METODOLOGI PENYELESAIAN MASALAH
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2. Analisa Pengujian Alat
Berdasarkan hasil pengujian didapatlah data tegangan dan arus masing- masing sumber.
Tabel 4.1 Data Pengujian Alat
Sumber Tegangan (Volt)
Arus fasa R (A) Arus fasa S (A)
PLN 215 Volt 0,83 A 0,83 A
Genset 222 Volt 0,83 A 0,83 A
Pengujian alat starting automatis ini dapat dilakukan berdasarkan berbagai kondisi.
1. Kondisi ON/OFF Genset. 2. Kondisi beban disuplai PLN. 3. Kondisi beban disuplai Genset.
Dalam pengujian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara kerja rangkaian kontrol dan rangkaian daya starting automatis pada saat pemindahan suplay beban. Pada pengujian starting dilakukan dengan simulasi menggunakan Fluid-Sim-H dimana pada saat suplay PLN mengalami gangguan (mati), maka anak kontak normally close (NC) R1 akan menutup dan akan
40 menghubungkan rangkaian kontrol untuk menstarter Genset, sehingga Genset akan hidup.
1. Kondisi On / Off Genset
Pada saat Genset On normal, maka dilakukan pengukuran tegangan antara fasa-netra sebesar 222 Volt, ketika suplay PLN padam Genset akan langsung hidup akan tetapi Genset tidak langsung terbebani karena untuk pembebanan Genset sudah diset pada T2 selama 2 detik. Genset akan bekerja stabil pada saat 3 detik, apabila Genset langsung diberi beban maka Genset dan beban yang digunakan cepat rusak karena pada saat Genset star putaran generator akan tertlalu berat dan tegangan yang dihasilkan belum stabil, oleh sebab itu T5 diset selama 6 detik untuk pemindahan suplay beban ke Genset setelah Genset bekerja stabil.
Sedangkan Off Genset akan bekerja apabila sumber PLN kembali hidup secara normal. Pada saat PLN menyala, maka akan mengaktifkan timer 4 yang berfungsi memberi waktu tunda selama 2 detik untuk stop Genset. Waktu stop Genset sengaja diberi waktu tunda selama 2 detik yang berfungsi untuk mengantisipasi apabila PLN mengalami gangguan kembali sehingga tidak setiap sebentar Genset start, karena untuk start membutuhkan daya batrai yang besar.
2. Kondisi Beban disuplay PLN
Dalam pengujian kondisi beban disuplay PLN beban yang digunakan adalah 2 buah Magiccom. Dari pengujian yang dilakukan didapat hasil pengukuran didapat arus per fasa 0,83 A dengan tegangan 215 Volt. Pada saat pengujian, semua rangkaian berjalan sesuai fungsinya baik rangkaian secara automatis maupu rangkaian secara manual. Untuk pemindahan suplay kebeban
41 juga diberi waktu tunda yaitu pada T1 dimana apabila suplai PLN hidup maka beban juga tidak langsung hidup karena terkadang suplay PLN juga belum stabil, jika suplay PLN langsung diberi beban maka beban yang digunakan juga akan cepat rusak karena arus yang tidak stabil. Sedangkan pada PLN dan Genset terdapat perbedaan fasa sehingga apabila langsung dipindahkan dari rangkaian daya Genset ke PLN akan terjadi bunga api atau terjadi hubung singkat, dan waktu tunda PLN diset selama 2 detik pada T1.
3. Kondisi Beban disuplay Genset
Dalam pengujian kondisi beban disuplay oleh Genset, pengujiannya masih sama dengan pengujian pada kondisi beban disuplay oleh PLN. Pada saat suplay PLN gangguan (padam), maka anak kontak NC R1 akan menutup sehingga secara tidak langsung akan menghubungkan rangkaian kontrol starting Genset. Apabila Genset hidup tidak langsung dibebani karena untuk membebani Genset diberi waktu tunda pada T2 tujuannya untuk mengamankan beban agar beban tidak mengalami kerusakan karena arus Genset yang tinggi atau arus yang melebihi kapasitas beban itu hingga membuat beban cepat rusak.
4.3. Prinsip Kerja Starting Automatis 4.3.1. Automatis Starting
Rangkaian daya dari Starting ini bekerja secara interlock yaitu apabila suplai PLN padam maka T3 akan bekerja untuk menstar Genset sedangkan T2 dan T5 bekerja untuk pemindahan suplay kebeban dari PLN ke Genset. Dari gambar rancangan diatas diperlihatkan sumber utama masuk ke starting melalui terminal Incoming dari PLN dan sumber cadangan masuk ke starting melalui terminal Incoming dari Genset. Sedangkan suplay ke beban dari starting
42 disambungkan pada terminal Outgoing. Untuk menyambungkan beban dengan sumber digunakan komponen MCB 3 fasa dan kontaktor. Ketika beban tersambung dengan PLN maka kontaktor 1 akan bekerja sesuai dengan waktu tunda yang diset pada T1.
Untuk kontaktor Genset tidak akan bisa aktif, karena sebelum disambungkan ke terminal koil kabel kontrol disambungkan ke anak kontak NC R1 yaitu apabila R1 bekerja maka anak kontaknya akan membuka dan juga berfungsi untuk mendeteksi apabila PLN padam. Sedangkan ketika beban tersambung dengan sumber cadangan (Genset) maka kontaktor yang bekerja adalah kontaktor 2. Sedangkan pada kontaktor pemindah suplay beban dari PLN tidak akan bekerja karena R1 tidak disuplay dari PLN.
Sedangkan pada kondisi automatis yang harus dipenuhi pada sistem ini adalah ketika PLN padam maka suplai ke relay kontrol PLN padam sehingga anak kontak NC relay kembali keposisi normal, sehingga suplay dari baterai dapat menghidupkan Genset untuk menstarting (menghidupkan) Genset. Barulah beban dapat di suplay dari Genset. Namun apabila suplai PLN telah hidup, maka anak kontak NC relay kembali terbuka sehingga beban kembali disuplai dari PLN.
43
BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Pada perancangan rangkaian starting automatis ini dapat diambil kesimpulan yaitu, Panel starting adalah suatu alat pemindah (transfer) suplay untuk beban dari sumber utama (dalam hal ini PLN) ke Genset. Apabila PLN hidup kembali, maka Genset akan mati. Apabila tegangan salah satu fasa dari Genset hilang maka K2 Genset tidak akan bekerja dan beban tidak akan disuplay dari Genset. Rangkaian kontrol dan daya starting berjalan dengan baik dan sebelum melakukan wiring pada panel, maka rangkaian kontrol dan daya starting sudah disimulasikan dengan menggunakan aplikasi Fluid-Sim-H.
5.2 Saran
Adapun saran yang dapat diberikan pada perancangan rangkaian starting ini adalah yaitu, Perancangan dan pembuatan starting automatis harus diperhatikan kapasitas dan daya keluaran Genset, khususnya terhadap kemampuan daya Genset, penghantar, pengaman dan kontaktor. Pada saat pembelian komponen harus sesuai dengan standar yang telah ada karena apabila tida sesuai dengan standar maka komponen akan cepat rusak.