BAB II. DESKRIPSI LOKASI DAN OBJEK PENELITIAN
B. Kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen
1. Analisa kekalahan Pasangan YUDA dalam Pilkada
Pemilihan Umum Kepala Daerah atau Pemilukada Kabupaten Sragen 2011 telah berlangsung dengan aman dan damai. Suara yang diraih dalam pemilihan kepala daerah merupakan hasil konkret dari keseluruhan kerja politik termasuk komunikasi politik yang dibangun oleh kandidat beserta Tim Sukses. Strategi kampanye politik pada pilkada langsung bisa dikatakan sebagai strategi pemenangan kandidat. Strategi ini bertujuan untuk mempengaruhi opini publik sehingga dapat mendukung perolehan suara.
Meskipun memiliki modal dan dukungan yang sangat besar namun Pasangan YUDA tidak bisa membuktikan besarnya kekuatan yang dimiliki dan harus menerima kekalahan dalam Pemilukada Sragen 2011. Pilkada Sragen 2011 telah memberikan pelajaran politik yang berharga bagi masyarakat Sragen dan sekitarnya. Karena kita melihat bahwa seorang calon yang didukung oleh 5 partai politik besar yakni PDI P, Demokrat, PKS, PKB, dan PBR kalah oleh calon yang hanya diusung oleh tiga partai politik (Partai Golkar, PAN, dan PPP).
Dalam Pilkada Sragen 19 Maret 2011 Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Ir. Darmawan Minto Basuki, M.T, M.M atau yang lebih akrab disapa dengan Pasangan YUDA harus menerima kekalahan dari rival terberatnya yakni Pasangan Agus Facturahman, S.H,M.H dan H. Daryanto, SH atau yang akrab disapa dengan Pasangan ADA. Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir dan Rapat Pleno KPUD Sragen maka Pasangan YUDA mengumpulkan 231.844 suara (44,2 %) sedangkan Pasangan ADA
commit to user
mengumpulkan 265.648 suara (50,6 %) dan menjadi pemenang dalam Pemilukada Sragen 2011.
Pasca kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011, muncul berbagai opini tentang penyebab kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011. Di antaranya adalah pendapat dari Prof. Totok Sarsito, pengamat politik dari UNS.
Menurut beliau, kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011 lebih disebabkan karena mesin politik partai yang tidak maksimal. Apabila mesin partai dapat berjalan sesuai dengan sistem, maka target kemenangan bagi pasangan YUDA bukanlah hal sulit diraih oleh pasangan yang diusung oleh parpol sekelas PDI P, Demokrat, PKS, maupun PKB yang notabene adalah partai yang punya cukup banyak memiliki kursi di parlemen Sragen.
Namun demikian faktor lain yang juga memegang peranan penting dalam kemenangan Pasangan ADA yaitu karena ketokohan dan kematangan figur calon di mata masyarakat. Selain hal di atas faktor kemajuan pola pikir dan demokrasi masyarakat sedikit banyak telah mengubah pola pikir masyarakat dalam menentukan pilihan dalam pilkada Sragen.
”Kalau mesin parpol jalan, saya yakin dukungan PDI P dan tiga parpol besar itu sudah cukup bisa memenangkan pilkada” Tetapi, faktor lain yang juga memegang peranan penting yaitu ketokohan dan kematangan figur calon di mata masyarakat. Mungkin, warga masih menyangsikan kemampuan calonnya yang dianggap belum berpengalaman. Hal inilah yang membuat masyarakat terkadang lebih melihat kapasitas calon dibanding keberadaan Parpol pengusung. Jadi kemenangan Agus-Daryanto juga karena kemenangan figur. ” (Pernyataan Prof. Dr. Totok Sarsito, dalam Harian Joglo Semar, edisi Senin 21 Maret 2011)
commit to user
Senada dengan pendapat dari Prof. Totok Sarsito, pengamat politik dari UNS yang lain yakni Didik G. Suharto juga menyampaikan pendapatnya terkait kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011. Menurutnya, saat ini masyarakat membutuhkan suatu perubahan atas kondisi pemerintahan yang selama ini dipegang oleh Bupati Untung Wiyono. Karena kehadiran calon bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang tak lain adalah putri dari Bupati Untung Wiyono dianggap sebagai presentasi kekuatan atas status quo yang terjadi di Sragen.
