• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 ANALISA DAN PEMBAHASAN

4.2. Analisa pola variasi layout

Pola variasi layout pada apartemen berkonsep open building, didasarkan pada kriteria pola hubungan ruang, sirkulasi dan zona ruang. Posisi bukaan pada apartemen, terletak pada satu sisi hunian, sehingga pada base case open building memiliki potensi bukaan hanya pada sisi depan. Penetapan layout ruang juga didasarkan pada kriteria ruang yang paling membutuhkan cahaya, untuk di tempatkan pada area yang memiliki potensi bukaan.

Gbr 4.3. Potensi bukaan pada open building

69

Berdasarkan kebutuhan cahaya alami, ruang tidur dan ruang tamu merupakan ruang yang membutuhkan cahaya alami yang cukup sepanjang pagi hingga sore hari, karena cahaya alami dapat memberi kesan hangat dan ceria, baik untuk kesehatan, berfungsi sebagai penanda waktu, dan memberi visualisasi yang baik bagi penghuni dalam melakukan aktivitas di kamar atau di ruang tamu.

Apartemen berkonsep open building memungkinkan terjadi penambahan ruang pada unit hunian dikarenakan penambahan anggota keluarga. Oleh karena itu apartemen dengan dua kamar tidur, serta apartemen dengan tiga kamar tidur, memiliki kebutuhan ruang serta luasan yang berbeda. Pada konsep open building, memungkinkan untuk terjadinya penambahan ruang serta perubahan ruang sesuai kebutuhan penghuni.

Tabel 4.12. Analisa pola variasi layout 2 kamar tidur

Variasi Layout Pola Hubungan ruang

Denah eksisting

Variasi A1

˟

˟

70 Variasi

A2

Variasi A3

Variasi A4

Variasi A5

71

Terdapat 5 pola variasi layout pada analisa variasi layout dua kamar tidur, dengan pola hubungan ruang masing – masing, namun tidak semua dipakai dalam simulasi, karena masing – masing pola akan dievaluasi berdasarkan kriteria hubungan ruang, dan kebutuhan cahaya. Pola layout yang memenuhi kedua kriteria tersebut yang akan di pakai pada simulasi pencahayaan alami.

 Pada variasi A1, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimana tatanan ruangnya yaitu; pintu masuk, dapur, kamar tidur, lalu ruang tamu dan ruang makan, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya, pola layout ini memenuhi kriteria, namun tidak akan digunakan dalam simulasi karena belum memenuhi kedua kriteria.

 Pola variasi A2, pola layout memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimana tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur dan ruang tamu. Oleh karena itu, pola ini akan digunakan pada simulasi.

 Pola variasi A3, pola layout memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimana tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang makan, kamar tidur, ruang makan, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur dan ruang tamu. Sehingga, pola ini dapat digunakan pada simulasi.

 Pola variasi A4, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimana tatanan ruangnya yaitu ; pintu masuk, dapur, ruang tamu, kamar tidur dan ruang makan, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya, pola layout ini memenuhi kriteria, namun tidak akan di gunakan dalam simulasi karena belum memenuhi kedua kriteria.

 Pola variasi A5, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimanatatanan ruangnya yaitu; pintu masuk, dapur, ruang tamu, ruang makan dan kamar tidur, namun untuk kriteria kebutuhan cahaya, pola layout ini belum memenuhi kriteria, sehingga variasi ini tidak akan di gunakan dalam simulasi.

72

Kemungkinan terjadi penambahan anggota keluarga, sehingga memungkinkan terjadinya penambahan kebutuhan ruang berupa kamar tidur, oleh karena itu asumsi bahwa pada unit yang sama dengan tiga kamar tidur, ditetapkan pada analisa berikut.

Tabel 4.13. Analisa pola variasi layout 3 kamar tidur

Variasi Polavariasi

Variasi B1

Variasi B2

Variasi B3

73 Variasi

B4

Variasi B5

Dari analisa pola variasi layout tiga kamar tidur, terdapat 5 pola variasi layout dengan pola hubungan ruang masing – masing, namun tidak semua pola layout di pakai dalam simulasi, karena masing – masing pola akan di evaluasi berdasarkan kriteria pola hubungan ruang, dan kebutuhan cahaya. Pola layout yang memenuhi kedua kriteria tersebut yang akan di pakai pada simulasi pencahayaan alami seperti pada pola variasi 2 kamar tidur.

 Pada variasi B1, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang.

Tatanan ruang pada variasi B1 yaitu; pintu masuk, dapur, ruang makan, kamar tidur, lalu ruang tamu, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya belum memenuhi kriteria, sehingga pola ini tidak dapat di gunakan pada simulasi.

 Pola variasi B2, pola layout memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dimana tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur dan ruang tamu. Oleh karena itu, pola ini akan digunakan pada simulasi.

74

 Pola variasi B3, pola layout memenuhi kriteria pola hubungan ruang, dengan tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, kamar tidur, ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur anak, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur dan ruang tamu. Oleh karena itu, pola ini akan digunakan pada simulasi.

 Pada variasi B4, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang.

Tatanan ruang pada variasi ini yaitu; pintu masuk, dapur, ruang tamu, kamar tidur, lalu ruang makan, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya, pola layout belum memenuhi kriteria, sehingga pola ini tidak dapat di gunakan pada simulasi.

 Pada variasi B3, pola layout belum memenuhi kriteria pola hubungan ruang.

Tatanan ruang pada variasi ini yaitu; pintu masuk, dapur, kamar tidur, ruang tamu, lalu ruang makan, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya, pola layout memenuhi kriteria, namun tidak dapat digunakan pada simulasi karena belum memenuhi ke dua kriteria.

Dari hasil analisa diatas, maka didapatkan 4 variasi layout, untuk dimodelkan dan disimuasikan. Variasi layout terdiri dari 2 variasi layout dengan 2 kamar tidur dan 2 variasi layout 3 kamar tidur, seperti pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.14. Hasil analisa variasi layout 2 kamar tidur dan 3 kamar tidur

Variasi Polavariasi

Variasi A2 :

Pada variasi A2, tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur utama dan ruang tamu.

75 Variasi A3, tatanan ruangnya yaitu, pintu

masuk, dapur, ruang tamu, ruang makan, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur utama dan ruang tamu.

Variasi B2, tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang makan, ruang tamu, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur utama dan ruang tamu.

Variasi B3, tatanan ruangnya yaitu, pintu masuk, dapur, ruang makan, ruang tamu, dan kamar tidur, sedangkan untuk kriteria kebutuhan cahaya memenuhi kriteria untuk kamar tidur utama dan ruang tamu.