• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 4 Pengolahan Data

4.4. Analisa Kebutuhan Konsumsi Beras

Dari hasil peramalan terhadap produksi padi pada tahun 2013-2017 maka dapat diramalkan pula jumlah kebutuhan beras penduduk di Kabupaten Deli Serdang. Menurut data dari Dinas Pertanian Sumatera Utara, jumlah konsumsi masyarakat di Kabupaten Deli Serdang adalah 139 kg/ kapita/ tahun, sedangkan konversi hasil produksi padi atau yang disebut Gabah Kering Giling (GKG) ke beras adalah 1kg GKG = 0,64 kg beras.

Dengan ketetapan di atas, maka dapat dilakukan konversi jumlah produksi padi ke beras juga jumlah konsumsi berasnya. Berikut adalah perhitungan

konsumsi beras penduduk yaitu dengan mengalikan jumlah penduduk dengan besarnya konsumsi penduduk per kapita (139kg).

a. Konsumsi beras tahun 2013 = Jumlah Penduduk 2013 ? Besar konsumsi penduduk per kapita

Konsumsi 2013 = 1.885.444 ? 139 Konsumsi 2013 = 262.076.716 kg

b. Konsumsi Beras Tahun 2014 = Jumlah Penduduk 2014 ? Besar konsumsi penduduk per kapita

Konsumsi 2014 = 1.925.843? 139 Konsumsi 2014 = 267.692.177 kg

c. Konsumsi Beras Tahun 2015 = Jumlah Penduduk 2015 ? Besar konsumsi penduduk per kapita

Konsumsi 2015 = 1.967.107 ? 139 Konsumsi 2015 = 273.427.873 kg

d. Konsumsi Beras Tahun 2016 = Jumlah Penduduk 2016 ? Besar konsumsi penduduk per kapita

Konsumsi 2016 = 2.009.254 ? 139 Konsumsi 2016 = 279.286.306 kg

e. Konsumsi Beras Tahun 2017 = Jumlah Penduduk 2017 ? Besar konsumsi penduduk per kapita

Konsumsi 2017 = 2.052.305 ? 139 Konsumsi 2017 = 285.270.395 kg

Selanjutnya cara pengkonversian padi (GKG) menjadi beras diperoleh dengan mengalikan jumlah produksi padi dengan ketetapan dari Dinas Pertanian (0,64) sebagai berikut :

a. Produksi Beras Tahun 2013 = Jumlah Produksi Padi 2013 ? Ketetapan GKG

Beras 2013 = 470.401.020 ? 0,64 Beras 2013 = 301.056.652,80 kg

b. Produksi Beras Tahun 2014 = Jumlah Produksi Padi 2014 ?

Ketetapan GKG

Beras 2014 = 483.629.680 ? 0,64

Beras 2014 = 309.522.995,20

c. Produksi Beras Tahun 2015 = Jumlah Produksi Padi 2015 ? Ketetapan GKG

Beras 2015 = 496.858.034 ? 0,64

Beras 2015 = 317.989.141,80 kg

d. Produksi Beras Tahun 2016 = Jumlah Produksi Padi 2016 ?

Ketetapan GKG

Beras 2016 = 510.087.000 ? 0,64

e. Produksi Beras Tahun 2017 = Jumlah Produksi Padi 2017 ?

Ketetapan GKG

Beras 2017 = 523.315.660 ? 0,64

Beras 2017 = 334.922.022,40 kg

Adapun hasil perhitungan di atas dapat disusun dalam bentuk tabel seperti dibawah ini :

Tabel 4.17 Peramalan Produksi Padi, Produksi Beras, dan Selisihnya serta Konsumsi Penduduk Kabupaten Deli Serdang

Tahun Penduduk

Produksi

Padi Produksi Beras

Konsumsi Penduduk Selisih (Jiwa) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa pertumbuhan penduduk Kabupaten Deli Serdang setiap tahun terus mengalami peningkatan. Angka pertumbuhan

yang terus naik dapat menjadi satu tolok ukur bagi pemerintah untuk tetap mengawasi dan memperhatikan produksi komoditas padi, khususnya yang dihasilkan oleh Kabupaten Deli Serdang agar masyarakat daerah tersebut dapat memenuhi kebutuhan berasnya. Selain itu juga dapat dilihat bahwa Kabupaten Deli Serdang mengalami kenaikan produksi padi juga produksi beras pada tahun 2013-2017, namun demikian keadaan diatas merupakan hasil peramalan dan peramalan tersebut dapat berubah apabila pada kenyataannya ada faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi produksi padi tersebut.

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1. Pengertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah prosedur yang dilakukan untuk menyelesaikan desain sistem yang ada dalam desain yang disetujui, menginstal, dan memulai sistem baru atau sistem yang akan diperbaiki.

