Makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan akan makin meningkat dampaknya terhadap lingkungan. Keadaan ini mendorong makin diperlukannya upaya pengendalian dampak lingkungan hidup sehingga resiko terhadap lingkungan hidup dapat ditekan sekecil mungkin. Upaya pengendalian dampak lingkungan hidup tidak dapat dilepaskan dari tindakan pengawasan agar ditaati ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lingkungan hidup.Suatu perangkat hukum yang bersifat preventif berupa izin melakukan usaha dan/atau kegiatan lain. Oleh sebab itu, dalam izin harus dicantumkansecara tegas syarat dan kewajiban yang harus dipatuhi dan dilaksanakan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan lainnya. Apa yang dikemukakan diatas menyiratkan ikut sertanya berbagai instansi dalam pengelolaan lingkungan hidup sehingga perlu dipertegas batas wewenang tiap- tiap instansi yang ikut serta di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
Dalam rangka melaksanakan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup sebagai upaya sadar dan berencana mengelola sumberdaya secara bijaksana dalam pembangunan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan, harus disertai dengan pelestarian fungsi lingkungan hidup, dan perlu dijaga keserasian antar berbagai usaha dan/atau kegiatan. Terlestarikannya fungsi lingkungan hidup yang merupakan tujuan pengelolaan lingkungan hidup menjadi tumpuan terlanjutkannya pembangunan berkelanjutan.
Setiap usaha dan/atau kegiatan pada dasarnya menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup yang perlu dianalisis sejak awal perencanaannya, sehingga langkah pengendalian dampak negatif dan pengembangan dampak positif dapat dipersiapkan sedini mungkin. Oleh sebab itu, diperlukan suatu usaha yang dapat meminimalisasi dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif dari usaha dan/atau kegiatan tersebut. Sejak awal perencanaan usaha dan/atau kegiatan sudah harus diperkirakan perubahan rona lingkungan hidupakibat pembentukan suatu kondisi lingkungan hidup yang baru, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan, yang timbul sebagai akibat diselenggarakannya usaha dan/atau kegiatan pembangunan.
Pengelolaan Lingkungan Hidup menetapkan bahwa setiap rencana usaha dan/ataukegiatan yang kemungkinan dapat menimbulkan dampak besardanpenting terhadap lingkungan wajib memiliki dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan
Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan Hidup dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 05 Tahun 2012 tentang Jenis Rencana Usaha / Kegiatan Yang Wajib Memiliki Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup. Hal ini sesuai pula dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 16 Tahun 2012 tentang Pedoman Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup.
Kebijakan pemerintah dalam pembangunan berkelanjutan merupakan upaya sadar dan berencana dalam penggunaan dan pengelolaan sumberdaya alam untuk meningkatkan kualitas kehidupan baik generasi sekarang maupun generasi yang akan datang. Kebijakan tersebut tertuang dalam Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009, yaitu:Tercapainya keselarasan, keserasian dan keseimbangan antara manusia dan lingkungan.Terwujudnya manusia sebagai insan lingkungan yang memiliki sikap dan tindakan melindungi serta membina lingkungan.Terjaminnya kepentingan generasi masa kini dan generasi masa yang akan datang.Tercapainya kelestarian fungsi lingkungan hidup.Terkendalinya pemanfaatan sumberdaya alam secara bijaksana.