Masyarakat Sragen nampaknya juga sudah mulai jenuh dengan gaya kepemimpinan Bupati Untung Wiyono yang sudah memimpin Sragen selama 10 tahun terakhir. Selain itu kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011 juga disebabkan karena kurangnya soliditas di antara partai-partai yang mendukung pencalonan Pasangan YUDA..
” Ya mungkin masyarakat Sragen saat ini sudah menginginkan perubahan. Dan seperti yang saya sampaikan sebelumnya, bahwa dua pasangan calon itu sama-sama memiliki modal yang kuat untuk maju sebagai pemenang.” Modal kuat tersebut karena kedua pasangan calon tersebut memiliki dukungan partai-partai besar seperti Golkar, PPP, dan PAN. Sementara Pasangan YUDA juga tak kalah besar. Sebab calon yang diusung oleh PDI P tersebut juga mendapat dukungan koalisi dari Partai Demokrat, PKB, PKS dan PBR.
” Namun Pasangan YUDA nampaknya kurang bisa menjaga soliditas partai-partai pendukungnya. Selain itu YUDA tampaknya juga terlalu yakin dengan dukungan dari PDIP. Hal tersebut berbeda dengan pasangan ADA. ”Meskipun sama-sama mendapat dukungan dari partai besar, namun pasangan ini cukup solid dalam menghimpun pendukungnya. Selain itu pada pemilihan umum eksekutif, yang ditonjolkan adalah personal para calonnya. Dalam hal itu, masyarakat bisa memilih langsung dengan mengetahui siapa calon yang akan dipilihnya. ” Pemilu legislatif dengan pemilu eksekutif itu kan lain. Untuk eksekutif ini yang ditonjolkan adalah para calonnya. ” (Pernyataan Didik G. Suharto, M.Si, di harian Jawa Pos, Minggu 20 Maret 2011)
commit to user
2. Hasil Analisa Kekalahan Pasangan YUDA tiap Kecamatan dalam Pemilukada Sragen Tahun 2011.
Berdasarkan hasil analisa, maka kekalahan Pasangan YUDA di tiap-tiap kecamatan lebih didasarkan pada hal berikut ini :
• KECAMATAN SRAGEN KOTA :
1. Mayoritas untuk masyarakat di wilayah perkotaan sudah jenuh dengan pemerintahan saat ini sehingga masyarakat menginginkan suatu bentuk perubahan.
2. Tidak menyasarnya logistik sarpras yang disampaikan oleh Tim Relawan. 3. Banyak sekali para Guru, PNS dan Perangkat Desa yang kecewa terhadap
kepemimpinan Bupati Untung Wiyono sehingga mereka tidak mau mendukung Pasangan YUDA
• KECAMATAN SIDOHARJO :
1. Bupati Sragen yakni Untung Wiyono yang notabene ayah kandung Cabup pasangan YUDA memiliki citra yang kurang baik di mata masyarakat sehingga menghilangkan simpati warga masyarakat terhadap Pasangan YUDA.
2. Guru, PNS dan Perangkat Desa kecewa terhadap Bupati Untung Wiyono sehingga tidak mendukung Pasangan YUDA dan mengalihkan dukungan kepada calon bupati yang lain.
3. Para pengusaha ataupun pihak lain yang kecewa dengan kepemimpinan Bp. Untung Wiyono banyak yang menjadi motor penggerak dan donatur bagi calon lain.
commit to user
4. Bagi kelompok Islam tertentu mereka tidak mau menerima calon pemimpin perempuan sehingga mereka tidak mendukung Pasangan YUDA.