Tahapan implementasi merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis ke dalam programming (coding). Dalam pengolahan data pada karya tulis ini penulis menggunakan satu perangkat lunak sebagai implementasi sistem yaitu Microsoft Excel dalam menyelesaikan masalah untuk memperoleh hasil perhitungan.

Dalam hal pengolahan data, komputer mempunyai kelebihan dari manusia yaitu kecepatan, ketepatan, dan keandalan dalam memproses data. Dengan adanya perangkat lunak komputer tersebut kita sangat terbantu karena memang ada kalanya data yang sangat rumit dan banyak tidak dapat dikerjakan secara manual atau dengan menggunakan tenaga manusia yang tentunya membutuhkan waktu

dan tenaga yang sangat banyak untuk mengolah data tersebut, disamping itu faktor kesalahan yang dilakukan manusia relatif besar.

Selain itu, dengan adanya perangkat lunak komputer, diharapkan pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan cepat dan tepat, dan dengan tingkat kesalahan yang relatif kecil.

5.2. Microsoft Excel

Microsoft Excel merupakan program aplikasi lembar kerja elektronik (spread sheet) dari program paket Microsoft Office. Excel merupakan salah satu software pengolah angka yang cukup banyak digunakan di dunia. Excel merupakan produk unggulan dari Microsoft Corporation yang banyak berperan dalam pengolahan informasi khususnya data yang berbentuk angka, dihitung, diproyeksikan, dianalisis, dan dipresentasikan data pada lembar kerja. Microsoft telah mengeluarkan Excel dalam berbagai versi mulai dari versi 4, versi 5, versi 97, versi 2000, versi 2002, versi 2003, versi 2007.

Sheet (Lembar Kerja) Excel terdiri dari 256 kolom dan 65536 baris. Setiap kolom diberi nama dengan huruf mulai dari A, B, C,..., Z kemudian dilanjutkan AA, AB, AC,...sampai kolom IV. Sedangkan kolom baris ditandai dengan angka mulai dari 1, 2, 3, ... , 65536.

5.3. Langkah-Langkah Memulai Pengolahan Data dengan Excel

Sebelum pengoperasian software ini, pastikan pada komputer terpasang program excel. Langkah-langkahnya :

a. Klik tombol Start

b. Pilih All Program dan klik Microsoft Office, Microsoft Excel

Setelah itu muncul tampilan worksheet (lembar kerja) seperti gambar 5.2 dibawah ini :

Gambar 5.2 Tampilan Worksheet Microsoft Excel

Data tiap tahun pada 2 kolom, pada kolom pertama untuk tahun dan kolom kedua untuk data jumlah produksi padi Kabupaten Deli Serdang.

Dari data pada gambar 5.3 diatas kita dapat menentukan besarnya peramalan dengan + 7= dan untuk setiap perhitungan akan diberi nama pada setiap kolom seperti berikut :

1. Pada kolom pertama ditulis keterangan dengan

2. Pada kolom kedua ditulis keterangan dengan "

3. Pada kolom ketiga ditulis dengan keterangan "

4. Pada kolom keempat ditulis dengan keterangan at

5. Pada kolom kelima ditulis dengan keterangan bt

6. Pada kolom keenam ditulis dengan keterangan %&

7. Pada kolom ketujuh ditulis dengan keterangan (error)

8. Pada kolom kedelapan ditulis dengan keterangan (squared error)

Maka perhitungan masing-masing smoothing pertama, smoothing kedua, konstanta, slope, dan forecast (ramalan) sebagai berikut :

1. Smoothing pertama, untuk tahun pertama ditentukan sebesar tahun pertama dari data historisnya sehingga rumus yang tertera pada sel C4 adalah C4. Sedangkan untuk tahun kedua dapat dihitung dengan rumus : 0,4*B4+0,6*C3. Dalam kasus ini menghasilkan angka : 381.981,20 untuk tahun-tahun berikutnya hanya menyalin rumus tersebut.

2. Smoothing kedua, untuk tahun kedua ditentukan sebesar jumlah produksi tahun pertama dari data historisnya. Sehingga rumus yang tertera pada sel D4 adalah D4. Sedangkan untuk tahun kedua dapat dihitung dengan rumus : 0,9*C4+0,1*D3. Dalam kasus ini menghasilkan angka 395.244,08 dan untuk tahun-tahun berikutnya hanya menyalin rumus tersebut.

3. Nilai at bisa dicari pada tahun kedua yaitu dengan rumus : 2*C4-D4. Dalam kasus ini menghasilkan angka 368.718,32 dan untuk tahun-tahun berikutnya hanya menyalin rumus tersebut.

4. Nilai bt bisa dicari pada tahun kedua yaitu dengan rumus yang tertera pada sel F4 adalah : 0,4/0,6*(C4-D4). Dalam kasus ini menghasilkan angka -8.841,92 dan untuk tahun-tahun berikutnya hanya menyalin rumus tersebut.