Kesadaran masyarakat untuk mengelola lingkungan pada usaha dan/atau kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Bengkalis semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya dokumen UKL-UPL dan dokumen AMDAL yang telah disahkan. Penyusunan Dokumen AMDAL atau UKL/UPL termasuk di Kabupaten Bengkalis bertujuan:
1. Tercapainya keselarasan dan kesinambungan antara pembangunan dan sumberdaya alam;
2. Sebagai bahan proses pengambilan keputusan tentang pelaksanaan rencana usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan hidup;
3. Tertanggulanginya semua permasalahan pengrusakan/pencemaran lingkungan hidup atas pemanfaatan sumberdaya alam;
4. Tercapainya keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian lingkungan hidup dalam pembangunan berwawasan lingkungan;
5. Terwujudnya manusia sebagai insan lingkungan hidup yang bertanggung jawab; dan
Tabel 7.5
Kriteria Penapisan Usulan Program/Kegiatan Bidang Cipta Karya
No Kriteria Penapisan
Penilaian
Uraian Pertimbangan Kesimpulan
(Signifikan/Tdk)
1 Perubahan Iklim Perubahan iklim global telah menjadi masalah lama yang tak kunjung teratasi di dunia ini. Sehingga menjadi perhatian berbagai pihak baik di tingkat global, regional, maupun lokal. Semakin tingginya aktifitas manusia dan kemajuan teknologi industri saat ini akan semakin mempercepat terjadinya perubahan iklim. IPCC menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,7 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 1,0. Selanjutnya terjadi penurunan jumlah ketersediaan air di negera-negera tropis sebesar 10-30 persen. Secara umum yang dirasakan saat ini adalah semakin panjangnya musim panas dan semakin pendeknya musim hujan, selain itu maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Peningkatan cuaca secara ekstrem, tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Hal ini juga dirasakan di wilayah Indonesia, kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin saat ini mulai terasa semakin panas. Bahkan untuk pertama kalinya sejak 30 tahun terakhir suhu di Provinsi Riau pada tahun 2013 pernah mencapai 370C.
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa perubahan ilkim memberikan dampak yang ckup signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
2 Kerusakan, kemerosotan, dan/atau kepunahan keanekaragaman hayat
Keanekaragaman hayati mencakup daerah yang luas mulai dari daratan dan lautan. Mulai dari yang dapat dilihat oleh mata (makroorganisme) sampai yang tidak terlihat (mikroorganisme). Mencakup berbagai ekosistem mulai dari berhutan dan tidak berhutan. Ekosistem berhutan sendiri terdiri dari hutan dataran rendah, hutan rawa, hutan pegunungan dan hutan mangrove. Namun keanekaragaman hayati mulai terancam dengan adanya pemanfaatan yang berlebihan terhadap sumberdaya hayati, fragmentasi habitat oleh kegiatan perkebunan dan pertanian, desertifikasi (penggurunan), simplifikasi ekosistem dan gene pool serta ancaman invasi spesies luar. Ancaman ini menyebabkan terjadinya perubahan kelimpahan dan keanekaragaman hayati. Disamping itu deforestasi yang terjadi menyebabkan berkurangnya keanekaragaman hayati yang terkonsentrasi di kawasan-kawasan hutan.
Frekuensi kebakaran hutan yang akan meningkat akibat tingginya suhu bumi juga akan menjadi salah satu faktor punahnya berbagai flora dan
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa tingkat kerusakan, kemerosotan, dan/atau kepunahan keanekaragaman hayati memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
No Kriteria Penapisan
Penilaian
Uraian Pertimbangan Kesimpulan
(Signifikan/Tdk)
yang tinggi. Namun saat ini bencana kebakaran hutan yang terjadi setiap tahunnya dapat mengancam musnahnya keanekaragaman hayati indonesia.
Setiap makhluk hidup memiliki tingkat toleransi terhadap perubahan lingkungan hidupnya. Dampak dari kegiatan pembangunan yang terlihat, yaitu pemanasan global dengan meningkatnya suhu di permukaan bumi, dan secara perlahan mengubah pola cuaca yang pada akhirnya dapat mengubah model iklim. Tingginya suhu di permukaan bumi akibat perubahan iklim dan pemanasan global menyebabkan banyaknya spesies-spesies yang mati akibat tidak mampu untuk beradaptasi dengan perubahan lingkungan yang terjadi secara ekstrim. Punahnya sebagian spesies flora dan fauna akan menganggu keseimbangan ekosistem. 3 Peningkatan intensitas dan cakupan
wilayah bencana banjir, longsor, kekeringan, dan/atau kebakaran hutan dan lahan,
Akibat kebakaran hutan dan lahan menyebabkan kerusakan ekosistem dan sistem hidrologi, serta gangguan asap terhadap kesehatan dan keamanan manusia dan makhluk hidup lainnya yang berada di areal pembakaran. Sedangkan pada tingkat nasional dan regional, kebakaran hutan dan lahan dapat mempengaruhi kelancaran transportasi, terganggunya kegiatan perekonomian masyarakat, terganggunya biodiversitas, hilangnya karbon yang berada pada lahan gambut serta dapat menimbulkan pencemaran asap lintas batas ke negara tetangga.
