4.1.1 Dissolved Oxygen (DO)
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain botol DO untuk mengambil air sample dari laut pada kedalaman tertentu dan untuk pengukuran DO, statif untuk menyangga biuret, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, corong untuk membantu dalam pemindahan larutan agar tidak ada yang terbuang, dan biuret untuk wadah larutan titran. Sedangkan bahan bahan yang digunakan antara lain MnSO4 untuk mengikat O2 dalam larutan, NaOH + Kl untuk mengikat I2 dan membentuk endapan coklat, Na2S2O3 0,025N sebagai titran, amylum sebagai indikator basa dan H2SO4 untuk indikator asam serta air sample sebagai bahan yang digunakan untuk oksigen terlarutnya.
Kemudian diukur dan dicatat volume botol DO. Di ambil botol DO dan dimasukan kedalam perairan. kemudian tunggu hingga terdengar suara “blub” yang menandakan botol DO penuh. Dengan segera tutup botot DO agar tidak terkontaminasi udara bebas, kemudian diangkat dan pastikan tidak ada gelembung udara. Lalu tambahkan 2ml larutan MnSO4 untuk mengikat O2 dan 2ml NaOH + Kl untuk mengikat I2 dan membentuk endapan coklat, tutup botol DO dan di bolak-balik hinggal larutan homogen karena agar merata larutannya serta biarkan beberapa menit hingga timbulnya endapan coklat.
Oseanografi Kimia Kelompok 13 Page 32 Terakhir dibuang air bening yang ada di atas endapan coklat hingga habis karena yang dipakai hanya endapan coklat, kemudian ditambahkan 2ml H2SO4 untuk indikator asam secara perlahan dengan pipet tetes dan ditambahkan pula 3-4 tetes amilum untuk indicator basa.
Dititrasi secara perlahan dengan larutan Na2S2O3 0,025N dengan menggunakan biuret hingga berubah menjadi bening pertama kali dan dicatat volume titran yang digunakan saat larutan menjadi bening.
Kemudian hitung kadar DO dengan rumus:
DO =
! –
4.1.2 Pengukuran pH
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain pH meter untuk mengukur pH air laut dan beaker glass sebagai wadah larutan sementara, sedangkan bahan yang digunakan antara lain tissue untuk membersihkan pH meter, dan air laut sebagai objek pengukuran pH.
Terakhir pada saat melakukan praktikum pengukuran pH, pH meter dimasukan atau dicelupkan ke dalam gelas ukur yang sudah terisi air laut agar pH meter dapat membaca pH sample air laut. Kemudian dipastikan sensor pH meter telah tercelup semua dan tekan tombol ON.
Tunggu hingga angka pada pH meter stabil dan dicatat suhu air laut yang terletak di bagian bawah. Tekan tombol Hold dan dicatat nilai pH yang berada di bagian atas.
4.1.3 Salinitas
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain salinometer untuk mengukur salintas suatu perairan, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, washing bottle sebagai wadah aquades, dan beaker glass sebagai wadah larutan sementara, sedangkan bahan yang digunakan antara lain tissue untuk membersihkan lubang pada
Oseanografi Kimia Kelompok 13 Page 33 salinometer, dan air laut sebagai objek pengukuran salinitas, dan aquades sebagai kalibrasi salinometer.
Terakhir kalibrasi sensor salinometer dengan menggunakan aquades untuk memastikan bahwa sensor salinometer steril. Lalu di keringkan dengan menggunakan tissue agar air sample yang digunakan tidak tercampur aquades. Kemudian diambil sample air laut menggunakan pipet tetes dan teteskan pada sensor yang ada disalinometer dan nyalakan salinometer dengan menekan tombol start dan lihat nilai salinitasnya serta di catat hasil pengukuran pada salinometer.
4.1.4 Nitrat
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain gelas ukur untuk mengukur volume suatu larutan, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, beaker glass sebagai wadah larutan sementara, hot plate untuk memanaskan sample, spatula untuk menghomogenkan larutan, crushable tank untuk mengambil beaker glass panas dan spektofotomoteri untuk mengukur panjang sinar gelombang, sedangkan bahan yang digunakan antara lain air laut sebagai bahan yang diuji asam, fenol disulfonik untuk melarutkan kerak, NH4OH untuk membuat lapisan minyak, aquades sebagai pelarut universal, kertas saring untuk mengukur larutan dan kertas label untuk menandai beaker glass.
Kemudian disiapkan air laut dan diukur sebanyak 12,5 ml dengan gelas ukur, lalu dituangkan ke dalam beaker glass sambil disaring dengan kertas saring agar hanya kandungan nitrat yang terambil dengan bantuan corong, setelah di saring beaker glass di panaskan di atas hotplate dengan suhu 200oC agar kita mendapatkan kerak dari sample yang diuji.