5. Forecast %& untuk tahun ketiga yaitu pada sel G5 dapat dicari dengan menggunakan rumus : E4+F5*(1) dengan hasil angka 329.943,76 dan untuk tahun-tahun berikutnya hanya menyalin rumus tersebut.

Adapun langkah-langkah menghitung nilai error, absolute, dan squared error adalah :

1. Nilai error untuk tahun 2004 ditentukan dengan rumus : B5-G5. Dalam kasus ini menghasilkan 3.569 dan untuk tahun berikutnya dilakukan dengan menyalin rumus tersebut.

2. Nilai absolute untuk tahun 2004 ditentukan dari nilai mutlak error. Dalam kasus ini menghasilkan 3.569 karena pada tahun tersebut nilai error positif. Tetapi pada tahun 2008 dengan nilai error -1.551 maka pada absolute menghasilkan 1.551. Demikian juga untuk tahun-tahun berikutnya.

3. Nilai squared error untuk tahun 2004 ditentukan dari H5^2. Dalam kasus ini menghasilkan 12.739.474 dan untuk tahun berikutnya dilakukan dengan hal yang sama.

5.4. Pembuatan Grafik

Grafik pada excel dapat dibuat menjadi satu dengan data atau terpisah pada lembar grafik tersendiri, namun masih berada pada file yang sama. Untuk membuat grafik pada excel bisa menggunakan icon chart wizard yang terdapat pada toolbar.

Adapun langkah-langkah yang diperlukan adalah :

1. Sorot sel atau range yang akan dibuat grafik pada tabel data. 2. Klik menu Insert, pilih tipe grafik yang diinginkan, klik OK 3. Tentukan sumber data grafik

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengolahan data dan analisis data yang dilakukan pada bab-bab sebelumnya maka kesimpulan yang diperoleh antara lain :

1. Metode peramalan yang baik adalah metode yang memberikan hasil ramalan yang tidak jauh berbeda dengan data yang sebenarnya, atau metode tersebut menghasilkan bias sekecil mungkin. Dalam kasus ini hasil analisis Metode Smoothing Eksponensial dengan satu parameter dari Brown diperoleh nilai MSE yang terkecil adalah = 0,4 yakni MSE = 103.296.159

2. Bentuk persamaan peramalan dari jumlah produksi padi Kabupaten Deli Serdang adalah : F2011+m = 433.943,70+ 13.228,66 (m)

3. Rangkuman semua hasil peramalan dapat dilihat seperti yang tertera dalam tabel dibawah ini :

Tabel Peramalan Produksi Padi, Produksi Beras, dan Selisihnya serta Konsumsi Penduduk Kabupaten Deli Serdang

Tahun Penduduk

Produksi

Padi Produksi Beras

Konsumsi Penduduk Selisih (Jiwa) (Kg) (Kg) (Kg) (Kg) $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ $ 6.2. Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh penulis, maka pada Tugas Akhir ini penulis memberikan saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi pemerintah dan pihak-pihak yang terkait.

Adapun saran yang dapat penulis berikan antara lain sebagai berikut :

1. Para petani di Kabupaten Deli Serdang kiranya dapat mengusahakan produksi padi untuk pemenuhan kebutuhan pangan penduduk di daerah tersebut.

2. Pemerintah setempat kiranya lebih memperhatikan daerah-daerah yang memproduksi tanaman pangan khususnya padi agar di kemudian hari tidak terjadi kekurangan bahan pangan dan bencana kelaparan.

3. Dengan manganalisis data penduduk yang cenderung mengalami peningkatan tiap tahunnya, maka diharapkan adanya usaha peningkatan produksi bahan pangan khususnya daerah Kabupaten Deli Serdang, meskipun hasil peramalan penulis menunjukkan adanya peningkatan produksi padi agar pemenuhan bahan pangan tetap terpenuhi.

4. Sebagai bahan pertimbangan dan perbandingan dalam mengambil kebijaksanaan, metode Smoothing Eksponensial Ganda Linier Satu Parameter dari Brown dapat menjadi salah satu alterfnatif untuk memprediksi produksi suatu bahan pangan.

DAFTAR PUSTAKA

Assauari, Sofyan.1991. Teknik dan Metode Peramalan Penerapannya Dalam Ekonomi dan Dunia Usaha. Jakarta: LPFE UI

BPS.2012. Kabupaten Deli Serdang Dalam Angka. Badan Pusat Statistik

Makridakis, Spyros, dan Wheelwright, Stevens C.1993. Metode dan Aplikasi Peramalan Jilid II. Jakarta : Erlangga

Mantra, I.Bagoes.2000. Demografi Umum. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Sugiarto, Dergibson S, Lasmono T.S.2001. Teknik Sampling.Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Wibisono, Dermawan.2003. Riset Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Dokumen terkait