Pergelangan tangan yang ditunjukan bersudut 15 o bernilai +2 dikarenakan

pada saat meletakan beban harus ditangani agar tidak lepas dari genggaman.

Namun sudut penggegaman dapat diperkecil pada keadaan netral sehingga

dapat memeperkecil penilaian pada skor. Modifikasi pada pergelangan seperti

posisi menyamping saat meletakan beban. Gerakan menekukan pergelangan

serta adanya modifikasi pergelangan tangan ke samping menyebabkan rasa

4) Perputaran pergelangan tangan pada umumnya dilakukan, meskipun ada yang

mengalami perputaran tetapi gerakan tidak terlalu berbahaya. Pada saat

gerakan pemutaran jika dilakukan dengan tidak hati-hati akan menyebabkan

tangan terkillir dan nyeri.

Tabel 25. penialaian skor B pada saat di tingkat kedua

Gerakan/ gambar

Leher Punggung Posisi kaki

gb.F 0o 10o Kaki tertopang

gb.G 20o 30o Kaki tertopang

gb.H 0o 0o Kaki tertopang

gb.I 0o 30o Kaki tertopang

gb.J 0o 0o Kaki tertopang

1) Gerakan pada leher ditunjukan dengan sudut 20o bernilai +2, sudut 0-10o

bernilai +1. Jadi pada saat pengangkatan diusahan kepala jangan

menunduk/menengadah tetapi dengan gerakan yang alami yang disesuaikan

pada batang tubuh sehingga dapat memprkecil penilaian. Modifikasi pada

postur ini yaitu arah pandangan ke samping.

2) Gerakan pada punggung bersudut 20o– 60obernilai +3 sedangakan sudut

0-10 o bernilai +2. Ketinggian pada tingkat dua berada di zona aman untuk

pengangkatan yaitu dari lutut sampai bahu. Jadi untuk memperkecil penilaian

diusahakan dengan mengurangi gerakan membungkuk dengan sikap tubuh

yang alamiah. Modifikasi yang ada yaitu posisi tubuh agak condong ke

samping.

3) Posisi kaki pada umumnya normal dengan menopang tubuh pada posisi kaki

c. Pengangkatan pada saat berada di tingkat ketiga, dapat dilihat pada gambar

K,L,M,N dan O dengan tabel hasil pengukuran sebagai berikut:

Tabel 26. penilaian skor A pada saat berada di tingkat ketiga.

Gambar Lengan Atas Lengan bawah Pergelangan Perputaran Pergelangan

gb.K 85o 55o 0 Dalam kisaran putaran

gb.L 110o 50o 15o Dalam kisaran putaran

gb.M 100o 30o 0o Dalam kisaran putaran

gb.N 90o 60o 0o Dalam kisaran putaran

gb.O 110o 20o 0o Dalam kisaran putaran

1) Gerakan pada lengan atas sudut yang ditunjukan adalah >45odengan nilai + 3

pada kisaran 45-90osedangkan sudut >90obernilai +4 dikarenakan gerakan

tangan yang disesuaikan terhadap ketinggian tumpukan pada tingkat ketiga

yang membuat lengan harus keangkat menjahui badan namun sudut pada

gerakan tersebut dapat dikurangi dengan cara mengurangi ketinggian

tumpukan sehingga dapat memperkecil panilaian pada postur. Pada gerakan

lengan ini menunjukan semakin jauh posisi bagian tubuh dari pusat gravitasi

tubuh, maka semakin tinggi pula resiko terjadinya keluhan otot skeletal.

2) Gerakan pada lengan bawah yang ditunjukan pada penilaian postur skor yang

diperoleh pada kisaran 0-60 o adalah +2. Gerakan ini menyesuaikan letak

beban yang akan dituju pada saat pencapaian jadi untuk memperkecil

penilaian dengan cara mengurangi ketinggian tumpukan dan jarak tujuan

peletakan beban sehingga dapat membantu saat penskoran agar berkurang.

Modifikasi pada postur ini yaitu lengan bekerja ke luar sisi tubuh.

3) Pergelangan tangan yang ditunjukan bersudut 15 o dikarenakan pada saat

pekerja harus ekstra hati-hati. Namun sudut penggegaman dapat diperkecil

pada kisaran 0-15 atau netral sehingga dapat memeperkecil penilaian pada

skor. Pada pengambilan gambar saat meletakan beban, posisi pergelangan

berubah-ubah sehingga penilaian berdasarkan hasil dari gambar yang ada.

4) Perputaran pergelangan tangan pada umumnya dilakukan, meskipun ada yang

mengalami perputaran tetapu gerakan tidak terlalu berbahaya. Pada saat

gerakan pemutaran jika dilakukan dengan tidak hati-hati akan menyebabkan

tangan terkillir dan nyeri.

Tabel 27. Penilaian skor B pada saat berada di tingkat ketiga.

