• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III ANALISA PENDEKATAN PROGRAM ARSITEKTUR 3.1 ANALISA PENDEKATAN KAWASAN

3.1.1 ANALISA KONTEKS LINGKUNGAN

a. Analisa Pemilihan Lokasi

Pemilihan lokasi proyek Jateng Park ini berada di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah. Secara administratif Kecamatan Boyolali terdiri dari 19 kecamatan, yang dibagi lagi atas 260 desa dan 7 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di kecamatan Boyolali. Kecamatan di Kabupaten Boyolali adalah:

Ampel Andong Banyudono Cepogo Juwangi Karanggede

Klego Mojosongo Musuk Ngemplak Nogosari Sambi Sawit Selo Simo Teras Wonosegoro

Dari 19 kecamatan yang ada, ada beberapa kecamatan yang diperuntukan untuk kawasan pariwisata rekreasi. Kawasan tersebut adalah :

a. Taman Pandan Samiran berada di Kecamatan Selo; b. Teropong Gunung Jerakah berada di Kecamatan Selo; c. Teropong Gunung Samiran berada di Kecamatan Selo; d. Base Camp Tuk Pakis berada di Kecamatan Selo; e. Guest House berada berada di Kecamatan Selo; f. Basis Pendakian Lencoh berada di Kecamatan Selo; g. Wana Wisata Sampetan di Kecamatan Ampel; h. Bumi Perkemahan berada di Kecamatan Ampel;

i. Industri Abon dan Dendeng berada di Kecamatan Ampel; j. Pesanggrahan Paras berada di Kecamatan Cepogo; k. Bio Gas berada di Kecamatan Cepogo;

l. Kerajinan Tembaga berada di Kecamatan Cepogo;

m. Kerajinan Boneka Wayang Pusporenggo berada di Kecamatan Musuk; n. Taman Kridanggo berada di Kecamatan Boyolali;

o. Kerajinan mainan berada di Kecamatan Mojosongo; p. Kerajinan ijuk berada di Kecamatan Mojosongo;

q. Kerajinan Kurungan Burung berada di Kecamatan Banyudono; r. Kerajinan Gamelan dan Wayang berada di Kecamatan Banyudono; s. Waduk Cengklik berada di Kecamatan Ngemplak;

t. Gunung Madu berada di Kecamatan Simo; u. Waduk Bade berada di Kecamatan Klego;

v. Waduk Kedungombo berada di Kecamatan Kemusu; dan w. Pengembangan potensi wisata di seluruh kecamatan.

Dari data peruntukan pariwisata rekreasi sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kabupaten Boyolali yaitu Kecamatan : Selo, Ampel, Cepogo, Musuk, Boyolali, Mojosongo, Banyudono, Ngemplak, Simo, Klego, dan Kemusu.

Lokasi Alternatif peruntukan kawasan pariwisata di Kabupaten Boyolali 1. Lokasi Alternatif 1 – Kecamatan Selo

Tabel 2 Potensi dan Permasalahan Kec. Selo Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

Gambar 52 Kecamatan Selo

 Berada diantara lereng Merapi dan Lereng Merbabu ini mempunyai ketinggian dari permukaan air laut antara 1.200 m dpl-1.500 m dpl.

 Salah satu kawasan Penyangga Taman Nasional dengan jumlah desa yang berbatasan langsung dengan kawasan berjumlah 7 desa dari 10 desa yang ada di Kecamatan Selo

 Lahan di daerah ini di dominasi oleh tanah perbukitan, sangat sedikit daerah yang berupa dataran.

 Mata Pencaharian penduduk Selo adalah petani, Sebagian besar petani dengan pertanian kering dan holtikultura. Sebagian lagi adalah penambang pasir diwilayah Merapi.

 Merupakan Jalur wisata Solo-Selo-Borobudur

(SSB)

 Akses jalan pada lokasi cukup ramai dilalui oleh kendaraan umum, truk pasir, dan kendaraan pribadi

 Memiliki pemandangan alam yang indah

 Mata pencaharian penduduk kebanyakan

pertanian, dan membuat batako

 Banyak objek wisata

 Potensi Air Tanah sangat langka

 Terletak cukup jauh dari kota

 Sangat sedikit tanah yang datar, semua lahan berbukut(berkountur)  Kondisi lembab, angin snagat kencang, sehingga disana berhawa dingin setiap hari  Curah hujan tinggi,

jarang sinar matahari  Untuk jangkauan sinyal dan radar masih sangat kurang

2. Lokasi Alternatif 2 – Kecamatan Ampel

Tabel 3 Potensi dan Permasalahan Kec. Ampel Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

Gambar 53 Kecamatan Ampel

 Ampel terkenal karena abon. Sapi dan daging sapi dari Ampel banyak dikirim ke Jakarta dan Yogyakarta.

 Kecamatan Ampel terletak pada ketinggian 520 sampai dengan 1.840 mpdl.

 Terdapat Kesenian Reog

 Lokasi Wisata ada beberapa antara lain : Arboretum desa Sampetan, Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Pertapaan Guolelo, Gua Jepang di Ngagrong dan Bumi Perkemahan Indraprasta. dan masih banyak lagi.

 Waktu musim kemarau 6 desa di Kec. Ampel juga harus ekstra hati-hati karena juga rawan terhadap bencana kebakaran  Curah hujan tertinggi muncul

antara bulan Desember –

Maret, berkisar antara 300 –

350 mm per bulan, sehingga pada bulan-bulan tersebut perlu diwaspadai desa-desa pada Kec. Ampel yang berada di lereng Gunung Merbabu karena rawan terjadi tanah longsor 3. Lokasi Alternatif 3 – Kecamatan Cepogo

Tabel 4 Potensi dan Permasalahan Kec. Cepogo Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

Gambar 54 Kecamatan Cepogo

 Berada di lereng Gunung Merapi bagian timur

 Kemiringan lereng bervariasi dari 0% s.d. lebih dari 70%.  Geomorfologi Kecamatan Cepogo merupakan

perbukitan bergelombang berrelief halus hingga kasar antara 400 hingga 1.400 meter diatas permukaan laut, yang terbagi menjadi 2 satuan geomorfologi, yaitu perbukitan berelief halus-datar (menempati wilayah bagian timur dan memanjang ke arah tenggara) dan perbukitan berelief sedang (menempati bagian tengah hingga barat daya dan barat laut).

 Menawarkan beberapa spot atau titik wisata yang benyak serta menarik dan letaknya tak berjauhan. Tempat wisata yang ada : Pasar Sentra Cepogo, Kampung Tembaga Tumang, Candi Lawang, Candisari, Tapak Noto, Susuh Angin, dan Situs Sumur Songo. Baru-baru ini juga ditemukan Air Terjun setinggi ± 85 meter di lereng timur Gunung Merapi di wilayah kelurahan Wonodoyo.

 Keadaan lokasi yang masih asri dengan pemandangan yang menarik

 Memiliki akses cukup dekat dengan jalur SoloSemarang dan Boyolali-Magelang  Lahan di Kecamatan Cepogo berbukit (berkountur)

4. Lokasi Alternatif 4 – Kecamatan Musuk

Tabel 5 Potensi dan Permasalahan Kec. Musuk Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

Gambar 55 Kecamatan Musuk

 Ketinggian topografi di Kecamatan Musuk rata-rata 700 m di atas permukaan air laut ( mdpl )  Berpotensi sebagai tempat wisata durian  Bentuk wilayah berbukit-bergunung

 Mempunyai potensi Bidang Pertanian dan perkebunan

 komoditas unggulan Kecamatan Musuk khususnya bidang peternakan Sapi Perah

 Ada berbgai macam objek wisata, yaitu : Situs Musuk, Kerajinan Boneka Wayang Pusporenggo

 Lahan di Kecamatan Musuk berbukit (berkountur)

 Sangat sedikit tempat pariwisata

5. Lokasi Alternatif 5 – Kecamatan Boyolali

Tabel 6 Potensi dan Permasalahan Kec. Boyolali Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

Gambar 56 Kecamatan Boyolali

 Terletak pada ketinggian 400-700 m dari permukaan laut dan tanah miring dari barat ke timur kurang lebih 50°

 Tempat Wisata yang ada di Kec. Boyolali adalah Taman Kridanggo

 Sangat sedikit tempat pariwisata

6. Lokasi Alternatif 6 – Kecamatan Mojosongo

Tabel 7 Potensi dan Permasalahan Kec. Mojosongo Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Kecamatan Mojosongo berada pada ketinggian 100–400 m dpl dengan iklim tropis.

 Sungai yang melewati Kecamatan Mojosongo adalah sungai Pepe, Sungai Sombo, dan Sungai Gandul. Sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk keperluan MCK serta diambil bahan tambangnya yang berupa bahan galian C yang terkandung di dalamnya yaitu pasir dan batu kali untuk bahan bangunan.

 Mata pencaharian terbesar adalah Petani yaitu 52%, berdagang 4%, lain-lainnya 12%, dan Industri Pengolahan 17 %

 Kec. Mojosongo tergolong datar dengan kemiringan 2 – 15 % dan ketinggian ±. 300 meter diatas permukaan laut.

 Sangat sedikit tempat

pariwisata

7. Lokasi Alternatif 7 – Kecamatan Banyudono

Gambar 57 Kecamatan Mojosongo

Tabel 8 Potensi dan Permasalahan Kec. Banyudono Sumber: Anali sa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Topografi Banyudono berkisar antara 75-400 meter dpl.

 Banyudono terkenal karena pemandian Umbul Pengging.

 Sangat sedikit tempat pariwisata

8. Lokasi Alternatif 8 – Kecamatan Ngemplak

Tabel 9 Potensi dan Permasalahan Kec. Ngemplak Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Kecamatan Ngemplak berada pada ketinggian kurang lebih 150 mdpal

 Di kecamatan ini terdapat Bandara internasional yaitu Bandara Adi Sumarmo.

 Di kecamatan ini pula terdapat Waduk Cengklik.

 Sangat sedikit tempat pariwisata

Gambar 58 Kecamatan Banyudono

Sumber: http//wikipedia.org

Gambar 59 Kecamatan Ngemplak

 Kebanyakan penduduk di Kecamatan ini masih mengandalkan perekonomian dari Sektor pertanian.

 Menjadi salah satu pengembangan kota Surakarta ke arah barat karena lokasinya yang berbatasan langsung dengan kota Surakarta.

9. Lokasi Alternatif 9 – Kecamatan Simo

Tabel 10 Potensi dan Permasalahan Kec. Simo Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Simo terkenal sebagai kota kecamatan pelajar

 Simo memiliki pasar kebutuhan sehari-hari yang buka setiap hari dan buka secara besar di hari pasaran Pahing, pasar hewan di Pasar Simo yang buka juga setiap Pahing dan pasar hewan di Karangjati yang ramai pada hari Pahing dan Kliwon.

 Sangat sedikit tempat pariwisata Gambar 60 Kecamatan Simo

 Di sini terdapat banyak goa peningalan zaman Jepang tepat di sisi jalan raya.

 Pemandangan luas ke arah kota Surakarta dapat dinikmati dari daerah ini.

 Simo juga memiliki berbagai tempat peninggalan bersejarah yang cukup menarik untuk dijadikan tempat wisata. Yaitu gunung madu dan gunung tugel yang mempunyai daya tarik tersendiri, tetapi sayang pemerintah daerah setempat belum terlalu memberikan perhatian kepada kawasan ini.

10. Lokasi Alternatif 10 – Kecamatan Klego

Tabel 11 Potensi dan Permasalahan Kec. Klego Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Klego merupakan sebuah kecamatan yang terletak di bagian utara Kabupaten Boyolali. Klego terletak di jalan antara Simo dan Karanggede.

 Daerahnya sebagian besar pertanian dan didukung dengan kemajuan kecamatan yang lama-kelamaan menjadi pusat perekonomian yaitu terdapat pasar dan pusat perdagangan lainnya.

 Di Klego terdapat waduk/bendungan yang terletak di bagian tengah Kecamatan Klego. Waduk itu disebut dengan Waduk

 Sangat sedikit tempat pariwisata Gambar 61 Kecamatan Klego

Bade karena letaknya di wilayah desa Bade. Waduk tersebut dapat mengairi sebagian besar sawah di Kecamatan Klego, Kecamatan Andong, Boyolali, dan sekitarnya. Waduk Bade juga merupakan area untuk wisata lokal dan tempat pemancingan bagi warga di sekitar Klego.

11. Lokasi Alternatif 11 – Kecamatan Kemusu

Tabel 12 Potensi dan Permasalahan Kec. Kemusu Sumber: Analisa Pribadi, 2017

POTENSI PERMASALAHAN

 Kemusu merupakan kecamatan yang memiliki kantor Kecamatan di Desa Klewor. Sebagian wilayah kecamatan Kemusu tergenang waduk Kedung Ombo. Kemusu dan Juwangi merupakan wilayah Boyolali yang dekat dengan Waduk Kedungombo.

 Sangat sedikit tempat pariwisata

Kriteria Pemilihan Lokasi

Dokumen terkait