5. Adanya mantan anggota Fraksi PDI Perjuangan yang mendukung Pasangan ADA.
• KECAMATAN MASARAN :
1. Wilayah Kecamatan Masaran merupakan basis kelompok Islam Muhammadiyah yang mendukung Pasangan ADA.
2. Banyak sekali kalangan PNS yang kecewa dengan kepemimpinan Bupati Untung Wiyono sehingga berimbas kepada Pasangan YUDA.
3. Seluruh Pengurus Partai sudah solid tetapi kurang bisa berkoordinasi dengan Relawan hal ini karena Relawan relatif tertutup.
4. Dalam pembagian amplop kepada masyarakat Relawan tidak mau diawasi dan dikawal oleh pengurus partai sehingga koordinasi tidak berjalan lancar.
5. Salah satu orang terkaya di Sragen, yakni Bapak Ahmad Zaini tidak mendukung Pasangan YUDA karena ada indikator kecewa dengan Bupati Untung Wiyono dengan berbagai alasan.
6. Bapak Ahmad Zaini bahkan turut menjadi motor dan membagikan amplop kepada masyarakat untuk mendukung pasangan ADA dan nominalnya lebih besar daripada amplop dari pasangan YUDA.
commit to user
• KECAMATAN NGRAMPAL :
1. Di Kecamatan Ngrampal terjadi kejenuhan masyarakat yang didukung oleh PNS, Pengusaha serta pemilik CV yang kecewa dengan kepemimpinan Bupati sekarang yang notabene adalah ayah kandung Cabup pasangan YUDA.
2. Ketika kepemimpinan Bupati Untung Wiyono, dalam pembelian pupuk Urea bersubsidi para petani diwajibkan membeli pupuk yang lain yang ternyata tidak disukai oleh petani.
3. Dalam pemberian amplop Tim Pasangan ADA menyertakan selebaran hasutan / kampanye hitam yang isinya menjelek-jelekkan Pasangan YUDA.
4. Menjelang Pemilukada banyak para Kyai maupun Uztad memberikan ceramah yang mengharamkan seorang perempuan menjadi Pemimpin.
• KECAMATAN KARANGMALANG :
1. Di daerah binaannya sendiri yakni di Kecamatan Karangmalang penolakan terhadap figur Bupati Untung Wiyono begitu besar sehingga berimbas pada kekalahan Pasangan YUDA.
2. Mayoritas para PNS yang ada tidak mendukung pemerintahan yang sekarang, yang mayoritas berdomisili di desa-desa besar diantaranya Kroyo, Plumbungan dan Puro.
3. Dalam pemberian amplop kepada pemilih Relawan tidak mau diawasi dan dikawal oleh Pengurus Partai.
commit to user
• KECAMATAN KEDAWUNG :
1. Kurang baiknya penilaian masyarakat terhadap keluarga pasangan YUDA. 2. Relawan yang menyebarkan amplop kepada pemilih sebagian bukan
pendukung YUDA sehingga terjadi penyalah gunaan atau ada penyunatan nominal.
3. Basis kelompok Islam terutama di desa dengan DPT terbanyak yakni Desa Pengkok, mengharamkan pemimpin yang berasal dari perempuan.
• KECAMATAN PLUPUH :
1. Kecamatan Plupuh menang dikarenakan 80 % amplop untuk pemilih tersalurkan karena diawasi dan dikawal oleh pengurus Partai tingkat Ranting maupun Anak Ranting.
2. Kecamatan Plupuh bisa menang karena kader sangat solid dan sebagian masyarakat masih senang dengan figur bapak Untung Wiyono.
3. Terdapat koordinator massa PDI Perjuangan yang kecewa dengan Bp. Untung Wiyono dan beralih ke ADA.
4. Desa Karangwaru kalah karena saudara kandung pasangan calon ADA berdomisili disana.
5. Desa Karanganyar kalah karena Kepala Desa Karanganyar mendukung pasangan ADA . Hali ini karena kakaknya tidak mendapat rekomendasi atas pencalonan Kepala Daerah melalui PDI Perjuangan.