Kegiatan Alih fungsi lahan oleh manusia juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang berdampak pada bencana Banjir/Longsor.
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa tingkat peningkatan intensitas dan cakupan wilayah bencana banjir, longsor, kekeringan, dan/atau kebakaran hutan dan lahan memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
4 Penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam
Pemanfaatan sumberdaya alam masih menjadi modal dasar pembangunan Indonesia saat ini dan masih diandalkan di masa yang akan datang. Oleh sebab itu, penggunaan sumberdaya alam tersebut harus dilakukan secara bijak, karena kegiatan pembangunan secara terus-menerus yang memanfaatkan sumber daya alam sekitar berdampak pada penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam tersebut. Pemanfaatan sumberdaya alam dilandasi oleh azas pembangunan berkelanjutan yang meliputi tiga pilar, yaitu menguntungkan secara ekonomi (economically viable), diterima secara sosial (socially acceptable), dan ramah lingkungan (environmentally sound). Penerapan prinsip berkelanjutan dan berwawasan lingkungan pada berbagai aktivitas pembangunan dari awal
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa penurunan mutu dan kelimpahan sumber daya alam tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
No Kriteria Penapisan
Penilaian
Uraian Pertimbangan Kesimpulan
(Signifikan/Tdk)
perencanaan dapat mencegah kerusakan lingkungan dan mengendalikan dampak negatif sebaliknya mengembangkan dampak positif.
5 Peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau lahan,
Hampir semua aktivitas manusia melibatkan penggunaan lahan. Karena jumlah dan aktivitas manusia bertambah dengan cepat maka lahan menjadi sumber daya yang langka dimana kelangkaan lahan ini akan berimplikasi terhadap
Kondisi lingkungan sekitar. Pertambahan jumlah penduduk serta berkembangnya kegiatan perekonomian menyebabkan penggunaan terhadap lahan semakin tinggi untuk berbagai keperluan seperti pertanian, perkebunan, pemukiman, industri, dan sebagainya. Dalam kondisi ini, lahan merupakan hambatan dalam penggunaannya dibeberapa tempat, tingginya frekuensi terhadap penggunaan lahan ini telah menimbulkan persoalan yang kompleks
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa tingkat peningkatan alih fungsi kawasan hutan dan/atau lahan memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
6 Peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya keberlanjutan penghidupan sekelompok masyarakat
Ditengah krisis ekonomi global yang melanda dunia pada saat ini, Indonesia diharapkan tetap mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya yang positif dalam rangka mensejahterakan masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun demikian, bukan hanya pertumbuhan ekonomi semata yang menjadi tujuan pembangunan Indonesia, selain pertumbuhan yang berkualitas, masyarakat juga memerlukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan sejatinya dicapai dengan meminimalkan degradasi lingkungan dan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh aktivitas ekonomi. Dampak dari pembangunan ekonomi terhadap lingkungan selama ini sudah terlihat dari beberapa indikator degradasi lingkungan baik pada air, udara, lahan dan hutan, pesisir dan lautan serta keanekaragaman hayati.
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa peningkatan jumlah penduduk miskin atau terancamnya keberlanjutan penghidupan sekelompok masyarakat dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
7 Peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia
Isu Peningkatan risiko terhadap kesehatan dan keselamatan manusia dapat terjadi melalui berbagai macam kegiatan pembangunan yang dilakukan oleh manusia. Perubahan iklim juga dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan manusia. Diantaranya menyebabkan polusi udara yang akhirnya menurunkan fungsi dari paru-paru. Seperti semakin meningkatnya kasus asma. Selain itu juga dapat menyebabkan meningkatnya penyebaran penyakit yang menular.
Berdasarkan dari dokumen KLHS Kabupaten Bengkalis di simpulkan bahwa peningkatan resiko terhadap kesehatan dan keselamatan tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap isu pembangunan di Kabupaten Bengkalis.