Ditunggu hingga menjadi kerak lalu di ambil oleh gunting penjepit dan ditunggu hingga benar-benar dingin. Selanjutnya ditambahkan 0,5 ml asam fenol disulfonik untuk melarutkan kerak dan diratakan dengan spatula serta diencerkan dengan aquades sebanyak 2,5 ml dengan bantuan pipet tetes agar tidak tumpah. Lalu di tambahkan NH4OH untuk membuat lapisan minyak hingga terbentuk warna kuning, kemudian
Oseanografi Kimia Kelompok 13 Page 34 diencerkan dengan aquades sebanyak 12,5 ml agar tidak terlalu pekat kadar nitratnya dan dimasukan ke dalam cuvet. selanjutnya di ukur nilai panjang gelombang (y) dengan spektofotometer dan dihitung nilai x dengan rumus y = 0,4747x - 0,0073. Setelah diketahui nilai x, kemudian dikalikan 4,43 untuk mengetahui kadar nitrat yang terkandung pada air sample.
4.1.5 Fosfat
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain gelas ukur untuk mengukur volume suatu larutan, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, beaker glass sebagai wadah larutan sementara, hot plate untuk memanaskan, spatula untuk menghomogenkan larutan dan spektofotomoteri untuk mengukur panjang sinar gelombang, sedangkan bahan yang digunakan antara lain air laut sebagai bahan yang diuji, larutan SnCl2 sebagai indikator basa, kertas label untuk menandai beaker glass, aluminium foil untuk mencegah terjadinya penguapan dan amonium molybdate untuk mengikat fosfat menjadi amonium fosfor molybdate.
Kemudian diukur air sample sebanyak 25 ml menggunakan gelas ukur dan dimasukan ke dalam beaker glass. Kemudian diteteskan 2 ml larutan amonium molybdate untuk mengikat fosfat menjadi amonium fosfor molybdate dengan pipet tetes, ditambahkan 3 tetes SnCl2 untuk mengetahui kondidi basa dan dihomogenkan agar larutan tercampur secara merata lalu dipindahkan kedalam cuvet serta ditutup dengan aluminium foil. Selanjutnya di ukur nilai panjang gelombang (y) dengan spektofotometer dan dihitung nilai x dengan rumus: y = 0,9127x - 0,0074.
Dicatat hasil yang diperoleh.
4.1.6 Amonia
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain gelas ukur untuk mengukur volume suatu larutan, pipet tetes untuk mengambil larutan
Oseanografi Kimia Kelompok 13 Page 35 dalam jumlah kecil, corong untuk membantu dalam pemindahan larutan agar tidak ada yang terbuang, beaker glass sebagai wadah larutan sementara, cuvet sebagai tempat wadah larutan sementara dan spektofotomoteri untuk mengukur nilainya dengan parameter sinar gelombang, sedangkan bahan yang digunakan antara lain air laut sebagai bahan yang diuji, kertas label untuk menandai beaker glass, aluminium foil untuk mencegah terjadinya penguapan dan Nessler untuk mengikat Amonia.
Terakhir diukur air sample sebanyak 25 ml menggunakan gelas ukur dan di masukan kedalam beaker glass. Kemudian disaring dengan kertas saring agar hanya kandungan amonia yang terambil dan dibantu oleh corong, setelah itu ditambahkan 2 ml Nessler untuk mengikat Amonia dan dihomogenkan dengan spatula agar larutan tercampur secara merata. Ditunggu hingga berubah warna dan mengendap.
Selanjutnya diambil larutan bening yang ada di bagian atas dan dimasukan kedalam cuvet dan ditutup dengan aluminium foil agar tidak terkontaminasi oleh udara bebas dan diukur kadarnya kadarnya dengan spektofotometer. Dicatat hasil nilai yang diperoleh.
4.1.7 Karbondioksida Bebas (CO2)
Pertama-tama disiapkan alat-alat dan bahan yang akan digunakan. Alat-alat yang digunakan antara lain statif untuk menyangga biuret, pipet tetes untuk mengambil larutan dalam jumlah kecil, corong untuk membantu dalam pemindahan larutan agar tidak ada yang terbuang, dan biuret untuk wadah larutan titran. beaker glass sebagai wadah larutan sementar. Sedangkan bahan yang digunakan antara lain air laut sebagai bahan yang diuji, kertas label untuk menandai beaker glass, larutan phenolphthalein sebagai indikator asam, Na2CO3 sebagai titran, dan air laut sebagai bahan yang diukur kadar CO2-nya.
Kemudian diukur volume air laut sebanyak 50 ml dengan menggunakan gelas ukur dan diambil air laut sebanyak 25 ml dan di letakan di beaker glass. Selanjutnya diteteskan 3-4 larutan phenolphthalein agar mengetahui kandungan CO2-nya dan diamati perubahannya. Apabila air laut berubah menjadi pink maka praktikum ini
Oseanografi Kimia Kelompok 13 Page 36 selesai tetapi jika tetap berwarna bening, maka di lanjutkan dengan titrasi menggunakan Na2CO3 atau NaOH, jika menggunakan Na2CO3 digunakan rumus: CO2 =
#$%& , tetapi jika menggunakan NaOH digunakan rumus: CO2 =
#$%& . Kemudian di catat kadar CO2 yang tedapat pada air sample.