• KECAMATAN GEMOLONG :
1. Kecamatan Gemolong menang tetapi di daerah tertentu ada juga yang kalah, karena beberapa hal di antaranya, gencarnya isu yang
commit to user
mendeskritkan pasangan YUDA melalui selebaran gelap baik di jalan- jalan maupun di masjid.
2. Di Kecamatan Gemolong gencar sekali isu yang dihembuskan terkait penerimaan PNS memakai uang banyak.
3. Gencarnya Isu Dinasti politik yang dilancarkan oleh pihak lawan, sehingga masyarakat menginginkan perubahan seperti yang selalu menjadi slogan lawan.
• KECAMATAN KALIJAMBE :
1. Kecamatan Kalijambe menang tetapi dibeberapa daerah kalah, untuk Desa Keden kalah, karena domisili Ketua Pengurus Kecamatan Partai Golkar di desa tersebut.
2. Desa Saren yang notabene basis Muhammadiyah, tidak dapat menerima kehadiran seorang pemimpin perempuan.
3. Desa Jetis Karangpung, merupakan kediaman salah satu tokoh masyarakat Kalijambe yakni Ali Badaruddin yang tidak mendukung Pasangan YUDA. 4. Desa Bukuran kalah karena amplop kurang didistribusikan dengan lancar
serta banyak simpatisan PDI Perjuangan yang tidak mendapatkannya.
• KECAMATAN TANON :
1. Banyak sekali Janji-janji Cabup YUDA ( Mbak Yuni ) selama Kampanye Pileg 2009 di Kecamatan Tanon yang tidak terealisasi, contoh : masalah KKP di Desa Kecik, Rehab jalan arah Makam Sukowati, di Desa Pengkol dan Tanon pengecoran jalan tidak terealisasi, dan untuk Desa Bonagung masalah air bersih juga belum terealisasi.
commit to user
2. Masyarakat kecewa dengan janji -janji Bp. Untung Wiyono selama berkunjung ke Kec. Tanon. Karena banyak janji yang belum terealisasi, masyarakat memilih pasangan lain.
3. Pemilihan Relawan yang bertugas di Desa maupun Koordinator RT dipandang tidak mempunyai pamor / kurang dikenal masyarakat.
4. Pemberian amplop ke masyarakat, tidak sesuai dengan Kirka yang disetorkan sehingga berdampak gejolak dimasyarakat.
5. Pada daerah tertentu, nominal amplop kalah dengan amplop dari pihak lawan / ADA.
6. Berkembangnya Isu defisit APBD Kabupaten Sragen serta banyak jalan yang rusak.
7. Keterpihakan mayoritas PNS serta Pamong Desa yang menginginkan perubahan, sehingga mayoritas masyarakat lari kepada pasangan ADA.
• KECAMATAN SUMBERLAWANG :
1. Kecamatan Sumberlawang menang karena konsolidasi internal Partai solid baik di tingkat Anak Ranting, Ranting maupun PAC.
2. Adapun di beberapa tempat kalah, karena TPS tersebut telah dikunjungi Calon lain dan telah terjadi kesepakatan atau maindet memilih Calon tersebut.
3. Disharmonisasi antara perangkat Desa dengan Kepala Desa menyebabkan perbedaan pilihan.
4. Untuk wilayah yang kalah, karena dahulu banyak janji – janji Bp. Untung Wiyono belum terealisasi sampai sekarang.
commit to user
5. Kader dari Calon lain lebih militan karena berani menanggung kekurangan dana diantaranya PNS, TNI/ POLRI.
6. Pembagian amplop kepada pemilih yang dibagikan oleh relawan tidak merata.
• KECAMATAN MONDOKAN :
1. Kecamatan Mondokan bisa menang karena konsolidasi internal Partai cukup solid, yakni koordinasi dari Anak Ranting, Ranting hingga PAC terjalin dengan baik.
2. Untuk wilayah yang kalah, karena anji – janji Bp. Untung Wiyono belum terealisasi sampai sekarang sehingga masyarakat kecewa.