Tabel 7.6
Identifikasi KRP (Kebijakan Rencana Program)
No Komponen kebijakan /
rencana / program Kegiatan
Lokasi (Kecamatan / Kelurahan (jika ada))
1 Pengembangan Permukiman
1. Penyusunan NSPK bidang pengembangan permukiman 2. Penyusunan SPPIP Kab Bengkalis
3. Penyusunan RPKPP Kab Bengkalis
4. Pendampingan penyusunan rencana tindak penanganan kawasan kumuh perkotaan
5. Pembinaan kelembagaan (organisasi dan SDM) serta peningkatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman
6. Penataan kawasan kumuh perkotaan
7. Pembangunan infrastruktur kawasan permukiman baru 8. Penanganan permukiman di kawasan rawan bencana. 9. Pengembangan kawasan potensial pedesaan
10. Penataan kawasan daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terkecil terluar.
1. Tersusunnya produk NSPK bidang permukiman 2. Terselenggaranya pendampingan penyusunan
NSPK bidang pengembangan permukiman 3. Tersusunnya SPPIP Kab Bengkalis
4. Tersusunnya RPKPP perkotaan dan pedesaan Kab Bengkalis
5. Pendampingan penyusunan rencana tindak penanganan kawasan permukiman kumuh perkotaan
6. Penyelenggaraan diseminasi, sosialisasi, diklat dan lokakarya bagi Pemda, swasta dan masyarakat
7. Penyediaan infrastruktur permukiman di kawasan kumuh perkotaan
8. Penyediaan infrastruktur permukiman di kawasan perumahan bagi MBR
9. Penyediaan infrastruktur permukiman bagi kawasan rawan bencana
10.Penyediaan infrastruktur permukiman bagi kawasan pedesaan
11.Pembangunan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW)
12.Pembangunan sarana dan prasarana permukiman di desa tertinggal
13.Pembangunan sarana dan prasarana permukiman di kawasan perbatasan dan pulau terkecil terluar
Lokasi penataan permukiman kumuh: - Bengkalis - Duri Barat - Pinggir - Selat Baru - Sei Pakning - Lubuk Muda - Batu Panjang - Tanjung Medang. Lokasi SPPIP/RPKPP: - Kota Bengkalis - Kota Sei Pakning - Kota Duri
2 Penataan Bangunan dan Lingkungan
1. Penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan
2. Pendampingan penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan oleh Pemda.
1. Penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan
2. Pendampingan penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan
Lokasi RTBL:
- Kec. Bengkalis Kota - Kec. Bukit Batu - Kec. Mandau
No Komponen kebijakan /
rencana / program Kegiatan
Lokasi (Kecamatan / Kelurahan (jika ada))
3. Pembinaan kelembagaan penataan bangunan dan lingkungan (sosialisasi dan diklat)
4. Penataan tertib pembangunan dan keselamatan bangunan dan lingkungan
5. Penataan bangunan pada kawasan strategis, tradisional, bersejarah dan ruang terbuka hijau
6. Pengembangan PPI2B yangmemenuhi standar bangunan gedung
7. Pemberdayaan masyarakat mandiri dan sejahtera
3. Penyusunan Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL)
4. Penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RiSPK)
5. Penyusunan rencana tindak sistem Ruang Terbuka hijau (RTH)
6. Penyusunan Rencana Tindak pengembangan Kawasan permukiman Tradisional dan Bersejarah 7. Fasilitasi penguatan kelembagaan penataan
bangunan dan lingkungan, pelatihan penyelenggaraan bangunan gedung, penataan lingkungan dan pendataan serta pengelolaan bangunan gedung dan rumah negara
8. Pengembangan bangunan gedung negara dan bersejarah
9. Pencontohan pengembangan sarana dan prasarana pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran
10.Pencontohan pengembangan sarana dan prasarana aksesibilitas bangunan gedung
11.Pengembangan sarana dan prasarana kawasan yang mengalami degradasi fungsi dan penurunan kualitas fisik lingkungan (revitalisasi)
12.Pengembangan sarana dan prasarana Ruang Terbuka hijau (RTH)
13.Pengembangan sarana dan prasarana kawasan tradisional dan bersejarah
14.Pembangunan dan peningkatan Pusat Informasi Pengembangan Permukiman dan Bangunan (PIP2B)
15.Bantek Bintek serta pendampingan pemberdayaan masyarakat PNPM-P2KP.