Gambar Leher Punggung Posisi kaki

gb.K 0 10o Kaki tertopang

gb.L 0o 0o Kaki tertopang

gb.M 0o 5o Kaki tertopang

gb.N 20o 10 Kaki tertopang

gb.O 0 20 Kaki tertopang

1) Gerakan pada leher ditunjukan dengan sudut 20 bernilai +2 sedangakan nilai

0-10 bernilai +1. Jadi pada saat pengangkatan diusahan kepala jangan

menunduk/menengadah tetapi dengan gerakan yang alami yang disesuaikan

pada batang tubuh sehingga dapat memprkecil penilaian. Modifikasi pada

postur yaitu arah pandangan ke samping. Gerakan kepala kesamping jika

dilakukan terus menerus akan menyebabkan nyeri pada bagian leher.

2) Gerakan pada punggung bersudut 0-5obernilai +2. Jadi untuk posisi ini lebih

aman untuk punggung. Modifikasi pada posisi ini yaitu dengan memutarkan

3) Posisi kaki pada umumnya normal dengan menopang tubuh pada posisi kaki

yang seimbang.

d. Pengangkatan pada saat berada di konveyer, dapat dilihat pada gambar

P,Q,R,S, dan T dengan tabel hasil pengukuran sebagai berikut:

Tabel 28 . penilaian skor A pada saat berada di konveyer.

Gambar Lengan Atas Lengan bawah Pergelangan Perputaran

gb.P (kanan) 20o 60o 0 normal gb.P (kiri) 25o 80o 20o normal gb.Q (kanan) 92o 36o 24o normal gb.Q (kiri) 24o 80o 0 normal gb.R 27o 55o 0 normal gb.S 23o 125o 0 normal gb.T 25o 58o 0 normal

1) Gerakan pada lengan atas sudut yang ditunjukan adalah >20odengan nilai +2

dikarenakan tangan memegang pada ujung galon dengan cara menggenggam

ujungnya, sedangkan untuk sudut 92o dengan nilai +4 dikarenakan gerakan

tangan yang disesuaikan terhadap panjang dari galon, ketinggian dari

konveyer serta jarak antara pekerja dengan konveyer yang mempengaruhi

lengan harus keangkat menjahui badan namun sudut pada gerakan tersebut

dapat dikurangi dengan tanpa mengurangi kehati-hatian saat pengangkatan

sehingga dapat memperkecil panilaian pada postur. Modifikasi gerakan pada

lengan atas yaitu bahu ke terangakat yang menyebabkan gerakan menjadi

canggung. Pada gerakan lengan ini menunjukan semakin jauh posisi bagian

tubuh dari pusat gravitasi tubuh, maka semakin tinggi pula resiko terjadinya

keluhan otot skeletal. Sedangkan bahu yang terangkat akan menyebabkan

2) Gerakan pada lengan bawah yang ditunjukan pada penilaian postur skor yang

diperoleh pada kisaran 0-60oadalah +2, kisaran 60-100 dengan nilai +1 dan >

100 dengan nilai +2. Gerakan ini menyesuaikan terhadap peletakan beban

yang dituju jadi untuk memperkecil penilaian dengan cara menambah sudut

gerakan pada kisaran 60-100o , sehingga dapat membantu saat penskoran.

Modifikasi pada postur ini yaitu lengan bekerja melintasi garis tengah.

3) Pergelangan tangan yang ditunjukan bersudut >15 o dikarenakan pada saat

memegang, beban harus ditangani agar tidak lepas dari genggaman sehingga

pekerja harus ekstra hati-hati. Namun sudut penggegaman dapat diperkecil

pada kisaran 0-15 atau netral sehingga dapat memeperkecil penilaian pada

skor. Pada saat gerakan pemutaran jika dilakukan dengan tidak hati-hati akan

menyebabkan tangan terkillir dan nyeri.

4) Perputaran pergelangan tangan pada umumnya dilakukan, meskipun ada yang

mengalami perputaran tetapi gerakan tidak terlalu berbahaya. Pada saat

gerakan pemutaran jika dilakukan dengan tidak hati-hati akan menyebabkan

tangan terkillir dan nyeri.

Tabel 29. Penilaian skor B pada saat berada di konveyer.

Gerakan/ gambar

Leher Punggung Posisi kaki

gb.P 20o 30o normal

gb.Q 25o 11o normal

gb.R 0o 15o normal

gb.S 0 27 normal

gb.T 0 45 normal

samping dan arah pandangan ke samping. Jadi pada saat pengangkatan

diusahan kepala jangan menunduk/menengadah tetapi dengan gerakan yang

alami yang disesuaikan pada batang tubuh sehingga dapat memperkecil

penilaian.

2) Gerakan pada punggung bersudut 11 o dan 15 o sehingga nilai postur +2

sedangkan >20 o bernilai +3. jadi untuk memperkecil penilaian diusahakan

dengan mengurangi gerakan membungkuk dengan cara menambah ketinggian

pada konveyer. Modifikasi pada punggung yaitu badan agak ke samping.

3) Posisi kaki pada umumnya normal dengan menopang tubuh pada posisi kaki

yang seimbang.

Sedangkan pada penggunaan otot dan tenaga dapat dikurangi untuk

memperkecil penilaian pada skor yaitu dengan tidak ada gerakan statis yang sama

sehingga bernilai nol dan penggunaan tenaga pada kisaran beban 2-10 kg yang

bersifat statis atau berulang sehingga nilai menjadi + 2. Jadi untuk berat beban

dikurangi sebagaimana agar nilai pada penskoran turun.

Dokumen terkait