3. Para PNS kebanyakan kecewa dengan kepemimpinan Bp. Untung Wiyono sehingga menginginkan perubahan.
4. Pembagian amplop kepada pemilih yang dibagikan oleh relawan tidak merata.
• KECAMATAN SUKODONO :
1. Wilayah kecamatn Sukodono kalah, karena kurangnya kepercayaan terhadap Struktural Partai, ( PAC hingga Anak Ranting ) dan Pasangan YUDA lebih mengutamakan jalur Birokrasi dan Relawan.
2. Partai Pendukung tidak bekerja secara maksimal, yakni di tingkat konstituen, terutama Partai Demokrat.
3. Kurangnya koordinasi antar Tim Sukses di tingkat Kecamatan / PAC
4. Adanya kampanye hitam atau black campaign yang menyudutkan pasangan YUDA.
commit to user
5. Banyak janji – janji dalam Pemilu Legislatif 2009 dari Dewan terpilih yang belum bisa terealisasi. ( pengecoran jalan, pemberian bantuan dll )
• KECAMATAN GESI :
1. Citra kurang baik dimata masyarakat untuk Bupati Sragen saat ini, Bp. Untung Wiyono yang notabene ayah kandung Cabup pasangan YUDA, sehingga menghilangkan simpati terhadap pasangan YUDA.
2. Guru, PNS dan Perangkat Desa kecewa terhadap Bp. Untung Wiyono sehingga tidak mendukung YUDA dan menjadi motor untuk Calon Pasangan lain didaerahnya.
3. Dalam pembagian amplop oleh Relawan kepada masyarakat, Relawan tidak mau di awasi dan dikawal oleh struktural partai.
4. Banyak sekali janji Bp. Untung Wiyono yang belum direalisasi sehingga menimbulkan kekecewaan bagi masyarakat.
• KECAMATAN TANGEN :
1. Kecamatan Tangen menang karena konsolidasi pengurus partai berjalan cukup solid. Namun dibeberapa daerah sempat kalah karena amplop yang dibagikan kepada pemilih oleh Relawan YUDA kurang tepat sasaran. 2. Terlalu banyak Tim Sukses / relawan dan tidak mengutamakan kader PDI
Perjuangan.
3. Banyak yang Masyarakat jenuh dengan kepemimpinan sebelumnya ( kecewa dengan Kepemimimpinan Untung Wiyono ) dan menginginkan perubahan.
commit to user
• KECAMATAN JENAR :
1. Kecamatan Jenar menang, tetapi didaerah tertentu kalah karena tidak meratanya amplop yang dibagikan oleh Relawan Pasangan YUDA.
2. Dalam pembagian amplop kepada masyarakat, Relawan tidak mau dikawal dan diawasi oleh pengurus Partai.
3. Banyak sekali Pengurus Ranting maupun Anak Ranting yang diabaikan / lebih mengandalkan Tim Relawan.
• KECAMATAN GONDANG :
1. Kecamatan Gondang kalah, di antaranya adalah sikap Mantan Ketua PAC yang tidak terpilih lagi, menggembosi masa PDI Perjuangan dengan maksud menjatuhkan Ketua DPC Bambang Samekto.
2. Banyak janji dari Bp. Untung Wiyono kepada masyarakat yang belum terealisasi sehingga menimbulkan kekecewaan masyarakat.
3. Guru, PNS dan Perangkat Desa kecewa terhadap Bp. Untung Wiyono sehingga mereka menginginkan suatu perubahan dengan tidak mendukung Pasangan YUDA.
4. Para pengusaha ataupun pihak lain yang kecewa dengan Bp. Untung Wiyono, banyak menjadi motor dan donatur bagi calon lain.
5. Dalam pembagian amplop kepada masyarakat, Relawan tidak mau diawasi dan dikawal oleh Pengurus Partai.
• KECAMATAN SAMBIREJO :
1. Kekecewaan masyarakat pada Bp. Untung Wiyono karena banyak sekali janji – janji yang tidak ditepati terutama pembangunan insfraktruktur.
commit to user
2. Guru, PNS dan Perangkat Desa kecewa terhadap Bp. Untung Wiyono sehingga mereka tidak mendukung Pasangan YUDA
3. Tidak adanya koordinasi antara Pengurus Partai dengan Relawan karena Relawan relatif tertutup.
• KECAMATAN SAMBUNGMACAN :
1. Banyak masyarakat yang tidak memilih Pasangan YUDA, karena mereka menginginkan perubahan dan sudah jenuh dengan kepemimpinan Bupati Untung Wiyono.
2. Banyak Janji – janji Bp. Untung Wiyono (Bupati Sragen/Ayah Kandung Cabup YUDA) yang tidak di tepati di antaranya untuk RT. mendapat bantuan stimulan Rp. 3.000.000,- / tahun.
Kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011 merupakan kekalahan yang ke 2 bagi PDI P di Wilayah Soloraya, yakni pasca kekalahan Kader PDI P dalam Pilkada Wonogiri tahun 2010. Pemilukada Sragen 2011 nampaknya juga telah membuat berbagai pihak yang terlibat di dalamnya menjadi tercengang. Karena kita melihat bahwa seorang calon bupati-wakil bupati dengan dukungan partai politik yang sangat besar (PDI P, Demokrat, PKS, PKB dan PBR) harus menerima kekalahan oleh calon yang hanya diusung oleh tiga partai politik (Partai Golkar, PAN, dan PPP).
Di sisi lain kita melihat bahwa kekalahan Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011 bukan karena mesin politik partai yang tidak berjalan. Namun kita melhat bahwa kekalahan Pasangan YUDA lebih disebabkan karena
commit to user
faktor figur atau ketokohan seoran calon yang kurang populer di mata masyaakat Sragen. Selain itu kita juga melihat bahwa pesan yang hendak disampaikan dalam Pemilukada Sragen adalah keinginan adanya perubahan.
Kekalahan yang dialami Pasangan YUDA dalam Pemilukada Sragen 2011 kembali mengingatkan kita pada Pilkada di Kabupaten Wonogiri, Grobogan dan Kabupaten Sukoharjo. Kesamaan yang terjadi antara Pilkada Wonogiri, Sukoharjo dan Sragen adalah majunya seorang petahana (incumbent) maupun orang yang paling dekat incumbent.
Di Kabupaten Wonogiri kita melihat sosok Begug Purnomosidi, seorang Bupati Wonogiri yang telah menjabat bupati selama dua periode memutuskan kembali untuk maju sebagai kandidat wakil bupati dalam Pemilukada Wonogiri 2010, namun akhirnya harus menerima kekalahan dari kandidat lain. Sedangkan dalam Pilkada di Kabupaten Sukoharjo kita melihat Titik Suprapti yang merupakan istri dari Bupati Sukoharjo dua periode Bambang Riyanto, memutuskan maju sebagai calon Bupati Sukoharjo 2010 dan juga harus menerima kekalahan dari kandidat lain. Kemudian di Kabupaten Sragen sendiri, kita melihat bahwa dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang merupakan anak dari Bupati Untung Wiyono juga harus menerima kekalahan dalam Pemilukada Sragen 2011.
Fenomena kekalahan petahana (incumbent) maupun orang dekat incumbent dalam Pilkada di Sragen, Sukoharjo dan Wonogiri ini semakin menunjukkan kejenuhan masyarakat terhadap pemimpin yang terlalu lama memimpin. Masyarakat tentunya menginginkan sosok atau figur baru yang dapat memimpin dan memberikan perubahan pada daerah mereka.
commit to user
Dalam perjalanan awal pencalonan, Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang merupakan putri kandung Bupati Untung Wiyono sebenarnya paling diuntungkan terkait keberadaan ayahnya yang masih menjabat sebagai Bupati Sragen. Namun, posisi ini sekaligus juga menjadi titik kelemahan Pasangan YUDA. Karena rakyat Sragen dalam selama 10 tahun berada di bawah kepemimpinan Bupati Untung Wiyono telah menyaksikan kelebihan dan kekurangan sang Bupati selama memimpin Kabupaten Sragen. Jadi ada indikator yang mengatakan bahwa apabila Pasangan YUDA terpilih sebagai Bupati Sragen hanya akan menjadi bumper bagi Untung Wiyono.
Salah satu fakta yang menarik tentang kekalahan Pasangan YUDA adalah suara yang diperoleh Pasangan Cabup-Cawabup nomor urut empat, yakni Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Darmawan Minto Basuki harus menerima kekalahan di kandang sendiri. Cabup Yuni yang menggunakan hak pilihnya di TPS 9 Taman Asri, Kroyo, Karangmalang hanya mampu memperoleh 37 suara. Putri Bupati Untung Wiyono tersebut kalah jauh dari pasangan nomor urut lima Agus Fatchur Rahman-Daryanto (ADA) yang mampu mengumpulkan 237 suara. Sementara, pasangan Wiyono-Dariyanto (Noto) dan pasangan Danang Wijaya- Sumiyarno (Damar), masing-masing hanya mendapat satu suara. Sedangkan, pasangan Sularno-Kushardjono berhasil memperoleh 16 suara.
Dalam Pemilukada Sragen 2011 keterlibatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kegiatan dukung mendukung salah satu pasangan calon bupati nampak terlihat jelas sekali. Meskipun tidak semuanya terlihat secara terang-terangan tampil, namun banyak para PNS yang bahu-membahu dalam memberikan
commit to user
dukungan terhadap salah satu calon. Hal ini banyak dilakukan oleh PNS karena kebanyakan mereka prihatin dengan pola kepemimpinan yang saat ini dipegang oleh Bupati Untung Wiyono. Keprihatinan sejumlah PNS yang tergabung sebagai Tim Relawan lebih dikarenakan mereka tidak puas dengan sosok Bupati Untung Wiyono yang terkesan ingin melanggengkan kekuasaan. Hal ini ditandai dengan keinginan Bupati Untung Wiyono yang ingin menyerahkan tongkat kekuasaan kepada orang-orang terdekatnya termasuk anggota kelurganya.
Selain hal di atas, kita juga melihat bahwa kemenangan Pasangan ADA dalam Pemilukada Sragen 2011 juga disebabkan karena kemasan isu yang lebih menarik bila dibandingkan dengan calon atau kandidat lainnya. Jargon kampanye Pasangan ADA yang lebih mengedapankan perubahan ternyata lebih diterima oleh masyarakat Sragen yang berharap adanya perubahan pasca diadakannya Pemilukada Sragen 2011.
Suara yang diraih dalam pemilihan kepala daerah merupakan hasil konkret dari keseluruhan kerja politik yang dilakukan oleh partai politik maupun Tim Sukses dari pasangan calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada. Strategi komunikasi politik maupun kampanye politik pada pilkada langsung merupakan suatu strategi yang bertujuan dalam rangka pemenangan seorang kandidat kepala daerah. Meskipun Pasangan YUDA menerima kekalahan dalam Pemilukada Sragen 2011 kita melihat bahwa bangunan kerja sama antara partai pendukung dan partai pengusung dalam mengupayakan kemenangan Pasangan YUDA sudah berjalan secara maksimal.
commit to user
Pasca Pemilukada Sragen 2011 kita melihat Pasangan dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati – Ir. Darmawan Minto Basuki, MM,MT (YUDA) terlihat tegar dalam menerima kekalahan mereka atas Pasangan Cabup-Cawabup Agus Facturrahman – Daryanto (ADA). Pasangan YUDA juga mengaku legawa dan tidak akan melakukan gugatan terkait kekalahan mereka dalam Pemilukada Sragen 2011.
Selain menggelar jumpa pers dan memberikan ucapan selamat kepada Pasangan ADA dari kediaman Dayu Park, Pasangan YUDA juga mendatangi kediaman cabup terpilih Agus Facturrahman secara langsung untuk memberikan ucapan selamat atas kemenangan yang berhasil diraih dalam Pemilukada Sragen. Ucapan selamat yang disampaikan oleh Pasangan YUDA terhadap Pasangan