RISPK Kota bengkalis
3 Pengembangan Air Minum
1. pengembangan NSPK bidang pengembangan SPAM 2. pendampingan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air
1. penyusunan rancangan NSPK tentang air minum 2. bantuan teknis dan fasilitasi penyusunan
Air minum IKK perkotaan: - Sungai Pakning - Duri
No Komponen kebijakan /
rencana / program Kegiatan
Lokasi (Kecamatan / Kelurahan (jika ada))
Minum Kabupaten Bengkalis
3. peningkatan kapasitas kelembagaan termasuk SDM dalam pengembangan SPAM
4. pembinaan dan pendampingan dalam rangka pembiayaan 5. adaptasi perubahan ilkim
6. peningkatan pelayanan air minum terhadap MBR perkotaan 7. peningkatan pelayanan air minum terhadap MBR pedesaan
rancangan perda terkait air minum
3. pendampingan penyusunan Rencana Induk SPAM 4. pembinaan kepada para pemegang keputusan dan penyelenggaraan air minum di daerah dalam pengembangan air minum.
5. Pendidikan dan pelatihan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum
6. Bantuan teknis dan manajemen pengelola air minum (PDAM)
7. Bantuan teknis pengelolaan untuk pengelola air minum non PDAM.
8. Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan pengelolaan air minum.
9. Penyusunan studi kelayakan KPS.
10.Fasilitasi kredit perbankan dalam penyediaan air minum
11.Kajian pola pembiayaan
12.Edukasi/kampanye hemat air dan perlindungan sumber air baku air minum.
13.Percontohan re-use dan daur ulang air limbah. 14.Fasilitasi pengembangan PS air minum MBR
perkotaan.
15.Fasilitasi pengembangan PS air minum perkotaan/IKK
16.Fasilitasi pengembangan PS air minum pedesaan. 17.Kapasitas produksi air minum terpasang khusus
untuk menangani kawasan pemekaran, pulau terluar, perbatasan, terpencil, KAPET.
18.Kapasitas produksi air minum terpasang khusus untuk mendukung pelabuhan perikanan.
Air minum pedesaan (PAMSIMAS):
- Desa klematan - Desa sejangat - Desa pangkalan jambi - Desa bandar jaya - Desa lubuk muda - Dll.
4 Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
1. Penyusunan NSPK pengembangan pengelolaan sanitasi lingkungan
2. Pendampingan penyusunan SSK yang berkaitan dengan pengelolaan sanitasi lingkungan oleh Pemda
1. Penyusunan NSPK untuk air limbah 2. Penyusunan NSPK untuk drainase
3. Bantek, Bintek untuk pendampingan (SSK) pengelolaan air limbah
Lokasi TPA: - TPA Bantan - TPA Mandau - TPA Bukit Batu
No Komponen kebijakan /
rencana / program Kegiatan
Lokasi (Kecamatan / Kelurahan (jika ada))
3. Pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM dan peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan sanitasi lingkungan
4. Peningkatan pelayanan infrastruktur air limbah 5. Peningkatan pelayanan infrastruktur drainase
6. Penyusunan NSPK dalam pengembangan pengelolaan persampahan
7. Pendampingan penyusunan SSK yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan
8. Pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM dan peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan persampahan
9. Peningkatan pelayanan infrastruktur persampahan
4. Bantek, Bintek untuk pendampingan (SSK) pengelolaan drainase
5. Penyelenggaraan pelatihan (diklat) tekinis dan pengelolaan sanitasi lingkungan
6. Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan air limbah
7. Monitoring dan evaluasi kinerja pengembangan drainase
8. Pengembangan infrastruktur air limbah dnegan sistem off site.
9. Pengembangan air limbah dengan sistem on site. 10.Pengembangan infrastruktur drainase.
11.Penyusunan NSPK untuk persampahan
12.Bantek, Bintek untuk pendampingan (SSK) pengelolaan persampahan
13.Penyelenggaraan pelatihan (diklat) tekinis dan pengelolaan persampahan
14.Fasilitasi pengembangan sumber pembiayaan dan pola investasi pengembangan persampahan dalam rangka mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mengadaptasi dan memitigasi perubahan iklim.
15.Monitoring dan evaluasi pengembangan pengelolaan persampahan.
16.Penyediaan infrastruktur persampahan 17.Fasilitasi pengelolaan persampahan 18.Fasilitasi pengurangan sampah.
- TPA Rupat - TPA Chevron
Tabel 7.7
Kajian Pengaruh KRP terhadap Kondisi Lingkungan Hidup di Kabupaten Bengkalis
No Komponen kebijakan, rencana dan/atau program*
Pengaruh pada Isu-Isu Strategis Berdasarkan Aspek-Aspek Pembangunan Berkelanjutan** Bobot Lingkungan
Hidup Permukiman Bobot Sosial Bobot Ekonomi Total
Bobot
Isu 1 Isu 2 Isu 1 Isu 2 Isu 1 Isu 2
1 Pengembangan Permukiman
1. Penyusunan NSPK bidang pengembangan permukiman
2.Penyusunan SPPIP Kab Bengkalis
3.Penyusunan RPKPP Kab Bengkalis
4.Pendampingan penyusunan rencana tindak penanganan kawasan kumuh perkotaan
5.Pembinaan kelembagaan (organisasi dan SDM) serta peningkatan peran masyarakat dalam penyelenggaraan pengembangan permukiman
6.Penataan kawasan kumuh perkotaan
7.Pembangunan infrastruktur kawasan permukiman baru
8.Penanganan permukiman di kawasan rawan bencana.
9.Pengembangan kawasan potensial pedesaan
10. Penataan kawasan daerah tertinggal, perbatasan dan pulau terkecil terluar. - - - 2 3 3 3 3 1 - - - 2 3 3 3 3 1 - - - 3 3 2 3 3 2 - - - 3 3 2 3 3 1 1 - - 1 2 3 1 3 1 1 - - 1 2 3 1 3 1 2 0 0 12 16 16 14 18 7
2 Penataan Bangunan & Lingkungan
1. Penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan
2. Pendampingan penyusunan NSPK bidang penataan bangunan dan lingkungan oleh Pemda.
3. Pembinaan kelembagaan penataan bangunan dan lingkungan (sosialisasi dan diklat)
4. Penataan tertib pembangunan dan keselamatan bangunan dan lingkungan
5. Penataan bangunan pada kawasan strategis, tradisional, bersejarah dan ruang terbuka hijau
6. Pengembangan PPI2B yangmemenuhi standar bangunan gedung
7. Pemberdayaan masyarakat mandiri dan sejahtera
- 3 3 3 2 1 1 - 1 2 3 2 1 1 - 1 1 3 1 1 3 - 1 1 3 1 1 3 - 2 1 1 3 1 3 - 2 1 1 3 1 3 - 10 9 14 12 6 14
No Komponen kebijakan, rencana dan/atau program*
Pengaruh pada Isu-Isu Strategis Berdasarkan Aspek-Aspek Pembangunan Berkelanjutan** Bobot Lingkungan
Hidup Permukiman Bobot Sosial Bobot Ekonomi Total
Bobot
Isu 1 Isu 2 Isu 1 Isu 2 Isu 1 Isu 2
3 Pengembangan Air minum
1. pengembangan NSPK bidang pengembangan SPAM
2. pendampingan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum Kabupaten Bengkalis
3. peningkatan kapasitas kelembagaan termasuk SDM dalam pengembangan SPAM
4. pembinaan dan pendampingan dalam rangka pembiayaan 5. adaptasi perubahan ilkim
6. peningkatan pelayanan air minum terhadap MBR perkotaan 7. peningkatan pelayanan air minum terhadap MBR pedesaan
1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 3 3 1 1 1 1 1 3 3 6 6 6 6 8 14 14 4 Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman
1. Penyusunan NSPK pengembangan pengelolaan sanitasi lingkungan
2. Pendampingan penyusunan SSK yang berkaitan dengan pengelolaan sanitasi lingkungan oleh Pemda
3. Pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM dan peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan sanitasi lingkungan
4. Peningkatan pelayanan infrastruktur air limbah 5. Peningkatan pelayanan infrastruktur drainase
6. Penyusunan NSPK dalam pengembangan pengelolaan persampahan
7. Pendampingan penyusunan SSK yang berkaitan dengan pengelolaan persampahan
8. Pembinaan kelembagaan (organisasi, SDM dan peran masyarakat) dalam rangka meningkatkan kemampuan pengelolaan persampahan
9. Peningkatan pelayanan infrastruktur persampahan
1 1 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 2 3 1 1 1 3 1 1 1 2 3 1 1 1 2 1 1 3 3 3 1 1 3 3 1 1 1 2 3 1 1 1 2 1 1 3 3 3 1 1 3 3 6 6 10 13 18 6 6 10 14 Keterangan: